
Alisha tersenyum tipis dan menggeleng
"Karena kalian berdua adalah tanggung jawab saya"
"Kenapa bisa begitu?" tanya Daren tak mengerti dengan jawaban Alisha
"Sebelum pak Dave mengundurkan dirinya, ia berpesan pada saya agar menjaga kalian berdua serta kastil ini sampai titik terendah dalam penyerahan saya"
"Maksudnya?" tanya Daren semakin tak mengerti
"Artinya, selama saya di sini saya akan selalu menjaga tuan Daren dan tuan William serta kastil ini sampai kalian mengusir saya dari kastil ini, barulah pada saat itu saya akan pergi" jawab Alisha menjelaskan
Daren terdiam sejenak
"Jadi, pada akhirnya kau akan meninggalkan kami?"
Alisha menggeleng pelan
"Saya hanya akan pergi jika tuan Daren atau tuan William mengusir saya, baru saya bisa pergi" jawab Alisha
"Aku berjanji tidak akan mengusir mu dari kastil ini Alisha, kau sangat baik sampai mau mendengarkan cerita masa lalu ku yang tidak penting tadi" ucap Daren
"Tuan, masa lalu itu bukan untuk di lupakan atau di kenang, tapi sebagai fondasi hidup kita untuk lebih baik lagi dikemudian hari, jadi anda tidak perlu merasa masa lalu anda tidak penting, menurut saya wajar kok kalau tuan menyukai teman masa kecil tuan apalagi ingin menikahinya, bukankah tuan mengatakannya dulu padanya karena masih sangat kecil? tuan sendiri kan tidak mengerti apa yang tuan katakan waktu itu" jelas Alisha panjang lebar menghibur Daren
Daren mengangguk merespon perkataan Alisha yang menghiburnya
Refleks ia ingin menyentuh tangan Alisha namun segera Alisha menarik tangannya
"Maaf" lirihnya
"Tidak apa-apa tuan, kan belum tersentuh, saya paham kok tuan sedang rapuh saat ini"
Daren memberikan liontin miliknya pada Alisha
"Kenapa tuan memberikan saya ini?" tanya Alisha, ia masih melihat kalung liontin itu bergantung di tangan Daren yang ada di depannya
"Maukah kau menjadi teman ku? teman tempat aku mencurahkan isi hati ku pada mu?" tawar Daren dengan wajah tulus
Alisha terpaku dan terharu melihat pertamakali ada orang setulus itu padanya
Lama Alisha diam menatapnya
"Maksud tuan menjadi sahabat?"
Daren mengangguk
"Jika kau terima liontin ini maka kita akan menjadi sahabat, ku harap kau mau menerimanya" lirih Daren
Alisha pun mengambil kalung liontin itu di tangan Daren dan mengangguk samar
"Tuan, saya terima permintaan pertemanan Anda" jawab Alisha
Seketika wajah Daren berubah berseri-seri dan ia memasang kembali kacamatanya
"Jadi kita bersahabat?"
