Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 71


__ADS_3

William menggelengkan kepalanya tersadar dari lamunannya


"Kenapa malah melamun?" tanya Alisha menoleh padanya


William tak langsung menjawab, kerongkongannya terasa kering dan ingin dibasahi


Pandangannya menyebar ke sekitarnya mencari gelas airnya


"Nih, minum" seakan tahu apa yang diinginkan William, Alisha memberikannya segelas air di atas meja


William langsung meneguknya sampai tandas tak tersisa


"Aku dan dia...."


"Aku sudah tahu ceritanya dari Daren Will, yang sekarang aku tanyakan kenapa kau diam sepanjang perjalanan tadi hmm?" ucap Alisha menyela perkataan William


'Aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya padanya' batin William melihat kedua mata Alisha


"Aku.... hanya letih saja" ucap William mengalihkan pandangannya ke depan menghindari tatapan Alisha padanya


'Sepertinya dia belum ingin cerita' batin Alisha


"Ya sudahlah kalau kau tidak mau cerita, tidak apa-apa, tidurlah, ini sudah malam" Alisha bangkit berdiri kemudian pergi keluar kamar William begitu saja


Mata William mengikuti arahnya pergi hingga menghilang dari balik pintu kamarnya


'Maaf.... aku benar-benar tidak tahu caranya harus bersikap Alisha.... setelah aku mengetahui kebenaran mu dan juga Daren apa yang harus ku lakukan saat ini untuk menyikapi nya' batin William menatap sendu melihat kepergian Alisha


Keesokan harinya.....


Kali ini makan pagi hanya ada Daren dan juga Alisha di meja makan, sedangkan William lebih memilih makan di ruang kerjanya bersama dengan Kelvin dengan alasan banyak pekerjaan yang tak bisa ditinggal


"Tadi malam aku sudah bicara dengan William, dia sama sekali tidak berharap untuk kembali bersama dengan Monica" ucap Alisha mengakhiri makannya


"Benarkah? lalu kenapa dia bersikap seperti itu tadi malam?" Daren menautkan alis kanannya ke atas


"Aku tidak tahu, aku sudah membujuknya untuk mengatakannya tapi dia enggan mengatakannya" Alisha menggeleng pelan dan meminum habis sisa air di gelasnya


Daren hanya manggut-manggut merespon perkataannya


"Dua hari lagi bulan Ramadhan akan datang" ucap Alisha mengalihkan topik pembicaraan


"Ya, aku tahu, sebulan penuh kan?"


"Hmm, besok aku mau pergi ke panti asuhan menyumbang makanan pada anak-anak di sana" ucap Alisha

__ADS_1


"Benarkah? besok?"


"Ya"


"Mau aku.... temani kah?" tawar Daren memberanikan diri


Alisha mengerutkan keningnya melihat raut wajah Daren kali ini


"Boleh" jawab singkat Alisha


Daren menyunggingkan senyuman lebar khasnya dan kembali melanjutkan makannya


'Sedikit demi sedikit aku akan menjadi lebih dekat dengan Alisha... ku harap dialah jodohku akhirnya' batin Daren tersenyum samar mengaduk makanannya


Sementara itu William yang tengah duduk di kursi rodanya di balik pintu bersama dengan Kelvin dapat mendengar dengan jelas percakapan mereka


Niat hati ingin makan bersama dengan kedua teman baiknya itu tetapi niatnya William kurung kan


"Kembali ke ruang kerja!" titah dingin William pada Kelvin


Tanpa bicara, Kelvin langsung mendorong kembali kursi rodanya William pergi ke ruang baca


'Sepertinya ada yang salah di sini' batin Kelvin


Ketika mereka sudah sampai di ruang kerja, William langsung terpaku di depan meja kerjanya mengerjakan semua pekerjaan kantornya di atas sana


"Tuan.... boleh saya tanya sesuatu?" Kelvin menelan ludah nya setelah mengumpulkan semua keberaniannya bertanya pada sang bos


William meliriknya sekilas "Hmm?"


"Beberapa waktu lalu.... anda ingin melamar nona Alisha bukan, lalu..."


