
"Aku.... aku tidak suka keramaian, jadi makanya aku memesan ruangan privat" ucap Daren
"Oh begitu, ya sudah ayo kita duduk" ucap Alisha kemudian menarik kursinya dan duduk di sana diikuti oleh Daren yang duduk di hadapannya
"Angin di sini cukup kencang yah, beda dengan di kastil" ucap Alisha membuka pembicaraan di meja mereka
"Ya, tapi kalau di kastil lebih tentram dan damai" ujar Daren menanggapi perkataan Alisha
Tak berapa lama kemudian, pelayan datang dengan membawakan dua mangkuk es krim besar ke meja mereka
"Silahkan dinikmati tuan dan nona" ucap sang pelayan seraya menaruh juga beberapa toping ke atas meja di samping mangkuk es krim coklat tersebut
"Terimakasih" jawab sopan Alisha tersenyum lebar
Berbeda dengan Daren yang memasang wajah datar, ia memberikan isyarat pada sang pelayan untuk pergi dari sana
Setelah pelayan itu pergi, Alisha membuka katalog buku berisikan menu-menu es krim
Tiba-tiba mulutnya sedikit ternganga melihat harga-harga yang terpampang di dalam katalog itu
"Ada apa Alisha?" tanya Daren sedikit tersenyum melihat tingkah lucu Alisha itu
"Masa makan es krim biasanya di sini harganya bisa sampai 50 Dollar, terus yang kau pesan ini berapa? apa sangat mahal? sebaiknya kita tidak pergi saja Daren" ucap Alisha dengan nada berbisik
Daren melongo mendengar perkataan Alisha itu dan sontak tertawa
"Kenapa kau malah tertawa? apanya yang lucu?" tanya Alisha heran dengan Daren yang tertawa
"Kau, kau yang lucu Alisha, apa kau tahu? di luaran sana para wanita selalu ingin belanja-belanja dan belanja, tapi ternyata kau malah sebaliknya, kau tidak suka menghamburkan uang, ternyata masih ada orang seperti mu" ucap Daren menghentikan tawanya
Alisha memutar bola matanya dengan malasnya
"Dengar ya Daren, aku tidak tahu kau ini sekaya apa, tapi yang jelas jangan buang-buang uang untuk hal yang tidak penting, di luar sana masih banyak orang yang tidak punya uang sama sekali, bahkan untuk makan saja, mereka tidak punya" ucap Alisha menjelaskan
Daren tersenyum tipis menanggapi perkataan Alisha
"Iya, aku tahu kok Alisha, aku juga jarang keluar seperti ini, apalagi hanya untuk makan es krim, aku mengajak mu makan es kali ini sebenarnya hanya ingin saja karena sudah lama sekali aku tidak makan makanan favorit ku ini" ucap Daren merespon perkataan Alisha
"Baguslah kalau begitu, ya sudah ayo kita makan, nanti keburu cair lagi es krimnya" ucap Alisha mengambil satu mangkuk es krim coklatnya
Daren pun mengambil mangkuk es krimnya
"Kau mau topping apa?" tanya Alisha seraya menaruh toping meses dan saus karamel di atas es krimnya
"Samakan saja dengan mu" ucap Daren menyodorkan es krimnya yang polos
Alisha mengangguk pelan kemudian menaruh topping yang sama dengan miliknya di atas es krim Daren
"Nih, yuk makan! bismillahirrahmanirrahim!" ucap Alisha menyendok es krimnya dan menyuapnya
"Hmmmm enaknya" gumamnya memuji es krimnya
Daren tersenyum tipis melihat tingkah laku Alisha yang seperti kekanak-kanakan itu
Biasanya ia selalu bersikap sopan dengannya dan juga William
"Pelan-pelan makannya aku tidak akan merebut es krim mu kok" ucap Daren ketika melihat Alisha mempercepat makannya
Alisha tersenyum lebar dengan mulut penuh es krim ia mengangguk paham
