
"Sebaiknya kau langsung mandi, badanmu sangat bau!" ketus Alisha bangkit berdiri memegang mangkuk Daren
"Hah? badanku bau?" gumam Daren mencium kedua ketiaknya
"Iya, sangat bau tahu! dari semalam sampai siang ini kau belum mandi kan?"
"Hehehe iya"
"Ya sudah mandi saja, setelah itu turun ke bawah, ada yang ingin ku katakan padamu dan juga William" ucap Alisha kemudian keluar dari kamar Daren
Daren pun menyibak selimut dan langsung masuk ke dalam kamar mandinya untuk membersihkan dirinya
Setelah agak lama berada di dalam kamar mandi, akhirnya Daren keluar dengan lilitan handuk di pinggangnya
Ia pun segera memakai baju kaos nya dan celana cargo pendek selutut nya
Setelah menyisir rambutnya Daren langsung menuruni tangga menuju ruang tamu
Di sana sudah ada Alisha, William, Sam, dan juga Kelvin
"Duduklah Daren" Alisha mempersilahkan Daren duduk di depannya
Sedangkan Sam dan Kelvin masih berdiri di tempatnya dan William duduk di kursi rodanya tepat di samping Daren
Posisi Alisha tepat di hadapan mereka
"Kalian duduklah juga, aku tidak bisa mulai bicara jika dengan keadaan seperti ini" ucap Alisha pada Sam dan juga Kelvin
Mereka menunduk hormat kemudian duduk di sekitar Daren
Alisha menghela nafasnya dan menatap keempat pria di depannya
"Mulai hari ini baik William atau Daren, akan bekerja di sini, di kastil" ucap Alisha
Tentu Daren sangat terkejut mendengar ucapan dari Alisha, sedangkan William, Sam, dan juga Kelvin sudah tahu sebelumnya
"Kenapa?" tanya Daren
"Kenapa kau bilang? Daren kau sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja, kau harus banyak-banyak istirahat dan merilekskan pikiran dan tubuh mu, makanya aku menyuruh mu dan juga William agar bekerja di sini saja" jawab Alisha
"Tapi bagaimana dengan meeting ku yang ada di luar negeri misalnya?" ucap Daren
"Kau bisa meminta mereka untuk melakukannya di sini, ku rasa masih banyak ruangan kosong yang luas untuk dijadikan tempat meeting, akan ku rapikan nanti" jawab Alisha santai
"Tapi bagaimana jika...."
"Sudah menurut saja Daren, apa susahnya sih?! ini juga demi kebaikan mu!" tukas Alisha kesal
__ADS_1
William tersenyum miring dan melirik wajah Daren di sampingnya
'Hahahaha baru kali ini aku lihat ada yang berani memarahi si psikopat ini' batin William tertawa
"Ya sudahlah terserah mu saja! Sam! lakukan apa yang diminta Alisha tadi!" titah Daren kesal
"Saya sudah memindahkan semua pekerjaan tuan di salah satu ruangan di samping kamar tuan" jawab Sam
Daren mengerutkan keningnya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Alisha
"Aku sudah menyuruh nya tadi, kau tenang saja, mulai besok kau bisa langsung bekerja lagi" jawab Alisha seakan mengerti dengan tatapan Daren padanya
"Ya sudah! kalian pergilah!" usir Daren mendengus kesal pada Sam dan juga Kelvin
"Eh mau kemana? nanti saja! tunggu aku akan segera kembali!" Alisha bangkit berdiri ketika Sam dan juga Kelvin hendak pergi
Ia pun langsung pergi ke dapur dan tak lama kemudian ia datang dengan membawa senampan puding
"Makanlah dulu ini, aku sudah membuatnya tadi pagi" ucap Alisha tersenyum tipis sembari menaruh beberapa piring puding itu ke atas meja
"Tidak perlu! mereka tidak suka puding!" ucap William menatap tajam ke atas sekretarisnya, Kelvin
"Bbbbenar nona, saya tidak suka puding, saya permisi dulu!" ujar Kelvin membenarkan perkataan atasannya, William
"Eh jangan pergi!" Alisha sedikit menaikan suaranya membuat langkah Kelvin terhenti