Alisha mengangguk
"Terimakasih"
"Sama-sama tuan, ayo kita masuk ke dalam hari sudah Magrib" ujar Alisha bangkit dari duduknya
"Sekarang kita sudah bersahabat kau bisa panggil aku dengan namaku" ucap Daren ikut bangkit berdiri
"Tapi terdengar tidak sopan tuan kalau saya memanggil tuan seperti itu bukan kah saya bekerja dengan tuan?" ujar Alisha merasa tak enak hati
"Baiklah kalau begitu, aku sebagai atasan mu memerintahkan pada mu untuk memanggil ku dengan namaku" ujar Daren
"Baik tuan, eh maksudnya Daren, baik Daren" ucap Alisha sedikit mengangguk
"Dan aku perintahkan juga pada mu untuk tidak terlalu hormat padaku, aku sebagai atasan mu jadi tidak nyaman" ucap Daren tersenyum miring
__ADS_1
Alisha menghela nafasnya dan mengangguk pelan
"Baik Daren, aku permisi masuk duluan, assalamualaikum" ucap Alisha kemudian masuk ke dalam kastil
Daren yang melihat Alisha mulai menjauh darinya menyunggingkan senyuman lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya
"Gadis yang unik" gumamnya
Keesokan harinya
Alisha yang sudah selesai menyiapkan sarapan hendak memanggil tuan pertamanya, William di kamarnya
Namun baru beberapa langkah hendak ke tangga William sudah menampakkan diri dengan gaya formalnya seperti biasa
"Tuan, anda sudah bangun?" sapa ramah Alisha menghampirinya
William yang sedang bertelepon dengan seseorang tak menggubris Alisha dan langsung melenggang masuk ke ruang makan
Alisha hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap William padanya, kemudian ia menyendokkan nasi serta lauk pauk ke dalam piring William
William yang tengah bertelepon membiarkan makanannya di sajikan oleh Alisha
Setelah menutup telfonnya, William menyantap makanannya dan melirik sekali ke arah Alisha yang selalu saja berdiri tak jauh darinya setiap kali ia makan
"Aku akan pergi ke Beijing untuk urusan bisnis di sana, kau jaga kastil dengan baik!" ucap William dingin kemudian melenggang pergi setelah menghabiskan makanannya
Alisha terus saja mengekori William sampai depan halaman kastil
"Sampai jumpa tuan William, assalamualaikum, semoga perjalanan anda nyaman" ucap Alisha hormat dan membungkuk saat William memasuki mobilnya yang dikendarai sopir pribadinya
William tak menggubris perkataan Alisha dan langsung masuk ke pintu belakang mobilnya
"Jalan!" titah William pada sang sopir di dalam mobil
Mobil pun pergi meninggalkan kastil serta areanya yang luas tersebut
Alisha hanya bisa menatap kepergian tuan pertamanya itu
__ADS_1
"Kenapa aku seperti seorang istri yang mengantar suaminya pergi bekerja?" gumamnya heran
Alisha pun kembali masuk ke dalam kastil tepatnya ke ruang makan
Ia hendak menyimpan kembali sarapan itu
"Oh ya, Daren kan sedang lari pagi, pasti dia lapar saat pulang, sebaiknya aku biarkan saja makanan ini di sini"
Baru saja berucap demikian, Daren pulang dengan memakai pakaian olahraganya
Celana pendek sport, baju kaos Jersey, serta sepatu olahraga dengan merek terkenal
"Alisha!" panggilnya seraya berjalan ke arah ruang makan
Ia seakan hapal dengan keberadaan Alisha di pagi hari seperti ini biasanya dia ada di dapur atau di ruang makan
"Ya Daren?" tanya Alisha di dapur tengah mencuci piring bekasnya makan
"Tolong ambilkan aku soda dingin di kulkas!" pinta Daren seraya duduk di kursi makan dan menyeka keringatnya
Alisha mencuci kedua tangannya dan membuka kulkas dan mengambil sebotol air dingin
Setelah menuangkannya ke dalam gelas, Alisha menghampiri Daren dan memberikannya
"Kenapa kau berikan aku air dingin? aku kan mintanya soda dingin" ucap Daren melihat gelas di depannya
"Minum soda setelah olahraga itu tidak baik bagi kesehatan Daren, sebaiknya kau minum air dingin saja selain menyegarkan tenggorokan juga cukup baik untuk kesehatan mu" jawab Alisha lembut
Seakan terhipnotis dengan perkataan Alisha yang terdengar indah di telinganya, tanpa banyak bicara lagi Daren langsung meminumnya habis
"Terimakasih, maaf aku tidak tahu sebelumnya kalau setelah lari pagi tidak boleh minum soda, biasanya setiap pagi aku selalu minum soda jika olahraga pagi" jawab Daren
"Tidak apa-apa, lain kali jangan diulangi lagi, oh ya apa kau sudah makan?"
"Belum, aku akan makan sekarang, apa kau sudah makan? jika belum makanlah bersama ku" ajak Daren
__ADS_1
"Tidak, aku sudah makan tadi, kau makan saja sarapan mu Daren, aku akan kembali ke dapur" ucap Alisha tersenyum ramah kemudian pergi ke dapur melanjutkan mencuci piringnya