
"Bagaimana nak, hati terasa damai kan mendengar suara bisingnya?" ucap kakek itu mengulas senyum
Daren meliriknya dengan tersenyum miring, jujur jika dia sangat merasa damai mendengar suara adzan berkumandang
"Nah udah waktu shalat Zhuhur, kami akan shalat dulu, jika kamu mau istirahat di belakang saja ya" ujar sang kakek bangkit berdiri
Daren mengangguk pelan kemudian berpindah duduk paling belakang menyandar ke dinding
Ia kembali merebahkan dirinya di sana dengan lipatan jaket mahalnya sebagai bantalan nya
Matanya yang tak kunjung tertutup melihat pergerakan deretan laki-laki yang sedang beribadah dengan sangat khusyuk nya
Matanya pun beralih melihat ke semua sisi masjid itu
Sederhana, ada kubah masjid yang menjulang tinggi, serta ada tempat mimbar masjid tepat di depan mereka
Suasana pun menjadi sangat tentram, tenang, damai
"Di sini sangat sejuk walaupun tidak ada AC" gumamnya pelan
***
Setelah menyelesaikan ibadah, semua orang yang berada di dalam masjid perlahan-lahan pergi meninggalkan masjid
Sedangkan Daren jadi tertidur di tempatnya sangking merasa nyamannya tidur beralaskan karpet shalat tersebut
"Lah.... tidur rupanya" gumam kakek itu menghampiri Daren lagi
Alisha yang sudah menyelesaikan shalatnya juga ikut menghampiri Daren
"Hmm.... maaf kek kalau teman saya tertidur di sini" ucap Alisha merasa tak enak hati ketika ada seorang kakek melihat Daren tertidur di sisi dinding
"Tidak apa-apa, jadi dia teman mu nak?"
"Ah iya kek, namanya Daren" Alisha tersenyum manis
"Ya sudah, kakek pergi dulu yah, oh ya jangan bangunkan dia dulu, tadi kakek lihat dia baru tertidur" ucap sang kakek tersenyum lebar
Alisha mengangguk mempersilahkan sang kakek melewatinya begitu saja
Pandangan Alisha langsung beralih ke bawah melihat wajah Daren yang tengah tertidur di sana
Ia pun ikut duduk di sampingnya dan menyandarkan tubuhnya ke dinding
"Ah.... sebaiknya aku juga tidur, capek juga rasanya" gumamnya ikut membaringkan diri
"Ckk! sudah jam segini mereka belum pulang juga! kemana sih mereka?!" gumam kesal William melihat jam tangannya
Hari sudah sangat siang apalagi ia merasa lapar saat ini
"Kelvin! masak kan aku sesuatu! aku mau makan!" titah William
"Bagaimana kalau memesan makanan di restoran tempat tuan biasa makan?" tawar Kelvin
"Aku tidak sedang jualan yang harus kau tawar tawar! sudah kerjakan apa yang ku minta, masak kan aku makanan!" tukas William mendengus sebal
Kelvin pun keluar dari ruang kerja William dengan perasaan bingung
'Aku tidak bisa memasak bagaimana nanti kalau tidak enak' gumamnya
Kelvin pergi ke dapur dan membuka kulkas
Ia tampak bingung harus melakukan apa ketika melihat isi penuh kulkas 5 pintu itu
"Huft! harus kuat menghadapi bos galak itu!" gumamnya kesal
Kelvin mencari resep makanan yang cepat saji di internet dan mulai memasaknya
Tak lama kemudian.....
