Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 70


__ADS_3

Sesampainya di kasti William langsung mendorong kursi rodanya masuk ke dalam kamarnya tanpa berkata apa-apa


Alisha sampai bingung dibuatnya, kemudian ia menoleh pada Daren meminta penjelasan


"Bisakah kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?"


Daren mengangguk dan duduk di sofa tamu diikuti Alisha yang duduk di depannya


"Dulu William mempunyai kekasih, dan dialah orangnya tadi, namanya Monica" ujar Daren


'Oh jadi dia rupanya Monica' batin Alisha


"Lalu.... kenapa kau begitu marah padanya?"


Daren mengeraskan rahangnya dan mengepal tangannya


"Itu karena dia wanita ular! dia sudah berkali-kali menghisap semua kekayaan William dulu!"


Alisha mengerutkan keningnya mendengar ucapan Daren


"Dulu sebelum kami sesukses ini, perusahaan pertama kami sempat down dan hampir bangkrut, salah satu akibatnya karena William terlalu sering mentransfer uang perusahaan pada wanita ular itu, padahal aku sudah sering memperingatkan padanya bahwa si jal*ng itu hanya ingin hartanya saja, tapi William sama sekali tak menghiraukan semua ucapan ku!" ucap Daren kesal


Alisha manggut-manggut terus mendengarkan ucapan Daren selanjutnya


"Hingga suatu hari William melihat kelicikan dan kemunafikan pacar yang selalu ia cintai itu, dia berselingkuh dengan presdir salah satu saingan berat William, akhirnya dia sadar kalau dirinya hanya dimanfaatkan oleh pacar ularnya itu"


"Astaghfirullah....." gumam Alisha tak percaya dengan apa yang dikatakan Daren


"Lalu... apa mereka sudah putus sekarang?" tanya Alisha


"Entahlah, dulu ku rasa sudah, tapi setelah aku melihat diam saja diperlakukan jal*ng tadi seperti itu kurasa dia masih menyimpan perasaan padanya"


Alisha terdiam sejenak berpikir


"Ku rasa......ada suatu hal yang tak bisa diucapkan oleh William saat itu, jika kau menemani nya saat ini di kamarnya mungkin dia akan mengungkapkannya" usul Alisha


"Ya, kau benar, aku akan menyusulnya" Daren mengangguk kemudian pergi ke kamarnya William


***


Daren dapat melihat dari ambang pintu ketika William duduk di kursi rodanya menghadap balkon kamarnya


Ia langsung masuk dan menghampirinya kemudian bersandar di dinding


"Apa kau masih berharap bersamanya?" tanya Daren tanpa basa-basi


"Tinggalkan aku sendiri" ucap datar William tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Daren


"Aku tidak akan pergi sebelum kau menjawab pertanyaan ku" kekeh Daren


"Ku bilang pergi!" tukas William melotot tajam melihat Daren


Daren mendengus kesal kemudian melenggang keluar begitu saja


Sedangkan Alisha yang tengah menunggu mereka di ruang tamu langsung menghampiri Daren ketika ia baru saja keluar dari kamar William


"Lho? kok cepat banget?"


"Dia mengusirku!" kesal Daren

__ADS_1


"Apa?! kenapa? memangnya kau bertanya apa padanya?" Alisha mengerutkan keningnya


"Aku hanya bertanya apa dia masih berharap bersama dengan wanita ular itu, tapi dia malah menyuruhku keluar" jawab Daren tanpa merasa bersalah


Alisha menepuk jidatnya berkali-kali mendengar ucapan Daren


"Daren kenapa kau malah bertanya seperti itu, wajarlah jika membuatnya mengusir mu" ucap Alisha geleng-geleng kepala


"Aku pusing Isha mengurus masalah percintaannya yang tak jelas itu, mending aku tidur" ujar Daren dan pergi begitu saja


Alisha menghela nafas panjangnya dan matanya melihat jajanan yang ia beli tadi di alun-alun


Masih utuh isinya, bahkan belum disentuh olehnya ataupun William dan Daren


Ia pun menghidangkan jajanannya ke atas piring dan membawanya ke kamar William


Toktoktok....


