
"Ini sudah sangat malam, ayo kita tidur" Alisha bangkit berdiri diikuti oleh Daren
"Langsung tidur ya, jangan kerja dulu" ucap Alisha mengingatkan
Daren mengangguk paham kemudian pergi ke kamarnya di lantai atas
Dan Alisha sendiri pun masih duduk di dekat perapian membaca novelnya sampai ia benar-benar letih
"Ternyata insomnia ku benar-benar sudah akut, sudah jam segini pun aku masih belum bisa tidur" gumamnya melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 23.17
Alisha kembali melanjutkan membaca novelnya sampai habis satu buku tebal itu atau setidaknya sampai ia benar-benar mengantuk
Pagi harinya......
"Nona! bangun nona!"
Alisha perlahan membuka matanya dan bangun dari tidurnya
Ia mengucek matanya dan melihat beberapa pelayan di hadapannya
"Nona, kenapa anda tidur di dekat perapian?" tanya salah seorang mereka
Alisha langsung tersadar dan bangkit berdiri
"Aku tadi malam ketiduran saat membaca novel" jawabnya
Matanya langsung menangkap jarum dinding yang menunjukkan pukul 07.12
"Aku akan ke kamarku dulu, kalian tolong siapkan sarapan ya dan juga air hangat untuk tuan William mandi" Alisha langsung pergi meninggalkan mereka
Alisha pun langsung pergi ke kamarnya dan membersihkan dirinya serta mengerjakan salat subuh yang tertinggal
Setelah beberapa lama di kamarnya, Alisha kembali keluar ke ruang makan
Di sana sudah ada William dan juga Daren yang duduk di kursi meja makan
Tanpa basa-basi Alisha langsung mengambilkan mereka makanan yang ada di atas meja
"Ku dengar kau tertidur di dekat perapian, apa itu benar?" tanya William setelah Alisha menghidangkan nya makanan
"Apa?! jadi kau tidak langsung masuk ke kamar mu setelah aku pergi ke kamarku?" ucap Daren terdengar khawatir
Alisha menarik kursinya dan duduk di sana
"Aku penderita insomnia tingkat akut, sudah sangat susah menyembuhkannya, makanya aku tadi malam tidak bisa tidur sampai jam 02.30 dan akhirnya ketiduran deh di karpet" jawab Alisha menyendok makanannya
"Jika kau mau akan ku panggilkan dokter" usul William
"Tidak perlu, aku sudah pernah menemui dokter sebelumnya tapi kata dokter sangat sulit untuk menyembuhkan insomnia tingkat akut seperti ku, ya jadi aku biarkan saja insomnia ku ini, setidaknya masih ada manfaatnya bagiku" jawab santai Alisha menyantap makanannya
__ADS_1
"Apa manfaat insomnia bagi mu Isha?" tanya Daren
"Aku bisa mengerjakan ibadah ku dan menyelesaikan membaca kitab Al-Qur'an ku bahkan terkadang aku bisa menyelesaikan membaca satu buku dalam satu malam" jawab nya menyuap makanan ke dalam mulutnya
"Tapi tetap tidak baik Alisha jika kau terus membiarkan insomnia mu, akan aku panggilkan dokter terbaik untuk menyembuhkan mu" ucap William dengan nada lembut
Alisha terkekeh kecil dan meminum air putih nya
"Jika aku sampai di rawat siapa yang akan merawat kalian nantinya?" goda Alisha menautkan alisnya
Deg...
