
Klek.....
Daren dan Alisha perlahan masuk ke dalam ruang pasien Will
"Sepertinya dia sedang istirahat, sebaiknya saya pergi saja" ucap pelan Alisha melihat Will sedang tertidur di atas ranjang pasien
"Memangnya kamu mau pergi kemana? untuk malam ini kau tidur dulu di sofa, besok pagi Will akan bangun, kau juga belum menemukan tempat tinggal kan?" ujar Daren
"Baiklah kalau begitu"
"Ok, kau istirahat lah dahulu, aku akan keluar membawakan makanan!" ujarnya lalu keluar dari ruangan tersebut
Kini tinggallah Alisha dan William yang tengah tertidur di ruangan itu
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumamnya pelan melihat betapa nyenyak nya William tertidur
"Oh ya, aku kan belum salat isya, sebaiknya aku salat dulu" ujarnya lagi seraya menaruh tasnya di sofa kemudian pergi ke kamar mandi
Sementara Will yang merasa terganggu akibat suara gemericik air dari kamar mandi membuatnya terbangun dari tidurnya
"Siapa itu? apa Daren? kenapa baru sekarang dia datang?" gumamnya sembari mengucek matanya
Will yang hendak bangun tiba-tiba matanya menangkap sosok perempuan yang keluar membelakanginya
Refleks Will kembali berbaring dan berpura-pura tidur kembali, Suatu hal konyol yang baru ia lakukan seumur hidupnya
'Tunggu, kenapa ada wanita di kamarku?' gumamnya bingung
Dengan perlahan ia membuka matanya dan keningnya mengkerut ketika melihat wanita itu membelakanginya sedang memakai mukena dan memasang sajadah di lantai
'Dia Islam? kenapa bisa ada disini?'
Will yang tidak bisa tertidur itupun memperhatikan semua gerakan salat wanita itu dari awal hingga akhir hingga ia bisa melihat dengan jelas bagaimana khusyuk nya wanita itu beribadah
Will mencoba menajamkan pendengarannya ketika mendengar wanita itu berdoa dengan bahasa Arab yang tak ia mengerti
Setelah selesai salat, Alisha merapikan alat salatnya yang selalu ia bawa kemanapun dan memasukkannya ke dalam tasnya
Saat ia hendak berbalik, Alisha menautkan alisnya ketika melihat sosok di atas ranjang pasien menatapnya dengan tatapan aneh
"Apa kau salah masuk ruangan?" tanya Will
__ADS_1
"Tidak tuan, anda benar tuan William Killstove bukan?" ujar Alisha
"Ya, kenapa kau ada disini? aku merasa tidak mengenal mu" ujar Will dan duduk di ranjangnya
"Saya adalah orang yang telah menolong anda hari ini tuan" ucap ramah Alisha
"Jadi Daren telah menemukan mu wanita karung"
"Bukan karung tuan, saya tidak memakai karung" ucap Alisha membenarkan perkataan Will
"Ya sama sajalah itu" ujar Will malas dan memalingkan wajahnya
"Berapa banyak yang kau inginkan?" tanya Will seketika menoleh padanya
"Apanya yang berapa tuan?" tanya balik Alisha merasa bingung
Will terkekeh kecil dan tersenyum sinis
"Kau tidak mungkin menolongku tanpa menginginkan imbalan bukan? sekarang aku tanya, berapa yang kau inginkan sebagai imbalan telah menolongku" ujar Will dengan nada angkuh nan dinginnya
Alisha diam mendengar perkataan Will yang terdengar menghinanya
Kemudian ia menuangkan air ke gelas dan meneguknya
Daren yang baru masuk matanya langsung menangkap Alisha yang hendak pergi
"Kamu mau kemana?" tanya Daren
"Saya sudah bertemu dengan tuan Will jadi saya tidak punya alasan lagi untuk berada disini" jawab Alisha datar
"Tapi kamu belum makan kan? setidaknya makan dulu, Will juga sudah bangun" ujar Daren sambil meletakkan bungkusan makanan ke atas meja
"Tidak usah tuan, saya tidak lapar, saya permisi dulu, Assalamualaikum" ucap Alisha dan langsung melenggang keluar dari sana
"Kau apakan dia sampai dia pergi seperti itu?" tanya Daren pada Will setelah Alisha keluar
"Tidak ada, aku hanya bertanya padanya berapa banyak yang ia inginkan tapi dia bilang terimakasih karena telah menghinanya setelah itu dia pergi" jawab Will santai tanpa merasa bersalah
"Kau ini bagaimana! kau menyuruhku mencarinya sampai selarut ini hanya untuk menghinanya?!" hardik Daren yang merasa kesal
Will mengkerutkan keningnya melihat kekesalan yang tampak jelas tertaut di wajah Daren, jarang sekali ia sampai semarah ini pada Will
__ADS_1
"Aku tidak menghinanya, dianya saja yang mudah tersinggung, makanya dia pergi" ujar Will membela diri
"Itu sama saja dengan kau mengusirnya Will! kau menghinanya dengan bertanya seperti itu siapa yang tidak tersinggung?"