"Akhir-akhir ini kau sering bicara yah" sela William langsung ketika mendengar nama Alisha


"Bbbukan begitu tuan... saya hanya ingin tahu kenapa anda seperti menjauhi mereka berdua khususnya nona Alisha" Kelvin sudah tergidik ngeri melihat tatapan mata datar William padanya


William terdiam sejenak dan menyandarkan punggungnya ke sisi belakang kursi rodanya


'Jika Alisha bukan orang yang amat dicintai Daren mungkin aku akan berjuang' batin William


"Maaf tuan membuat anda bersedih" Kelvin menundukkan kepalanya merasa bersalah ketika kebungkaman William terhadap dirinya


Terlihat jelas raut wajah sedih terpampang jelas pada William


'Kenapa tuan William tidak mengatakan kalau dirinya menyukai nona Alisha? bukan kan dulu aku sudah bilang padanya nona akan menerimanya, tapi kenapa sampai sekarang aku tidak menerima perintah untuk persiapan pernikahan mereka?' batin Kelvin merasa heran

__ADS_1


"Gara-gara saran bodoh mu itu aku jadi malu pada mereka, Alisha menolak ku" ucap William melirik ke arah sekretarisnya itu


Kelvin langsung terkejut mendengar ucapan William


'Pantas saja tuan William seperti ini, di tolak rupanya, tapi kenapa nona menolaknya?' batin Kelvin


"Maaf tuan, saya tidak bermaksud begitu, saya hanya ingin yang terbaik untuk anda, saya pikir nona Alisha sangatlah baik dan cocok dengan anda, makanya saya mengusulkan pada anda untuk melamarnya" Kelvin menundukkan kepalanya merasa bersalah


William menghela nafasnya dan kembali bekerja, ia tak menggubris permintaan maaf Kelvin padanya


'Saat dia menolak ku sungguh aku sama sekali tak merasa sakit hati Kelvin, tapi yang membuatku sakit seperti ini karena Daren juga menyukainya, bahkan dia juga mencintai Alisha... aku harus bagaimana' batin William merasakan gemuruh di dadanya


'Aku bahkan tidak tahu jenis rasa apa yang ku rasakan pada Alisha' batinnya lagi


***


Waktu berputar lebih cepat, kini Alisha dan Daren tengah bersiap-siap pergi ke panti asuhan dengan membawa banyak kotak makanan di plastik besar


"Sudah selesai semua?" Daren menghampiri Alisha yang membawa dua plastik besar berisi kotak makanan


"Sudah" jawab singkat Alisha sambil terus Menteng kedua bungkusan berat itu


"Biar aku saja yang bawa" Daren mengambil kedua bungkusan itu dari tangan Alisha


"Sisanya di dapur bodyguard ku yang akan membawanya, ayo!" ucapnya lagi


Alisha mengangguk kemudian mereka pun pergi ke halaman kastil tepatnya di mobil minibus milik Daren


Setelah meletakkan semua bungkusan makanannya di dalam bagasi, mereka berdua langsung meluncur ke tempat tujuan mereka, panti asuhan


Sepasang mata William menatap kepergian mobil yang ditumpangi mereka berdua menjauh dari area kastil dari balkon kamarnya


Ia menghela nafasnya dan menatap sendu melihat halaman kastil nya kini sudah kosong


Tiba-tiba sunyi nya kastil dan suara burung-burung berkicau menemani kesendiriannya kali ini


"Hahaha.... jelek sekali nasib ku, jika aku tahu membangun kastil di tengah hutan begini membuatku merasa sepi apa gunanya.. hahaha" William tertawa sumbang menertawai nasib nya


Tawa sumbang nya lama-lama menjadi isakan tangis yang entah kapan dimulai pun ia sendiri tak tahu


"Hiks..... jika aku tahu menyukai seseorang bisa berdampak seperti ini lebih baik aku tidak punya hati daripada harus sakit hati...." William menelungkup kan kepalanya menyandar ke besi pembatas balkon


"Jadi ini yang dirasakan Daren selama bertahun-tahun hidup tanpa Alisha, sakit rasanya cinta bertepuk sebelah tangan...."


William menangis sejadi-jadinya menangisi nasib dan dirinya sendiri

__ADS_1


"Kenapa aku harus menaruh hati pada mu Isha... kenapa tidak pada orang lain.... kenapa?!!!" teriaknya mengekspresikan perasaan sedih dan kecewanya


__ADS_2