Tiba-tiba jantung William dan juga Daren berdetak lebih kencang daripada sebelumnya mendengar ucapan Alisha tadi
'Kenapa jantungku berdegup kencang?' batin William memegang dadanya
'Isha, jangan membuatku berharap lebih padamu, aku bisa tersiksa" batin Daren menutup kedua matanya
"Aku hanya bercanda, jangan dimasukkan ke dalam hati yah" ucap Alisha tertawa kecil
William dan Daren kembali memakan sarapan mereka tanpa mengeluarkan suara
Suasana di ruang makan itupun menjadi sepi tanpa adanya pembicaraan diantara mereka dan hanyalah suara dentingan garpu dan sendok makan mereka masing-masing
"Will, dokter mu nanti akan datang jam berapa? hari ini jadwal mu terapi bukan?" ucap Alisha menegak habis air minumnya
"Ya, Kelvin sedang menjemput nya, sebentar lagi dia akan datang, kenapa memangnya?" William mengelap mulutnya dengan tisu
"Tunggulah aku selesai terapi, aku akan menemanimu ke pasar" ujar William
"Tidak usah, aku tidak ingin terapi mu terganggu nantinya" tolak lembut Alisha
"Isha! bagaimana jika aku yang menemanimu berbelanja?!" tawar Daren tersenyum lebar
"Ah iya, Daren kau bisa menemaniku nanti berbelanja" ucap Alisha mengangguk pelan
William langsung cemberut mendengar Alisha menyetujui tawaran Daren
"Ya sudahlah terserah kau saja" William memutar kursi rodanya dan mendorongnya ke kamarnya
Tak berapa lama kemudian, dokter dan Kelvin datang ke kastil
"Kalian sudah datang? William ada di kamarnya" ucap Alisha ketika melihat mereka
"Baik nona kami permisi dulu" jawab mereka menunduk hormat kemudian pergi ke kamar William
Alisha mengangguk pelan dan pergi ke kamarnya mengambil tas dan dompetnya
"Daren, kau di sini? baru saja aku mau ke kamar mu" ucap Alisha ketika melihat Daren di ambang pintu kamarnya
__ADS_1
Daren hanya tersenyum lebar menanggapinya
'Sepertinya dia dalam mood yang bagus' batin Alisha tersenyum tipis
"Tunggu sebentar ya aku ambil dompetku dulu" Alisha langsung berlalu melewati Daren mengambil dompetnya di dalam kamarnya
"Yuk!" ajaknya pada Daren
Daren mengangguk kemudian mengikuti langkah Alisha keluar kastil ke halaman luar
Mereka memasuki mobil Daren dan dijalankan oleh sang pemiliknya sendiri
"Kau kenapa senyum-senyum sendiri?" ucap Alisha ketika melihat sedari tadi Daren tersenyum sendiri di dalam mobil nya
"Aku hanya merasa beruntung bisa bersahabat lagi denganmu" jawabnya tersenyum bahagia
"Maksudnya?" Alisha tersenyum miring dan menautkan alis kanannya ke atas
"Tidak ada apa-apa"
Alisha hanya manggut-manggut saja kemudian memfokuskan pandangannya ke luar jendela
"Daren, kita pergi ke pasar pusat kota di dekat menara ya" ucap Alisha mengingatkan
Daren tak bergeming mendengar ucapan Alisha di sampingnya ia terus melajukan mobilnya membelah jalan-jalan New York
Mobilnya berhenti di depan Mall terbesar di New York itu
"Lho kok kesini lagi sih?" Alisha menoleh ke arah Daren ketika mobil memasuki area mall itu
"Kau pernah kesini sebelumnya?" tanya balik Daren
"Ya, beberapa Minggu lalu, bersama dengan William, mall ini milik William bukan?"
"Mall ini juga milikku, 85% saham terbesarnya milikku" jawab Daren membenarkan
"Terserah mu, Daren ayo kita pergi ke pasar saja" ucap Alisha ketika Daren membuka seat belt nya
"Aku benci dengan hal-hal yang kotor dan jorok Isha, kita belanja di sini saja ya" rengek Daren memasang wajah imut
Alisha sampai tersentak kaget melihatnya seperti itu
'Mood nya berubah lagi' batin Alisha merasa heran
"Ya udah, yuk!" pasrah Alisha melepas seat belt nya dan keluar dari mobil
Daren tersenyum lebar kemudian keluar mobilnya
Baru saja keluar dari mobil, mereka langsung disambut hormat oleh beberapa pelayan mall dan juga direktur dan manager mall
__ADS_1
'Ckk... sungguh tidak nyaman diperlakukan sehormat ini' batin Alisha
"Selamat datang tuan muda Daren!!!!" ucap mereka serempak membungkuk hormat