Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 52


__ADS_3

"Iya, aku senang sekali, aku sudah tidak pernah lagi makan buah ini sejak dua tahun terakhir" Alisha tersenyum sumringah sambil memotong-motong jambu biji tersebut


William mendengus kesal dan langsung mendorong kursi rodanya pergi


Alisha yang melihat William pergi tanpa menghabiskan makanannya hanya mengerutkan kening


"Dia kenapa?" gumamnya heran


'Ckk.... senang sekali dia dapat jambu sedikit itu, besok ku bawakan lebih banyak lagi' batin kesal William terus mendorong kursi rodanya menuju kamarnya


Ia langsung mengambil ponselnya di atas meja dan menelfon Kelvin


"Halo, besok pagi suruh orang bawakan 5 keranjang besar jambu biji!" titah William


"Tapi tuan, mencari buah tropis itu sangat sulit di New York, apalagi ini musim dingin, dimana saya harus mencarinya?"


"Aku tidak mau tahu!! jika besok pagi tidak ada jangan harap kau bisa melihat matahari lagi!!" tukas William langsung menutup panggilan telfonnya


"Huftt!!" Ia melempar ponselnya ke atas ranjangnya sangking kesal


Sementara itu, Daren yang sedang dalam mood yang baik terus saja tersenyum manis menyantap makanannya sembari memperhatikan Alisha yang tengah memakan jambu biji nya di depannya


"Daren? kau kenapa senyum-senyum sendiri?" Alisha terkekeh kecil melihat Daren di depannya selalu tersenyum


"Tidak ada, hanya melihatmu makan buah itu sudah membuatku merasa senang seperti ini" Daren tersenyum lebar sambil menggeleng pelan


Alisha tertawa kecil mendengarnya kemudian melahap sisa jambu biji di tangannya


"Sepertinya kenalan mu banyak sekali dia, sampai-sampai ke Indonesia" ucap Alisha basa-basi di sela-sela makannya


"Hmm, kenalan ku ada di seluruh dunia lho Alisha" Daren tersenyum sombong


"Benarkah? sebegitu terkenalnya kah kau?"


"Ya, bisa dibilang begitu, cari saja namaku di Google, aku adalah orang ketiga terkaya di Eropa jadi tentu saja banyak kenalan ku di seluruh penjuru dunia ini" jawab Daren tersenyum lebar


"Hahahaha, iya deh iya, Daren ku memang orang yang paling kaya"


Deg....


Daren memegang dadanya yang berdetak kencang dan wajahnya seketika menjadi merah dibuat Alisha


"A..apa kata mu tadi?"


"Kau orang paling kaya" Alisha mengambil jambu lagi kemudian mengupasnya


"Bukan, bukan yang itu, yang kau katakan tadi" Daren menggeleng kuat menetralisir detak jantungnya yang berdetak kencang


Alisha menautkan alis kanannya tampak berpikir


"Oh ya aku ingat! Daren ku memang orang yang paling kaya, dan aku hanyalah orang miskin yang beruntung berteman denganmu" Alisha menepuk pelan keningnya dan tertawa kecil

__ADS_1


Daren tersenyum senang kemudian meneguk air minumnya


"Jadi kau anggap aku Daren mu begitu?" tanyanya lagi dengan sumringah


"Iya, kau kan teman ku" Alisha mengiyakan sambil mengangguk


Perlahan senyuman yang terukir di bibir Daren sirna mendengar ucapan Alisha


"Oh begitu" lirihnya pelan


"Kenapa?" Alisha menautkan alis kanannya melihat perubahan raut wajah Daren menjadi murung


"Ah tidak, aku teringat ada pekerjaan yang harus ku kerjakan di kamar, ku tinggal ya! selamat malam!" Daren langsung melenggang keluar dari ruang makan itu tanpa mendengar jawaban Alisha


Alisha melanjutkan melahap jambu biji nya sampai habis tak tersisa di tangannya


"Sisanya masukin kulkas deh, biar besok buka puasa makan ini lagi" gumamnya menyimpan beberapa buah jambu biji ke dalam kulkas


Sementara itu....


Braakkk!!!!


