
Keesokan harinya.....
Setelah menyiapkan sarapan dan juga membuatkan air hangat untuk William mandi, Alisha langsung kembali ke kamarnya
Semua pekerjaan rumah ia serahkan pada para pelayan
"Dimana Isha ku?" tanya Daren ketika baru sampai ruang makan dan hanya William yang makan di sana
William hanya meliriknya sekilas kemudian meneguk air minumnya
"Isha ada di kamarnya, mungkin nanti dia ke sini" jawab William pelan sambil terus menyantap makanannya
"Jangan ikut-ikutan memanggilnya Isha, itu panggilan khusus ku untuknya" tukas kesal Daren dan menarik kursi nya
Ia pun ikut sarapan ditemani William yang duduk di depannya
Namun sampai mereka selesai sarapan pun Alisha masih tidak menunjukkan diri
Sedangkan William dan juga Daren terus saja melirik ke arah lorong tempat biasanya Alisha akan muncul di pagi hari
"Huhhh!" William mengelap mulutnya dengan tisu dan mendorong kursi rodanya pergi menuju kamar Alisha
"Kau mau kemana?! aku ikut!" ucap Daren langsung mendorong kursi rodanya William
William memutar bola matanya jengah dan membiarkan dirinya didorong oleh Daren
Sesampainya di depan kamar Alisha, William langsung mengetuk pintu kamarnya yang tertutup rapat
Toktoktok.....
'Apa.... dia masih tidur?' batin mereka
Kali ini Daren yang mengetuk pintu
Toktoktok......
Namun masih tak ada sahutan ataupun terbukanya pintu dari dalam
Inisiatif William hendak memutar handle pintu
'Tidak dikunci' batinnya dan memutar handle pintu
Pintu terbuka, mata mereka langsung menangkap sosok yang sedang tidur di ranjang berselimutkan kain tebal
"Dia masih tidur rupanya" gumam Daren pelan melepaskan kedua tangannya dari handle kursi rodanya William
William mendorong kursi rodanya mendekati Alisha yang tertidur
Ia meneliti wajah polos tanpa make up Alisha dengan intens
"Isha, bangun" ucapnya agak keras
Daren langsung menghampiri William dan mendorong kursi rodanya
"Apa yang kau lakukan? biarkan dia tidur sebentar, jangan membebaninya dengan melakukan pekerjaan" bisik Daren di dekat telinga William
William tak menggubris bisikan Daren padanya, ia malah mendorong kursi rodanya kembali menghampiri Alisha
"Alisha! bangun!" seru William meninggikan suara
Sontak Alisha terkejut dan langsung bangun dari tidurnya
"Eh kalian?" ucapnya tersadar William dan Daren ada di kamarnya
"Tumben sekali kau tidur di jam segini, apa kau sakit?" tanya Daren
Alisha menggelengkan kepalanya dan memijat pelipisnya
"Tidak, hanya sedang tidak enak badan saja" jawabnya dengan suara serak
William dan Daren sampai terkejut mendengar suaranya
"Akan ku panggilkan dokter!" William hendak mendorong kursi rodanya keluar
Namun dihentikan Alisha yang memegang roda kursinya
"Ckk.... kau ini, dikit-dikit ke dokter, sudahlah aku tidak apa-apa, hanya tidak enak badan saja kok" jawab Alisha tersenyum lebar
"Tapi kenapa suaramu sampai serak begitu?" tanya William
__ADS_1
"Mungkin karena...aku kemalaman kali tidurnya maka kena angin malam deh semalaman, makanya bisa begini hehehehe" jawab Alisha cengengesan
"Mulai malam ini kau harus tidur jam 21.00 tiap malamnya! tidak boleh sampai lewat dari itu!" ucap William menegaskan
Alisha tersenyum lebar dan mengangguk paham
"Ya sudah, kami akan pergi" Daren pun mendorong kembali kursi rodanya William keluar kamar Alisha
"Kenapa kau membangunkan nya? biarkan saja jika dia ingin istirahat" ucap Daren ketika mereka menyusuri lorong
"Aku hanya ingin tahu kenapa dia tidur pagi ini, rupanya dugaan ku benar dia sedang sakit" jawab William datar
"Dugaan? jadi kau menduganya sebelumnya?" tanya Daren menautkan kedua alisnya
William hanya diam merespon perkataan Daren
Alisha yang duduk di sisi ranjangnya melihat jam dinding
