Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 75


__ADS_3

"Benarkah?!"


Alisha mengangguk kemudian mengambil pergelangan tangan Daren


"Yuk! kita ke dapur!" Alisha menarik tangan Daren menuruni tangga tepatnya menuju ke dapur


Di sana, Daren duduk di kursinya sembari memperhatikan kerja Alisha


"Kau membuat apa?" tanya Daren menopang dagunya


"Jus Anggur"


"Anggur? berarti sama saja dong"


"Nggak dong, ini nggak sama, tunggu bentar lagi selesai nih"


Setelah menyiapkan jus anggur buatannya, Alisha langsung menyodorkannya pada Daren


"Nih diminum!"


Daren menerimanya dan langsung meminumnya sedikit


"Gimana? beda kan rasanya?"


Daren terdiam sejenak merasakan jus tersebut, ia pun kembali meminumnya


"Kenapa.... wangi dan rasanya benar-benar enak?" Daren melirik Alisha yang tengah berdiri di sampingnya


Alisha terkekeh kecil dan duduk di sampingnya menopang dagunya menoleh padanya


"Karena jus anggur ini terbuat dari buah anggur segar, sedangkan Anggur merah yang biasa kau minum itu hasil fermentasi, makanya baunya pekat dan pahit rasanya" jawab Alisha tersenyum tipis


Daren manggut-manggut mengerti kemudian meminumnya lagi sampai habis


Alisha sampai tertawa kecil melihatnya minum meninggalkan bekas jus di bibirnya


"Minumnya pelan-pelan aja, aku nggak akan rebut kok" Alisha mengambil tisu di meja dan mengelap kan nya pada bibir Daren


Deg....


Daren sampai tertegun melihatnya mengelap mulutnya, semua tubuhnya seketika mati rasa dan tak dapat digerakkan


'Isha.... ku mohon jangan memperlakukan aku sangat baik, cintaku padamu bisa semakin besar nantinya' batinnya


"Hey.. kenapa malah melamun?" ucapan Alisha membuatnya buyar seketika


"Ah nggak kok, makasih ya jus nya, nanti malam tolong buatkan lagi yah?!" Daren menetralisir detak jantungnya kemudian pergi begitu saja


Alisha sampai tertawa kecil melihat kegugupan nya itu


"Dasar aneh" gumamnya tersenyum miring


"Alisha....."


Refleks ia menoleh ke belakang ketika suara William memanggilnya dari belakang


"Eh? ada apa Will?" Alisha bangkit berdiri


William mendorong kursi rodanya mendekatinya


"Tadi aku lihat.... kau begitu marah saat Daren minum, apa itu benar?"


"Ya, benar, padahal dia sudah tahu kalau aku melarangnya minum dari Sam, tapi karena kecanduannya makanya dia minum"


"Kau juga minum?" tanya balik Alisha


"Ya, tapi jarang"


"Baguslah, jangan diminum lagi, bisa membuatmu mabuk nanti"


"Kalau kau mau aku bisa membantumu"


"Bantu apa?"


"Kalau kau ingin membuat Daren berhenti menjadi pencandu minuman maka kau harus jauhkan dia dari minumannya itu"


Alisha terdiam sejenak berpikir


"Benar juga yah, apa yang bisa kau bantu?"

__ADS_1


"Di seluruh sudut kamarnya dia menyembunyikan banyak botol minum untuk persediannya, kau ambil dan buang itu semua"


"Baiklah, terimakasih ya sudah mengatakannya, kau memang teman yang baik untuknya!" Alisha tersenyum manis kemudian pergi begitu saja


"Hmm"


****


Malam harinya, mereka bertiga makan malam di ruang makan dengan khidmat ditemani dengan hujan deras mengguyur diluar sana


"Akhir-akhir ini sering hujan yah" ucap Alisha memberikan komentarnya


"Ya, sedang musim panas sekarang tiap harinya, dan tiap malamnya bisa hujan seperti ini" jawab Daren seadanya


"Oh ya....kalian mau ikut puasa juga nggak? besok hari pertama puasa lho" tawar Alisha meminum airnya