Daren menutup kasar pintu kamarnya dan duduk di sofa bed yang menghadap balkon kamarnya


Ia mendekap kedua lututnya dan membenamkan kepalanya di sana


"Ku pikir kau akan langsung menyukaiku jika aku membelikan mu buah kesukaan mu Isha" lirihnya dengan tatapan sendu melihat balkon kamarnya


Flashback on


Sam, sekretarisnya yang berada di belakangnya terus memeriksa beberapa file di tabletnya


"Tuan, jika kita pergi sekarang menggunakan jet pribadi anda kita akan sampai di Indonesia sekitar jam 11-12 siang tuan" ujar Sam melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 05.12


"Kita pergi sekarang! bawa semua yang dibutuhkan!! aku tidak mau ada yang ketinggalan!!" ucap datar Daren mengikat dasinya di depan cermin


"Baik tuan!" Sam menunduk hormat


Mereka pun menuruni tangga menuju lantai bawah, Daren menghentikan langkahnya sebentar ketika melihat ruang makan


'Maaf Isha, kak Daren nggak sempat pamit sama kamu' batinnya


"Ayo!" ucapnya dingin


Sam membukakan pintu mobil untuk Daren dan dirinya kemudian mobil pun meluncur pergi meninggalkan area


Setelah beberapa jam di dalam jet pribadi Daren, akhirnya dia beserta sekretaris nya, Sam tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta, Jakarta


Mereka pun langsung disambut oleh beberapa kolega bisnis dan klien pentingnya


Meeting pun langsung diadakan atas persetujuan Daren, Ia tidak ingin berlama-lama di sana

__ADS_1


Setelah 2 jam meeting dengan para koleganya, Daren pun langsung hendak kembali ke bandara


"Tuan, sekarang sudah jam 14.27, anda ingin istirahat dulu di hotel atau kita langsung kembali ke New York?" tanya Sam ketika mereka di dalam mobil terjebak kemacetan


Daren yang kepalanya ia arahkan ke jendela mobil langsung menoleh ke sebelah


"Langsung pulang ke New York! aku tidak mau lama-lama di sini!" ucapnya datar


"Baik tuan, akan butuh waktu untuk keluar dari kemacetan ini"


Daren kembali mengarahkan pandangannya ke luar jendela memperlihatkan sibuk dan padanya ibukota Indonesia itu, Jakarta


Ia pun mengendurkan dasinya dan melepas satu kancing atasnya karena panasnya udara di sana, berbeda dengan di New York yang sekarang sedang musim dingin di sana


Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu dari dalam mobil


"Hentikan mobilnya!!" titahnya


Mobil pun langsung dihentikan oleh sang sopir


"Ada apa tuan?" tanya Sam


"Ikut aku!" Daren keluar dari mobil diikuti Sam


Mereka menyebrangi jalan dan sampai di salah satu penjual buah


"Anda ingin buah tuan?" tanya Sam


"Aku mau itu!! semuanya!!" Daren menunjuk tumpukan buah jambu di keranjang buah sang penjual


"Baik tuan" Sam pun mengambil tabletnya dan membukanya


"Permisi, berapa harga buah ini?" tanya Sam pada sang penjual buah dalam bahasa Indonesia


"10,000/Kg tuan, anda ingin berapa kilo?"


"Semuanya, saya ingin semua buah jambu biji ini" jawab Sam


Sang penjual mengiyakan kemudian membungkus semua jambu biji itu ke dalam plastik besar dan memberikannya pada Sam


Setelah membayar dengan US Dollar, Sam pun mengambil seplastik besar jambu biji itu dan menyusul Daren ke dalam mobil


"Ini tuan" Sam menaruh plastiknya ke samping Daren


Daren mengambilnya kemudian membukanya, seulas senyum terukir di bibirnya


"Tumben anda ingin makan buah tuan" ucap Sam tersenyum tipis melihat sang bos psikopat nya tersenyum


"Bukan untukku, tapi untuk Alisha ku, dia sangat suka jambu biji sejak kami kecil" jawab Daren sambil terus memandangi buah hijau itu


"Semoga nona Alisha menyukainya tuan" ucap Sam menyemangati Daren

__ADS_1


Daren tersenyum miring menanggapi perkataan Sam


Flashback off


__ADS_2