
"Iya, aku senang sekali, aku sudah tidak pernah lagi makan buah ini sejak dua tahun terakhir" Alisha tersenyum sumringah sambil memotong-motong jambu biji tersebut
William mendengus kesal dan langsung mendorong kursi rodanya pergi
Alisha yang melihat William pergi tanpa menghabiskan makanannya hanya mengerutkan kening
"Dia kenapa?" gumamnya heran
'Ckk.... senang sekali dia dapat jambu sedikit itu, besok ku bawakan lebih banyak lagi' batin kesal William terus mendorong kursi rodanya menuju kamarnya
Ia langsung mengambil ponselnya di atas meja dan menelfon Kelvin
"Halo, besok pagi suruh orang bawakan 5 keranjang besar jambu biji!" titah William
"Tapi tuan, mencari buah tropis itu sangat sulit di New York, apalagi ini musim dingin, dimana saya harus mencarinya?"
"Aku tidak mau tahu!! jika besok pagi tidak ada jangan harap kau bisa melihat matahari lagi!!" tukas William langsung menutup panggilan telfonnya
"Huftt!!" Ia melempar ponselnya ke atas ranjangnya sangking kesal
Sementara itu, Daren yang sedang dalam mood yang baik terus saja tersenyum manis menyantap makanannya sembari memperhatikan Alisha yang tengah memakan jambu biji nya di depannya
"Daren? kau kenapa senyum-senyum sendiri?" Alisha terkekeh kecil melihat Daren di depannya selalu tersenyum
"Tidak ada, hanya melihatmu makan buah itu sudah membuatku merasa senang seperti ini" Daren tersenyum lebar sambil menggeleng pelan
Alisha tertawa kecil mendengarnya kemudian melahap sisa jambu biji di tangannya
"Sepertinya kenalan mu banyak sekali dia, sampai-sampai ke Indonesia" ucap Alisha basa-basi di sela-sela makannya
"Hmm, kenalan ku ada di seluruh dunia lho Alisha" Daren tersenyum sombong
"Benarkah? sebegitu terkenalnya kah kau?"
"Ya, bisa dibilang begitu, cari saja namaku di Google, aku adalah orang ketiga terkaya di Eropa jadi tentu saja banyak kenalan ku di seluruh penjuru dunia ini" jawab Daren tersenyum lebar
"Hahahaha, iya deh iya, Daren ku memang orang yang paling kaya"
Deg....
Daren memegang dadanya yang berdetak kencang dan wajahnya seketika menjadi merah dibuat Alisha
"A..apa kata mu tadi?"
"Kau orang paling kaya" Alisha mengambil jambu lagi kemudian mengupasnya
"Bukan, bukan yang itu, yang kau katakan tadi" Daren menggeleng kuat menetralisir detak jantungnya yang berdetak kencang
Alisha menautkan alis kanannya tampak berpikir
"Oh ya aku ingat! Daren ku memang orang yang paling kaya, dan aku hanyalah orang miskin yang beruntung berteman denganmu" Alisha menepuk pelan keningnya dan tertawa kecil
__ADS_1
Daren tersenyum senang kemudian meneguk air minumnya
"Jadi kau anggap aku Daren mu begitu?" tanyanya lagi dengan sumringah
"Iya, kau kan teman ku" Alisha mengiyakan sambil mengangguk
Perlahan senyuman yang terukir di bibir Daren sirna mendengar ucapan Alisha
"Oh begitu" lirihnya pelan
"Kenapa?" Alisha menautkan alis kanannya melihat perubahan raut wajah Daren menjadi murung
"Ah tidak, aku teringat ada pekerjaan yang harus ku kerjakan di kamar, ku tinggal ya! selamat malam!" Daren langsung melenggang keluar dari ruang makan itu tanpa mendengar jawaban Alisha
Alisha melanjutkan melahap jambu biji nya sampai habis tak tersisa di tangannya
"Sisanya masukin kulkas deh, biar besok buka puasa makan ini lagi" gumamnya menyimpan beberapa buah jambu biji ke dalam kulkas
Sementara itu....
Braakkk!!!!
