
Toktoktok.....
Daren dan William langsung melihat ke arah pintu
"Kalian sudah bangun rupanya" Alisha tersenyum lebar sembari menghampiri mereka
"Daren, apa kau sudah baikan?" tanya Alisha lembut
Daren tak langsung menjawab, ia sungguh tak percaya Alisha masih mau bersikap baik padanya setelah apa yang ia lakukan
Ia sampai tertegun melihat raut wajah Alisha yang tersenyum lembut padanya
"Hey.... dia bertanya padamu, jangan malah melamun!" celutuk William
Daren langsung tersadar dari lamunannya dan mengangguk pelan
"Kau.... sudah tahu kalau aku ini......" cicit pelan Daren sedikit menunduk
"Jangan dibahas sekarang, yuk makan dulu, kalian sudah lapar kan?" sambung Alisha memotong perkataan Daren
Daren mengangguk kemudian menyibak selimutnya dan berdiri
Alisha juga mendorong kursi rodanya William keluar dari kamarnya
Mereka pun pergi ke ruang makan dan makan dengan khidmat di meja makan
"Kenapa sepi sekali?" ucap Daren meminum airnya
"Eumm.... aku meminta Sam mengurus pengunduran diri mereka semua, mulai sekarang aku yang akan kembali mengurus kastil ini" jawab Alisha menelan makanannya
William dan Daren mengerutkan keningnya dan saling melirik sekilas satu sama lain
"Kenapa?" tanya William
Alisha meminum air nya dan mengelap mulutnya
"Aku hanya tidak ingin kejadian tadi siang terulang lagi pada mereka" jawab Alisha serius
Mendengar ucapan Alisha membuat Daren menjadi sedikit sedih merasa bersalah dan menunduk
"Maaf..." lirihnya dengan pelan
Alisha tersenyum tipis dan mengangguk pelan
"Tidak apa-apa Daren, kedepannya kau harus bisa mengontrol emosi dan diri jangan biarkan kemarahan mu membuat dirimu semakin terpuruk nantinya" ujar Alisha menasehati
William hanya melirik ke arah Daren yang tengah menunduk melihat makanannya
Entah kenapa Daren merasa tidak lapar, ia hanya mengaduk-aduk isi piringnya
"Kenapa tidak dimakan?" ucap Alisha
"Aku.... tidak berselera" jawab Daren dengan suara parau
William pun kembali meliriknya sekilas melihat wajahnya
"Kau masih sakit, sebaiknya kau kembali ke kamar" ucap Alisha
"Tidak, aku bosan di kamar terus" gumam pelan Daren menggeleng
Ia menjauhkan piringnya dan meletakkan kepalanya di atas meja
__ADS_1
Alisha mengambil sarung tangannya kemudian memakainya
Ia meletakkan tangannya di dahi Daren
"Badan mu hangat Daren, apa kau mau aku siapkan air hangat untukmu mandi?" ucap Alisha menarik kembali tangannya
Daren hanya menggeleng pelan merespon perkataan Alisha
Alisha menghela nafas panjangnya, sungguh ia harus bersabar dengan mood Daren yang bisa berubah kapan saja
Ia melirik jam dinding antik besar di dinding ruang makan itu
"Bagaimana kalau kita healing nanti malam, jalan-jalan ke alun-alun kota?" tawar Alisha
"Sudah pukul 18.07, kalian siap-siaplah, kita akan jalan-jalan" ucap Alisha
Daren langsung mengangkat kembali kepalanya dan tersenyum mengambang
Sedangkan William sedikit terkejut dengan ucapan Alisha
"Ok!" Daren langsung bangkit berdiri dan berlari ke kamarnya di lantai atas
Sedangkan William mendorong kursi rodanya keluar ruang makan tepatnya ke kamarnya
Alisha pun membereskan sisa makanan di atas meja dan kembali ke kamarnya untuk mengerjakan shalat Maghrib
Setelah beribadah dan bersiap-siap, ia pun kembali keluar ke ruang tamu
Di sana sudah ada Daren dan William yang berpakaian kasual
'Mereka terlihat seperti anak-anak remaja kalau berpakaian seperti ini' batin Alisha
Daren mengangguk antusias dan mendorong kursi rodanya William keluar kastil bersama dengan Alisha di sampingnya