"Kau ini kenapa? tidak biasanya kau marah-marah seperti ini, apalagi hanya soal perempuan" ujar Will tanpa merasa bersalah
"Bukan seperti itu Will, apa kau tidak berpikir? kalaupun dia menginginkan imbalan atas bantuannya, kenapa dia malah meninggalkan mu di tepi jalan setelah menyelamatkan mu dari preman preman itu" kesal Daren sedikit menurunkan suaranya yang membuat Will terdiam mendengar perkataan Daren
"Apa kau tahu, aku sudah seperti orang tidak waras mencari perempuan itu sampai selarut ini bahkan semua anak buah kita pun aku kerahkan, sampai pada akhirnya aku menemukannya di tepi jalan"
"Tepi jalan?" ujar Will terheran
"Ya, aku menemukan di tepi jalan yang sepi malam malam begini, dan anehnya dia tidak takut duduk sendirian disana" jawab Daren
"Aku pun bertanya padanya kenapa dia disana, dia bilang dia belum punya tempat tinggal, dan untungnya dialah orang yang kita cari, oleh karena itu aku membawanya kesini atas keinginan mu, tapi kau malah menghinanya!" ketus Daren dan duduk di sofa
Will kembali terdiam mendengar semua jawaban Daren
'Apa aku tadi sudah keterlaluan padanya? padahal dia punya niat baik menolongku' gumam Will
"Sekarang dia mau kemana malam malam begini" ujar Daren yang dirasa Will mengkhawatirkan gadis tersebut
"Kenapa aku merasa kau begitu mengkhawatirkannya?" tanya Will dengan tatapan intimidasi
"Aku bukan mengkhawatirkannya! aku hanya merasa kasihan padanya! apa kau pikir semua wanita itu sama yang otaknya hanya ada uang! tidak semuanya Will, berpikirlah positif, tidak semua wanita gila harta, tidak seperti Monica mu itu!!"
"Jangan bawa-bawa nama wanita jal*ng itu! aku benci mendengarnya!" geram Will mendengar perkataan Daren
Daren melipat kedua tangannya ke dada dan memutar bola matanya dengan malas
Will pun menghembuskan nafas kasarnya melihat sikap Daren
"Bawa dia kembali" ucapnya yang sontak membuat Daren terkejut
"Apa kau bilang? enak sekali kau bilang seperti itu? kau mau menghinanya lagi?"
"Sudahlah jangan banyak tanya! cepat bawa dia kembali!" ujar Will merasa kesal
Daren pun kembali keluar dengan perasaan marah bercampur kesal pada Will, jika bukan sahabatnya pasti ia sudah dilempar Daren ke tengah laut karena seenaknya menyuruh orang
Daren yang baru saja keluar gedung rumah sakit matanya langsung menangkap sosok Alisha yang tengah membantu petugas ambulance menggotong pasien yang baru keluar ambulance ke dalam rumah sakit
__ADS_1
'Apa dia memang sebaik itu?' gumamnya merasa heran namun juga ada perasaan kagum melihat kebaikan Alisha