
Daren mengendurkan dasi yang terlilit di kerah kemejanya
Ia meneguk kembali minuman haram itu sampai tandas
PRANKKK
Daren bernafas menggebu-gebu ketika melihat pecahan gelas di lantai akibat ulahnya
Ia memijat kepalanya dan menyandarkannya ke sofa
"Alisha, maafkan aku telah pergi begitu lama" gumamnya lalu tak sadarkan diri akibat mabuk berat
Flashback on
Daren mematikan panggilan telfonnya secara sepihak dan menatap layar ponselnya
"Kenapa dia seperti tidak tahu? padahal kan aku sudah jelas-jelas menyinggung nya" gumamnya heran
Daren menopang dagunya menggunakan ujung ponselnya sambil terus berpikir
"SAM!!!" teriak Daren memanggil Sam sang sekretaris nya untuk masuk ke ruangannya
Tak lama kemudian Sam pun masuk dengan terburu-buru hingga tidak mengetuk pintu dahulu
"A...ada apa tuan?" tanyanya sembari merapikan kacamatanya
"Bawa pengasuh panti asuhan kemarin sekarang ke hadapan ku!" titahnya
"Ttttapi tuan, dia kan sudah kembali ke New York, akan butuh waktu jika harus membawanya kembali ke sini" ujar sang sekretaris
"Apa aku memberimu hak untuk komplain?! kerjakan apa yang aku pinta! jika malam ini juga ia belum ada di hadapan ku jangan harap besok kau bisa melihat matahari lagi!!" seru Daren dengan sorot mata tajam
Sam hanya mampu mengangguk paham dan bergidik ngeri menghadapi bos psikopat nya itu
Bahkan ia pernah ikut sekali ke markasnya dan melihat sendiri bagaimana ganasnya bos nya itu dalam membunuh orang
Tanpa bicara lagi Sam pun keluar dari ruangan Daren
Daren hanya memutar bola matanya dengan malas kemudian lanjut mengerjakan pekerjaannya lagi
Setelah memberikan pelajaran kepada para pengkhianat tadi malam membuatnya harus meminum obat khusus dari dokter tadi pagi agar ia bisa mengontrol diri
Singkat cerita, di tengah malam wanita paruh baya itu datang kembali ke hadapan Daren di apartemennya
"Katakan padaku kenapa Alisha tidak mengingatku?" tanya Daren duduk di sofa bed nya seraya menggoyang-goyangkan gelas mini berisi minuman haram tersebut
Wanita tua yang tersungkur di lantai itu akibat diseret oleh anak buahnya Daren menjadi semakin ketakutan melihat Daren berada di hadapannya
"KATAKAN!!!" seru Daren dengan suara menggelegar menggema seluruh ruangan
"Sssaaya tttidak mengerti maksud anda tuan, sssaaya sudah menceritakan semua yang saya tahu pada anda sebelumnya" ujar wanita itu dengan sangat gagap sangking takutnya pada Daren
Daren sontak menarik dagu wanita itu dan mencengkram nya
"Lalu kenapa dia tidak ingat dengan ku hah!! aku sahabat masa kecilnya!!!" seru Daren di depan wajah wanita itu
"Mmmmmungkin karena dia mengalami hilang ingatan tuan, karena dia selalu saja bertanya pada saya tentang masa lalunya" jawab wanita tua itu dengan gagap serta mata berkaca-kaca menahan sakit atas cengkraman Daren di dagunya
Mendengar jawaban itu Daren langsung mencekik lehernya dengan sangat kuat
"KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHU KU HAH KEMARIN?!!" teriak Daren dengan sorot mata tajam dan melotot
"Uggghhhh maafkan saya tuan, tolong jangan bunuh saya" pinta wanita itu dengan suara parau akibat menahan sesaknya leher dicekik oleh Daren
__ADS_1
Para bodyguard dan anak buahnya Daren yang berada di sana hanya bisa diam membiarkan Daren mencekik wanita tua itu
Bahkan mereka sendiri pun merasa takut jika harus berhadapan dengan bos psikopat mereka itu
"DENGAR YA! WALAUPUN KAU INI PEREMPUAN TUA JANGAN HARAP AKU AKAN MEMPERLAKUKAN MU DENGAN BAIK!!" Daren masih terus saja mencekik wanita itu sampai wanita itu pingsan
