
Perkataan Daren tadi sukses membuat William terkejut setengah mati
"A...apa kau bilang? a...aku lumpuh?"
Daren yang tersadar dengan apa yang barusan ia katakan memegang mulutnya
Melihat reaksi Daren, William mencoba duduk dan menyibak selimutnya
"William sebaiknya kau beristirahat!" ucap Daren menutup selimut itu
"DIAM!!" bentak William pada Daren yang mencoba menutup selimutnya kemudian melihat ke arah kaki kirinya yang terbalut kain perban
Dengan perasaan yang tak karuan, William mencoba menggerakkan jari-jari kakinya
Namun yang tergerak hanya jari-jari kaki kanannya saja sedangkan kaki kirinya, sama sekali tak bergeming
"Kkkkkenapa kaki kiri ku tidak bisa bergerak?" ujar William dengan nada gagap
Ia pun mencoba menggerakkan kedua kakinya namun yang merespon hanyalah kaki kanannya saja
Daren yang melihat usaha William menggerakkan kakinya tiba-tiba matanya meneteskan air mata
"SIAPA YANG TIDAK BECUS MENGOPERASI KU?!!!!" teriak William dengan suara menggema di seluruh ruangan itu
Daren pun langsung menarik William ke pelukannya dengan erat
"Kau tenang saja Will, aku akan membuat pelajaran bagi mereka yang tidak becus mengoperasi mu sampai lumpuh seperti ini, tapi untuk saat ini kau harus tegar Will, kau hanya mengalami lumpuh sementara" ucap Daren lembut membelai rambut William
William dengan kasar melepas pelukan Daren
"KELUAR!!"
Merasa William ingin sendiri, Daren pun keluar tanpa bersuara sama sekali
Sesaat ia keluar dari ruang ICU itu, terdengar dari luar suara barang-barang dilempar dan dipecahkan William ke sembarangan arah
Dan Daren pun paham dengan situasi dan sikap William saat ini
Oleh karena itu ia memilih untuk diam dan duduk di kursi tunggu
Sedangkan Kelvin hanya bisa diam di tempatnya, di dalam hatinya ia merasa sangat bersalah dengan apa yang terjadi dengan tuannya itu
'Maafkan ketidakberdayaan ku tuan William, jika saja aku mampu menghadapi mereka semua kau pasti tidak akan seperti ini' gumamnya merasa sedih
Pagi harinya....
Setelah Alisha bersiap-siap seperti biasanya, ia mulai beraktivitas dari menyiapkan sarapan hingga menyiram kebun bunga mawar biru kesayangannya William
"Sepertinya Daren belum pulang" gumamnya ketika tidak melihat mobil Daren di halaman parkir
Alisha yang sudah menyelesaikan menyiram bunga memilih untuk merapikan pohon-pohon bonsai besar dengan gunting tanaman
Tiba-tiba terdengar suara deru mobil pertanda ada yang datang
Alisha pun langsung pergi ke halaman kastil dan mendapati seorang pria keluar dari mobil Daren di bagian pintu kemudi
'Siapa dia?'
Baru saja bergumam Daren muncul dari pintu belakang mobilnya dan membuka bagasi mobil
'Kursi roda?" gumam Alisha bingung mengapa Daren mengeluarkan kursi roda dari bagasinya dan mengapa ada kursi roda di bagasinya
__ADS_1
Sontak Alisha terkejut ketika Daren membuka pintu satunya di bagian belakang dan menampakkan William yang tengah duduk diam di sana
"Selamat datang kembali tuan William!" ucap Alisha sopan dan membungkukkan badan
Namun sapaannya tak dihiraukan oleh 3 makhluk pria itu dan Daren tampak memapah William ke kursi roda nya itu
'Tuan William kenapa duduk di....'
