
Alisha merasa bosan berada di kamar William setengah hari ini tanpa mengerjakan apapun
Perlahan-lahan nyeri di lengannya sudah mulai menghilang tetapi rasa kebas terus menyelimuti tangannya hingga terasa kaku
"Ckk.... sudah siang, sebaiknya aku menyiapkan makan siang untuk William" gumamnya bangkit berdiri dari ranjang
Dengan memegang lengannya Alisha keluar kamar William menuju dapur
"Mau kemana kau?" suara datar terdengar dari belakang Alisha
Ia membalikkan badannya dan melihat majikan nya itu tengah ada di depan sebuah ruangan
"Aku akan memasak makan siang untukmu, kau belum makan kan" jawab Alisha pelan dengan menatap wajah William
William mendorong kursi rodanya mendekat Alisha
"Mulai hari ini kau akan dibantu oleh mereka!" ujar William menggendikkan dagu nya ke arah belakang Alisha
Alisha mengerutkan keningnya dan berbalik
"Eh?" ucapnya terkejut ketika melihat beberapa pelayan wanita paruh baya tengah berdiri di belakangnya
Kemudian pandangannya kembali menatap heran pada William
"Mulai hari ini aku mengangkat jabatan mu sebagai kepala pengurus kastil ini, mereka semua akan bekerja sesuai perintah mu!" ucap datar William
"Apa?! kenapa?" ucap Alisha sedikit terkejut dengan jawaban William
"Kenapa kau bilang? ya untuk membantu mu lah mengurus kastil ku!" ketus William dengan pertanyaan aneh Alisha
"Iya aku sudah tahu alasannya, tapi maksudku kenapa harus perempuan yang lebih tua dari ku? kenapa tidak yang seusia dengan ku? aku kan jadi tidak enak jika harus memerintah mereka" ucap Alisha merendahkan suaranya merasa tak enak hati
"Aku kan sudah bilang padamu aku alergi dengan namanya wanita! ini saja aku melakukannya karena mu! kau dalam keadaan sakit sekarang!" seru William
"Tapi...."
"Ya sudah kalau kau tidak mau! aku akan mengusir mereka!" seru William dengan raut wajah kesal
"Eh jangan-jangan! kasihan mereka jika kau mengusir mereka" ucap Alisha cepat menggelengkan kepalanya
"Ya sudah aku terima kenaikan jabatan ku" ucap Alisha pasrah menghela nafasnya
William mengalihkan pandangannya ke arah lain mendengar ucapan Alisha
"Mohon kerjasama nya ya" ucap ramah dan sopan Alisha kepada para bawahannya
Para pelayan wanita paruh baya itu membungkuk hormat kepada Alisha
"Tidak perlu terlalu hormat, aku jadi tidak enak hati" ucap Alisha tersenyum tipis
"Baik nona" ucap mereka serempak dengan mengangguk pelan
"Siapkan aku makan siang! tak pakai lama!!" seru William dengan suara keras dan mendorong kursinya menuju kamarnya
Braakkk.....
__ADS_1
Alisha dan para bawahannya sontak kaget dengan suara bantingan pintu kamar William
"Maaf ya" ucap Alisha merasa tidak enak hati
"Tidak apa-apa nona, tuan William adalah majikan kami jadi wajar jika dia bersikap seperti ini kepada kami" ucap salah seorang mereka
"Ya sudah, kalian siapkan saja makan siang untuk tuan tapi ingat jangan memasak makanan yang mengandung kacang dan keju, tuan alergi dengan kedua bahan makanan itu" ujar Alisha mengingatkan dengan lembut
"Baik nona, kami permisi dulu" jawab mereka semua kemudian pergi meninggalkan Alisha
Alisha pun kembali ke kamarnya dan mengerjakan shalat Zhuhur
'Ya Allah semoga Engkau mengampuni semua dosa dosa hamba Mu ini di masa lalu dan di masa sekarang, semoga kedepannya hamba menjadi orang yang lebih baik lagi' batin Alisha berdoa di akhir shalat nya
Setelah mengerjakan shalat, Alisha kembali keluar kamarnya menuju ruang makan
"Nona, kami sudah menyiapkan makan siang untuk tuan William, apa ada lagi yang harus kami lakukan?" tanya salah seorang mereka
Pandangan Alisha beralih ke atas meja yang dipenuhi makanan
"Sepertinya untuk saat ini tidak ada, kalian bisa pergi, oh ya apa kalian sudah menemukan kamar?"
