
"Banyak tahu manfaat puasa itu bagi tubuh, pertama puasa dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakaran kalori dan lemak di dalam tubuh ikut meningkat, kedua menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung, pokoknya banyak deh manfaat, kalian nggak akan rugi kalau puasa" ucap Alisha tersenyum manis
Daren menautkan alis kanannya ke atas
"Benarkah? bagaimana jika dalam sebulan aku puasa berat badan ku tidak turun?"
"Insyaallah Daren berat badan mu akan turun" ucap Alisha meyakinkan
"Kalau aku mati bagaimana?" tanyanya lagi
Alisha menghela nafasnya dan menatap kedua mata Daren
"Daren, orang tidak akan mati hanya karena tidak makan seharian, apalagi kan kita sudah sahur, artinya sudah ada persiapan untuk puasa, jadi kau tidak perlu khawatir" ucap Alisha
"Tapi..."
"Kau ini banyak tanya! kalau tidak mau puasa ya sudah!" tukas William menyambung
Daren mengerucutkan bibirnya membuat Alisha terkekeh geli
"Ya sudah, kalian langsung saja bekerja aku akan mengemasi semua ini" ucap Alisha bangkit berdiri dari kursinya
"Hah? kerja? sekarang? nggak bisa besok pagi aja apa? aku mau tidur" ucap Daren memelas
"Ya bisa sih Daren kalau kamu mau tidur, tapi kan kamu baru habis makan masa langsung tidur, mending kerja dulu sebentar sampai makanannya turun ke lambung, baru kamu tidur" jawab Alisha
"Ya udah deh, terserah kamu aja! aku mau ke kamar!" Daren langsung pergi dari sana
William pun mendorong kursi rodanya pergi ke kamarnya
Sementara Alisha mengemasi makanan yang tersisa di atas meja kemudian membersihkan semuanya
Setelah itu ia langsung pergi ke kamarnya dan mengerjakan shalat Subuh dan membaca Alquran miliknya
'Ya Allah semoga Engkau membukakan pintu hati untuk kedua temanku agar mereka berada di jalan Mu ya Allah' doanya diakhir shalat
Pagi harinya sekitar jam 09.00
Alisha yang sedang menyiram tanaman sembari menyanyi kecil dihampiri Daren dari arah belakang
"Isha, kok makanan nggak ada sih? aku lapar nih?"
Alisha sontak membalikkan badannya dan melihat Daren berdiri di belakangnya dengan rambut acak-acakan khas baru bangun tidur, ditambah lagi ia mengucek matanya
"Kamu lupa yah hari ini hari pertama puasa"
Sontak mata Daren membulat sempurna mendengar ucapannya
"Astaga! aku lupa! bagaimana ini Isha? aku lapar?" Daren memelas menatap wajah Alisha
Alisha menghela nafasnya dan geleng-geleng kepala
"Daren, baru beberapa jam kita makan sahur, masa sekarang kau sudah lapar?" ucapnya
"Tapi kan aku..."
"Daren, tahan yah sampai waktu buka nanti" ucap Alisha lembut menyelanya
"Ya udah deh, kapan waktu bukanya?"
"Ntar Magrib"
"Apa?!! Magrib? berarti entar sore dong? jam 6?" Daren tersentak kaget mendengarnya
"Iya, lewat dikit, mungkin hari ini jam 18.21, tiap hari beda-beda waktu bukanya" Alisha mengangguk pelan
Seketika tubuh Daren lemas seketika, ia menjatuhkan tubuhnya di bangku taman
'Masa iya sih aku tahan lapar dan minum sampai sore nanti?' batinnya
__ADS_1
Alisha memakai sarung tangannya dan duduk di samping Daren
"Aku ngerti kok gimana rasanya hari pertama puasa, badan mu lemas kan?"
Daren hanya diam menatap teduh ke arah depan meresponnya
"Dulu, waktu aku masih kecil pas waktu pertamakali puasa, aku juga kayak kamu kok Daren"
Refleks Daren menoleh nya "Benarkah? kau puasa sejak masih kecil?"
