Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 22


__ADS_3

"Menolong mu? bukankah kau yang menolong ku waktu itu?" ucap William sedikit mengarahkan kepalanya ke arah Alisha yang berada di bawah


"Ya, memang saya yang pertamakali menolong tuan, tapi tuan juga telah menolong saya kan, dengan memberikan saya pekerjaan di kastil ini, saya merasa sangat berhutang pada anda, anda datang membawa harapan yang telah saya ragukan keberadaannya" jawab Alisha tersenyum manis


Senyuman tipis terukir di bibir William ketika mendengar jawaban Alisha tadi


"Nah begitu dong tuan, senyum kek sekali-kali, kan lebih tampan" puji Alisha


Deg deg deg


William sontak membulatkan matanya mendengar perkataan Alisha tadi yang memujinya


'Kkkenapa jantung ku berdetak kencang?? apa aku punya penyakit jantung? kurasa aku harus mengecek ke dokter' gumamnya memegang dadanya


"Tuan kenapa? apa dada anda sakit?" tanya Alisha panik dan bangkit berdiri


"Tttidak, aku tidak apa-apa, kau pergilah, terimakasih karena sudah memijat ku tadi" ucap William memalingkan wajahnya


"Tuan, kenapa wajah anda memerah? apa anda..."


"KELUAR KATAKU!! KAU TIDAK DENGAR YA?!!" teriak William membuat Alisha terkejut


Tanpa bicara lagi Alisha segera keluar dari kamar William


'Ada apa dengan tuan William? baru tadi dia tersenyum, tapi kenapa dia kembali ke mode sangar nya lagi? aneh' gumam Alisha bingung


Sepeninggalan Alisha, William mengatur nafasnya yang tersengal-sengal seperti habis berlari


"A...ada apa dengan ku, kenapa jantungku berdetak lebih kencang?" gumamnya dan meraih segelas air dan meneguknya sampai tandas



Pagi harinya.....



Alisha yang sudah menyiapkan sarapan pagi melihat Kelvin masuk tanpa mengucapkan salam



"Tuan Kelvin!"



Seketika Kelvin berhenti dan menoleh ke sumber suara



"Anda datang sepagi ini apa tuan William yang memanggil?" tanya Alisha menghampirinya



"Ya nona, saya disuruh tuan William untuk membantunya mandi pagi ini" jawab Kelvin menunduk hormat



"Tidak perlu hormat begitu, aku bukan majikan mu, aku hanya pengurus kastil ini" jawab Alisha sedikit terkekeh



"Oh benarkah nona? saya pikir anda adalah kekasih tuan William" ucap Kelvin kembali tegak berdiri



"Bukan, dia majikan ku" jawab Alisha membenarkan perkataan Kelvin



"Baiklah kalau begitu nona, saya permisi dulu" ucap Kelvin dan menaiki tangga menuju kamarnya William

__ADS_1



Alisha pun kembali melanjutkan pekerjaannya di dapur



Setelah ia menyelesaikan tugasnya, Alisha pergi ke kamarnya William dan mendapati kamarnya itu kosong dan terdengar suara gemericik air dari kamar mandi



"Pasti tuan sedang mandi dibantu tuan Kelvin, sebaiknya aku memilihkannya baju" gumam Alisha membuka lemari pakaian William dan memilihkan baju santai untuk William



Sedangkan William yang baru keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono, kursi rodanya didorong oleh Kelvin



"Kau sudah menyiapkan ku baju rupanya" ucap William ketika melihat bajunya berada di atas ranjangnya



"Tidak tuan, saya belum menyiapkan baju tuan, mungkin Alisha yang menyiapkannya" duga Kelvin, karena hanya Alisha lah yang menempati kastil sebesar ini selain William dan Daren yang sedang pergi keluar kota



"Panggil dia nona!!" tegas William menatap tajam sekretaris nya itu



"Baik tuan!" seketika Kelvin menunduk hormat pada William



"Keluar!"