"Pukul 11.24, sudah hampir setengah harian ini aku di kamar" gumamnya menyibak selimut
Baru saja menaruh kakinya ke lantai, Alisha langsung merasakan sakit di kepalanya
"Ckk.... kambuh lagi" gumamnya memegang kepalanya
Ia membuka laci kamarnya dan mengeluarkan sebungkus obat pereda sakit kepala
Setelah meminumnya tanpa segelas air, Alisha bangkit berdiri
Alisha pun keluar dari kamarnya setelah obat yang ia minum bekerja, buktinya kepalanya sudah tidak terasa sakit lagi
Ia langsung pergi ke halaman depan kastil membantu para pelayan membersihkan halaman serta merapikan pohon-pohon bonsai milik William
"Eh nona? anda sudah baikan?" ucap salah seorang pelayan
"Alhamdulillah bi, saya bantu ya" Alisha mengambil gunting tanaman dan membantu sang pelayan itu merapikan pohon bonsai
"Non, boleh saya tanya sesuatu?" tanya sang pelayan ketika Alisha sedang sibuk membantunya
"Tanya saja bi, kenapa harus minta izin" Alisha meliriknya sekilas dengan tersenyum miring
"Menurut nona, yang mana lebih baik, tuan William atau tuan Daren?"
Refleks Alisha menghentikan gerakan tangannya yang memegang gunting tanaman
Ia menoleh ke arah sang pelayan
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya balik Alisha
"Maaf nona jika saya berkata lancang" ucap pelayan itu takut-takut
"William dan Daren itu sama kok bi, sama-sama baik, cuman tertutup aja dengan sifat dingin dan datar mereka, aslinya baik kok" jawab Alisha tersenyum tipis
"Mungkin..... yang dikatakan nona ada benarnya, apalagi nona tinggal seatap dengan mereka, tentu nona bisa tahu sifat mereka, tapi....."
"Tapi apa bi?"
"Tapi yang saya dengar tuan William dan tuan Daren itu berdarah dingin lho nona, mereka tidak akan segan-segan membunuh orang-orang yang mengganggu usaha mereka" bisik pelayan di dekat telinga Alisha
Alisha sontak tertawa kecil mendengar nya
"Hahaha bi bi, ya nggak mungkinlah mereka bisa membunuh orang, mereka itu orang baik, ya..... terkadang mungkin mereka tidak bisa mengontrol emosi saja pada orang lain, makanya mereka bisa mengancam orang lain, tapi saya yakin kok bi mereka hanya mengancam saja tidak mungkin sampai membunuh" jawab Alisha tersenyum manis
Sang pelayan hanya bisa mengerutkan keningnya mendengar ucapan Alisha
'Sepertinya nona benar-benar tidak tahu siapa sebenarnya kedua majikannya' batinnya
"Nona, anda benar-benar tidak tahu ya siapa tuan William dan tuan Daren itu?" tanyanya lagi
"Tahu, mereka penguasa Eropa kan? bisnis mereka banyak" jawab singkat Alisha
Sang pelayan terdiam mendengar ucapan Alisha
'Nona hanya tahu kalau kedua majikannya itu hanya pengusaha, dia sama sekali tidak tahu kalau yang dimaksud dengan penguasa Eropa itu adalah tuan William dan tuan Daren sama-sama mafia kelas kakap, mereka menyeludupkan senjata ilegal ke seluruh penjuru Eropa dan juga barang-barang terlarang lainnya, apa jadinya jika nona salah penafsiran tentang mereka?' batin sang pelayan
"Lho? kok diam sih bi?"
"Ah nggak non, lagi mikir aja yang dikatakan nona tadi benar kok, tuan William dan tuan Daren itu memang penguasa Eropa" jawab sang pelayan tersadar dari lamunannya
Alisha hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan sang pelayan kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya
'Sebaiknya aku tutup mulut saja soal ini, jika tuan William dan tuan Daren sampai tahu aku bilang apa-apa pada nona Alisha bisa-bisa digorok leher ku' batinnya tercekat
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tak jauh dari mereka
Ia mendengar jelas apa yang dikatakan sang pelayan itu dan bagaimana respon Alisha padanya tadi
__ADS_1
Pria itu pun masuk ke dalam kastil setelahnya