
"Maksud tuan?" tanya Alisha tak mengerti
Bukannya menjawab pertanyaan Alisha, William malah pergi yang diikuti Daren keluar dari ruang baca itu
'Apa dia tidak punya mulut? hanya menjawab saja susah sekali kah' gumam kesal Alisha dalam hatinya
"Halo nona, perkenalkan saya Dave Matthews, saya adalah kepala pengurus kastil ini, anda bisa memanggil saya Dave" ucap Dave
"Halo pak Dave, saya Alisha" jawab Alisha ramah
"Sesuai dengan yang dikatakan tuan William, anda akan menjadi wakil saya dalam mengurus kastil ini" ujarnya
"Mengurus kastil ini? maksudnya menjadi pembantu?" tanya Alisha memastikan
"Besok saya akan menjelaskannya nona Alisha, untuk sekarang sebaiknya nona beristirahatlah terlebih dahulu, hari sudah sangat malam" ucap pak Dave
"Tapi saya belum tahu dimana saya akan tinggal di kastil sebesar ini"
"Saya akan mengantar nona, mari" jawab Dave mempersilahkan Alisha keluar dari ruang baca milik Will
Dave beserta Alisha yang mengikutinya kini berjalan menyusuri sebuah lorong gelap yang hanya diterangi oleh beberapa lampu obor di samping kiri-kanan jalan
'Kenapa hawanya sangat beda? kastil ini seperti sangat suram' gumam Alisha dalam hati mengutarakan pendapat
Hingga sampai di ujung lorong, Dave membuka pintu ruangan yang terkunci itu dengan kunci yang ia bawa
"Ini kamar nona, beristirahatlah, besok pagi bangun pukul 06.15 saya akan memberitahu apa saja tugas nona disini, saya permisi dulu" ucap Dave terkesan kaku dan dingin lalu iapun pergi meninggalkan Alisha di sana
Alisha hanya diam mematung menanggapi perkataan Dave tadi
'Kenapa aku merasa semua orang disini sangat kaku dan dingin? apa begitu etika berbicara orang kelas atas? ku rasa tidak, dan apalagi suasana dan kastil ini sangat berbeda, benar-benar dingin dan terasa sangat sunyi, apa sebelumnya..... kastil ini adalah penjara? ah tidak mungkin! Alisha! apa yang kau pikirkan' gumamnya menggelengkan kepalanya agar sadar dengan apa yang ia pikirkan tadi
Alisha membuka lebar-lebar pintu tersebut dan mencari sakelar lampu agar ruangan itu menjadi terang
Kleek...
Lampu kamar menyala menampilkan kamar yang minimalis
"Bagus, tidak buruk" ujarnya tersenyum tipis melihat tampilan kamar barunya yang sederhana
Ia menaruh tasnya yang berisi pakaian ke atas ranjang dan duduk di sana
Matanya melihat sekeliling kamarnya hingga pandangannya terhenti melihat jam dinding
"Sudah pukul 02.34, kalau aku tidur sekarang mungkin akan kesiangan bangunnya, dan pak Dave pasti marah, sebaiknya aku makan terlebih dulu baru mandi dan salat tahajud" gumamnya dan membuka kotak pembungkus makanan yang dibeli Daren tadi
Setelah memakan makanan tersebut, Alisha pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Setelah agak lama berada di kamar mandi, Alisha akhirnya keluar hanya menggunakan handuk yang membalut tubuhnya
Setelah memakai pakaiannya, segera ia melaksanakan salat tahajud dan diakhiri membaca Alquran
Setelah membaca Alquran hampir setengah Juzz, barulah ia berdoa kepada Allah
"Ya Allah, semoga Engkau menjauhkan hamba dari orang-orang yang tercela dan semoga hamba terus berada pada jalan yang lurus, Aamiin ya Allah" ucap Alisha mengusap kedua tangannya ke wajahnya
Alisha kembali melirik jam dinding
"Sebentar lagi salat subuh tiba, aku akan berzikir sembari menunggu" gumamnya
Alisha pun berzikir menunggu waktu salat subuh tiba dan barulah ia melaksanakan salat subuh
Setelah menunaikan salat subuh, Alisha memakai kembali kerudung panjangnya dan memasukkan seluruh pakaiannya ke dalam lemari kemudian membersihkan kamarnya agar terlihat lebih rapi
