Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 30


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pikiran Alisha terus dipenuhi dengan kejadian tadi di mall


'Kenapa mereka begitu sopan dengan tuan William? dan juga pelayan tadi tampak sangat ketakutan dengan William, padahal dia bilang tidak usah membayar lalu kenapa saat tuan William membayar ia langsung menerimanya dengan tangan gemetaran? apa tuan William semenakutkan itu?' gumam Alisha bingung dan melirik sekilas ke arah di sampingnya yang sedari tadi diam sambil menatap lurus ke depan


"Apa aku terlihat sangat tampan sampai kau harus mencuri-curi pandang?" tanya datar William tanpa menoleh ke arah Alisha


Alisha sontak terkejut dan salah tingkah


"Bbbukan begitu tuan, saya hanya bingung saja dengan kejadian tadi, kenapa pelayan tadi tidak ingin kita membayar dan pada saat tuan memberikan kartu tuan dia langsung menerimanya tanpa menolak" jawab Alisha meluapkan rasa penasaran di dalam hatinya


"Nona, memangnya anda belum tahu ya kalau tuan William adalah pemilik mall tadi" ujar sang sopir menyambung sembari melihat ke kaca spion


Seketika dirinya mendapati tatapan tajam nan mematikan dari sang bos nya itu membuatnya menjadi gugup dan salah tingkah


"Sekarang kau sudah pandai bicara ya?" ucap William dengan datar pada sang sopir pribadinya itu


Sang sopir hanya tersenyum kikuk dan kembali fokus ke jalan


Sedangkan Alisha melongo mendengar perkataan sang sopir dan ia kembali menatap wajah William yang kini menatapnya


"Hehehehe" Alisha terkekeh melihat tuan pertamanya itu tengah menatapnya juga


"Maaf tuan, saya benar-benar tidak tahu kalau tuan adalah pemilik mall tadi" ujar Alisha merasa malu


William tak menggubris perkataan Alisha dan memainkan ponselnya


Sedangkan Alisha yang duduk di samping William hanya bisa menundukkan kepala


'Bodoh kau Alisha! bodoh! pengurus macam apa kau sampai-sampai tidak tahu sekaya apa tuan William mu ini?! secara tidak sengaja aku sudah memujinya tadi, ku rasa semua yang ada di New York ini adalah miliknya' gumam Alisha merutuki kebodohannya


William hanya tersenyum miring melihat sikap Alisha saat ini dan menyandarkan kepalanya


'Gadis yang unik' gumamnya


Sesampainya di kastil, setelah menurunkan kursi rodanya William dari bagasi dan sang sopir membantu William duduk di kursi rodanya


Alisha langsung mendorong kursi rodanya William masuk ke dalam kastil


Namun tangannya yang penuh belanjaan menjadi agak kesulitan


"Biar sini aku yang bawa" ucap William mengambil semua belanjaan dari tangan Alisha


Tanpa bicara Alisha langsung mendorong kursi rodanya William ke dalam dapur


"Terimakasih tuan atas bantuannya" ucap Alisha saat melihat William meletakkan semua belanjaannya di atas meja dapur


"Kapan kau akan memulai masaknya?" tanya William


"Sepertinya sekarang tuan, saya akan membuat mienya dulu" ucap Alisha seraya membuka lemari dinding


Ia mengeluarkan toples besar berisikan tepung terigu dan mengambil bahan-bahan lain untuk membuat mie dari dalam lemari


"Ku pikir kau membeli mie yang sudah jadi tadi saat di mall" ucap William


"Tidak tuan, saya tahu tuan tidak suka dengan makanan instan, apalagi mie instan, makanya saya membuat mie tepung sendiri" jawab Alisha tersenyum manis


Setelah ia mengumpulkan semua bahan dan alat yang ia butuhkan di atas meja, Alisha langsung membuat mie tepung itu


William hanya menjadi penonton yang memperhatikan bagaimana Alisha membuat mie tepung itu


"Apa harus di banting begitu?" ucap William mengerutkan keningnya melihat Alisha beberapa kali membanting adonan mie ke atas meja dapur yang sudah ditaburi tepung

