
"Apa yang terjadi? kenapa dia bisa mencekik pelayan?" tanya Alisha ketika sudah menghampiri Sam
Sam memperbaiki letak kacamatanya dan menunduk
Tidak mungkin ia akan mengatakan segalanya pada Alisha
'Aku tidak bisa mengatakan semuanya pada nona Alisha, jika dia tahu aku yang mengatakan isi pembicaraannya pada tuan Daren bersama pelayan itu entah apa yang akan tuan Daren lakukan padaku nantinya' batin Sam bergidik ngeri
"Kenapa malah diam?" ucap Alisha
"Eh.. itu nona, tuan Daren tadi mulai kambuh pada saat itu pelayan datang membawakannya teh, mungkin... dia melampiaskan emosinya pada pelayan, dan inilah yang terjadi" ucap Sam menunduk
Alisha terdiam sejenak berpikir dan menghela nafasnya
"Kalau begitu tolong kau urus surat pengunduran diri mereka semua Sam, aku tidak ingin ada korban lagi" ucap Alisha
Sam mengangkat kepalanya ketika mendengar jawaban Alisha
"Jadi maksud anda, anda ingin saya memecat semua pelayan di kastil ini nona dan anda bekerja lagi sebagai pengurus kastil begitu?"
"Ya, tidak ada cara lain, aku hanya tidak ingin kejadian seperti ini terulang" jawab Alisha terdengar parau
"Baiklah nona, akan saya lakukan yang anda mau, saya permisi"
Alisha mengangguk pelan membiarkan Sam melewatinya begitu saja
Dirinya pun menaiki tangga menuju kamarnya Daren
Alisha berdiri di ambang pintu ketika melihat isi kamar Daren yang berantakan, sangat berantakan akibat ulah pemiliknya sendiri
Ia pun membersihkan kamar Daren dengan sangat bersih dan teliti agar tidak ada pecahan vas bunga yang tertinggal di lantai
Sementara itu....
William duduk di kursi rodanya di balkon kamarnya dengan Kelvin yang berdiri di belakangnya
"Jadi begitu ceritanya tuan" ucap Kelvin menutup ceritanya
William terdiam sejenak, ia merasakan adanya gemuruh di dada nya mendengar cerita Kelvin
'Apa.... Daren menyukai Alisha?' batinnya
"Dia dimana sekarang?" William sedikit menoleh ke samping
"Ada di kamar nona Alisha tuan, nona Alisha tadi saya lihat tengah membersihkan kamar tuan Daren, dia membuatnya sangat berantakan karena meluapkan emosinya" jawab Kelvin
"Dorong aku ke kamar Alisha!" ucap datar William
Kelvin mengangguk kemudian mendorong kursi rodanya William keluar kamarnya menuju kamar Alisha
Ceklek....
Kelvin memutar handle pintu kamar Alisha ketika mereka sudah sampai di sana
Ia membuka pintunya lebar-lebar dan kembali mendorong kursi rodanya William masuk
Mata mereka langsung melihat sosok Daren yang tengah tertidur tenang di atas ranjang berselimutkan kain tebal
"Kau keluarlah!" ucap datar William
Tanpa mengeluarkan sepatah katapun Kelvin langsung keluar dari sana meninggalkan mereka berdua
William melihat wajah Daren yang tertidur tenang di atas ranjang Alisha
Ada perasaan tenang melihat sahabatnya itu bisa setenang ini tanpa meminum obat penenang nya
Tangannya terulur untuk menyentuh lembut kepala Daren tepatnya bagian keningnya
'Tidak panas' batinnya menarik kembali tangannya
William kembali menatap wajah Daren beberapa lama
Ia kembali teringat masa-masa remajanya dihabiskan untuk dunia gelap bersama dengan Daren
Sungguh, Daren lah yang membawanya keluar dari gelapnya hidup William sebelumnya ke arah kesuksesan yang belum pernah dicapai sebelumnya oleh orang manapun
'Walaupun kita sering bertengkar tapi kau dan aku tetaplah sahabat Daren, semarah apapun aku padamu aku tidak akan meninggalkan mu' batin William tersenyum samar
__ADS_1
William mengambil tangan kanan Daren dan menggenggamnya
Ia menaruh kepalanya di sisi ranjang menoleh pada Daren
"Selamat tidur my best friend forever" gumamnya menutup matanya