"MINGGIR!!!" bentak William yang sudah ada di hadapan Alisha yang tengah berdiri di ambang pintu
Alisha pun refleks menyingkir dan memberikan jalan pada William yang kursi roda nya di dorong oleh pria asing itu
William meliriknya tajam ketika berlalu di sampingnya bersama pria asing itu
Ia tidak merasa sakit hati mendengar William membentaknya namun ia merasa penasaran mengapa tuannya itu duduk di kursi roda, pikirnya
"Mari kita bicara, kau pasti bingung kan kenapa William bisa seperti itu" ucap Daren bersuara
Alisha mengangguk paham dan mengikuti langkah Daren yang masuk ke ruang tamu
"William mengalami lumpuh" ujar Daren ketika sudah mendaratkan tubuhnya di sofa
Sontak Alisha dibuat terkejut mendengar penuturan Daren
"Setelah William dan Kelvin pulang dari Beijing di perjalanan mereka di serang" ucap Daren menyandarkan kepalanya di pangkal sofa
"Apa orang yang sama melakukan penyerangan dengan tuan William beberapa bulan lalu?" tebak Alisha
"Tidak, ini musuhnya yang lain" jawab Daren menggelengkan kepalanya pelan
"Tuan William rupanya punya bapak musuh" gumam pelan Alisha masih bisa didengar oleh Daren
"Ya kau benar, oleh karena itu aku sangat khawatir dengannya kalau soal ia pergi keluar negeri" jawab Daren
"Maaf sebelumnya jika aku bertanya sedikit pribadi, sebenarnya kau dan juga tuan William bekerja sebagai apa sampai kalian mempunyai banyak musuh?" tanya Alisha
Daren terdiam sejenak
'Apa aku katakan yang sebenarnya?'
"Jika memberitahu pada ku membuat mu ragu lebih baik tidak usah Daren, mungkin tuan William akan keberatan jika kau memberitahu ku" ucap Alisha seakan mengerti dengan diamnya Daren
__ADS_1
Daren tersenyum tipis karena Alisha mengerti dengan posisinya
"Jadi tuan William lumpuh akibat penyerangan itu?" duga Alisha
"Ya, kaki kirinya lumpuh akibat tembakan yang mengenai saraf penggerak nya makanya kakinya lumpuh tapi sifatnya hanya sementara" jawab Daren
"Sementara?"
"Aku akan memanggilkan psikiater dan dokter yang ahli dalam bidang ini untuk William, dia pasti akan sembuh dalam beberapa waktu"
"Kenapa harus memanggil psikiater juga?"
"Saat Will tahu kondisinya, sikapnya berubah drastis mungkin karena frustasi dia sekarang mudah marah, oleh sebab itu aku akan memanggilkan psikiater untuk nya"
Alisha hanya ber oo menanggapi perkataan Daren
"Aku harap kau tidak memasukkan dalam hati saat ia membentak mu tadi" ucap Daren
Alisha tersenyum ramah dan menggeleng
"Aku bukan orang yang lemah Daren yang akan menangis setiap kali mendapat perlakuan kasar, jadi kau tenang saja"
'Kau gadis yang luar dan luar biasa Alisha' gumam Daren memuji Alisha dalam hatinya
"Baiklah kalau begitu, oh ya aku akan pergi keluar kota untuk beberapa hari mengurus perusahaan William, jadi ku harap kau......"
"Aku akan menjaganya, kau tenang saja" ucap Alisha menyela perkataan Daren
Daren tersenyum kemudian bangkit berdiri
"Tolong kau siapkan sarapan untuk William dan bawa ke kamarnya" ucap Daren
Alisha mengangguk paham kemudian pergi menyiapkan sarapan untuk William
Setelah menyiapkan sarapan serta segelas air putih hangat di nampan, Alisha menaiki tangga menuju kamarnya William
Pintu yang terbuka membuat Alisha langsung melihat bahwa ada Daren menunggunya serta William duduk diam di kursi roda nya dengan menatap jendela kamarnya
Daren menghampiri Alisha dan mengambil senampan makanan itu kemudian mengisyaratkannya untuk pergi
Alisha yang paham segera pergi dari sana tanpa bersuara, namun sebelum ia pergi ia melihat eskpresi wajah sedih dan murung terukir jelas di wajah William
__ADS_1
'Tuan William dalam keadaan yang sangat memprihatikan, pasti ia sedih dengan keadaannya itu' gumamnya kemudian pergi dari sana