Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 67


__ADS_3

"Apa yang terjadi? kenapa dia bisa mencekik pelayan?" tanya Alisha ketika sudah menghampiri Sam


Sam memperbaiki letak kacamatanya dan menunduk


Tidak mungkin ia akan mengatakan segalanya pada Alisha


'Aku tidak bisa mengatakan semuanya pada nona Alisha, jika dia tahu aku yang mengatakan isi pembicaraannya pada tuan Daren bersama pelayan itu entah apa yang akan tuan Daren lakukan padaku nantinya' batin Sam bergidik ngeri


"Kenapa malah diam?" ucap Alisha


"Eh.. itu nona, tuan Daren tadi mulai kambuh pada saat itu pelayan datang membawakannya teh, mungkin... dia melampiaskan emosinya pada pelayan, dan inilah yang terjadi" ucap Sam menunduk


Alisha terdiam sejenak berpikir dan menghela nafasnya


"Kalau begitu tolong kau urus surat pengunduran diri mereka semua Sam, aku tidak ingin ada korban lagi" ucap Alisha


Sam mengangkat kepalanya ketika mendengar jawaban Alisha


"Jadi maksud anda, anda ingin saya memecat semua pelayan di kastil ini nona dan anda bekerja lagi sebagai pengurus kastil begitu?"


"Ya, tidak ada cara lain, aku hanya tidak ingin kejadian seperti ini terulang" jawab Alisha terdengar parau


"Baiklah nona, akan saya lakukan yang anda mau, saya permisi"


Alisha mengangguk pelan membiarkan Sam melewatinya begitu saja


Dirinya pun menaiki tangga menuju kamarnya Daren


Alisha berdiri di ambang pintu ketika melihat isi kamar Daren yang berantakan, sangat berantakan akibat ulah pemiliknya sendiri


Ia pun membersihkan kamar Daren dengan sangat bersih dan teliti agar tidak ada pecahan vas bunga yang tertinggal di lantai


Sementara itu....


William duduk di kursi rodanya di balkon kamarnya dengan Kelvin yang berdiri di belakangnya


"Jadi begitu ceritanya tuan" ucap Kelvin menutup ceritanya


William terdiam sejenak, ia merasakan adanya gemuruh di dada nya mendengar cerita Kelvin


'Apa.... Daren menyukai Alisha?' batinnya


"Dia dimana sekarang?" William sedikit menoleh ke samping


"Ada di kamar nona Alisha tuan, nona Alisha tadi saya lihat tengah membersihkan kamar tuan Daren, dia membuatnya sangat berantakan karena meluapkan emosinya" jawab Kelvin


"Dorong aku ke kamar Alisha!" ucap datar William


Kelvin mengangguk kemudian mendorong kursi rodanya William keluar kamarnya menuju kamar Alisha


Ceklek....


Kelvin memutar handle pintu kamar Alisha ketika mereka sudah sampai di sana


Ia membuka pintunya lebar-lebar dan kembali mendorong kursi rodanya William masuk


Mata mereka langsung melihat sosok Daren yang tengah tertidur tenang di atas ranjang berselimutkan kain tebal


"Kau keluarlah!" ucap datar William


Tanpa mengeluarkan sepatah katapun Kelvin langsung keluar dari sana meninggalkan mereka berdua


William melihat wajah Daren yang tertidur tenang di atas ranjang Alisha


Ada perasaan tenang melihat sahabatnya itu bisa setenang ini tanpa meminum obat penenang nya


Tangannya terulur untuk menyentuh lembut kepala Daren tepatnya bagian keningnya


'Tidak panas' batinnya menarik kembali tangannya


William kembali menatap wajah Daren beberapa lama


Ia kembali teringat masa-masa remajanya dihabiskan untuk dunia gelap bersama dengan Daren


Sungguh, Daren lah yang membawanya keluar dari gelapnya hidup William sebelumnya ke arah kesuksesan yang belum pernah dicapai sebelumnya oleh orang manapun


'Walaupun kita sering bertengkar tapi kau dan aku tetaplah sahabat Daren, semarah apapun aku padamu aku tidak akan meninggalkan mu' batin William tersenyum samar