Kelvin melirik ke wajah bos nya yang sudah menjadi dingin menatapnya kesal
Ia pun dengan terpaksa kembali duduk di tempatnya, diikuti Sam di sampingnya
"Kenapa kau ikut-ikutan juga! sudah pergi sana!" usir Daren pada Sam
"Ckk! kalian ini?! apa kalian tidak bisa membiarkan sekretaris kalian duduk tenang?!" ketus Alisha pada kedua temannya itu
"Tapi dia itu sekretaris ku!! aku tidak suka duduk di sampingnya!!" ketus mereka serempak menuding sekretaris mereka, Sam dan juga Kelvin
Sedangkan Sam dan juga Kelvin hanya bisa menunduk mendengar ucapan bos mereka
"Hari ini hari libur kan? anggap saja mereka itu sama seperti kalian, hubungan kerja kalian tidak berlaku di hari libur, jadi anggap mereka teman kalian!" tukas Alisha tak mau kalah
Daren dan William mendengus kesal kemudian mengambil piring puding mereka
"Kalian makanlah juga, tidak perlu sungkan, aku tadi pagi membuatnya banyak untuk dibagikan pada semua orang di kastil ini" ucap Alisha pada Sam dan juga Kelvin yang sedari tadi diam
Dengan keraguan Sam dan juga Kelvin mengambil piring mereka dan memakan puding mereka
'Enak' batin William merasakan puding coklat itu di lidahnya
__ADS_1
'Enak sekali puding buatan Isha kecilku' Daren tersenyum samar merasakan rasa puding di mulutnya
'Nona Alisha sangat pintar memasak' batin Kelvin
'Nona benar-benar cocok menjadi pendamping tuan Daren, masakannya benar-benar enak' batin Sam
"Kenapa jadi diam seperti ini? apa tidak enak?" tanya Alisha mengerutkan keningnya melihat keempat pria di depannya itu tengah diam sambil terus menyantap puding mereka
"Tidak ada, Alisha kenapa kau tidak makan?" tanya Daren
"Aku sedang puasa hari ini, magrib nanti baru buka puasa" jawab Alisha santai
Sontak Sam dan juga Kelvin menaruh kembali piring mereka
"Maafkan kami nona karena sudah tidak sopan makan di depan nona yang sedang berpuasa!" ucap Sam dan juga Kelvin serentak
"Tidak apa-apa, iman ku kuat kok, kalian makan saja lanjutkan, aku akan segera kembali" Alisha tersenyum tipis kemudian pergi ke dapur
Sepeninggalan Alisha, suasana menjadi sangat dingin dan sunyi, hanya ada bunyi dentingan sendok di piring kaca mereka masing-masing
Tak lama kemudian, Alisha datang kembali dengan membawakan senampan minuman dan sesuatu di tangannya
"Ini minumnya" Alisha tersenyum ramah sembari menaruh minuman dingin di atas meja
"Maaf merepotkan mu nona" ucap Sam merasa tak enak
"Cih! baru merasa ya kau?!" tukas Daren mengunyah puding di mulutnya
"Daren!" Alisha memelototi Daren di depannya
Daren memutar bola matanya dengan malas dan melanjutkan makannya
"Habis kalian makan kita main ini yah!" ucap Alisha tersenyum lebar sambil memegang permainan monopoli di tangannya
"Apa itu?" tanya William mengerutkan keningnya
Sontak Daren tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan William di sampingnya
"Hahahaha, Alisha, sebaiknya kau menjelaskan semua cara mainnya dengan William, William ini penguasa Eropa, tapi dia bahkan tidak tahu apa itu permainan monopoli apalagi cara memainkannya, hahahaha!!" Daren mengusap air matanya di ujung matanya yang hendak mengalir akibat ia tertawa
Bahkan Sam dan juga Kelvin hanya bisa menyembunyikan tawa mereka di belakang tangan mereka
William mendengus kesal dan menatap tajam ketiga pria itu
"Sepertinya kalian sudah bosan hidup" ucapnya datar nan dingin
Seketika Sam dan juga Kelvin langsung menghentikan tawa mereka, berbeda dengan Daren yang masih tertawa
__ADS_1