Toktoktok
__ADS_1
"Tuan, makanannya sudah selesai" ucap Kelvin di ambang pintu
William meliriknya sekilas dan melepas kacamata bacanya
Ia pun mendorong kursi rodanya keluar menuju ruang makan
Matanya langsung tertuju oleh sepiring makanan yang tergeletak di sisi meja makan tempat biasanya ia duduk
"Apa ini?!" William mengerutkan keningnya melihat bentuk makanan yang dibuat Kelvin untuknya
"Ma...makanan tuan" Kelvin merasa detak jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya mendengar nada suara William sudah meninggi
"Yang bilang ini sampah siapa?! aku tanya ini makanan apa?!" seru William mendengus sebal
"Ppppasta tuan" sungguh jantung Kelvin rasanya ingin meloncat sangking gugupnya ia pada bosnya itu
William menyendok pasta itu ke mulutnya dan mengunyah merasakan rasanya
Tiba-tiba matanya membulat lebar dan memuntahkan isi mulutnya ke tisu
"Hmpphh! kau mau membunuh ku ya?! asin sekali! berapa kilo kau masukkan garam nya hah!" tukas William merasa kesal
"Maaf tuan, saya tidak bisa memasak" cicit pelan Kelvin
"Astaga! lalu kenapa kau tidak bilang dari tadi dan membiarkan aku makan makanan aneh ini!" William meninggikan suaranya sangking kesalnya
William menghela nafas dengan kasar dan menjauhkan piringnya dari dirinya
"Ku beri kau waktu 15 menit bawakan aku makanan dari restoran tempat biasa aku makan! jika lewat dari waktu yang aku berikan tunggu saja besok, kepala mu ku gantung ke menara kastil!" ancam William
"Siap tuan William!!!" Kelvin bergidik ngeri kemudian pergi meninggalkan kastil
William menghela nafasnya dan mengusap kasar wajahnya
'Ckk... baru ditinggal setengah hari saja aku sudah tidak karuan sepertinya ini!" batinnya
Sementara di sisi lain....
"Uggghhhh" lenguh Daren meregangkan otot-otot tubuhnya
Ia membuka kedua matanya dan bangun dari tidurnya
"Hoaammmm..... eh Isha?!" gumamnya tersadar Alisha tengah tertidur dengan posisi duduk menyender di dinding persis di sampingnya yang tertidur di karpet
Daren hendak membangunkan Alisha namun gerak tangannya terhenti melihat wajah Alisha yang tertidur
Ia tertegun melihat wajah polos tanpa make up Alisha
__ADS_1
"Bahkan saat tidur pun kau sangat cantik, Isha kecil ku" gumamnya menatap teduh wajah pujangga hatinya itu
Tiba-tiba ia tersadar dengan apa yang ia lakukan
"Ah tidak! tidak baik aku memandanginya saat tidur, aku takut kebablasan nantinya, apalagi ini di masjid" gumamnya menggelengkan kepalanya menetralisir dirinya
Ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 14.11
Kalau dipikir-pikir rupanya ia tertidur lama juga, apalagi Alisha juga menemaninya tidur di sampingnya
"Isha... bangun..." ucap Daren dengan nada lembut
Alisha perlahan membuka matanya dan mengucek nya
Ia kembali duduk dengan tegak dan menatap sekitarnya
"Eh... kita malah ketiduran di sini! ayo pulang sekarang!" ucap Alisha tersadar dan bangkit berdiri
Daren ikut berdiri dan mereka pun keluar dari masjid yang sudah sepi tersebut
Di perjalanan tak ada pembicaraan di antara mereka
Daren fokus melihat ke depan arah jalan sedangkan Alisha di sampingnya fokus melihat isi luar jendela mobil
Tiba-tiba terdengar suara dari perut Daren yang terdengar jelas oleh Alisha
Refleks Alisha menoleh padanya yang dibalas dengan Daren
'Oh \*\*\*\*!! mana harga dirimu Daren?!!' batin Daren meronta-ronta
"Kau lapar yah?" tanya Alisha menahan tawanya
"Hehehe iya nih, laper" Daren cengengesan
Refleks Alisha ikut tertawa terbahak-bahak tetapi menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya
"Hahahaha, aku sudah lama tidak mendengar suara perut seperti itu, hahahaha" Alisha terus tertawa di sampingnya
Daren memasang wajah cemberut menyembunyikan wajahnya yang merona akibat digoda Alisha
"Hahaha jangan cemberut gitu dong, ntar gantengnya ilang lho" goda Alisha lagi
Blushh....
Kedua pipi Daren semakin memerah mendengarnya apalagi kedua telinganya terasa meremang mendengar ucapan Alisha
"Hahaha, Daren kenapa muka mu merah gitu kayak semangka? hahahaha" Alisha tertawa semakin menjadi-jadi sambil terus menutup mulutnya
"Berisik!!" tukas Daren mendengus sebal
__ADS_1
Padahal di dalam hatinya ia merasa dirinya terbang ke awan mendengar ucapan Alisha yang terdengar memujinya