
"Nah itu Daren!"
William menoleh ke belakang dan mendapati Daren baru saja masuk ke dalam kastil dengan menggunakan kaos Jersey dan celana pendek
"Habis joging?" tanya Alisha
"Ya, aku haus, bisa tolong ambilkan air es?" ucap Daren menarik kursi nya dan duduk di sana
Alisha mengangguk paham kemudian pergi ke dapur mengambilkan air dingin untuk Daren di kulkas
Kali ini ia duduk berhadapan dengan William yang menatapnya dengan heran
"Tumben sekali kau pagi-pagi olahraga, ada apa?" tanyanya menautkan alis kanannya
"Memangnya tidak boleh aku joging pagi? lagipula kenapa aku harus meminta izin darimu" gerutu Daren
William memutar bola matanya dengan malas dan menyantap makanannya
Tak lama kemudian Alisha pun datang dengan membawakan segelas air dingin untuk Daren
"Terimakasih" Daren tersenyum lebar menerima gelas dari tangan Alisha
"Sama-sama" Alisha tersenyum tipis
"Kau tidak akan marah kan kalau aku minta ambilkan aku makanan" ucap Daren
"Kau masih punya tangan yang lengkap ambil saja sendiri!" tukas William, tampak sekali raut wajah kesal terukir di wajahnya
"Sudah tidak apa-apa Will, Daren aku tidak marah hanya karena kau memintaku mengambilkan mu makanan, kan ku ambilkan!" Alisha mengangguk kemudian mengambilkan Daren makanan
"Alisha saja tidak marah kenapa malah kau yang marah? kau juga punya tangan yang lengkap kan kenapa malah menyuruh Alisha mengambilkan mu makanan" tukas Daren merasa menang dari William
"Hey!" William menatap tajam ke arah sahabatnya itu
"Sudah-sudah jangan bertengkar, kalian tidak malu apa dilihat pada pelayan" ucap Alisha menengahi mereka kemudian menaruh piringnya di hadapan Daren
"Terimakasih Alisha" ucap Daren tersenyum manis
William memutar bola matanya dengan malas melihat sikap manis Daren pada Alisha
Alisha pun duduk di kursinya dan menyantap makanannya
Mereka pun saling mendiamkan menikmati makanan mereka masing-masing
Tanpa Alisha sadari, Daren dan William seringkali mencuri pandang ke arahnya yang sedang makan
Kali ini suasana kastil terlihat lebih ramai daripada sebelumnya dikarenakan adanya banyak pelayan wanita yang membantu Alisha mengurus kastil serta Daren juga baru kembali dari New Zealand
"Hey!!"
Alisha yang sedang menyiram kebun bunga sontak terkejut ketika suara Daren mengejutkannya dari belakang
"Daren! kau mengejutkan ku!" ucap Alisha mengusap dadanya
Daren tersenyum manis dan tertawa terbahak-bahak
"Hahahaha lucu sekali kau kalau terkejut" ucapnya tertawa
"Tidak lucu!" tukas Alisha kembali menyiram bunga
"Jangan marah dong, aku minta maaf" ucap Daren masih tertawa
Alisha tak menggubris perkataan Daren di sampingnya, ia masih sibuk menyiram bunga
"Mau tidak kita makan es krim lagi? sebagai tanda maaf ku padamu" ucap Daren lagi
"Es krim?" gumamnya berpikir
"Ya, makan es krim! kita kan sudah lama tidak makan es krim, mau yah?!" pinta Daren dengan mata berbinar-binar
__ADS_1
Alisha menautkan alis kanannya ke atas melihat tingkah Daren yang 180° dari sebelumnya
"Kenapa aku merasa kau ini sedikit aneh ya? baru kemarin aku melihatmu sedang bersedih tapi sekarang kau sudah ceria lagi, ada apa?" ucapnya heran
"Tidak ada, itu hanya perubahan hormon ku saja, mau kan kau ikut aku makan es krim?!" ucap Daren dengan tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya
"Ya udah deh, tunggu bentar ya" ucap Alisha menyelesaikan menyiram bunga
"Yuk!" Alisha menaruh ember nya ke tanah setelah menyelesaikan menyiram bunga
Daren yang memberikan tangannya pada Alisha untuk disambut malah dilalui Alisha begitu saja
'Aku lupa dia tidak ingat siapa aku' batinnya menarik kembali tangannya
Ekspresi wajahnya kembali ceria dan menghampiri Alisha yang sudah dulu pergi
