
Alisha membuka jendela mobil saat mobil sudah memasuki area mall itu
"Tinggi sekali mall nya, sudah seperti gedung perkantoran saja" gumam Alisha
William tersenyum miring mendengar ucapan Alisha yang terdengar di kupingnya
Saat mereka sampai di depan mall semua pegawai dan juga manajer mall datang dan berbaris di depan
Manager membukakan pintu mobil untuk William dan membungkuk hormat
"Selamat datang tuan William!!" ucap mereka serempak sembari membungkuk hormat
William tak mengindahkan sapaan mereka dan membuka pintu mobilnya lebar-lebar
Sedangkan Alisha langsung membuka bagasi mobil dan mengeluarkan kursi rodanya
Dan pak sopir membantu William untuk duduk di kursi rodanya
"Kalian semua lanjutkan bekerja!" titah William dingin menatap para pegawai dan manager mall itu
Tanpa bicara lagi mereka semua meninggalkan Alisha, William dan juga sang sopir di halaman depan mall
Alisha dapat melihat bahwa orang-orang disekitarnya melihat mereka bertiga dengan tatapan yang berbeda-beda
'Sepertinya tuan William bukan orang sembarang, buktinya bahkan warga biasa saja mengenalnya' gumam Alisha saat melihat ada orang yang secara sembunyi-sembunyi memotret mereka
"Ayo tuan, kita masuk" ucap Alisha mendorong kursi rodanya William
"Kau ikut kami!" ucap William pada sang sopir pribadinya
Mereka bertiga pun masuk ke dalam mall itu dengan Alisha yang mendorong kursi rodanya William serta sang sopir berjalan beberapa meter dari mereka
Alisha terus melihat ke semua penjuru mall itu
"Wah, ini sudah seperti pasar saja tuan" gumam Alisha mengagumi isi mall itu
"Apa sebelumnya kau tidak pernah ke mall?" tanya William menoleh ke samping
"Tidak tuan, kan saya sudah bilang biasanya saya kalau belanja ke pasar" jawab Alisha
"Pantas saja harga di mall sangat jauh berbeda dengan di pasar, ternyata jauh lebih bersih dan nyaman" gumam Alisha mengutarakan pendapatnya
"Kau suka dengan mall ini?" tanya William mengukir senyuman tipis di bibirnya mendengar pujian Alisha
"Ya suka lah tuan, pasti orang yang punya mall ini sangat kaya sampai-sampai membuat mall sebesar ini" puji Alisha lagi
William terkekeh kecil mendengar pujian Alisha
"Hmm..... dimana ya orang yang menjual sayur-sayuran?" gumam Alisha melihat kanan-kiri
"Lantai atas" jawab William
"Oh lantai atas rupanya, pantas saja dari tadi kita berkeliling tidak jumpa" ujar Alisha terkekeh geli
__ADS_1
Kemudian ia mendorong kursi rodanya William ke arah eskalator mall
"Bagaimana kita ke lantai atas tuan?" tanya Alisha bingung ketika melihat tangga berjalan itu
"Ckk kau ini, sekarang aku benar-benar yakin ada orang hutan di kota New York ini, ayo putar balik!" ketus William
Alisha menggaruk kepalanya dan memutar balikkan kursi rodanya William
"Itu ada lift, kita naik itu" ucap William
"Tapi tuan, saya belum pernah naik lift" ucap Alisha dengan nada memelas
William menghela nafasnya dan memijat pelipisnya
Takut tuannya akan marah Alisha langsung mendorong kursi rodanya William masuk ke dalam lift
'Bagaimana ini? tombol mana yang harus ku tekan?' gumam Alisha melihat banyaknya tombol di samping pintu lift
"Ckk kau ini!" ucap William dan menekan salah satu tombol
Alisha terkejut ketika melihat pintu lift tertutup menyisakan mereka bertiga di dalam
Apalagi ia merasa kalau lift itu sedang berjalan ke atas