__ADS_1
Setelah beberapa hari kepergian William ke Beijing, hubungan Alisha dan Daren semakin akrab
Mereka lebih sering bercanda dan Daren pun sering curhat tentang pekerjaannya pada Alisha
Hari ini, di hari Senin siang, Alisha yang tengah menjahit baju nya karena sedikit robek pada bagian bawahnya di hampir Daren di ruang keluarga
"Daren, tumben kamu sudah pulang" ucap Alisha ketika melihat Daren masuk dari pintu depan, ia pun kembali mengalihkan pandangannya ke jarum dan baju di pangkuannya
Daren tak menjawab dan duduk di depan Alisha seraya mengendurkan dasinya
Dapat Alisha lihat bahwa Daren terlihat sangat letih pulang dari bekerja
"Apa kau mau aku buatkan teh hangat?" tanya Alisha
Daren mengangguk samar membuat Alisha menyingkirkan bajunya ke samping dan bangkit berdiri menuju dapur membuatkan teh hangat untuk Daren
"Di jahit? dia menjahit bajunya yang robek? kenapa tidak membeli baru?" gumamnya heran dan menaruh kembali bajunya Alisha ke tempat semula
Tak berapa lama kemudian, Alisha datang dengan membawa secangkir teh hangat untuk Daren
Ia pun duduk di hadapan Daren dan kembali melanjutkan menjahitnya
"Daripada menjahit baju mu yang sudah usang apa kau tidak ingin membeli yang baru saja" ujar Daren merasa terabaikan oleh Alisha karena ia sibuk menjahit
Alisha menatapnya dan tersenyum miring
"Aku tidak kaya seperti mu Daren" ucap Alisha
"Tapi kan kau selalu menerima gaji mu? kenapa kau tidak membeli keperluan mu sendiri?"
__ADS_1
"Pengennya sih gitu, tapi kau tahu sendiri kan bagaimana kota New York ini, susah sekali mencari pakaian Syar'i untukku, yang ada hanya baju-baju kurang bahan" gerutu Alisha
'Oh iya, di kota ini tidak mungkin mendapatkan pakaian yang cocok untuk Alisha' gumamnya dan menyeruput teh hangat itu
"Kau buat teh hangat ini pakai apa sih? kok bisa sampai seenak ini?" tanya Daren heran dengan rasa teh hangat buatannya Alisha yang membuatnya sampai ingin meminumnya setiap hari
"Dengan cinta dan kasih sayang" jawab Alisha tersenyum lebar
Deg deg deg
'A...apa aku tidak salah dengar?' gumam Daren terkejut dengan jawaban Alisha
Daren terkejut dan melongo mendengar perkataan Alisha tadi
Ia sudah tidak tahu semerah apa pipi dan telinganya karena malu mendengar jawaban Alisha tadi
"Hahahaha kenapa muka mu seperti udang rebus Daren? aku hanya bercanda jangan dimasukkan dalam hati" ucap Alisha tertawa kecil
Daren terpaku melihat Alisha yang tertawa setelah membuatnya terbawa perasaan
'Ternyata hanya bercanda, aku pikir dia serius mengatakannya, tapi kenapa aku seperti tidak suka mendengarnya berkata seperti itu?' gumam Daren merasa sedikit sedih
"Kau kenapa Daren?" tanya Alisha melihat wajah Daren berubah menjadi sedih
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa letih saja" jawab Daren sedikit lesu, entah kenapa ucapan Alisha tadi menyayat hatinya
"Ooh aku kira kau sedih dengan perkataan ku tadi, maaf ya, jangan dibawa perasaan, aku hanya bercanda saja tadi" ucap Alisha tersenyum manis
Ia pun beranjak pergi ke kamarnya setelah menyelesaikan menjahit bajunya
Meninggalkan Daren yang masih duduk setia di sana
__ADS_1
'Apa aku salah kalau berharap lebih padamu Alisha? ku pikir kau serius dengan ucapan mu tadi, tapi kau hanya bercanda, kenapa hal sesepele ini membuat dada ku terasa sesak?' gumamnya memegang dadanya