"Cih!!" Daren mendorong wanita itu yang sudah pingsan ke lantai
"Bawa dia pergi sebelum aku kehilangan kendali!!" titah Daren membelakangi wanita itu
Sontak para anak buahnya membawa wanita itu keluar apartemen Daren
"APALAGI YANG KALIAN TUNGGU?!! KELUAR!!" teriak Daren ketika melihat para bodyguard-nya masih berdiri di tempat
Mereka pun langsung keluar dari apartemen itu menyisakan Daren sendirian di dalam sana
Daren berjalan ke arah jendela balkon menatap keindahan kota New Zealand terpampang jelas terlihat dari jendelanya
Tiba-tiba sorot matanya meneduh ketika ia merasa melihat sosok Alisha di pantulan kaca jendela
"Alisha" gumamnya tersenyum lebar menyentuh sosok Alisha di kaca jendela itu
Sosoknya yang tersenyum membalas senyuman Daren dan mengangguk pelan
"Daren, kita adalah sahabat" ucap sosok itu dengan tersenyum lebar
Jlebbbb
Daren tersadar dari alam bawah sadarnya
Ia melihat sekitarnya dan melihat tangannya menyentuh kaca jendela persis di bayangannya sendiri
Daren memegang sebelah wajahnya menggunakan tangan kanannya
"Hahahaha, ternyata memang benar kata orang kalau cinta itu adalah perasaan paling indah sekaligus paling menyakitkan di dunia bahkan gangster psikopat seperti ku mampu ditaklukan dengan yang namanya cinta" Daren tertawa sumbang menertawai takdirnya
Flashback off
Daren perlahan membuka matanya ketika sinar matahari pagi menyinari seluruh tubuh dan wajahnya
"Uggghh" lenguhnya dan bangun dari tidurnya
Ia mengucek matanya dan melihat sekelilingnya
Daren teringat tadi malam ia mabuk berat hingga membuatnya tertidur di sofa bed nya
"Ckk!"
Ia bangkit berdiri dari sofa bed nya menuju kamar mandinya
Setelah membersihkan diri, Daren yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya memperlihatkan otot-otot perutnya yang seksi
Ia mengambil ponselnya dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa bed
Niat hati ingin kembali menelfon Alisha namun teringat kejadian semalam membuatnya tak jadi menelfon pujangga hatinya tersebut
Daren pun beralih menelfon sekretarisnya
"Malam ini bawa wanita manapun ke apartemen ku!! pastikan dia masih perawan!!" titah Daren dan langsung menutup panggilan telfonnya itu tanpa mendengar suara sapaan dari sang sekretaris
__ADS_1
Alisha kini tengah duduk di dapur menyantap mie instan dengan santainya
Setelah kedatangan dokter fisioterapi dan Kelvin beberapa saat yang lalu untuk jadwal terapi William membuatnya kini bisa bersantai
Apalagi sesi fisioterapi kali ini mereka lakukan di kolam renang di samping kastil membuat William mengizinkan Alisha untuk tidak ikut melihatnya
Tiba-tiba di sela-sela makannya, Alisha teringat akan sesuatu
"Daren kenapa ya kemarin malam mengatakan hal itu? apa maksudnya ya?" gumamnya merasa bingung
"Nona!"
Alisha langsung bangkit berdiri ketika Kelvin datang menghampiri nya
"Ya ada apa tuan?" tanya nya
"Tuan William memanggil anda" jawab Kelvin
"Oh baiklah, apa terapi renangnya sudah selesai?" tanya Alisha lagi
"Sudah nona, mereka ada di kamar tuan William"
Alisha mengangguk kemudian pergi ke kamar Daren yang kini menjadi kamar William
Toktoktok
Alisha mengetuk pintu yang terbuka itu
"Kau tidak perlu mengetuk pintu jika sudah melihat ke dalam" ucap datar William ketika melihat Alisha mengintip
Alisha terkekeh kecil kemudian masuk ke dalam
__ADS_1
William yang sedang bersandar di ranjang mengisyaratkan sang dokter untuk segera pergi