Mereka pun tertidur di sana, Daren di ranjang Alisha, sedangkan William tidur dengan posisi duduk di kursi rodanya dengan kepala di sisi ranjang menoleh pada Daren
Alisha yang sudah selesai membereskan kamar Daren melihat semua pelayan kastil tengah berkumpul di ruang tamu dengan membawa koper mereka masing-masing
Merasa tak enak hati dengan pemecatan mendadak ini Alisha menghampiri mereka
Ia menyatukan kedua tangannya di depannya
"Saya mohon tolong jangan tersinggung dengan pemecatan ini, saya hanya tidak mau kejadian hari ini terulang lagi pada kalian" ucap Alisha menunduk
"Tidak apa-apa nona, kami sudah tahu tuan Daren menderita depresi, dan saya juga sudah mendapat kompensasi dari sekretaris tuan Daren, tuan Sam" jawab pelayan yang dicekik oleh Daren
"Sekali lagi saya minta maaf atas kejadian hari ini" Alisha membungkuk hormat
Setelah mengantar semua mantan pembantu kastil itu keluar, Alisha langsung pergi ke kamarnya
Dirinya terpaku di ambang pintu ketika melihat dua sosok majikannya di kamarnya
"William menemani Daren rupanya, sebaiknya aku biarkan mereka dulu berdua, mungkin ada yang ingin mereka bicarakan" gumam Alisha kemudian pergi lagi dari sana
"Uggghhhh....." Daren membuka kedua matanya ketika merasakan hawa kamar Alisha mulai memanas
Ia bangun dari tidurnya dan meregangkan otot-otot tubuhnya
Matanya langsung tertuju pada orang di sebelahnya yang tengah tertidur di posisi duduk sambil memegang tangannya
Matanya beralih ke jam dinding yang menunjukkan pukul 17.08
'Sudah sangat sore' batinnya
"Will, bangun Will" ucap Daren pelan sambil menggoyangkan bahu William
Perlahan William bangun dan duduk tegak kembali di kursi rodanya
Kepalanya terasa pegal karena keterusan tidur dengan posisi seperti itu
"Kau sudah baikan? akan ku panggilkan dokter!" ucap William ketika melihat Daren di hadapannya sudah sadar
"Tidak usah, kenapa aku bisa sampai tidur di kamar Alisha?" tanya Daren
"Jika aku mengatakannya padamu apa kau akan percaya?"
"Katakan saja"
__ADS_1
William menghela nafasnya dan menatap wajah Daren
"Alisha sudah lama tahu kau itu depresi"
Seketika detak jantung Daren berdetak lebih cepat dari pada sebelumnya
"A...apa? dia sudah tahu?" suaranya seakan gagap merasa takut mendengar ucapan William
"Ya, dia sudah tahu, dan terlebih lagi tadi siang kau kambuh lagi dan mencekik salah seorang pelayan" jawab William dengan tenang
Daren langsung teringat kejadian tadi siang, ia memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit
William mengambilkannya segelas air di meja Alisha samping ranjangnya
"Minumlah" ucapnya memberikan minuman itu
Daren menerimanya dan langsung meneguknya sampai tandas tak tersisa
"Kenapa kau bisa mencekik pelayan itu?" tanya William
Padahal ia sudah diberitahu oleh Kelvin, hanya saja ia ingin Daren jujur padanya
"Aku.... aku tidak bisa mengontrol diri lagi setelah mendengar Sam mengatakan dia ingin membocorkan semua rahasia kita pada Alisha" jawab Daren sedikit menunduk
"Rahasia?" William menautkan alis kanannya
"Ya, pelana brengs\*k itu ingin mengungkapkan pada Alisha kalau kita ini orang-orang mafia"
"Kenapa kau malah marah? biarkan saja dia memberitahu nya, seluruh dunia tahu siapa kita, pasti nanti Alisha juga tahu siapa kita nantinya" ucap William
Daren menatap kedua mata William dengan tatapan datar
"Jika Alisha pergi meninggalkan kita setelah dia tahu dia berteman dengan monster seperti kita kau mau tanggung jawab?"
Pertanyaan dari Daren tadi sukses membuat William terdiam
'Benar juga yang dikatakan Daren' batinnya
__ADS_1
"Alisha tidak boleh sampai tahu siapa kita sebenarnya" ucap William