"Sudah nona, tuan Kelvin sudah memberikan kami kamar di belakang kastil" jawab salah seorang mereka
"Oh baiklah kalau begitu, kalian bisa pergi" ujar Alisha ramah
Mereka mengangguk paham kemudian pergi meninggalkan Alisha di ruang makan
Sedangkan Alisha berjalan menuju kamarnya William
Toktoktok....
"Will, makanannya sudah siap, kau mau makan di ruang makan atau di kamar saja?" tanyanya dengan lembut sambil terus mengetuk pintu kamar William
Ceklek....
William membuka pintu kamarnya dengan memasang raut wajah kesal
"Kau masih marah ya?" tebak Alisha menunduk melihat William
William tak menggubris perkataan Alisha dan langsung mendorong kursi rodanya berlalu begitu saja melewati Alisha
Alisha hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian mengikuti William ke arah ruang makan
"Aku ambilkan ya makanan mu" ucap Alisha hendak mengambilkan makanan untuk William
"Tidak usah! aku bisa sendiri!" tukas William merebut piringnya dari tangan Alisha
Alisha tersenyum tipis melihat sikap William yang ketus padanya
Kemudian ia menopang dagunya dengan telapak tangannya dan memperhatikan William yang mengambil sendiri makanannya
Biasanya ia yang selalu mengambilkan makanan untuk William dan William hanya membiarkannya melakukan itu
"Kenapa kau melihatku terus?! baru sadar ya kalau aku ini tampan?!!" ketus William
__ADS_1
Sontak Alisha tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan William
"Hahahaha, aku melihat mu itu karena aku sedang berpikir bagaimana caranya membujuk mu untuk tidak marah lagi, bukan karena kau tampan, aku sudah menyadari itu setelah kita pertamakali bertemu"
William tersenyum samar mendengar ucapan Alisha
"Ya... walaupun kau juga galak, jutek, dingin, dan tegas" lanjut Alisha lagi
Seketika raut wajah William kembali diam dan kesal mendengar ucapan Alisha tadi
"Kau ini sebenarnya maunya apa sih? kata mu kau ingin aku tidak marah tapi kau malah buat aku marah?!" ketus William mendorong piringnya menjauh dari nya
Alisha tersenyum miring dan mendorong lagi piring itu kembali dekat ke arah William
"Aku belum selesai bicara lho"
William mengalihkan pandangannya ke arah lain merasa kesal dengan Alisha
"Ya, kau memang tampan, sikap mu juga seperti yang ku katakan tadi, tapi....."
William melirik sekilas ke arah Alisha ingin mendengar lanjutan dari ucapan Alisha
"Tapi kau adalah orang yang paling baik bagiku William, sangat baik, aku sangat menghargainya" ucapnya ramah
William menggigit bibir bawahnya menahan senyuman terbit di bibirnya ketika mendengar ucapan Alisha yang terdengar memujinya
"William, jangan marah lagi ya" bujuk Alisha dengan suara selembut mungkin
Namun William yang membelakanginya tak menggubris perkataannya
"William, aku janji kalau kau tidak marah lagi aku akan menuruti satu permintaan mu!" ucap Alisha lagi
William melirik ke arah Alisha dan membalikkan badannya
"Ok, aku memaafkan mu" ucap William mengambil kembali sendok dan garpu di piringnya
Ia pun menyantap makan siangnya
"Nah begitu dong, jangan marah lagi ya, nanti bisa cepat tua lho"
"Uhuk uhuk uhuk!!!!" William tiba-tiba tersedak ketika mendengar ucapan Alisha tadi
Tiba-tiba sorot matanya tajam menatap Alisha
"Aku hanya bercanda aku minta maaf, apa yang akan ku lakukan untuk satu permintaan mu?"
William mengunyah makanan di mulutnya dan tampak berpikir
"Kau yakin dengan janji mu? apa kau tidak menyesal?" tanya William memastikan
"Ya, aku yakin dengan janjiku, dan aku sangat percaya padamu kau tidak akan meminta yang aneh-aneh pada ku" jawab Alisha yakin
William meminum air putih nya dan mengelap mulutnya
"Lho kenapa kau sudah selesai makan?" tanya Alisha ketika melihat William meletakkan kembali sendok makan nya ke piring
__ADS_1
"Tidak ada, hanya tidak ingin makan, soal satu permintaan ku nanti untukmu belum aku pikirkan, nanti akan ku beritahu nanti" ucap William dan mendorong kursi rodanya pergi dari ruang makan
'Masakan mereka tidak seenak buatan Alisha membuatku tidak selera makan jadinya' batin William