Mereka menaiki Aventador LP milik William dengan Daren sebagai supir mereka
Mobil melaju membelah jalan-jalan New York ke arah alun-alun kota
Alisha berdecak kagum melihat banyaknya bintang-bintang di langit malam ditambah dengan kembang api meriah di atas sana
Ia menyembulkan kepalanya keluar jendela mobil di bagian depan samping jok depan bagian kemudi yang diduduki Daren
William yang duduk di belakang mereka melihat aksinya itu
"Jangan menyembulkan kepala mu ke luar, bahaya" ucap datar William
Alisha memasukkan kembali kepalanya dan menyenderkan kepalanya di belakang jok mobil melihat indahnya langit malam itu
"Kau sangat menyukai bintang malam ya?" ucap Daren tersenyum manis pada Alisha
Alisha menoleh padanya dan mengangguk
"Ya, suka, sangat suka, aku tidak akan melewatkan satu malam ku tanpa melihat bintang" jawab Alisha antusias
"Pantas saja kau sangat berani duduk sendirian tengah malam saat kita pertamakali bertemu" sindir Daren tersenyum miring
Alisha cemberut dan tertawa kecil mendengar ucapannya
Sedangkan William yang berada di belakang mereka terus saja memasang wajah datarnya
'Kenapa mereka begitu akrab? apa aku ini nyamuk sehingga tak dihiraukan keberadaan ku!' William kesal dalam hatinya
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka pun sampai di alun-alun kota New York
Suasana malam yang dihiasi dengan indahnya kembang api bermekaran di langit membuat suasana begitu indah
"Wah.... bagus banget kembang api nya!!!" seru Alisha berdecak kagum, terlihat jelas raut wajah nya yang bahagia
William tertawa kecil melihat tingkah laku Alisha yang kekanakan itu
"Yuk duduk di situ!" Alisha langsung berlari kecil ke arah satu bangku taman yang panjang
Daren mendorong kursi rodanya William mengikuti arah Alisha berlari
Alisha duduk di ujung bangku taman dengan William duduk di kursi rodanya di sampingnya
Dengan Daren yang duduk di ujung bangku taman yang satunya lagi, bersama dengan Alisha
"Bagaimana Daren? kau suka tidak kita kesini?" ucap Alisha
Daren menoleh padanya dan mengangguk antusias
"Jika kau menyukainya maka aku juga menyukainya!" gamblang Daren menyunggingkan senyuman lebar di bibir seksinya
Alisha terkekeh kecil melihat Daren bersikap ceria lagi
Ia menolehkan kepalanya ke samping kanannya melihat William
"Kau suka kita datang ke sini Will?"
"Hmm" deheman kecil dari William
"Duduk tapi nggak jajan nggak seru, mau nggak aku beliin sesuatu?" tawar Alisha pada mereka
Daren langsung mengangguk antusias sedangkan William masih memasang wajah datarnya
"Kau William, mau tidak?" tawar Alisha
"Terserah mu" jawab singkat William
"Ok!"
Alisha langsung bangkit berdiri kemudian pergi meninggalkan mereka
Tinggallah Daren dan William yang masih duduk di tempat mereka semula
Mereka saling mendiamkan menikmati suasana riuh dari suara kembang api di atas sana
"Will.... menurut mu.... apa reaksi Alisha nantinya jika dia tahu kita ini......" ucap Daren menoleh pada William duduk di sampingnya
"Tidak akan, dia tidak akan tahu siapa kita sebenarnya" potong William langsung
Daren terdiam sejenak menengadah menatap ke langit malam yang dihiasi banyaknya kembang api
"Jika dia tahu?" ucapnya lagi
William menghela nafasnya dan memegang tangan kiri Daren
"Dia tidak akan tahu Daren, percayalah" ucap William menatap teduh meyakinkan sahabatnya itu
"Kau..... tidak sedang jatuh cinta pada Alisha bukan?"
William sontak terkejut mendengar ucapan Daren tersebut
__ADS_1