Tak lama kemudian pintu lift terbuka menampilkan lantai atas mall
Alisha kemudian mendorong kursi rodanya William keluar dari lift tersebut
"Nah itu dia tokonya" ucap Alisha ketika melihat ada sebuah toko menjual sayur-sayuran
"Selamat datang tuan William, ada yang bisa kami bantu?" ucap dua orang pelayan toko membungkuk hormat
Alisha lagi-lagi dibuat bingung dengan sikap sopan semua orang di mall itu
Kemudian ia melihat William memasang wajah dinginnya
"Bungkus semua yang ada di sini dan bawa ke kastil ku!" titah William
Alisha sontak terkejut dan menggeleng
"Eh tuan, kita ini mau belanja bukan mau borong" bisik Alisha
William melirik ke arah Alisha yang sedang berbisik padanya
"Tuan, dengarkan saya, kita jangan membeli semuanya, nanti bisa terbuang sia-sia, kita beli saja ya seperlunya" bisik Alisha lagi memohon
William terdiam sejenak dan menghela nafasnya
"Terserah mu"
Alisha tersenyum manis dan berdiri tegap
"Makasih ya atas penyambutannya" ucap ramah Alisha
__ADS_1
"Tuan, anda tunggu di sini ya saya akan memilih apa saya yang kita butuhkan" ucap Alisha
"Tidak, aku ikut!" tolak William
Alisha menghela nafasnya dan mendorong kursi rodanya William ke salah satu stan sayur-sayuran
"Tuan, anda nanti siang mau dimasak apa?" tanya Alisha tanpa menoleh ke arah William
Ia sibuk memilih sayuran di stan tersebut
"Terserah kau saja, yang penting tidak ada kacang ataupun keju dan juga tidak pedas" jawab William
"Bagaimana kalau mie ayam tuan?" tawar Alisha
William mengerutkan keningnya mendengar tawaran Alisha
"Mie ayam? apa itu?"
"Oh maaf tuan, saya lupa kalau anda tidak tahu, mie ayam itu makanan favorit saya sewaktu di panti, saya sering membuatnya, saya jamin anda pasti suka nantinya" jawab Alisha seraya memegang sawi di tangannya
William sontak tertawa kecil melihat tingkah laku Alisha
"Terserah kau saja, asalkan tidak pedas, aku bukan orang pemilih makanan" jawab William
"Ok tuan, kita akan membeli bahan-bahannya, hari ini kita makan mie ayam!" ucap Alisha mendorong kursi rodanya William ke stan daging
Di sana ia memilih milih daging ayam yang telah dibungkus rapi di dalam kemasan
"Tuan suka makan ayam kan?" tanya Alisha
"Suka kok" jawab William mengangguk kecil dan menopang dagunya di telapak tangannya yang ia taruh di sisi kursi rodanya
William terus memperhatikan wajah Alisha yang tampak serius memilih daging ayam dan juga sayuran lainnya untuk membuat mie ayam
Setelah selesai membeli semua bahan yang diinginkan sekarang mereka hendak ingin membayar
"Berapa total semuanya nona?" tanya Alisha seraya membuka dompetnya
"Totalnya $1299 nona, tapi nona tidak perlu membayar" ucap sang pelayan setelah membungkus semua belanjaan Alisha
Alisha mengerutkan keningnya
"Lho? kenapa?" tanya Alisha heran
"Saya sebagai pelayan tidak punya hak meminta bayaran atas belanjaan yang dibeli oleh sang pemilik mall nona" jawab pelayan sopan menunduk hormat
Alisha semakin tak mengerti dengan ucapan pelayan itu
Kemudian William merogoh saku celananya dan mengeluarkan gold card nya
"Ku bayar" ucap William dengan suara bariton khasnya dan tatapan dinginnya pada sang pelayan
Seketika sang pelayan langsung menerimanya dengan gemetar dan menggeseknya ke mesin ATM
__ADS_1
"Ada apa dengan pelayan ini? kenapa ia begitu takut pada tuan William?' gumam Alisha