'Kenapa dia menyiapkan ku pakaian, sudah seperti seorang istri saja' gumamnya tersenyum sembari mengambil bajunya di atas ranjangnya



'Tunggu? apa yang ku katakan barusan?' gumamnya tersadar dengan apa yang ia katakan tadi



'Pasti ada yang salah dengan otakku ini sampai aku memikirkan wanita karung itu' gumamnya pula



Setelah memakai pakaiannya William mendorong kursi roda nya ke arah cermin dan menyisir rambutnya



"Sekarang sudah lebih baik" gumamnya melihat dirinya di pantulan kaca cermin



Toktoktok



William memalingkan wajahnya ke arah pintu kamarnya yang terbuka dan mendapati Alisha berdiri di sana



"Tuan, saya datang membawakan anda sarapan, apa saya boleh masuk?" tanya Alisha sopan membawa senampan makanan

__ADS_1



Willliam hanya mengangguk menanggapi perkataan Alisha tadi



'Ada apa dengan tuan William?' gumam Alisha bingung



Alisha yang tengah duduk di bangku taman halaman kastil sedang membaca ulang buku berisikan tentang apa saja yang disukai oleh William yang diberikan Dave padanya terakhir kali bertemu beberapa bulan lalu


"Rasanya sangat bosan mengerjakan pekerjaan yang sama setiap harinya" gumamnya menutup buku itu


Alisha menopang dagunya dengan telapak tangan


"Apalagi membaca buku ini, bahkan aku sudah hapal semua isinya" gumamnya pula


Tiba-tiba Alisha teringat sesuatu


"Bagaimana kalau aku buat sesuatu? sepertinya tidak akan masalah" gumamnya pula


Alisha yang hendak pergi ke dapur matanya menangkap sebuah mobil asing memasuki area halaman kastil


"Siapa yang datang?" gumamnya penasaran dan menghampiri


Nampak Kelvin keluar dari pintu kemudi disusul oleh dua pria asing dari pintu belakang


"Tuan Kelvin" ucap Alisha


"Nona Alisha, mereka adalah dokter dan psikiater untuk tuan William, malam tadi tuan Daren menyuruh saya untuk membawa mereka pagi ini" ucap Kelvin menunduk hormat diikuti oleh dua orang itu


Alisha mengerutkan keningnya melihat sopan nya mereka terhadap dirinya


"Oh begitu, tuan sepertinya sedang ada di ruang bacanya, kalian langsung saja ke sana" ucap Alisha


"Kami permisi dulu nona" ucap Kelvin kemudian masuk ke dalam kastil diikuti oleh dua orang pria itu


'Daren sangat peduli dengan tuan William rupanya, bahkan saat ia pergi pun ia masih memikirkan tuan William' gumam Alisha melihat kepergian mereka


'Sebaiknya aku menyiapkan mereka cemilan' ucap Alisha dan pergi ke dapur dan menyiapkan makanan ringan untuk tamunya tuan pertamanya itu


PRANKKK!!!!


Sontak Alisha yang berada di dapur terkejut mendengar suara pecahan kaca cukup nyaring bahkan terdengar sampai di dapur


"Suara apa itu?! sepertinya dari arah atas?! apa mungkin....." gumamnya panik


Ia pun segera menghampiri mereka berempat di lantai atas tepatnya ruang baca William


"Tuan Will.....iam" ucap Alisha tercekat dan berhenti di ambang pintu


Matanya terbuka lebar melihat sebuah vas bunga besar pecah di lantai


Matanya pun beralih melihat Kelvin beserta dokter dan psikiater itu hanya menunduk ketakutan berhadapan dengan William yang memasang wajah sangar menatap mereka bertiga


"KELUAR!!!" teriak William


"Tapi tuan, kata tuan Daren anda memerlukan mereka untuk sembuh" bujuk Kelvin lembut, ada nada gugup dan ketakutan di suaranya


Braakkk!!


Kini meja kerjanya sendiri William banting walau ia duduk di kursi rodanya


Alisha pun semakin terkejut melihat sikap William


"KELUAR KATAKU!! KAU TIDAK DENGAR YA?!! KAU PIKIR AKU GILA SAMPAI HARUS BAWA PSIKIATER SEGALA HAH!!!" teriak William mampu membuat gendang telinga mereka yang ada di sana seakan pecah


Alisha pun hanya bisa menutup kedua telinganya mendengar suara William yang menggelegar tadi

__ADS_1


Tanpa banyak bicara lagi, Kelvin menunduk hormat dan pergi diikuti sang dokter dan psikiater yang ia bawa tadi keluar ruang baca William


"Nona, mari ikut saya, ada yang ingin saya bicarakan" bisik Kelvin ketika mereka melewati Alisha di ambang pintu


__ADS_2