Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 73


__ADS_3

"Bagaimana nak, hati terasa damai kan mendengar suara bisingnya?" ucap kakek itu mengulas senyum


Daren meliriknya dengan tersenyum miring, jujur jika dia sangat merasa damai mendengar suara adzan berkumandang


"Nah udah waktu shalat Zhuhur, kami akan shalat dulu, jika kamu mau istirahat di belakang saja ya" ujar sang kakek bangkit berdiri


Daren mengangguk pelan kemudian berpindah duduk paling belakang menyandar ke dinding


Ia kembali merebahkan dirinya di sana dengan lipatan jaket mahalnya sebagai bantalan nya


Matanya yang tak kunjung tertutup melihat pergerakan deretan laki-laki yang sedang beribadah dengan sangat khusyuk nya


Matanya pun beralih melihat ke semua sisi masjid itu


Sederhana, ada kubah masjid yang menjulang tinggi, serta ada tempat mimbar masjid tepat di depan mereka


Suasana pun menjadi sangat tentram, tenang, damai


"Di sini sangat sejuk walaupun tidak ada AC" gumamnya pelan


***


Setelah menyelesaikan ibadah, semua orang yang berada di dalam masjid perlahan-lahan pergi meninggalkan masjid


Sedangkan Daren jadi tertidur di tempatnya sangking merasa nyamannya tidur beralaskan karpet shalat tersebut


"Lah.... tidur rupanya" gumam kakek itu menghampiri Daren lagi


Alisha yang sudah menyelesaikan shalatnya juga ikut menghampiri Daren


"Hmm.... maaf kek kalau teman saya tertidur di sini" ucap Alisha merasa tak enak hati ketika ada seorang kakek melihat Daren tertidur di sisi dinding


"Tidak apa-apa, jadi dia teman mu nak?"


"Ah iya kek, namanya Daren" Alisha tersenyum manis


"Ya sudah, kakek pergi dulu yah, oh ya jangan bangunkan dia dulu, tadi kakek lihat dia baru tertidur" ucap sang kakek tersenyum lebar


Alisha mengangguk mempersilahkan sang kakek melewatinya begitu saja


Pandangan Alisha langsung beralih ke bawah melihat wajah Daren yang tengah tertidur di sana


Ia pun ikut duduk di sampingnya dan menyandarkan tubuhnya ke dinding


"Ah.... sebaiknya aku juga tidur, capek juga rasanya" gumamnya ikut membaringkan diri




"Ckk! sudah jam segini mereka belum pulang juga! kemana sih mereka?!" gumam kesal William melihat jam tangannya



Hari sudah sangat siang apalagi ia merasa lapar saat ini



"Kelvin! masak kan aku sesuatu! aku mau makan!" titah William



"Bagaimana kalau memesan makanan di restoran tempat tuan biasa makan?" tawar Kelvin



"Aku tidak sedang jualan yang harus kau tawar tawar! sudah kerjakan apa yang ku minta, masak kan aku makanan!" tukas William mendengus sebal



Kelvin pun keluar dari ruang kerja William dengan perasaan bingung



'Aku tidak bisa memasak bagaimana nanti kalau tidak enak' gumamnya



Kelvin pergi ke dapur dan membuka kulkas



Ia tampak bingung harus melakukan apa ketika melihat isi penuh kulkas 5 pintu itu



"Huft! harus kuat menghadapi bos galak itu!" gumamnya kesal



Kelvin mencari resep makanan yang cepat saji di internet dan mulai memasaknya



Tak lama kemudian.....



Toktoktok

__ADS_1



"Tuan, makanannya sudah selesai" ucap Kelvin di ambang pintu



William meliriknya sekilas dan melepas kacamata bacanya



Ia pun mendorong kursi rodanya keluar menuju ruang makan



Matanya langsung tertuju oleh sepiring makanan yang tergeletak di sisi meja makan tempat biasanya ia duduk



"Apa ini?!" William mengerutkan keningnya melihat bentuk makanan yang dibuat Kelvin untuknya



"Ma...makanan tuan" Kelvin merasa detak jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya mendengar nada suara William sudah meninggi



"Yang bilang ini sampah siapa?! aku tanya ini makanan apa?!" seru William mendengus sebal



"Ppppasta tuan" sungguh jantung Kelvin rasanya ingin meloncat sangking gugupnya ia pada bosnya itu



