Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 6


__ADS_3

"Benar nona, dan juga...."


"Dan juga apa pak Dave?" tanya Alisha mengerutkan kening


"Tuan William sangat alergi terhadap wanita"


Sontak Alisha terkejut dengan membulatkan matanya


"Apa? Alergi? kenapa ada pria seperti itu?" ujar Alisha sedikit terkejut


"Sejak dulu tuan William tidak suka dengan namanya wanita, dia akan selalu marah jika ada wanita yang mendekatinya, makanya sampai saat ini hanya saya dan penjaga rumah yang mengurus kastil ini, tak ada pelayan wanita yang diijinkan bekerja disini oleh tuan William" tutur Dave yang direspon anggukan oleh Alisha tanda mengerti


"Terus kenapa saya bisa diperbolehkan olehnya bekerja di sini?"


"Kalau soal itu saya tidak tahu nona tapi yang jelas tuan William sendirilah yang menyuruh saya untuk mempekerjakan anda sebagai pelayan disini, dan saya harap alerginya tuan terhadap wanita bisa hilang dengan adanya nona"


Alisha menautkan alis kanannya ke atas


'Dengan adanya aku? apa hubungannya denganku? kenapa pak Dave berkata seperti itu?' gumam heran Alisha


"Bagaimana nona, anda bersedia bekerja di sini?"


"Baiklah, saya setuju" jawab Alisha


"Baguslah kalau begitu nona, buku ini berisi semuanya tentang tuan William dan juga apa yang tuan William suka maupun tidak suka, pelajarilah terlebih dahulu" ujar Dave sembari memberikan buku dengan cover hitam klasik


Alisha mengangguk pelan dan mengambil buku itu kemudian membacanya dengan teliti


"Saya permisi dulu nona" ujar Dave kemudian pergi meninggalkan Alisha di dapur



"Tuan Will alergi kacang dan keju, dia juga tidak suka masakan yang pedas, ternyata sama dengan ku, aku juga alergi kacang dan keju, tapi kalau masakan pedas aku suka" ujarnya menutup buku itu



"Sepertinya tuan William bukan pemilih makanan, apa aku buat makanan yang biasanya aku buat ya?"



"Sepertinya begitu, ya sudahlah, sebaiknya aku masak sekarang sebelum tuan William bangun" ujarnya demikian



"Bismillahirrahmanirrahim, semangat Alisha!" ujarnya menyemangati dirinya



Sementara itu....



Daren mengedipkan matanya berkali-kali ketika cahaya matahari menembus kaca jendela yang transparan di kamarnya



"Uggghhhh..... aku masih mengantuk, tapi kalau aku tidak bangun bisa bisa si William tengik itu memotong bonus ku" gumamnya meregangkan otot-otot tubuhnya



Ia menyibak selimut dan turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya



"Hmm... bau apa ini?" ujarnya saat hendak membuka handle pintu



Niatnya untuk mandi pun terhenti ketika mencium bau sesuatu dari arah luar



Daren yang bertelanjang dada dengan handuk kecil menggantung di bahu kanannya melenggang keluar kamarnya


__ADS_1


Kamarnya yang berada di lantai dasar tentu saja bisa membuat aroma masakan Alisha masuk ke kamarnya



Dapat ia lihat bagaimana telatennya Alisha menyusun menu sarapan dengan rapi di atas meja makan



"Jadi dia sedang memasak, aku harus mandi sekarang" gumamnya pelan dan pergi masuk ke kamarnya



"Alhamdulillah, semuanya sudah selesai, sekarang tinggal membangunkan tuan William" ujarnya dan pergi menaiki tangga menuju lantai atas tempat kamar Will berada



Tok tok tok......



Alisha terdiam sejenak menunggu respon dari dalam kamar William setelah ia mengetuk pintu kamarnya



Tok tok tok.....


Ia mengetuk pintu kamarnya lagi



'Apa tuan Will sedang tidur atau dia masih sakit?' gumamnya bingung



'Aku coba sekali lagi, kalau masih tidak ada jawaban, aku akan panggil pak Dave saja' gumamnya pula



Kleek....




