Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 60


__ADS_3

Daren tak menggubris ucapan selamat datang mereka dan memasang wajah datar


Alisha sampai memutar bola matanya dengan malas melihat mood nya kembali berubah lagi


"Yuk!" ucapnya menarik pergelangan tangan Daren yang terbalut jaket kulit nya


Daren sampai tertegun sejenak memperhatikan tangan Alisha menarik tangan nya masuk ke dalam Mall


'Seandainya kau tahu yang sebenarnya Isha pasti perasaanku tidak menggantung seperti ini' batin Daren sendu


"Kita beli kebutuhan dapur dulu ya di atas, kamu mau beli apa?" tanya Alisha melepas tangannya dari tangan Daren dan menoleh padanya


"Aku tidak ingin membeli apapun, aku hanya ingin menemanimu berbelanja saja" jawab pelan Daren


Alisha tersenyum tipis dan mengangguk pelan


Kemudian mereka pun pergi ke lantai atas menggunakan elevator


"Mall nya sangat bagus dan besar ya!" ucap Alisha sedikit berteriak dikarenakan suasana yang begitu ramai


Daren hanya tersenyum miring menanggapinya


Alisha yang kini sedang berbelanja kebutuhan dapur di salah satu toko sibuk memilih milih apa saja yang akan ia beli


Sedangkan Daren terus saja memperhatikan wajahnya sedari tadi


"Isha, kenapa kau terlihat sangat bersemangat sekali tentang puasa mu itu?" tanyanya terus melihat wajah Alisha


"Karena bulan Ramadhan itu datangnya hanya sebulan dalam satu tahun" jawab Alisha meliriknya sekilas kemudian terus memilih semua bahan-bahan masak yang ia butuhkan


"Benarkah? tapi kemarin kau berpuasa" ucap Daren masih terus memperhatikan wajah Alisha


"Itu hanya puasa Sunnah" jawab Alisha tersenyum tipis


"Su.. Sunnah? apa itu?" Daren mengerutkan keningnya


"Sunnah itu maksudnya suatu pekerjaan yang mana jika dilakukan mendapat pahala dan jika tidak dilakukan tidak apa-apa" Alisha terkekeh kecil mendengar ucapan Daren


Daren manggut-manggut mengerti kemudian mengambil brokoli dari keranjang belanja Alisha


"Aku tidak suka ini" ucapnya kembali menaruh brokoli itu ke stan sayuran


"Oh maaf, aku lupa"


Daren mengambil beberapa kotak daging udang yang sudah terbungkus rapi dan menaruhnya di keranjang belanja Alisha

__ADS_1


"Nanti malam masak ini ya, aku pengen makan ini" ucapnya tersenyum mengembang


Alisha mengangguk pelan mengiyakan permintaan Daren


Kemudian mereka pun berjalan ke arah kasir untuk membayar semua belanjaan Alisha


"Panjang sekali antriannya" gumam pelan Alisha yang didengar oleh Daren di sampingnya


Daren langsung menarik pergelangan tangan Alisha yang tertutupi sarung tangannya menyalip antrian


"Hey tuan!! jangan menyalip antrian! berbaris lah di belakang!" tukas kesal salah seorang pembeli wanita paruh baya


Daren langsung menatapnya tajam dan datar


"Suka-suka aku mau menyalip apa tidak, Mall ini milik ku, jika kau tidak suka silahkan pergi dari sini!" tukas Daren tak kalah kasar


Alisha sampai dibuat kaget mendengar ucapan Daren yang terdengar tak sopan pada wanita tua itu


"Daren, jangan berbicara tidak sopan seperti itu, dia wanita yang lebih tua dari kita, bicaralah yang baik padanya" bisik Alisha di sampingnya


"Dia yang lebih tidak sopan Isha! sepertinya dia tidak tahu dengan siapa dia bicara!" Daren kembali menatap wanita paruh baya itu dengan tajam


Mendapat tatapan tajam dari Daren, wanita itu gelagapan dan langsung pergi dari sana meninggalkan keranjang belanjaan nya


'Mood Daren bisa berubah kapanpun, aku harus bisa bersabar' batinnya menguatkan diri