William menyendok pasta itu ke mulutnya dan mengunyah merasakan rasanya



Tiba-tiba matanya membulat lebar dan memuntahkan isi mulutnya ke tisu



"Hmpphh! kau mau membunuh ku ya?! asin sekali! berapa kilo kau masukkan garam nya hah!" tukas William merasa kesal



"Maaf tuan, saya tidak bisa memasak" cicit pelan Kelvin



"Astaga! lalu kenapa kau tidak bilang dari tadi dan membiarkan aku makan makanan aneh ini!" William meninggikan suaranya sangking kesalnya




William menghela nafas dengan kasar dan menjauhkan piringnya dari dirinya



"Ku beri kau waktu 15 menit bawakan aku makanan dari restoran tempat biasa aku makan! jika lewat dari waktu yang aku berikan tunggu saja besok, kepala mu ku gantung ke menara kastil!" ancam William



"Siap tuan William!!!" Kelvin bergidik ngeri kemudian pergi meninggalkan kastil



William menghela nafasnya dan mengusap kasar wajahnya



'Ckk... baru ditinggal setengah hari saja aku sudah tidak karuan sepertinya ini!" batinnya



Sementara di sisi lain....



"Uggghhhh" lenguh Daren meregangkan otot-otot tubuhnya



Ia membuka kedua matanya dan bangun dari tidurnya



"Hoaammmm..... eh Isha?!" gumamnya tersadar Alisha tengah tertidur dengan posisi duduk menyender di dinding persis di sampingnya yang tertidur di karpet



Daren hendak membangunkan Alisha namun gerak tangannya terhenti melihat wajah Alisha yang tertidur



Ia tertegun melihat wajah polos tanpa make up Alisha


__ADS_1


"Bahkan saat tidur pun kau sangat cantik, Isha kecil ku" gumamnya menatap teduh wajah pujangga hatinya itu



Tiba-tiba ia tersadar dengan apa yang ia lakukan



"Ah tidak! tidak baik aku memandanginya saat tidur, aku takut kebablasan nantinya, apalagi ini di masjid" gumamnya menggelengkan kepalanya menetralisir dirinya



Ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 14.11



Kalau dipikir-pikir rupanya ia tertidur lama juga, apalagi Alisha juga menemaninya tidur di sampingnya



"Isha... bangun..." ucap Daren dengan nada lembut



Alisha perlahan membuka matanya dan mengucek nya



Ia kembali duduk dengan tegak dan menatap sekitarnya



"Eh... kita malah ketiduran di sini! ayo pulang sekarang!" ucap Alisha tersadar dan bangkit berdiri



Daren ikut berdiri dan mereka pun keluar dari masjid yang sudah sepi tersebut



Di perjalanan tak ada pembicaraan di antara mereka



Daren fokus melihat ke depan arah jalan sedangkan Alisha di sampingnya fokus melihat isi luar jendela mobil



Tiba-tiba terdengar suara dari perut Daren yang terdengar jelas oleh Alisha



Refleks Alisha menoleh padanya yang dibalas dengan Daren



'Oh \*\*\*\*!! mana harga dirimu Daren?!!' batin Daren meronta-ronta



"Kau lapar yah?" tanya Alisha menahan tawanya



"Hehehe iya nih, laper" Daren cengengesan



Refleks Alisha ikut tertawa terbahak-bahak tetapi menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya



"Hahahaha, aku sudah lama tidak mendengar suara perut seperti itu, hahahaha" Alisha terus tertawa di sampingnya



Daren memasang wajah cemberut menyembunyikan wajahnya yang merona akibat digoda Alisha



"Hahaha jangan cemberut gitu dong, ntar gantengnya ilang lho" goda Alisha lagi



Blushh....



Kedua pipi Daren semakin memerah mendengarnya apalagi kedua telinganya terasa meremang mendengar ucapan Alisha



"Hahaha, Daren kenapa muka mu merah gitu kayak semangka? hahahaha" Alisha tertawa semakin menjadi-jadi sambil terus menutup mulutnya



"Berisik!!" tukas Daren mendengus sebal


__ADS_1


Padahal di dalam hatinya ia merasa dirinya terbang ke awan mendengar ucapan Alisha yang terdengar memujinya


__ADS_2