"Kita akan makan es krim dimana? jangan di tempat terakhir kali kita pergi, di sana terlalu mahal" ucap Alisha ketika melewati ruang tamu
"Hmm bagaimana kalau di tempat lain, aku punya rekomendasi tempat makan es krim enak dan murah!" ucap Daren antusias
"Benarkah?! ya sudah kita ke sana saja!" ucap Alisha
"Kalian mau kemana?!!" ucap William dari belakang mereka dengan suara berat khasnya
"Kami mau makan es krim, kau mau ikut Will?" tawar Alisha
Sontak Daren melihatnya dengan terkejut
"Tidak tidak! aku kan hanya mengajak mu! lagipula William juga tidak suka makanan manis, kau lupa ya?!" tukas Daren
"Oh iya ya, maaf Will aku lupa kau tidak suka makanan manis, kami pergi dulu ya" ucap Alisha tersenyum tipis
"Iya ayo Alisha!" ucap Daren mengambil pergelangan tangan Alisha yang terbalut lengan baju gamisnya
"Aku mau ikut!!" ucap William menahan tangan Alisha yang satunya
Kini kedua tangan Alisha berada pada dua orang itu hingga membuatnya melongo melihat mereka masing-masing
"Aku tidak mengajakmu ikut! lepaskan tangannya!" tukas Daren menarik tangan Alisha
"Tidak! aku mau ikut! titik!" ucap William tak ingin kalah dan menarik tangan Alisha
"Sudah-sudah!!" Alisha menarik paksa kedua tangannya hingga terlepas dari tangan William dan Daren
"Begini saja, kalian maunya bagaimana?" ucap Alisha menghela nafasnya melihat kedua orang tersebut
__ADS_1
"Aku mau makan es krim dengan mu diluar! hanya denganmu!" ucap Daren merajuk
"Aku ingin ikut! aku bosan di rumah!" ucap William tak ingin kalah
"Sejak kapan kau suka ikut dengan ku?! apalagi hanya untuk makan es krim?!" tukas Daren pada William
"Sudah-sudah!! kenapa kalian jadi bertengkar sih hanya gara-gara es krim?! sudahlah begini saja!! kita tidak usah pergi saja! buat es krim sendiri saja!!" tukas Alisha menengahi mereka
"Ok! aku setuju!" ucap mereka serempak dan saling menatap tajam satu sama lain
"Ya sudah kalau begitu, aku akan membuatnya, kalian tunggu di sini" ucap Alisha
"Tidak! aku akan membantumu!!" ucap mereka serempak lagi
"Kau ini kenapa sih ikut-ikutan?!" kesal Daren pada William
"Kau yang ikut-ikutan!! aku memang ingin membantunya!!" ucap William kesal
Alisha menghela nafasnya dan memijat pelipisnya
"Sebaiknya kalian berdua ikut aku ke dapur membantuku daripada bertengkar terus!" ucap Alisha berjalan ke arah dapur
Daren pun langsung berlari menghampiri Alisha meninggalkan William sendirian di sana yang mendorong kursi rodanya ke arah dapur
Di dapur....
"Biar aku saja yang mengaduknya Alisha!" ucap Daren ketika Alisha sedang mengaduk susu dan bahan lainnya di atas panci
Alisha memberikan sendok nya dan membiarkan Daren mengaduk adonan es krim yang belum jadi itu
"Terus aku bantu apa Alisha?" ucap William
"Kau bantu..... saring tepung maizena ini sampai halus ya!" ucap Alisha menaruh toples tepung maizena ke atas meja beserta saringan dan mangkuknya
William mengangguk paham kemudian mengerjakan apa yang diminta Alisha
"Bukan begitu Will, kau jadi malah mengotori meja jadinya, hahaha" Alisha tertawa kecil melihat William menyaring tepung maizena itu dengan kuat hingga membuat tepungnya berserakan kemana-mana di atas meja
"Hahahaha" Daren tertawa terbahak-bahak melihat William
"Berisik!!" ketus William pada Daren membersihkan bajunya dari tepung maizena
"Maaf, aku belum pernah menyaring tepung" ucap William pada Alisha
"Tidak apa-apa, wajar jika pria tidak bisa, ini kan tugas kami para wanita, sebaiknya kau ganti bajumu" ucap Alisha tersenyum tipis dan mendorong kursi rodanya William keluar dapur
Daren menatap kepergian Alisha bersama William meninggalkannya sendirian di dapur
__ADS_1
'Kenapa rasanya sedih ya ditinggal Alisha seperti itu? padahal dia hanya mendorong kursi rodanya William' batin Daren sedih