Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 41


__ADS_3

Setelah mengobati luka Alisha, dokter dan para perawat itu pun meninggalkan kediaman Killstove


"Apa kata dokter?" William mendorong kursi rodanya masuk ke dalam kamarnya


Alisha yang sedang duduk di ranjangnya langsung berdiri


"Duduklah, aku yang akan ke sana" ucap William


Alisha tersenyum kikuk dan kembali duduk di ranjangnya William


"Kata dokter luka saya tidak parah tuan, hanya saja sedikit sakit, makanya diperban" jawab Alisha tersenyum tipis


"Ckk lama-lama kupingku terasa gatal kau panggil tuan terus, panggil saja aku Will!" tukas William


"Tapi anda kan majikan saya tuan..." Alisha merasa tak enak hati jika harus memanggil nama majikan nya


"Bukankah kau bilang kita ini teman? apa ada teman memanggil temannya dengan sebutan tuan?"


"Ya terserah andalah Will" ucap Alisha pasrah, ia tidak ingin berdebat dengan William hanya karena masalah ini


William beralih menatap lengan atas Alisha yang diperban menampakkan noda oranye di kain perban nya


"Kenapa kau tadi ikut keluar?" tanya William dengan nada mengintimidasi


"Ya tidak mungkinlah tuan eh maksudnya Will, saya membiarkan Anda sendirian melawan mereka sebanyak itu" jawab Alisha memijat ujung pelipisnya


"Jadi kau meragukan kehebatan ku?" William tersenyum sinis


"Bukan begitu maksud ku Will, kau dalam keadaan seperti ini, apalagi mereka melakukan penyerangan mendadak tanpa kau ketahui, apa kau tidak memikirkan bahayanya?" ujar Alisha


"Jadi kau mengkhawatirkan ku?"


Alisha membulatkan matanya mendengar perkataan William


Kemudian keningnya mengkerut seperti tengah berpikir


"Ya... mungkin, aku khawatir dengan mu makanya aku membantumu" jawab Alisha menggaruk pelan kepalanya


William tersenyum miring mendengar jawaban Alisha


"Maaf tapi aku hanya menganggap mu sebagai ART ku saja" ucap William dengan nada meremehkan


Alisha kembali mengerutkan keningnya mendengar ucapan William yang terdengar menghinanya


Sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya karena William salah penafsiran atas ucapannya tadi


"Will, maksud ku mengkhawatirkan mu itu karena kau sedang lumpuh apalagi kau majikan ku, jelaslah aku mengkhawatirkan mu" ucapnya


Seketika raut wajah William berubah menjadi merah sangking malunya ia


"Kenapa wajah mu seperti udang rebus Will?" ucap Alisha, padahal ia tahu kalau sekarang William tengah malu setelah mendengar perkataannya

__ADS_1


"Ckk.... berisik!!" ketus William membalikkan kursi rodanya keluar kamar


'Kenapa aku jadi terlihat bodoh begini sih?! malu jadinya!!' batinnya merasa kesal akan dirinya


Ia mendorong kursi rodanya dengan kesal kembali ke ruang tamu


Sedangkan Alisha tertawa kecil melihat sikap William tadi


"Hahaha, Will Will, selain arogan dan dingin ternyata kau juga sangat percaya diri, hahaha" ucapnya tertawa kecil


William menggerutu kesal melewati Kelvin di ruang tamu menuju ke kamarnya Alisha


"Tuan"


"Tuan, anda kenapa?" tanya Kelvin melihat raut wajah kesal William


"Aku tidak apa-apa, kau pergilah markas dan langsung selesaikan mereka semua! sampai habis! aku tidak mau kejadian hari ini sampai terulang lagi!!" seru William


"Baik tuan" Kelvin mengangguk paham


"Dan juga cari beberapa pelayan wanita tua untuk membantu mengurus kastil ini!" tukasnya lagi


"Baik tuan! saya permisi dulu" ucap Kelvin membungkuk hormat kemudian pergi


William pun mendorong kursi rodanya ke sofa dan melanjutkan kembali pekerjaannya yang ditunda nya


