
Daren masih terus terisak di lantai sambil terus memegangi sebelah wajahnya
"Tuan" sepasang tangan putih nan cantik melingkar ke leher Daren dari belakang
Daren hanya ke samping melihat gadis yang telah di pesannya pada Sam, sekretarisnya
"Tuan, kenapa anda bersedih?" tanya gadis cantik itu meraih pipi Daren untuk melihatnya
Daren yang matanya berkaca-kaca dapat melihat betapa cantiknya gadis di depannya itu
"Malam ini adalah pertamakali nya aku memberikan keperawanan ku padamu tuan, aku akan memuaskan anda malam ini, jadi tuan Daren jangan bersedih lagi ya" ucap gadis itu dengan manja sembari melingkarkan tangannya ke leher Daren
Daren masih tak bergeming ketika ia ditarik gadis itu menuju ranjangnya dan mendorongnya ke atas ranjang
Gadis pelac*r itu melepaskan semua pakaiannya tepat di hadapan Daren yang terbaring di sana
Dengan senyuman smirk ia mendekati Daren dan menindihnya
"Ci*m aku tuan" bisik nya dengan nada seksi di telinga Daren
Daren melingkarkan kedua tangannya di pinggang polos gadis itu dan melahap bib*rnya dengan ganas
Di tengah ciuman panasnya itu bersama gadis pelac*r pandangan Daren tiba-tiba berkabut
Ia beberapa kali mengerjapkan kedua matanya
"Alisha?" gumamnya tak sadar
Sosok itu kembali datang dalam alam bawah sadar Daren, ia kini berada di depan Daren dan tengah berdiri menyaksikan Daren mencumbui gadis pelac*r itu
"Daren, kau mencintaiku bukan? lalu kenapa kau melakukan hal ini?" ucap sosok itu dengan mata berkaca-kaca
Daren menggelengkan kepalanya dan mendorong gadis pelac*r itu ke bawah ranjang
Ia berdiri dan menghampiri Alisha
"Bbbbukan begitu Alisha, a...aku hanya"
"Pembohong!!! kau bilang kau mencintaiku!! tidak bisakah kau mengatakannya padaku sampai harus melakukan perbuatan zalim seperti ini!!" seru sosok Alisha dengan berurai air mata
"Tidak Alisha!!! aku mencintaimu!!! aku tidak bisa mengatakan padamu karena kau hanya menganggap ku sahabat!!" seru Daren tak kalah kuat suaranya
Jleebbbbb....
Daren mengerjapkan kedua matanya berkali-kali ketika ia kembali sadar
"Tuan, anda kenapa malah tidur?" ucap gadis itu masih berada di atas Daren sambil menepuk pelan pipi Daren
__ADS_1
'Tidak tidak! aku tidak bisa melakukan ini pada Alisha! tidak bisa! aku mencintainya! aku tidak akan mengkhianatinya!!' batin Daren menggelengkan kepalanya dan bangkit berdiri
"Tuan, anda kenapa?" ucap lembut gadis itu seraya ikut bangkit menghampiri Daren
Daren yang stress nya kambuh sibuk mencari obatnya di semua sudut kamarnya
"Tuan, anda mencari apa?" kedua tangan gadis itu ia lingkarkan ke pinggang polos Daren dan menempelkan wajahnya ke punggungnya
Sontak Daren yang tak bisa mengontrol emosi nya langsung melepas kasar kedua lengan gadis itu di pinggangnya
"Aaghhh!"