Alisha dapat melihat rambut William yang acak-acakan khas baru bangun tidur serta kain perban masih terbalut di sekeliling keningnya



"Maaf tuan jika saya menggangu tidur anda, tapi pak Dave telah berpesan pada saya untuk membangunkan Anda setiap pukul 06.30" ucap Alisha menahan kekesalan dalam hatinya



"Ckkk... iya iya, pergi sana!!"



Braakkk!!


Pintu di tutup kasar oleh William tepat di hadapan Alisha



'Sabar Alisha, dia pemilik kastil ini, kau bekerja dengannya' gumamnya menguatkan diri



Alisha pun kembali menuruni tangga menuju dapur dan mencuci peralatan masak yang ia kotori saat memasak tadi



'Kenapa tidak ada seorang pun yang bersikap ramah? kenapa semuanya muka tembok? apa mereka bukan manusia?' gumam kesal Alisha



Tak berapa lama kemudian Alisha yang telah selesai mencuci sedikit dikejutkan oleh kedatangan Daren ke ruang makan yang bisa dilihatnya dari dapur

__ADS_1



Ia pun menghampiri tuan keduanya itu



"Tuan Daren sudah bangun?" sapa ramah Alisha



"Hmm" Daren duduk di kursinya dan langsung membalik piringnya yang diposisikan telungkup menjadi telentang dan mengambil makanan yang ia mau



'Dasar muka tembok' gumam Alisha berdiri tidak jauh dari Daren



'Enak, khas makanan rumahan' ucap Daren dalam hati merasakan kelezatan masakan Alisha



William yang masuk ke ruang makan pandangannya langsung tertuju pada Alisha yang tertunduk sopan padanya



Tanpa basa-basi William langsung duduk di kursinya dan melakukan hal yang sama seperti Daren



'Lumayan rasanya, tidak buruk' gumam William merasakan masakan Alisha



'Sepertinya mereka memang bukan manusia' gumam Alisha ketika melihat mereka berdua tidak berbicara dan hanya terdengar suara dentingan garpu dan sendok yang ada di ruang makan itu



Setelah selesai sarapan, William mengelap mulutnya dengan tisu



"Ada yang ingin aku bicarakan padamu Daren di ruang baca, ku tunggu!" ucap William langsung melenggang pergi keluar ruang makan tersebut



Tak berapa lama Daren pun menyusulnya



"Sekarang aku benar-benar yakin mereka bukan manusia, tapi kulkas 5 pintu, benar-benar tidak ada ekspresi wajah di wajah mereka, dingin sekali" ujar Alisha membereskan sisa makanan dan piring kotor di atas meja



Daren langsung duduk di sofa yang berhadapan dengan William yang tengah membaca buku di kursi kerjanya


"Kau sudah mencari tahu siapa mereka?"


"Sudah, malah aku sudah menemukannya, mereka ada di markas besar, mau kau apakan itu terserah mu" ucap Daren dengan mengambil rokok dan menyalakan api kemudian membakar ujungnya


Ia menyesap rokok itu tepat di hadapan William


"Bunuh mereka semua, penggal kepala orang yang telah menyuruh mereka untuk mencelakai ku" titah William pada Daren


Daren tersenyum licik dan mengangguk samar kemudian menelfon salah satu anak buahnya untuk melaksanakan apa yang William inginkan


"Tugas sudah beres Will, apa kau akan langsung ke kantor atau akan berada di rumah dulu untuk sementara sampai semuanya kembali stabil?" tanya Daren dan menyesap kembali rokok mahalnya


"Untuk dua hari ke depan aku tidak akan pergi kemana pun, kepala ku juga masih terasa sakit" jawab William


"Ya sudah, terserah mu toh yang punya perusahaan kan kau, aku akan pergi ke kantor, jam makan siang aku akan kembali" ucap Daren dan melenggang pergi


William hanya menatap sekilas ke arah sahabatnya itu dan berdiri di jendela ruangannya yang menampakkan kebun bunga mawar biru kesayangannya


Keningnya mengkerut ketika melihat sesosok wanita yang ia bawa tadi malam tengah menyiram tanamannya

__ADS_1


__ADS_2