__ADS_1
"Alhamdulillah akhirnya rapi juga kamarnya" ujarnya setelah merapikan kamar barunya
"Sudah pagi rupanya, sebaiknya aku keluar kamar sekarang" gumamnya bangkit berdiri ketika melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 05.14
Alisha kembali berjalan menyusuri lorong yang ia lewati bersama pak Dave tadi malam
Dilihatnya langit sudah membiru tanda pagi akan muncul
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumamnya bingung
Alisha terus berjalan-jalan berkeliling kastil yang luas itu sampai matanya menangkap kebun bunga mawar biru membentang luas di belakang kastil
"Aku tidak menyangka ada kebun bunga mawar biru disini, indah sekali, tempat ini persis seperti di negeri dongeng, kastil yang megah nan menawan, taman yang luas, ada air mancur, dan ada juga kebun bunga mawar biru, siapa yang tidak akan betah tinggal disini" ucapnya merasa kagum melihat banyaknya bunga mawar biru yang bermekaran di waktu pagi
"Tapi...... kenapa kastil sebesar ini hanya dihuni beberapa orang?" gumamnya bingung
Langkahnya terhenti ketika melihat ruang makan yang sangat megah bak kerajaan serta dihiasi lampu gantung yang besar dan juga indah tepat di atas meja makan yang besar pula serta panjang
Ia pun masuk dan melihat-lihat sekeliling ruang makan itu
"Apa itu dapurnya?" gumamnya ketika melihat ada sebuah pintu terbuka di sudut belakang ruangan itu
Alisha pun menghampiri ruangan tersebut dan tercengang melihat isinya
"Sekaya apa tuan Will sampai-sampai semua ruangan di kastil nya dibuatnya sangat-sangat mewah dan luas, dapurnya saja bahkan lebih luas daripada kamar ku di panti, pasti peralatan masak disini sangat lengkap" gumamnya melihat banyaknya alat masak dan lemari dinding di dalam sana
"Nona Alisha"
Sontak Alisha terkejut dan menoleh ke belakang
__ADS_1
"Eh pak Dave, maaf, kalau saya lancang masuk ke sini" ucap Alisha
"Ternyata nona bangun lebih awal, mungkin lebih baik saya menjelaskan semua tugas nona sekarang saja"
"Baik pak Dave, saya akan memperhatikannya"
"Nona Alisha, anda ditugaskan tuan William untuk menjadi wakil asisten saya, yang artinya anda akan mewakilkan saya untuk mengurus semua kebutuhan sang tuan" ujar Dave memulai menjelaskan
Alisha mengerutkan keningnya dan hendak bertanya tetapi sudah disela oleh Dave
"Nona tenang saja, maksudnya disini adalah nona setiap harinya menyiapkan makan pagi, siang, serta malam untuk tuan William"
"Hanya itu?" tanya Alisha
"Bukan itu saja nona, anda juga harus membangunkan tuan William tepat pukul 06.30 setiap harinya, tidak boleh terlambat"
"Baiklah, apa ada lagi?"
"Anda juga harus memperhatikan apa saja yang ia pakai setiap harinya serta selalu membersihkan kamar tuan setelah ia pergi"
"Maksudnya saya harus memilihkan nya baju begitu? bukankah itu tugas seorang istri? saya tidak bisa masuk ke kamar pria lain sembarangan, dan bagaimana nanti jika tidak sesuai dengan seleranya? dan lagipula juga ada pelayan lain kan yang bisa mengurus itu, kenapa harus saya?" tanya Alisha sedikit keberatan
Dave terdiam sejenak dan menghembuskan nafasnya
"Tuan menderita penyakit OCD nona"
"OCD?"
"Ya, tuan terlalu perfeksionis, ia tidak suka barang ataupun kamarnya disentuh orang, apalagi jika kastil nya ada banyak orang, oleh karena itu hanya saya sendiri yang bekerja disini mengurus kastilnya" ujar Dave menjelaskan
"Jadi selama ini yang mengurus kastil sebesar ini pak Dave sendiri?"
__ADS_1