Daren menutup kasar pintu kamarnya dan duduk di sofa bed yang menghadap balkon kamarnya
Ia mendekap kedua lututnya dan membenamkan kepalanya di sana
"Ku pikir kau akan langsung menyukaiku jika aku membelikan mu buah kesukaan mu Isha" lirihnya dengan tatapan sendu melihat balkon kamarnya
Flashback on
Sam, sekretarisnya yang berada di belakangnya terus memeriksa beberapa file di tabletnya
"Tuan, jika kita pergi sekarang menggunakan jet pribadi anda kita akan sampai di Indonesia sekitar jam 11-12 siang tuan" ujar Sam melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 05.12
"Kita pergi sekarang! bawa semua yang dibutuhkan!! aku tidak mau ada yang ketinggalan!!" ucap datar Daren mengikat dasinya di depan cermin
"Baik tuan!" Sam menunduk hormat
Mereka pun menuruni tangga menuju lantai bawah, Daren menghentikan langkahnya sebentar ketika melihat ruang makan
'Maaf Isha, kak Daren nggak sempat pamit sama kamu' batinnya
"Ayo!" ucapnya dingin
Sam membukakan pintu mobil untuk Daren dan dirinya kemudian mobil pun meluncur pergi meninggalkan area
Setelah beberapa jam di dalam jet pribadi Daren, akhirnya dia beserta sekretaris nya, Sam tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta, Jakarta
Mereka pun langsung disambut oleh beberapa kolega bisnis dan klien pentingnya
Meeting pun langsung diadakan atas persetujuan Daren, Ia tidak ingin berlama-lama di sana
__ADS_1
Setelah 2 jam meeting dengan para koleganya, Daren pun langsung hendak kembali ke bandara
"Tuan, sekarang sudah jam 14.27, anda ingin istirahat dulu di hotel atau kita langsung kembali ke New York?" tanya Sam ketika mereka di dalam mobil terjebak kemacetan
Daren yang kepalanya ia arahkan ke jendela mobil langsung menoleh ke sebelah
"Langsung pulang ke New York! aku tidak mau lama-lama di sini!" ucapnya datar
"Baik tuan, akan butuh waktu untuk keluar dari kemacetan ini"
Daren kembali mengarahkan pandangannya ke luar jendela memperlihatkan sibuk dan padanya ibukota Indonesia itu, Jakarta
Ia pun mengendurkan dasinya dan melepas satu kancing atasnya karena panasnya udara di sana, berbeda dengan di New York yang sekarang sedang musim dingin di sana
Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu dari dalam mobil
"Hentikan mobilnya!!" titahnya
Mobil pun langsung dihentikan oleh sang sopir
"Ada apa tuan?" tanya Sam
"Ikut aku!" Daren keluar dari mobil diikuti Sam
Mereka menyebrangi jalan dan sampai di salah satu penjual buah
"Anda ingin buah tuan?" tanya Sam
"Aku mau itu!! semuanya!!" Daren menunjuk tumpukan buah jambu di keranjang buah sang penjual
"Baik tuan" Sam pun mengambil tabletnya dan membukanya
"Permisi, berapa harga buah ini?" tanya Sam pada sang penjual buah dalam bahasa Indonesia
"10,000/Kg tuan, anda ingin berapa kilo?"
"Semuanya, saya ingin semua buah jambu biji ini" jawab Sam
Sang penjual mengiyakan kemudian membungkus semua jambu biji itu ke dalam plastik besar dan memberikannya pada Sam
Setelah membayar dengan US Dollar, Sam pun mengambil seplastik besar jambu biji itu dan menyusul Daren ke dalam mobil
"Ini tuan" Sam menaruh plastiknya ke samping Daren
Daren mengambilnya kemudian membukanya, seulas senyum terukir di bibirnya
"Tumben anda ingin makan buah tuan" ucap Sam tersenyum tipis melihat sang bos psikopat nya tersenyum
"Bukan untukku, tapi untuk Alisha ku, dia sangat suka jambu biji sejak kami kecil" jawab Daren sambil terus memandangi buah hijau itu
"Semoga nona Alisha menyukainya tuan" ucap Sam menyemangati Daren
__ADS_1
Daren tersenyum miring menanggapi perkataan Sam
Flashback off