
"Ganti bajumu dulu, aku akan menyusul Daren" ucap Alisha mendorong kursi rodanya William masuk ke kamar William
"Makasih" ucap William tersenyum tipis pada Alisha
Alisha membalas senyumannya dan kemudian pergi meninggalkan William sendirian di kamarnya
"Daren!" Alisha menghampiri Daren di dapur dan melihatnya masih terus mengaduk adonan susu itu
"Ini sudah matang, aku akan masukkan tepung maizena nya ke dalamnya!" ucap Alisha sembari memindahkan panci panas itu ke atas meja dapur
Alisha pun memasukkan tepung maizena nya ke dalam panci itu dan mengaduknya dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan plastik
"Biar aku saja!" ucap Daren mengambil sarung tangan dari laci dapur kemudian memakainya
Ia pun membantu Alisha mengaduk adonan es krim tersebut
"Nah baru dimasukin ke dalam kulkas sampai beku" ucap Alisha setelah adonan itu tercampur rata
Kemudian ia memasukkannya ke dalam kulkas
"Berapa lama?" tanya Daren
"Hmm sekitaran 2-3 jam" ucap Alisha
"Lama sekali, kenapa tidak makan diluar saja tadi" ucap Daren merajuk dan mengalihkan pandangannya ke arah lain
Alisha terkekeh kecil melihat tingkah laku Daren dan menggelengkan kepalanya
"William ingin ikut tapi kau malah melarangnya makanya aku putuskan buat di kastil saja" ucap Alisha
"Tapi aku hanya ingin makan dengan sahabat ku saja, kau" ucap kesal Daren
"Tapi kan William juga sahabat mu" ucap Alisha lembut
Daren menghela nafasnya tak menggubris perkataan Alisha dan terus saja mengalihkan pandangannya ke arah lain
"Daren.... jangan marah dong" bujuk Alisha selembut mungkin
"Nggak!" ketus Daren
"Daren..."
"Berisik!" ucap Daren masih kesal
"Nanti bisa cepat tua lho kalau marah" goda Alisha
Sontak Daren menoleh padanya dengan kesal
"Aku tidak tua! aku masih muda!!" ketus Daren
"Hahaha masa?" goda Alisha tertawa kecil
"Aku masih muda! umurku 27 tahun!!" ketua Daren semakin kesal dengan Alisha
"Hahaha iya deh iya, kau masih muda jangan marah lagi ya nanti bisa tua lho" ucap Alisha tersenyum lebar
Daren memutar bola matanya dengan malas kemudian melenggang keluar dapur
Alisha menggelengkan kepalanya kemudian menghampiri Daren
"Daren..." panggil Alisha mengekori Daren ke ruang tamu
"Berisik!" Daren duduk di sofa dan memainkan ponselnya
Alisha duduk di hadapannya dan memegang kedua telinganya
"Maaf" ucapnya dengan tatapan khasnya
Daren menatapnya dengan tatapan aneh, ia teringat bagaimana sewaktu kecil jika dia marah dengan Alisha, Alisha akan menggunakan cara ampuh ini untuk memaafkannya
"Ya sudah" Daren tersenyum tipis
"Apa es krimnya sudah jadi?" ucap William menghampiri mereka
"Belum, lagi ada di kulkas, 2/3 jam lagi baru ku keluarkan" jawab Alisha
William manggut-manggut mengerti kemudian mendorong kursi rodanya mendekati Alisha
Sontak Daren bangkit berdiri dan langsung duduk di samping Alisha membuat William terhalangi
__ADS_1
"Awas!!" seru William
"Tidak mau!! aku yang duluan duduk di sini!" tukas Daren tak mau kalah
"Sudah-sudah, biar aku saja yang pindah!" ucap Alisha pindah tempat duduknya ke sofa lain
William mendengus kesal melihat tingkah kekanakan Daren
Sedangkan Daren terus menatap wajah Alisha di depannya
"Sambil menunggu es krim kita jadi bagaimana kalau kita memainkan sesuatu?" ucap Alisha mengusulkan
"Aku tidak mau!" ucap William
"Siapa yang mengajakmu? Alisha mengajak ku tahu, jangan kepedean!" tukas Daren merasa kesal
William mendengus kesal mendengar ucapan Daren
"Ok, tunggu sebentar ya!" ucap Alisha bangkit berdiri dan berjalan ke kamarnya
Terjadi perang dingin diantara Daren dan William sepeninggalan Alisha
Mereka terus bertatapan dingin dan tajam melihat satu sama lain
"Taraa!!!!" Alisha menaruh papan catur di atas meja di hadapan mereka
"Catur?" gumam mereka serempak
"Ya, catur, kalian bisa mainkan?" ucap Alisha antusias
"Bisa sih, tapi lupa caranya" jawab Daren
"Itu namanya tidak bisa!" tukas William menyambung
"Berisik!" ketus Daren
"Sudah-sudah, Daren aku akan mengajarimu, baru setelah itu kita main" ucap Alisha menengahi
"Aku mau ikut main!!" ucap William
"Kau ini bagaimana sih? tadi katanya tidak mau main!" ketus Daren mendengar ucapan William
Daren mendengus kesal kemudian melihat wajah Alisha
"Alisha... aku hanya ingin main dengan mu" ucap Daren
"Ya.. kau akan main denganku, kita akan melawan William, bagaimana kalian setuju, aku dan kau Daren melawan kau William?"
