Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 51


__ADS_3

"Sebelum aku jawab pertanyaan mu, bolehkah aku bertanya sedikit?" tanya Alisha menghela nafasnya


William mengangguk pelan sambil terus menatap wajah Alisha di depannya


"Kenapa kau ingin menikahi ku?" raut wajah Alisha serius


William tak langsung menjawab dan sedikit menunduk


"Aku tidak tahu, yang aku tahu hanyalah kau wanita yang baik dan mengerti diriku" jawab William pelan


Alisha dapat mendengar suara ketulusan dari jawaban William


"Apa kau mencintaiku?" tanya Alisha lagi


Sontak William mengangkat kepalanya menatap Alisha


"Aku juga tidak tahu soal itu, tapi aku selalu merasa nyaman saat di dekatmu" ucap William


Alisha memandang ke arah lain dan menghela nafasnya


Mereka pun saling mendiamkan beberapa saat


"Aku.... aku tidak bisa menerimanya William" ucap Alisha tersenyum tipis


"Kenapa? apa karena aku lumpuh sehingga kau tidak menerima ku?" seketika tubuh William menjadi lemas mendengar ucapan Alisha


"Bukan, bukan begitu maksud ku Will, dengarkan aku!" Alisha menggeleng cepat


Alisha merogoh sakunya dan memakai sarung tangannya


Ia memegang kedua tangan William dan menggenggamnya erat


"Will, dengar ya, kau itu tidak lumpuh total, suatu saat nanti kau pasti akan sembuh lagi, dan soal aku tidak menerima lamaran mu bukan karena kau lumpuh, tetapi ada beberapa hal yang tidak bisa membuat kita menikah" ucap lembut Alisha menjelaskan dengan tersenyum tipis


"Hal apa yang membuat kita tidak bisa menikah?" tanya William menatap intens wajah Alisha


"Pertama, kita baru menjadi teman, aku belum mengerti semua sifat mu, kedua, dunia kita berbeda, dan yang ketiga kita berbeda keyakinan, kau seorang Ateis dan aku seorang muslim" jawab Alisha tersenyum ramah


"Kalau begitu aku akan masuk Islam dan kita bisa menikah!" ucap William


Alisha terkekeh kecil dan menggeleng pelan


"Kau tidak bisa langsung masuk Islam tanpa persiapan diri dan mental Will" ucapnya


"Maksud mu?"


"Jika kau ingin masuk Islam maka masuklah hanya demi Allah, bukan karena aku, jika ridho Allah sudah kau dapatkan, maka jalan masuk Islam mu akan dipermudah Nya" jawab Alisha menjelaskan


William terdiam sejenak memandang genggaman tangan Alisha di tangannya


"Jadi kau menolak ku?" tanya nya


Alisha tersenyum tipis dan mengangguk pelan


"Maaf ya" ucap Alisha


William melepas tangannya dari genggaman tangan Alisha


"Bisakah aku merubah permintaan ku?" tanya William pelan


"Boleh, tentu saja" Alisha tersenyum tipis menanggapi perkataan William


Kini giliran William yang menggenggam kedua tangan Alisha yang terbungkus sarung tangan


"Maukah kau menungguku sampai aku benar-benar mendapatkan ridho Allah?" pintanya


Alisha terdiam sejenak dan tersenyum tipis


"Ya, aku akan tetap di sisi mu Will, sampai kau mendapatkan ridho dari Allah, aku tidak akan meninggalkan mu sendirian" jawab Alisha


"Kalau begitu aku akan masuk Islam karena Allah, jika aku sudah mendapatkan ridho Nya, aku akan melamar mu lagi" William tersenyum lebar mendengar jawaban Alisha


'Ini lebih baik daripada harus mendengarkan penolakan langsung dari Alisha' batin William


"Jangan pernah meninggalkan ku ya?" ucap William mengacungkan jari manisnya pada Alisha

__ADS_1


Alisha tersenyum manis dan mengangguk paham


"Janji" ia mengaitkan jari manisnya dengan jari manis William


"Kau tahu Alisha? kau wanita yang unik" ucap William


"Benarkah? memangnya aku seperti itu?" Alisha terkekeh kecil


"Ya, biasanya jika wanita menolak lamaran pria akan langsung marah dan menjauhinya, tapi kau tidak demikian, kau malah menjelaskan ku kenapa aku menolak mu &membuat hatiku tidak terasa sedih karena menolak ku" jawab William mengangguk