"Ya, aku puasa sejak umur 7 tahun kalau tidak salah, kau tahu? sewaktu hari pertama aku puasa aku juga sama seperti mu, lupa kalau aku sedang puasa, aku hampir saja memakan permen" Alisha mengangguk pelan kemudian tertawa kecil
Daren tertegun mendengarnya bercerita
"Emang sih Daren, awal-awal puasa kita bakalan lemas dan tak bertenaga, tapi kalau sudah terbiasa puasa kau tidak akan merasa lapar lagi" Alisha tersenyum manis padanya
Deg...
Tiba-tiba ada kehangatan menjalar di hati Daren ketika mendengar Alisha mengatakan itu
"Aku tidak menyangka kau sudah berpuasa sejak kau masih kecil, apa kau tidak kelaparan sepanjang hari tidak makan?" ucap Daren
"Ya.... awalnya sih lemas badanku, tapi lama-kelamaan aku udah terbiasa puasa dan kembali beraktivitas seperti biasanya, Alhamdulillah akhirnya aku sudah terbiasa puasa Ramadhan dan juga puasa Sunnah Senin Kamis dan lain sebagainya"
Daren hanya mengangguk paham dan tersenyum tipis
"Terimakasih sudah menasehati ku Isha, setidaknya sekarang rasa lapar ku berkurang mendengar motivasi dirimu" ucapnya
"Sama-sama, mending kamu mandi sana biar segar setelah itu bekerjalah, selesaikan seluruh pekerjaan kantormu, kau akan melupakan rasa lapar mu ketika fokus bekerja" Alisha tersenyum manis menatapnya
Daren mengangguk paham kemudian pergi masuk ke dalam kastil nya
Alisha tersenyum miring melihat Daren pergi meninggalkannya di halaman depan kastil
"Daren Daren...."
"Kalau kau tidak bisa bekerja maka urus surat pengunduran diri mu!" seru William melempar vas bunga di meja kerjanya ke lantai
"Maafkan saya tuan!! saya tidak bermaksud membuat kesalahan ini!! ini kecerobohan saya!! saya mohon maaf!!" Kelvin membungkuk menghadap William
"Ceroboh? enak sekali kau bilang? gara-gara kau salah menulis angka di laporan keuangan bulan ini aku rugi $1 Juta! dasar sial\*n!!" umpat William dengan tatapan nyalang
Kelvin sungguh tak berani menengadah menatap wajah bos nya itu
Ia masih terus membungkuk berharap sang bos memaafkan kesalahannya
"Pergi!"
Kelvin langsung pergi dari ruang kerja William setelah sang pemilik mengusirnya
__ADS_1
Alisha yang melewati ruangan itu melihat Kelvin keluar dari dalam dengan wajah sedih
"Kelvin? kau di sini?" ucap Alisha menyapanya
Kelvin mengangguk kecil tersenyum tipis
"Ada apa? kau kelihatan sedih?" ucap Alisha tersadar melihat raut wajah Kelvin
Kelvin hanya diam menanggapinya kemudian menunduk hormat dan pergi begitu saja
'Apa William memarahinya lagi?' batin Alisha melihat punggung Kelvin
'Aku harus bicara dengan William' batinnya pula
Ia pun masuk ke dalam ruang kerja William dan langsung melihat pecahan vas bunga di lantai
"Kau ini! kebiasaan masuk tak ketuk pintu!" ketus William meliriknya dengan kacamata bacanya dari balik meja kerjanya
Alisha menatapnya datar dan membereskan semua pecahan kaca di lantai
"Kalau setiap kali marah kau memecahkan vas bunga yang ada habis semua vas di kastil ini" ujar Alisha sembari terus memungut pecahan vas tersebut
William hanya melihatnya sekilas kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali
Alisha yang sudah menyelesaikan membersihkan lantai dari pecahan vas bunga langsung duduk di hadapan William
"Apa kau memarahi Kelvin lagi sampai harus melempar vas bunga?" tebak Alisha
William meliriknya dan mengangguk pelan, matanya terus fokus menatap laptopnya
Alisha menghela nafasnya dan menutup laptopnya William
"Kalau sedang bicara jangan pandangan nya ke arah lain" ucap Alisha lembut
William mendengus sebal dan melepas kacamata bacanya
__ADS_1
"Apa maksudmu?"