"Boleh aku masuk?" ucap Alisha mengetuk pintu kamar William yang terbuka lebar


Ia dapat melihat dari ambang pintu William tengah duduk di kursi rodanya menghadap balkon kamarnya


Tak ada jawaban ataupun respon dari sang pemilik kamar membuat Alisha langsung masuk dan menghampirinya


"Kau... belum makan ini tadi di alun-alun" ucap Alisha dengan nada pelan menyodorkan piring yang ia bawa


William hanya menggeleng pelan sambil terus menatap lurus ke depan


"Pergilah Alisha" lirihnya pelan dengan datar


Alisha terdiam sejenak kemudian menaruh piringnya ke atas meja di samping mereka


Alisha duduk bersila di lantai persis di samping William yang duduk di kursi rodanya


Mereka sama-sama menatap balkon kamar William


"Aku kan menyuruh mu pergi, bukan duduk di sini" ucap William menoleh ke samping, ke arahnya


Alisha menggeleng dan menyandarkan kepalanya ke roda kiri William


"Aku tahu kau tidak mungkin masih berharap dengan wanita sepertinya" ucap Alisha pelan terus menatap ke depan


"Maksud mu?"


Alisha membalas menatapnya


"Saat kebungkaman mu tadi di sana sudah dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kalian sebelumnya" jawab Alisha


William langsung kembali menatap lurus ke depan mendengar ucapan Alisha


"Rupanya benar apa yang ku katakan" gumam Alisha tersenyum miring


"Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya


William tak langsung menjawab, entah kenapa dia merasa ada yang aneh dalam hatinya


Flashback on


William mengusap wajahnya dengan kasar sangking frustasinya

__ADS_1


"Hei.... lama tak berjumpa ya?"


Deg..


William langsung mendongak mana kala suara perempuan yang sangat ia kenal itu menyapanya


"Kau?...."


Monica tersenyum miring dan melipat kedua tangannya di depan dadanya


"Astaga.... ternyata ini memang kau, ku pikir siapa yang duduk di kursi roda ini" ucap Monica dengan nada meremehkan


William memutar bola matanya dengan jengah dan mengalihkan pandangannya ke arah lain


"Ada apa denganmu? kenapa kau bisa duduk di kursi roda?" tanya Monica lagi namun William hanya diam di tempatnya


"Apa jangan-jangan kau ini..... lumpuh?" tebak Monica


Refleks William langsung melihat wajahnya dengan garang


"Tutup mulutmu atau aku sendiri yang akan menjahitnya nanti!" ancam William


Monica terkekeh kecil dan menggelengkan kepalanya


"Ternyata benar kau ini lumpuh, untung saja kita sudah putus dan tak jadi menikah, apa jadinya aku menikah dengan orang cacat seperti mu" ejek Monica tersenyum licik


"Untung saja kau ini wanita, jika kau pria sudah ku pastikan kau ku gantung hidup-hidup di tiang bendera" ujar William


"Ya maka dari itu karena aku wanita tentu aku berani mengganggu wahai mantan terindah" Monica memegang ujung dagu William dan tersenyum miring


Ia mencondongkan tubuhnya hingga menampakkan belahan d*da nya pada William


"Lepaskan tangan mu!" William langsung menarik kasar tangan Monica menjauh dari wajahnya


"Hei.... kenapa kau begitu marah sayang.... bukankah dulu kau menyukai semua sentuhan yang ku berikan?"


William mengepal tangannya menahan emosinya untuk bertindak kasar pada Monica


"Sebaiknya kau pergi Monica sebelum aku melakukan tindakan kasar padamu!" ucap William


"Hh! kenapa kau begitu marah? apa kau cemburu dengan saudara psikopat mu itu?"


Sontak mata William terbuka lebar mendengar ucapan Monica


"Ah... ternyata tebakan ku benar lagi" gumam Monica tersenyum licik


"Cih! jangan sembarang kalau bicara! darimana kau tahu?" William mulai terpancing emosinya pada mantannya itu


"Kau pikir sedari tadi aku tidak mendengar apa yang kalian berdua bicarakan?" tanya balik Monica berkacak pinggang


William mengeraskan rahangnya dan mengepal tangannya


"Dari semua yang aku dengar, kesimpulan yang ku dapat.... kau dan dia mencintai wanita yang sama bukan?" tebak Monica mendekatkan wajahnya ke wajah William dengan nada berbisik


"Monica!!!" seru William hendak menampar Monica


Tetapi kedatangan Daren dan Alisha membuatnya diam dan kembali datar


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2