__ADS_1


"Harus tuan, biar mienya tulen dan empuk nantinya" jawab enteng Alisha sembari terus membentuk mie tepung nya


Setelah puas membanting adonan mie, Alisha menggiling adonan mie ke dalam penggiling mie


Setelah membentuk mie, Alisha memasukkannya ke dalam panci berisikan air panas di atas kompor listrik dapur itu


"Biar aku membantu" ucap William mengambil nampan berisikan mie yang sudah setengah jadi itu


"Eh tidak usah tuan, nanti tangan anda kotor" ucap Alisha


"Aku bosan hanya melihatmu bekerja" ucap William dan memasukkan mie itu ke dalam panci air panas itu


Alisha hanya tersenyum tipis melihat tuan pertamanya itu membantunya memasak mie


"Ternyata selain baik, tuan juga pandai memasak ya" ujar Alisha memuji William


"Tidak juga, aku hanya membantumu memasukkan mie ini ke dalam panci" jawab William pelan sambil mengaduk isi panci dengan sendok


"Cepat selesaikan adonannya, ini sudah hampir matang" ucap William ketika melihat Alisha diam memperhatikannya


"Ok ok siap kapten!" jawab Alisha dan mengerjakan tugasnya kembali


Sedangkan William yang berada di belakangnya hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Alisha


Ia terus mengaduk mie di dalam air panas itu sampai matang




Alisha kini telah menyelesaikan membuat mie ayam nya




Sedangkan William langsung mendorong kursi rodanya ke arah meja makan



"Nah tuan, sekarang anda bisa makan" ucap Alisha



"Ambilkan punyaku, jangan terlalu banyak ayamnya" pinta William



Alisha mengangguk kemudian membuatkan mie ayam yang sudah jadi itu ke dalam mangkuk William dan menambahkan sedikit daging ayam yang telah ia bumbui



William langsung mengambil garpu dan memintal mie tersebut



'Enak sekali' batin William ketika gulungan mie di garpu nya masuk ke dalam mulutnya



"Bagaimana tuan? apa tuan menyukainya?" tanya Alisha

__ADS_1



"Hmm" hanya deheman dari William, ia masih terus menyantap mie ayam di mangkuknya itu



Alisha yang hendak mengambil mangkuknya pun tak jadi ketika melihat tuan pertamanya itu makan dengan lahapnya



Reflek ia tertawa kecil dan menutup mulutnya



"Tuan, makannya pelan-pelan, saya tidak akan merebutnya" ucap Alisha mengakhiri tawanya



Seketika William tersadar dengan aksinya, apalagi mulutnya yang penuh dengan mie ayam tersebut



"Tuan, jika anda mau saya bisa membuatnya setiap hari" tawar Alisha



"Tidak usah, aku tidak mau makan mie tiap hari" ucap William dan meneguk air minum



"Sebenarnya tidak apa-apa sih tuan kalau anda ingin makan mie ayam setiap harinya, apalagi kan mienya buat sendiri tidak pakai pengawet jadi aman-aman saja dimakan tiap hari" ujar Alisha dan mengambil mangkuknya



"Terserah kau sajalah" ucap William dan menyantap makanannya lagi



"Oh ya tuan? setelah makan siang ini apa yang akan anda lakukan selanjutnya?" tanya Alisha di sela-sela makannya



"Aku akan ikut denganmu kemanapun kau pergi" jawab William enteng



"Lho? kenapa tuan?" tanya Alisha mengerutkan keningnya



"Aku kan sudah bilang hari ini aku tidak ingin bekerja jadi aku akan ikut kemanapun kau pergi" jawab William



"Tapi tuan saya tidak pergi kemana-mana, setelah makan siang ini saya akan shalat zhuhur dan mengerjakan tugas saya seperti mengepel dan menyapu lantai" jawab Alisha



"Pokoknya aku akan ikut denganmu kemanapun kau pergi, entah itu mengerjakan pekerjaan rumah pun aku ingin melihatmu bekerja, kau bisa tidak mengerjakannya dengan baik" ujar William kekeh ingin ikut Alisha


__ADS_1


"Terserah anda sajalah tuan" ucap Alisha pasrah dan mengemasi piring kotornya serta milik William ke dapur


__ADS_2