
Malam semakin larut membuat anak buahnya Daren tak juga menemukan gadis yang diinginkan Will
"Tuan, kami sudah mencari gadis yang tuan inginkan di seluruh kota ini, tapi tidak ada gadis yang tuan deskripsikan" ujar salah seorang dari mereka
Daren menghembuskan nafas kasarnya dan mengusap wajahnya serta mengacak rambutnya kemudian menopang wajahnya
"Cari terus sampai dapat, jangan berhenti mencari, ini perintah dari Will, kalian tahu kan apa yang akan terjadi pada kalian jika perintahnya tidak dipatuhi?"
"Mengerti tuan! kami akan mencarinya lagi!!"
Para anak buahnya pun meninggalkannya sendirian di dalam mobilnya Daren
"Tampaknya aku sendiri yang harus turun tangan" ujarnya sembari melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 23.40 yang artinya sebentar lagi tengah malam
Daren pun menyalakan mesin mobilnya dan melaju membelah jalan raya tersebut
Sementara itu.........
"Sudah sangat malam tapi aku belum juga menemukan tempat tinggal" Alisha mendesah berat dan celingak-celinguk melihat sekitarnya
Tak ada siapapun di sana, hanya dirinya yang tengah berdiri di tepi jalan sambil menenteng sebuah tas besar berisikan pakaiannya
"Tampaknya aku harus menunggu sampai esok" gumamnya pelan dan duduk di trotoar jalan kemudian menengadahkan kepalanya ke atas melihat langit malam yang sepi, tanpa adanya bulan yang selalu ia nantikan tiap malamnya
"Mungkin malam ini bulan tidak akan ada"
Baru saja berucap, ia menutup kedua matanya ketika merasakan hawa dingin malam menerpa tubuhnya sampai ke tulang rusuknya
Suasana yang sepi dan sunyi serta hanya ditemani oleh sinar lampu jalan yang redup memberikan sedikit kesan horor namun Alisha tak sedikitpun merasa takut duduk sendirian di tepi jalan tengah malam karena ia sudah terbiasa menyendiri di waktu malam seperti ini
Tak lama kemudian, Bulan menampakkan diri setelah bersembunyi dibalik awan malam
"Yang ku tunggu tunggu sudah datang" ucapnya tersenyum tipis
Tiba-tiba Alisha mengedipkan matanya berkali-kali ketika cahaya lampu mobil dari samping menerangi wajahnya
Ia berdiri seraya melindungi wajahnya dari cahaya lampu mobil yang sangat terang itu
'Siapa yang masih berkendara malam-malam begini?' gumamnya dalam hati
Mobil pun mendekat ke arahnya tapi Alisha masih tetap tidak bisa melihat wajah orang yang telah keluar dari mobilnya itu dikarenakan mesin mobilnya belum dimatikan dan cahaya lampu mobilnya terus saja menerangi wajahnya
"Sedang apa anda larut malam masih disini?" tanyanya dengan suara berat khas pria
"Hm... maaf bisakah anda mematikan mesin mobil anda? cahaya lampunya sangat menggangu saya" pinta Alisha dengan sangat sopan
__ADS_1
Tanpa respon dari pria itu, mesin mobilnya ia matikan
Sekarang barulah Alisha bisa melihat sosok pria yang mengajaknya bicara tadi
Pria tegap, tinggi sekitar 195 cm yang artinya Alisha sebahunya, ditambah dengan balutan setelan jas biru tua yang sangat pas membalut tubuhnya serta kedua matanya dilindungi kacamata bermerek yang membuatnya berkharisma dan menawan apalagi wajah yang lumayan tampan
Kini pria itu berdiri tegap di hadapan Alisha dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya
"Anda belum jawab pertanyaan saya tadi" ujar pria itu mengingatkan
Alisha yang sedari tadi diam kemudian duduk di trotoar jalan
"Saya sedang menunggu hari esok" jawab Alisha datar
"Disini?"