"Setuju!!" ucap mereka serempak
"Ok!" Alisha langsung menyusun rapi para anak catur itu
Kubu hitam milik William dan kubu putih milik Alisha dan Daren
"Kalau aku menang apa imbalan ku?" tanya William pada Alisha
"Hmm... kau akan lebih banyak dapat es krim, bagaimana kau setuju?" ucap Alisha
"Lumayan bagus, baik aku terima, jangan nangis ya kalau kalah" ucap William tersenyum miring
"Cih jangan sombong kau, nanti kalau kalah baru tahu" ucap Daren menimpali
"Hahaha sudah 3X ronde kita main kau masih kalah, hahahaha" ucap Daren tertawa terbahak-bahak ketika bidak raja milik William dimakan oleh bidak kuda milik Alisha
"Berisik!! ayo main sekali lagi!! aku pasti menang kali ini!" tukas William merapikan semua bidak catur nya ke tempat semula
Alisha menggigit bibir bawahnya menahan tawa agar tidak lepas
"Sudah Daren jangan menertawai William" ucap Alisha menyikut lengan Daren
__ADS_1
"Ternyata penguasa Eropa ini tidak bisa main catur rupanya" ejek Daren tersenyum beringas
"Berisik! aku bukan tidak pandai, tapi aku tidak tertarik main beginian!" tukas William
"Hahahaha lalu kenapa kau mau ikut main tadi jah?? bilang saja kau gengsi ya kan?" tebak Daren kembali tertawa terbahak-bahak
William mendengus kesal mendengar ucapan Daren yang mengejeknya
Tiba-tiba seorang pelayan datang dari arah dapur
"Nona, es krim anda sudah selesai" ucapnya
"Oh benarkah? kalian tunggu di sini ya!" ucap Alisha pada William dan Daren kemudian pergi ke dapur
Sepeninggalan Alisha suasana di antara mereka kembali dingin dan wajah mereka kembali datar
"Baru kali ini kau bersikap seceria tadi, ada apa?" tanya datar William
"Tidak ada, hanya ingin membuat Alisha nyaman di dekat kita" jawab Daren berbohong
"Tidak mungkin hanya karena itu" ucap William memicingkan matanya
"Apa kau....."
"Nih sudah jadi es krimnya!" Alisha berjalan menghampiri mereka dengan membawa senampan es krim berisi 3 mangkuk itu
Kemudian ia menaruh ketiganya ke atas meja
"Yuk dimakan!" ucap Alisha dan langsung memakan es krimnya
"Hmmm enak banget!!" pujinya merasakan es krim di mulutnya
Daren pun ikut memakannya dan mengangguk
"Iya, enak Alisha, rupanya kau benar-benar ahli ya dalam memasak" ucap Daren
"Bukan aku yang memasak tapi kalian, aku hanya membantu saja tadi" ucap Alisha
Sedangkan William hanya menatap kedekatan mereka tanpa menyentuh mangkuk es krimnya
__ADS_1