"Ya sudah terserah mu saja, tunggu sebentar aku akan membayar semua ini" ujar Alisha berbalik kembali ke arah kasir dan membuka dompetnya


"Tidak usah membayar Isha, kau berbelanja dengan orang yang punya Mall ini, jadi tidak usah membayar" ucap Daren tersenyum lebar di sampingnya


Alisha menoleh padanya dan melihat kembali sang penjaga kasir tersenyum ramah padanya


"Benar nona, anda tidak perlu membayar" ujar sang pelayan itu


"Tapi bukankah kalian akan rugi jadinya" ucap Alisha tak enak hati


"Mall ku tidak akan rugi jika hanya menggratiskan semua belanjaan mu yang sedikit ini Isha, ayo!!" Daren mengambil seluruh bungkusan belanjaan Alisha di keranjangnya kemudian menarik tangan Alisha yang satunya lagi keluar toko tersebut


"Jika tidak perlu membayar kenapa kita menyalip antrian tadi?" ucap Alisha sedikit kesal


Refleks Daren menghentikan langkahnya dan menoleh padanya


"Benar juga ya, kenapa kita menyalip antrian" Daren cengengesan sambil menggaruk tengkuknya


Alisha menghela nafasnya dan mengambil semua belanjaannya dari tangan Daren

__ADS_1


"Daren, belajarlah untuk menahan emosi mu, jangan sampai membuat mu menyesal nantinya" ucap Alisha mengingatkan dengan nada lembut


Daren sampai tertegun melihat wajah tulus Alisha padanya


"Maaf Isha, lain kali aku tidak akan begitu lagi, aku tadi hanya kesal padanya, kenapa dia tidak bisa menjaga mulutnya di usianya yang tua itu" ucap Daren


Alisha menaruh semua belanjaannya ke lantai Mall dan memegang kedua bahu Daren dengan kedua tangannya yang terbungkus sarung tangan


"Daren, tetap kita tidak boleh berbicara kasar dengan orang yang lebih tua daripada kita, apapun alasannya, mau dia sampai memaki kita kah tetap kita tidak boleh berbicara kasar padanya apalagi sampai mengangkat tangan, jika ada orang seperti itu kau hanya perlu diam meredam emosi mu, paling nanti dia akan diam nantinya" ujar Alisha panjang lebar dengan nada lembut


Daren menundukkan kepalanya dan mengangguk pelan


Entah kenapa jiwa psikopat nya seakan hilang jika bersama dengan Alisha, bahkan dia seperti kucing kecil yang penurut dengan sang majikan


"Ya sudah tidak apa-apa" Alisha memungut belanjaannya di lantai


"Kita langsung pulang atau kau mau beli sesuatu dulu?" tanya Alisha


Daren tak langsung menjawab ia celingak-celinguk melihat sekitarnya


"Bagaimana kalau kita ke sana Isha?!!" serunya dengan berbinar-binar sambil menunjuk di sebrang sana


Alisha mengikuti arah telunjuknya hingga tatapannya berhenti di depan sebuah play zone


"Daren, kita ini sudah besar, jangan aneh-aneh deh" Alisha tertawa kecil


"Ku mohon Isha, aku sudah lama tidak main permainan seperti itu" ucap Daren memelas


'Lagi lagi dia memelas seperti ini membuat ku tidak bisa menolak jadinya' batin Alisha menghela nafasnya


"Ya sudah, aku taruh belanjaan ke mobil dulu" ucap Alisha


"Tidak usah, sini berikan padaku!" Daren langsung mengambil semua belanjaannya Alisha dan kembali masuk ke dalam toko yang mereka kunjungi tadi


'Kenapa dia masuk lagi ke sana?' batin heran Alisha


Tak lama kemudian Daren kembali keluar tanpa membawa belanjaan dan menghampiri Alisha


"Lho? mana belanjaannya?" tanya Alisha


"Pelayan akan menaruhnya di mobilku, ayo kita ke sana!" Daren langsung menarik pergelangan tangan Alisha pergi


"Eh eh eh pelan-pelan nanti aku bisa jatuh" Alisha sedikit kesulitan berjalan dengan pergelangan tangannya ditarik Daren


Daren tak menghiraukan perkataan Alisha dan masuk ke play zone itu

__ADS_1


__ADS_2