Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 63


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian para kolega bisnis William dan Daren telah berdatangan


Alisha dapat mendengar banyaknya suara deruman mobil yang masuk ke halaman depan kastil yang luas dari arah dapur


"Mereka sudah datang, sebaiknya aku menyambut mereka" gumamnya meninggalkan pekerjaannya


Ia pun langsung pergi ke ruang tamu dan rupanya Kelvin dan juga Sam sudah menyambut kedatangan mereka semua


"Silahkan masuk tuan-tuan, tuan William dan tuan Daren telah menunggu anda" ucap mereka serempak membungkuk hormat


"Terimakasih atas sambutannya, ayo!" jawab salah seorang mereka


Kemudian Sam dan juga Kelvin membawa mereka masuk ke ruangan yang sebelumnya Alisha telah bersihkan


Sedangkan Alisha kembali ke dapur membuatkan teh hangat untuk para tamu kedua majikannya itu dan juga kue kering sebagai camilannya


Setelah menyiapkan semuanya, Alisha membawa semua yang telah ia siapkan ke troli makanan dan mendorongnya ke ruang meeting


Baru saja tiba di ambang pintu ruangan, Alisha mendapatkan berbagai jenis tatapan dari dalam ruangan meeting itu


Ia tersenyum lebar dan masuk ke dalam ruangan sembari mendorong troli makanan nya


"Siapa namanya tuan? apa dia istri anda?" ucap salah seorang kolega pada William


Refleks Alisha dan Daren membulatkan matanya sangking terkejutnya ia mendengar ucapan kolega bisnis William dan Daren itu


Sedangkan William menatap koleganya dengan datar dan dingin


"Kalian kesini untuk apa?" tanya


"Untuk perpanjangan kontrak tuan" jawab mereka


"Terus kenapa bertanya yang aneh-aneh?" tanyanya lagi membuat semua koleganya terdiam


Alisha dapat merasakan hawa di ruangan itu menjadi lebih dingin yang bersumber dari aura William


'Benar benar menyeramkan aura nya William' batinnya


Kemudian ia menghidangkan makanan dan minuman yang ia bawa pada semua tamu yang hadir


Setelahnya ia kembali keluar lagi dengan membawa troli makanan kosongnya


Alisha yang melewati ruang tamu dapat melihat dari dalam betapa banyaknya mobil terparkir di halaman depan kastil


Ia pun kembali ke dapur melanjutkan pekerjaannya bersama dengan para pelayan




Alisha yang sedang membaca Alquran di kamarnya menengadah ke atas melihat jam dinding



"Sudah pukul 22.45 rupanya" gumamnya menutup Al-Qur'an nya



Dari luar banyaknya suara deruman mobil terdengar sampai kamar Alisha



"Sepertinya mereka sudah selesai meeting" gumamnya sembari keluar kamarnya



Dan benar saja semua para kolega William dan juga Daren sudah berpamitan pulang dan Sam serta Kelvin juga tak terlihat



"Mereka sudah pergi?" ucap Alisha menghampiri Daren yang mendorong kursi rodanya William ke kamarnya



"Sudah, baru saja" jawab William menyambung



"Oh begitu, ya sudah aku pergi dulu" Alisha mengangguk pelan kemudian hendak pergi ke ruangan meeting itu



"Kamu ngapain ke sana Isha?" tanya Daren



"Mau bereskan ruangannya" jawab Alisha



"Besok saja ini sudah sangat malam, kau tidurlah" ujar William datar


__ADS_1


"Aku masih belum bisa tidur, sebaiknya aku bereskan sekarang saja Will ruangannya" jawab Alisha menolak lembut



"Kalau begitu suruh saja pelayan lainnya, biar kau memijat ku saja di kamar" ujar William



Daren langsung meliriknya tajam ketika William melontarkan kalimatnya



"Tidak tidak! biar aku saja!" tukas Daren menyambung



"Jangan Daren, kau masih belum terlalu sehat, sebaiknya kau kembali ke kamar mu, istirahat, biar aku yang memijat William" ucap lembut Alisha



Daren mendengus sebal menatap tajam William yang tersenyum penuh kemenangan padanya



Kemudian ia melenggang pergi menaiki tangga menuju kamarnya



Bam!!!