"Sekarang udah nggak irit bicara lagi nih?" goda Alisha tertawa kecil


Seketika wajah William memerah mendengarnya


"Tumben sekali kau bicara santai seperti itu padaku?" William mengalihkan pandangannya ke arah lain menyembunyikan rasa malunya


"Hahaha jangan malu Will, aku kan teman mu, wajar dong kalau aku goda sekali-kali" Alisha tertawa kecil


William pura-pura kesal dan memasang wajah cemberut sambil memalingkan wajahnya


"Hahahaha jangan marah dong, nanti bisa tua lho" goda Alisha lagi


Refleks William langsung melihatnya dengan tatapan melotot


"Alisha! aku tidak tua! umurku masih 27!" gerutu William melipat kedua tangannya di depan dada


"Hahahaha iya deh iya, yuk masuk, aku harus nyelesaikan cucian, nanti bisa nggak siap-siap" Alisha berdiri dan mendorong kursi rodanya William masuk ke dalam kastil


William tersenyum samar di kursi rodanya mendengar ucapan Alisha


'Ku pikir dia akan menjauhi ku setelah menolak lamaran ku, tapi dia malah menjadi lebih ceria dan santai padaku, benar-benar unik' batinnya tersenyum samar




Malam harinya.....




Sedangkan Daren entah pergi kemana sejak tadi pagi ia pun tak perduli



"Hey kau! dimana Alisha?!" William bertanya pada salah seorang pelayan yang lewat



"Nona masih ada di kamar tuan, tadi setelah menyiapkan makan malam ia langsung ke kamar" jawab pelayan itu



William terdiam dan mendorong kursi rodanya menuju kamar Alisha yang tak jauh dari dapur



"William! Daren di mana?" Alisha baru saja datang ke ruang makan



"Datang-datang langsung bertanya Daren, kau tidak bertanya tentang ku yah yang sudah makan apa belum?!" ketus William



Sontak Alisha tertawa kecil dan menggeleng pelan



"Iya deh iya, William sudah makan apa belum?" Alisha tersenyum mengejek



"Jangan mengejekku! aku belum makan, aku menunggu mu tadi" ketus William kembali ke meja makan

__ADS_1



"Hahaha, ok nih aku ambilkan" Alisha mengambilkan makanan untuk William dan memberikannya padanya



"Kau tidak makan?" tanya William setelah melihat Alisha duduk di sebelahnya tanpa mengambil makanannya



"Nggak, lagi belum mau makan, agak malam nanti aja sekalian sahur" jawab Alisha tersenyum tipis



"Sahur?"



"Ya, sahur, besok aku puasa Sunnah, kan besok hari Kamis" jawab Alisha santai



"Ooh" William kembali menyantap makanannya



"Alisha!!"



Refleks Alisha dan William menoleh ke sumber suara di belakang mereka



"Eh Daren?!" Alisha bangkit berdiri dari duduknya



Daren menghampirinya dengan menenteng sebuah plastik besar



"Lihat! apa yang aku bawakan untukmu!" Daren tersenyum lebar seraya memberikan plastiknya



Alisha menerimanya dan membukanya



"Wah! jambu biji!!" Alisha tersenyum sumringah mengambil sebuah jambu biji dari dalam plastik



"Darimana kau dapat ini Daren?! bukankah buah ini tidak ada dijual di sini?!" seru Alisha kegirangan



"Aku mendapatkannya dari temanku yang baru pulang dari Indonesia, dia memberiku ini" jawab Daren tersenyum lebar



"Wah, makasih Daren, aku sangat suka jambu biji!!" seru Alisha tersenyum manis



"Sama-sama, baguslah kau menyukainya, aku mandi dulu baru makan yah!" Daren langsung meninggalkan mereka



Alisha pun langsung duduk kembali di kursi makan



"Senang sekali kau dapat jambu dari Daren" ucap William terdengar datar

__ADS_1


__ADS_2