Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 1


__ADS_3

"Maafkan ibu Alisha, sekarang kamu sudah kembali 18 tahun dan sudah kamu tinggalkan panti asuhan ini dan menghidupi hidupmu sendiri!"ucap ibu panti sambil memberikan surat perintah keluar panti asuhan pada Alisha


Alisha terdiam sejenak melihat bungkus kertas kuning yang berisikan surat tersebut


"Tidak apa-apa ibu, saya akan mengemasi barang-barang saya dan dalam 15 menit saya akan meninggalkan panti asuhan ini" jawab Alisha lembut walaupun hatinya sangat sesak


Tak lama kemudian, setelah Alisha mengemasi barang-barangnya ia pamit pergi pada ibu panti dan anak anak


Selama perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa tas besar berisi pakaiannya, Alisha terus memikirkan kemana ia harus pergi


'Apa yang harus aku lakukan sekarang, bahkan uang tabungan ku tidak cukup untuk menyewa atau mengontrak rumah' gumamnya sedikit sedih melihat isi dompetnya yang hanya berisikan uang uang kecil


Alisha yang dilanda kebingungan kemana ia akan pergi menghentikan langkahnya ketika melihat beberapa pria yang sedang memukuli pria yang sudah terkapar di tengah jalan dengan wajah dan tangan yang sudah berdarah


'Apa apaan mereka? kenapa main keroyokan seperti itu?' gumamnya seraya mendekati mereka tanpa tahu apa yang akan terjadi padanya selanjutnya setelah itu


"Hei tuan! tidak baik memukul orang dengan keroyokan, tidak adil itu namanya, apa kau tidak lihat dia sudah tidak berdaya?" ucap Alisha dengan tatapan dingin


"Cih.... lihat wanita ini, datang darimana dia ha? kawan kawan, ku rasa dia sepertinya datang dari planet lain" ujar salah seorang dari mereka berkacak pinggang melihat penampilan Alisha dari atas hingga bawah yang memakai gamis hitam panjang


Alisha tersenyum dan menaruh tasnya di tanah


"Memangnya kenapa? Jika kau mau menantang ku, aku layani!" ucapnya lantang


"Hahahaha, ya pasti itu kau akan melayani ku tapi tidak disini, melainkan di atas ranjang nantinya, hahahaha" jawab pria itu yang ternyata bos dari mereka semua


"Hh! kau bisa menikmati ku jika kau masih hidup nantinya setelah dari sini" ucap Alisha dengan santai


"Kepar*t kau! Kalian semua bereskan dia!" jawab pria itu


Mendengar perkataan bos-nya, para anak buahnya langsung menghadang Alisha dan mengepungnya dari semua sisi hingga posisinya kini berada di tengah


Alisha sendirian sementara para penjahat itu berenam orang apakah ia bisa mengalahkan mereka?


Dengan ilmu bela diri yang ia pelajari dari gurunya saat ia masih tinggal di panti tidak sulit untuk mematahkan tulang tangan para penjahat itu dan semua anak buah bos-nya sudah terkulai lemas


"Jika kalian masih ingin hidup tolong pergi dari tempat ini!" kata Alisha sambil membersihkan bajunya yang sedikit kotor


"Awas saja kau wanita karung! kan ku ingat wajah mu agar jika kita bertemu lagi aku tidak akan pernah melepaskan mu selamanya!" ancam bos mereka


Tanpa berkata lagi, bos dan para anak buahnya itu lari terbirit-birit menuju mobil mereka dan segera pergi dari sana


Kemudian Alisha menghampiri pria tersebut dan memapahnya menuju tepi jalan, memang saat itu jalanan sangat sepi sehingga perkelahian tadi terjadi di tengah jalan


'Apa yang harus aku lakukan padanya?' gumamnya bingung menatap wajah pria itu penuh darah


'Apa aku telfon saja keluarganya? mungkin dia membawa ponselnya'


Ia merogoh saku baju pria itu dan ternyata sudah ada beberapa panggilan tak terjawab dari seseorang


'Daren? apa harus ku hubungi balik dia?'

__ADS_1


Alisha pun menelpon balik orang itu dan menempelkan benda pipih hitam itu ke telinga kirinya


Tak berapa lama panggilan itupun tersambung


"Halo William!! kenapa kau baru mengangkat telfon ku? aku sangat khawatir padamu, dengar mereka ingin...."


"Halo, temanmu sedang terkapar di jalan XXXXX tolong cepat kesini dan bawakan ambulance juga!" ucap Alisha memotong perkataan pria yang di sebrang telfon lalu mematikan panggilan tersebut secara sepihak


"Telingaku sakit mendengar ocehannya, apa dia tidak punya sopan saat berbicara di telfon, bukannya mengucapkan salam malah marah marah" gumamnya seraya memasukkan kembali ponsel pria itu ke dalam saku jas nya


"Lalu, apa yang harus aku lakukan lagi? apa aku pergi saja ya? toh tadi aku juga sudah menelepon temannya paling beberapa menit lagi mereka sampai"


"Maaf ya jika terkesan tidak sopan, aku hanya ingin secepatnya pergi dari sini mencari tempat tinggal, sekarang sudah sangat sore, semoga teman mu lekas datang" ucap Alisha pada pria yang tak sadarkan diri itu kemudian perlahan pergi dari sana dengan berjalan kaki