Refleks William dan Daren langsung menoleh padanya


"Puasa? memangnya kami boleh ikut?" tanya Daren


"Ikut saja sebagai bentuk latihan kalian untuk bertahan hidup tidak makan selama seharian penuh" jawab Alisha tertawa kecil


Daren langsung berubah ekspresi wajahnya ketika Alisha tertawa


"Jangan menyindirku!" ketus Daren


"Hahaha cemberut lagi tu muka, ntar gantengnya diambil William lho, baru tahu rasa" goda Alisha


"Uhuk uhuk uhuk!!" tiba-tiba William tersedak ketika mendengar ucapan Alisha


Ia langsung meminum airnya dan melirik wajah Daren yang sudah masam itu


Senyuman miring terbit di bibirnya tak kala melihatnya seperti itu


"Ok! besok kalian ikut aku puasa! besok aku bangunkan sahur yah!" ucap Alisha tersenyum antusias


"Sahur?" William menautkan alis kanannya ke atas


"Sahur itu maksudnya makan sebelum datangnya imsak atau subuh sebagai persiapan puasa" jawab Alisha seadanya


"Imsak itu apa pula?" timpal Daren


"Oo begitu" jawab William menanggapi




Toktoktok!!!!



"Berisik banget sih!!" Daren menyerah dan bangkit berdiri dari ranjangnya



Sudah beberapa menit yang lalu ia membiarkan pintunya diketuk dari tadi



"Isha? ada apa?" Daren mengucek matanya ketika membuka pintu kamarnya melihat Alisha berdiri di ambang pintu



"Yuk sahur, ntar besok lemas lagi kalau nggak sahur"



"Apa?! sahur?! jam segini! astaga!" Daren langsung terbelalak kaget



Kemudian ia kembali masuk melihat jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 03.24



"Astaga Isha! ini masih sangat pagi! dini hari malahan, kenapa harus sekarang, besok saja! aku masih mau tidur" ucap Daren menghampiri Alisha lagi di ambang pintu


__ADS_1


"Yang namanya sahur itu memang makannya jam segini Daren, mana ada sahur makan jam 7 pagi" ucap Alisha menggigit bibir bawahnya menahan tawa



"Apa?!" Daren sungguh tak percaya kenapa orang Islam makan di jam seperti ini



"Kelamaan nunggu kamu melongo kayak gitu! ayo!" Alisha langsung menarik tangan Daren keluar kamarnya menuruni tangga



Ternyata di ruang makan sudah ada William yang duduk manis di atas kursi rodanya menunggu kedatangan mereka berdua



"Dasar tukang tidur! aku sudah menunggu lama di sini!" ucap William dengan nada ketusnya



"Mana ada orang bangun jam segini cuman buat makan, aku kan baru kali ini bangun jam segini" kilah Daren cepat



"Sudah-sudah! langsung aja kita makan! ntar keburu imsak lho" ucap Alisha menengahi



Mereka pun makan sahur dengan khidmat dan tenang



Hanya Daren yang terus-terusan menguap sambil makan



"Baru kali ini aku melihat ada orang makan sambil mengantuk" sindir Alisha tertawa kecil



"Isha... jangan mengejekku terus, jika aku membalas mengejek mu kau bisa mati kutu nantinya!" ketus Daren mengerucutkan bibirnya



"Hahahaha, iya iya, nggak lagi deh nanti" Alisha mengangguk pelan



William menyembunyikan tawa kecilnya dibalik tangannya agar tidak ketahuan



"Jangan menertawai ku!" tukas Daren



"Siapa yang menertawai mu? jangan GeEr ya" tukas William cepat



"Kalian tahu tidak? puasa itu sehat dan baik lho untuk kesehatan" ucap Alisha



Refleks Daren tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Alisha



"Hahahaha mana ada orang nggak makan seharian bisa sehat, yang ada meninggal karena nggak makan!" celutuk Daren tertawa terbahak-bahak



Hanya dia yang tertawa, sedangkan William dan Alisha melihatnya dengan tatapan sinis



"Daren, puasa itu bukan hanya tentang menahan lapar dan haus saja, tapi masih banyak elemen penting di dalamnya" ucap Alisha geleng-geleng kepala


__ADS_1


"Benarkah?" tanya Daren masih tertawa


__ADS_2