"Tuan!" Kelvin berlari kecil dari arah pintu kastil


"Saya menemukan ini di luar" ucap Kelvin memberikan sesuatu pada William


William menerimanya dengan tatapan bingung melihat benda itu


"Ini ketapel, kenapa bisa ada di sini?" gumamnya heran


"Tidak mungkin milik Jackson atau anak buahnya" ucapnya lagi


"Saya rasa ini milik nona Alisha tuan!" ucap Kelvin menimpali


Seketika William ingat ketika batu-batu kecil tadi tepat membidik kening para bodyguard Jackson yang hendak membunuhnya tadi


"Kau pergilah" ucap William


Kelvin mengangguk paham kemudian pergi dari sana


Sedangkan William kembali menatap ketapel tua dan kecil yang ada di genggamannya itu


"D & A?" gumamnya bingung ketika melihat tulisan kecil terukir di gagang ketapel tua itu


William kembali mendorong kursi rodanya ke arah kamarnya


Alisha yang sedang memperbaiki kerudungnya terkesiap melihat William ada di depan kamar

__ADS_1


"Maaf!" William sontak membalikkan badannya


Alisha yang gugup mempercepat memperbaiki kerudungnya dan merapikan


Kemudian ia menghampiri William di depan kamar


"Ada apa Will?" tanyanya ramah


William kembali melihatnya dan memberikan ketapel nya


"Eh?" Alisha terkejut dan mengambil ketapel nya dari tangan William


"Kau meninggalkannya di luar tadi" ucap William datar


"Terimakasih, aku lupa tadi" jawab Alisha tersenyum tipis


"Hmm, sepertinya itu sudah lama sejak kapan kau memiliki nya?" tanya William


"Oh ini" Alisha melihat kembali ketapel nya dan tersenyum tipis


"Aku lupa Will, tapi aku selalu menjaga ketapel ini sejak aku kecil, ini sudah menjadi barang kesayangan aku, pertamakali aku menolong orang yang di rampok menggunakan ini Will" ucap Alisha mengangkat ketapel nya


"Benarkah? lalu kenapa ada inisial nama mu dan D itu siapa? apa pacar mu?" tebak William tersenyum miring melihat sikap Alisha


"Hmmm.... aku tidak tahu Will, aku lupa, aku pernah mencoba untuk mengingatnya tapi selalu membuat kepala ku sakit, kemudian aku melupakan rasa penasaran ku dengan inisial D itu" jawab Alisha menggeleng kecil


"Ooh, ngomong-ngomong kau tadi membidik mereka dengan tepat di kening mereka, darimana kau belajar menjadi sniper?" tanya William mengalihkan pembicaraan


"Ooh itu, dulu aku sering sekali mengambil buah dari kebun sebelah panti asuhan sewaktu aku masih berusia....10 tahun kalau tidak salah, aku mengambilnya diam-diam di pohon beringin di panti asuhan, ku bidik buahnya sampai jatuh baru aku ambil!" ucap Alisha terkekeh kecil mengingat masa kecilnya


William sontak tertawa mendengar cerita masa kecil Alisha


"Hahaha jadi maksudnya kau mencuri begitu?" ucapnya tertawa


"Ya...iya sih, tapi kan itu aku masih kecil, aku tidak tahu apa-apa, tapi yang punya kebun buah nggak marah kok kalau aku mengambil buahnya setiap hari" Alisha terkekeh geli membela dirinya


"Lama-lama kau jadi tidak seperti dinding lagi ya? sudah seperti es yang sudah mencair" ucap Alisha


William menghentikan tawanya dan mengalihkan pandangannya


"Berani sekali kau mengejek majikan mu sendiri?!" ketus William dengan nada khas nya


"Yah keluar lagi mode garangnya" gumam Alisha pelan


"Apa katamu?!" ucap William dengan kesal, sebenarnya ia hanya berpura-pura saja


"Hahaha tidak, aku tidak bilang apa-apa" Alisha tersenyum manis melambaikan kedua tangannya di depannya


William membalikkan kursi rodanya dan pergi meninggalkan Alisha


Senyuman tipis terbit manakala ia membelakangi Alisha

__ADS_1


Sebenarnya ia hanya berpura-pura kesal pada Alisha, ia justru merasa senang jika Alisha bersikap akrab dengannya


__ADS_2