__ADS_1


William mengambil tangan kanan Daren dan menggenggamnya


Ia menaruh kepalanya di sisi ranjang menoleh pada Daren


"Selamat tidur my best friend forever" gumamnya menutup matanya


Mereka pun tertidur di sana, Daren di ranjang Alisha, sedangkan William tidur dengan posisi duduk di kursi rodanya dengan kepala di sisi ranjang menoleh pada Daren


Alisha yang sudah selesai membereskan kamar Daren melihat semua pelayan kastil tengah berkumpul di ruang tamu dengan membawa koper mereka masing-masing


Merasa tak enak hati dengan pemecatan mendadak ini Alisha menghampiri mereka


Ia menyatukan kedua tangannya di depannya


"Saya mohon tolong jangan tersinggung dengan pemecatan ini, saya hanya tidak mau kejadian hari ini terulang lagi pada kalian" ucap Alisha menunduk


"Tidak apa-apa nona, kami sudah tahu tuan Daren menderita depresi, dan saya juga sudah mendapat kompensasi dari sekretaris tuan Daren, tuan Sam" jawab pelayan yang dicekik oleh Daren


"Sekali lagi saya minta maaf atas kejadian hari ini" Alisha membungkuk hormat


Setelah mengantar semua mantan pembantu kastil itu keluar, Alisha langsung pergi ke kamarnya


Dirinya terpaku di ambang pintu ketika melihat dua sosok majikannya di kamarnya


"William menemani Daren rupanya, sebaiknya aku biarkan mereka dulu berdua, mungkin ada yang ingin mereka bicarakan" gumam Alisha kemudian pergi lagi dari sana




"Uggghhhh....." Daren membuka kedua matanya ketika merasakan hawa kamar Alisha mulai memanas



Ia bangun dari tidurnya dan meregangkan otot-otot tubuhnya



Matanya langsung tertuju pada orang di sebelahnya yang tengah tertidur di posisi duduk sambil memegang tangannya




Matanya beralih ke jam dinding yang menunjukkan pukul 17.08



'Sudah sangat sore' batinnya



"Will, bangun Will" ucap Daren pelan sambil menggoyangkan bahu William



Perlahan William bangun dan duduk tegak kembali di kursi rodanya



Kepalanya terasa pegal karena keterusan tidur dengan posisi seperti itu



"Kau sudah baikan? akan ku panggilkan dokter!" ucap William ketika melihat Daren di hadapannya sudah sadar



"Tidak usah, kenapa aku bisa sampai tidur di kamar Alisha?" tanya Daren



"Jika aku mengatakannya padamu apa kau akan percaya?"



"Katakan saja"

__ADS_1



William menghela nafasnya dan menatap wajah Daren



"Alisha sudah lama tahu kau itu depresi"



Seketika detak jantung Daren berdetak lebih cepat dari pada sebelumnya



"A...apa? dia sudah tahu?" suaranya seakan gagap merasa takut mendengar ucapan William



"Ya, dia sudah tahu, dan terlebih lagi tadi siang kau kambuh lagi dan mencekik salah seorang pelayan" jawab William dengan tenang



Daren langsung teringat kejadian tadi siang, ia memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit



William mengambilkannya segelas air di meja Alisha samping ranjangnya



"Minumlah" ucapnya memberikan minuman itu



Daren menerimanya dan langsung meneguknya sampai tandas tak tersisa



"Kenapa kau bisa mencekik pelayan itu?" tanya William



Padahal ia sudah diberitahu oleh Kelvin, hanya saja ia ingin Daren jujur padanya



"Aku.... aku tidak bisa mengontrol diri lagi setelah mendengar Sam mengatakan dia ingin membocorkan semua rahasia kita pada Alisha" jawab Daren sedikit menunduk



"Rahasia?" William menautkan alis kanannya



"Ya, pelana brengs\*k itu ingin mengungkapkan pada Alisha kalau kita ini orang-orang mafia"



"Kenapa kau malah marah? biarkan saja dia memberitahu nya, seluruh dunia tahu siapa kita, pasti nanti Alisha juga tahu siapa kita nantinya" ucap William



Daren menatap kedua mata William dengan tatapan datar



"Jika Alisha pergi meninggalkan kita setelah dia tahu dia berteman dengan monster seperti kita kau mau tanggung jawab?"



Pertanyaan dari Daren tadi sukses membuat William terdiam



'Benar juga yang dikatakan Daren' batinnya


__ADS_1


"Alisha tidak boleh sampai tahu siapa kita sebenarnya" ucap William


__ADS_2