"Saya belum punya rumah, saya sedang mencari tempat tinggal, oleh karena itu saya disini, jika itu menggangu anda sebagai pengguna jalan, saya minta maaf, saya akan pergi" ujar datar Alisha seraya mengambil tasnya dan hendak pergi
"Wanita karung" gumam pria itu pelan namun masih bisa didengar jelas oleh Alisha
Alisha menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahnya
"Jadi anda komplotan penjahat itu? jadi pukulan tadi belum cukup sampai anda datang menghampiri saya disini?" ucap Alisha datar namun seakan meremehkan
"Ternyata benar anda adalah wanita karung itu" ujarnya demikian yang membuat Alisha menautkan alisnya
"Saya adalah orang yang kamu telfon pada saat itu, sekaligus temannya, Daren, nama saya Daren Liew" ujar Daren mengenalkan dirinya dan menyodorkan tangan kanannya pada Alisha
"Ups sorry! wanita seperti anda tidak boleh kan bersentuhan dengan sembarang pria, maaf" ujarnya lagi seraya menarik tangannya ketika tidak tangannya tidak disambut baik oleh Alisha
"Kenapa diam dari tadi?" tanya Daren, ia seakan berbicara sendiri dari tadi
"Saya sedang menunggu ada selesai berbicara" jawab Alisha
"Maaf tadi jika saya salah mengira anda" ujarnya lagi
"It's okay" jawab Daren
"Lalu..... kenapa anda datang kemari? dan bagaimana anda bisa tahu saya ada disini?" tanya Alisha
"Oh itu, orang yang kamu tolong ingin bertemu denganmu, dia ingin berterimakasih padamu" jawab Daren langsung teringat apa yang Will perintahkan padanya
"O begitu, ya sudah sampaikan padanya sama-sama dari saya" jawab Alisha dan hendak pergi
"Eumm.... dia ingin bertemu denganmu, sebaiknya kamu bertemu dengannya dahulu, dan lagipula juga kamu belum menemukan tempat tinggal untuk malam ini bukan, tidak mungkin semalaman kamu disini tidak baik jika perempuan sendirian di tengah malam" ujar Daren
__ADS_1
Alisha terdiam mendengar perkataan Daren
"Tenang saja, niatnya baik, orangnya juga baik, tidak ada salahnya jika kamu menemuinya" ucap Daren
"Baiklah, aku akan ikut" jawab Alisha akhirnya
Daren pun membukakan pintu untuk Alisha baru untuk dirinya
Mobil pun ia jalankan membelah jalan yang sepi itu
Keheningan pun terjadi diantara mereka apalagi Daren melirik Alisha yang hanya melihat keluar jendela menatap langit malam
'Jadi ternyata wanita karung itu perempuan muslim, ku pikir wanita karung itu.....ckk ahh!!' gumam Daren dan kembali melirik wanita di sebelahnya
'Kok masih ada yah perempuan seperti dia di dunia yang penuh gelap ini?' gumamnya heran
"Eum.... bagaimana kamu bisa ada di sana saat Will dihajar mereka?" tanya Daren memecah keheningan mereka
Alisha menutup kaca jendela mobil dan menatap lurus
"Jadi namanya Will?" tanyanya
"Ya, Will, William Killstove" jawab Daren
"Saya tidak tahu, saat saya sedang berjalan saya melihat mereka mengeroyok nya, oleh karena itu saya membantunya" jawab Alisha seadanya
"Kamu orang baik, terimakasih karena sudah membantu temanku" ucap Daren
"Sama-sama, apa boleh saya bertanya?"
"Tentu saja"
"Kenapa mereka menyakiti Will? apa Will berbuat sesuatu?"
"Bukan Will, tapi mereka, mereka adalah suruhan musuh Will dalam bisnisnya, makanya Will bisa sampai seperti itu" jawab Daren
"Sebelumnya, aku sudah berusaha menghubunginya untuk memberitahukan padanya, tapi dia tidak mengangkat telfon ku, dan saat aku melihat Will menghubungi ku ternyata itu kau, kenapa kau pergi?"
"Eum... saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan padanya lagi, jadi saya meninggalkannya, maaf jika terkesan tidak sopan" jawab Alisha merasa tidak enak
"Tidak apa-apa, kau sudah membiarkannya tetap hidup dengan menolongnya, itu sudah cukup" ujar Daren terus menatap ke depan
Tak berapa lama kemudian mereka akhirnya sampai di rumah sakit
"Ini rumah sakit tempat Will dirawat, ayo!" ujar Daren dan membuka pintu mobilnya
__ADS_1