Daren dengan sorot mata tajam mendorongnya ke dinding
"Berani sekali kau menyentuhku dengan tangan kotor ku itu?!! siapa yang memberimu ijin masuk ke sini hah?!!" seru Daren mencekik leher gadis itu
"Tttttolong!!" gadis itu tidak bisa bernafas akibat kuatnya cekikan Daren di lehernya
Bukannya iba dengan gadis yang sudah hampir terkulai lemas itu Daren yang sudah tidak bisa lagi mengkontrol emosinya itu semakin memperkuat cengkraman di lehernya
Sam yang berada di luar pintu apartemen Daren langsung masuk ke dalam ketika mendengar gadis suruhannya berteriak
"ASTAGA TUAN!!" Sam terkejut ketika gadis itu telanj*ng bulat dan dicekik Daren
Ia segera menghampiri mereka
"Biarkan saja dia mati siapa suruh dia masuk ke kandang singa!!" seru Daren menggebu-gebu
'Sepertinya tuan sudah kambuh sakitnya, aku harus mencari obatnya' batin Sam kemudian mencari-cari obatnya Daren
Setelah beberapa saat mencari obatnya Daren, Sam tak dapat menemukannya sedangkan gadis suruhannya itu sudah terkulai lemas akibat ulah Daren
Tak ada cara lain lagi Sam mengambil suntikan obat penenang sebagai cadangan untuk Daren yang selalu ia bawa kemanapun atas perintah Daren
Tanpa aba-aba lagi ia langsung menancapkan suntikan itu ke leher Daren
Perlahan-lahan Daren melepas cengkraman di leher gadis itu dan ambruk di lantai
Sedangkan gadis yang polos tanpa sehelai benangpun menutupi seluruh tubuhnya langsung menjatuhkan dirinya dan memegang lehernya yang memerah akibat ulah Daren
Sam melempar jasnya ke arah gadis itu
"Pergilah sebelum bos bangun, jika dia melihatmu di sini aku tidak akan bisa membantu mu lagi" ucap datar Sam
Tanpa bicara lagi gadis itu langsung pergi setelah mengambil seluruh pakaiannya
Sedangkan Sam memapah Daren yang tak sadarkan diri ke atas ranjangnya
__ADS_1
Ia menatap sendu ke arah wajah bos psikopat sekaligus malaikatnya itu
Sam masih ingat pertemuan pertamakali mereka saat Sam melarikan diri dari mucikari Daren lah yang menolongnya serta membuatnya menjadi seperti ini sekarang
'Kasihan tuan Daren harus seperti ini setiap harinya' batinnya merasa sedih ketika melihat wajah pucat Daren yang tertidur pulas akibat obat penenang yang ia berikan tadi
Sam kemudian membereskan semua yang berantakan di dalam apartemen itu
Hingga langkahnya terhenti ketika melihat lukisan Alisha yang dilukis Daren beberapa hari yang lalu kini tergantung di dinding kamarnya Daren
'Wanita pujaan hatinya tuan Daren sangat cantik, kalau ku lihat sepertinya dia wanita baik-baik' batinnya melihat lukisan Alisha
'Nona, semoga saja kau dan tuan Daren bisa bersatu pada akhirnya, aku tidak tahan melihat tuan Daren selalu seperti ini setiap harinya, bahkan ia selalu meminum obat penenang dari dokter untuk mengontrol emosi nya' batinnya merasa kasihan pada Daren
Pagi harinya.....
Daren mengerjapkan kedua matanya berkali-kali ketika cahaya matahari menembus kaca dindingnya yang membuatnya terkena sinarnya
"Uggghhhh" lenguhnya bangun dan meregangkan otot-otot tubuhnya
Daren memijat kepalanya dan teringat kejadian tadi malam
"Ckk aku tidak bisa mengontrol emosi ku" gumamnya dan hendak bangkit
"Tuan!" Sam masuk ke kamar Daren bersama seorang pria berpakaian jas putih, seperti dokter
"Kau?" Daren mengerutkan keningnya melihat dokter pribadinya datang
"Kenapa kau datang ke sini? bukankah jadwalku setiap akhir bulan?" ujar Daren lagi
"Saya yang meminta dokter untuk datang kemari tuan karena obat tuan sudah habis" jawab Sam
Daren hanya menggaruk kepalanya dan memutar bola matanya dengan malas
"Terserah kau, cepatlah! aku tidak punya banyak waktu!" ketus Daren ketika melihat jam weker sudah menunjukkan pukul 09.12
Dokter itu kemudian memeriksa Daren dan memberinya obat
"Tuan Daren, sebaiknya anda jangan terlalu banyak stress, seringkali saat tak bisa mengontrol diri lagi itu disebabkan oleh stress faktor utamanya" ujar sang dokter
"Hmm" Daren hanya memutar bola matanya dengan malas
"Saya akan membuat tambahan stok obat dan juga suntikan penenang untuk anda jika terjadi lagi seperti ini" ujar sang dokter seraya memberikan bungkusan besar berisi obat pada Daren
Namun Sam yang mengambil obat itu dari dokter
"Terimakasih dokter, sekarang anda boleh pergi" ucap Sam
__ADS_1
Daren pun langsung bangkit berdiri dan melenggang masuk ke dalam kamar mandinya