Tak lama kemudian, Ambulance dan Daren datang ke jalan itu dan menemukan itu William bersandar di pohon dengan tak sadarkan diri


"Ternyata dugaan ku benar, ini pasti ulah mereka! awas saja mereka!" ucapnya geram melihat William yang digotong ke dalam mobil Ambulance


Ambulance pun dengan gerakan cepat pergi menuju ke rumah sakit di ikuti dengan mobilnya Daren dan anak buahnya


Ia sengaja membawa anak buahnya untuk berjaga jaga


Tiba tiba saat ia melemparkan pandangannya keluar jendela, ia teringat dengan suara teduh yang menelpon nya tadi


'Suara yang indah, siapa dia? kenapa aku tadi tidak melihatnya saat menemukan Will?' gumamnya menopang dagunya


"Kalian semua!!! jaga ketat ruangan William nantinya, aku tidak mau kejadian tadi terulang lagi!!" ucap Daren terkesan tegas dan dingin


Malam harinya.......


"Arghhh.... sakit sekali"ucap William terdengar pelan sambil memegang kepalanya yang masih sedikit terasa sakit


Daren yang tengah duduk di sofa sambil mengerjakan pekerjaannya di laptopnya meliriknya


"Kau terkapar di jalan jadi aku membawamu kesini!" jawab Daren mendekati William dan duduk di sisi ranjang rumah sakit


William yang masih merasakan sakit di kepalanya yang terbungkus kan kain perban melihat lihat sekelilingnya


"Rumah sakit? aku tidak mau disini, aku mau di rawat di rumah saja!" ucap William menyibak selimut


Ia sangat benci dengan yang namanya rumah sakit


"Berhentilah bersikap kekanak-kanakan Will! kau sedang sakit sekarang, kau baru bisa keluar dari sini minimal 3 hari!" seru Daren meninggikan suaranya


William mengalihkan pandangannya ke arah samping malas mendengar ocehan sahabatnya itu


"Oh ya siapa dia tadi?" tanyanya lagi membuat William mengerutkan keningnya


"Dia? dia siapa?" tanya balik William tak mengerti


"Tadi ada seorang perempuan menelfon ku menggunakan ponsel mu, katanya kau terkapar tak sadarkan diri, dari situlah aku tahu keberadaan mu dan langsung membawa mu ke sini" jawab Daren menerangkan

__ADS_1


William terdiam sambil memijat kepalanya yang masih terasa nyeri


"Siapa dia?" tanya Daren lagi dengan pertanyaan yang sama


"Aku tidak tahu" jawab singkat William


"Kau ini! bagaimana mungkin kau tidak tahu!!" kesal Daren dengan jawaban dari sahabatnya itu


"Aku sungguh tidak tahu! tadi saat aku berkelahi dengan mereka ada yang memukul kepalaku dengan sangat keras hingga membuatku kalah dari mereka semua" ucap William terhenti


"Tapi ada seseorang yang membantuku, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, pastinya itu perempuan soalnya aku mendengar mereka menyebutnya wanita karung" lanjutnya lagi


'Apa dia yang menelpon ku?' gumam Daren


"Daren aku perintahkan kau untuk mencari wanita karung yang menolongku tadi!" kata William


"Kau gila yah? dimana aku harus mencarinya malam malam begini, namanya saja kita tidak tahu" kesal Daren


"Aku tidak mau tahu pokoknya malam ini juga aku ingin bertemu dengannya!!"


Daren mengerutkan keningnya melihat sikap William


Tidak biasanya dia bersikap seperti ini pada seorang wanita, biasanya ia akan langsung menodongkan senjata api nya pada semua wanita yang selalu mendekatinya


"Ada apa dengan mu? tidak biasanya kau seperti ini?" tanya Daren heran


"Aku ingin berterima kasih dengan nya karena telah menolongku tadi" jawab William ketus


"Aku sering menolong mu tapi kau tidak pernah pun bilang terima kasih padaku"


Seketika mata Will melebar dan melempar bantal di belakangnya ke kepala Daren


Bukk!!!


"Cepat cari dia!! jangan banyak bicara!!" geram Will mendengar semua ocehan Daren sejak tadi


"Ckk.... iya iya, kenapa kau jadi kesal, aku akan pergi sekarang!" ujar Daren seraya mengambil kunci mobilnya di atas meja


"Jangan kembali jika belum menemukannya!" ujar dingin William


Daren memutar bola matanya dengan malasnya kemudian pergi dari sana


'Wanita Karung? seperti apa bentuknya? apa dia memakai karung?' gumam Daren bingung ketika ia melihat semua anak buahnya tengah berbaris rapi di hadapannya


Sebelumnya ia telah menyuruh mereka untuk berkumpul


"Kalian semua berpencar di kota ini! cari wanita yang unik!!" titah Daren membuat semua anak buahnya saling pandang tak mengerti


"Maksudku cari wanita yang unik, yang berbeda dari yang lainnya, contohnya seperti wanita karung!!" ucapnya lagi melihat kebingungan anak buahnya


"Ckk... pokoknya jika kalian melihat ada wanita yang unik, yang memakai karung misalnya segera hubungi aku! dan jika kalian menemukannya jangan buat dia merasa tidak nyaman!"

__ADS_1


"Baik tuan!!!! kami permisi dulu!!" jawab mereka serempak kemudian pergi dari markas besar mereka tersebut


__ADS_2