Suara bantingan pintu kamar Daren



Alisha sampai tersentak kaget mendengarnya



"Kenapa dia begitu marah?" gumamnya pelan didengar oleh William



"Biarkan saja dia, dia memang seperti itu, dorong aku ke kamar" jawab William tersenyum miring



Alisha mengangguk paham kemudian mendorong kursi rodanya William masuk ke dalam kamarnya




William pun tersadar ia tidak bisa meminta bantuan Alisha untuk pindah ke ranjang



"Aku bisa sendiri, kau suruh pelayan bersihkan ruangan meeting, setelah itu baru kembali ke sini lagi" ujar William mengalihkan pandangannya



Alisha mengangguk paham kemudian pergi dari sana



William menghela nafasnya dan mencoba bangkit dari tempat duduknya di kursi roda menggunakan kaki kanannya yang masih aktif



Setelah bersusah payah, akhirnya ia bisa pindah ke ranjang dan menyandarkan tubuhnya ke sisi ranjangnya dengan kedua kaki selonjor di atas ranjang



Tak lama kemudian Alisha kembali datang dengan membawa balsem di kedua tangannya yang tersarung sarung tangan plastik



Alisha menghampiri William dan menutup kedua matanya



Ia kemudian mengangkat celana William hingga sebatas paha dan mulai memijatnya



William sampai tertegun melihatnya begitu lihai memijat nya dengan mata tertutup seperti itu



"Bagaimana terapi mu Will? apa ada kemajuan?" tanya Alisha disela-sela memijatnya dengan mata tertutup



"Ya.. masih seperti ini, kaki ku masih lumpuh" jawab William seadanya

__ADS_1



Alisha tertawa kecil masih menutup matanya dengan tangannya terus memijat kedua kaki William



"Ya namanya juga terapi Will, butuh perjuangan dan waktu yang lama, bukannya sebentar" ujar Alisha



William mengangguk samar yang sama sekali tidak dapat dilihat Alisha karena ia masih menutup matanya



"Jika..... aku tidak sembuh-sembuh juga bagaimana?" tanya William menatap lekat kedua mata Alisha yang tertutup rapat



Alisha tersenyum miring dan menggeleng



"Will, harus berapa kali aku bilang padamu, kau ini hanya lumpuh sementara saja, dokter bilang ada saraf yang terjepit di kaki kiri mu, makanya bisa lumpuh, tapi itu hanya sementara saja dan pasti akan sembuh jika kau rajin terapi" jawab Alisha panjang lebar



William terdiam sejenak mendengar ucapan Alisha tetapi ia terus menatap lekat lawan bicaranya itu



"Alisha, kau.... akan terus berada di sini kan sampai aku benar-benar sembuh?" tanyanya dengan hati-hati



Kini giliran Alisha yang terdiam sejenak tetapi tangannya terus saja memijat lembut kedua kaki William



"Ya jelaslah Will, kau kan teman ku, aku tidak akan meninggalkan teman ku" jawab Alisha tersenyum tulus



William sedikit terharu dengan jawaban tulus Alisha, ia tersenyum samar



"Mungkin kau benar Alisha, kita mungkin tidak berjodoh, tapi memiliki mu sebagai teman saja sudah membuatku merasa sangat nyaman dan damai, ku harap kau tidak akan meninggalkan ku selamanya" William tersenyum penuh arti pada Alisha



Perlahan senyuman di bibir Alisha mulai menghilang ketika mendengar jawaban terakhir William



"Will, tidak selamanya aku berada di sisi mu dan juga Daren" ucap Alisha lembut



William sampai tersentak kaget mendengar ucapan Alisha yang terdengar sangat indah di telinganya



"Kenapa?! kau kan sudah berjanji padaku akan selalu tetap di sisiku sebagai teman?!" ucap William sedikit meninggalkan suaranya



Alisha terdiam sejenak dan menghela nafasnya



"William, kita ini hidup tidak selamanya, takdir dan nasib seseorang bisa saja berubah" ucap lembut Alisha



William mengerutkan keningnya dan meraih kedua tangan Alisha yang terbungkus sarung tangan



"Apa maksudmu Alisha?"



Alisha kembali terdiam dengan mata yang masih tertutup



"Aku memang menjanjikan padamu untuk selalu tetap bersama mu dan juga Daren Will, tapi itu juga ada batas waktunya, aku tidak bisa selamanya mendampingi kalian" jawab lembut Alisha menjelaskan



William langsung tersenyum kecut mendengarnya


__ADS_1


"Kenapa begitu?" tanyanya dengan suara parau


__ADS_2