Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 74


__ADS_3

Akhirnya mereka pun sampai di area kastil dan Daren memarkir kan mobil nya tepat di depan kastil


"Isha... jangan menertawai ku terus!" ketus Daren merasa sebal


"Nggak nggak kok, siapa juga yang ketawa" Alisha menggigit bibir bawahnya menahan tawanya agar tidak keluar lagi


Daren langsung melenggangkan kaki panjangnya masuk ke dalam kastil


Ia sengaja meninggalkan Alisha berjalan sendirian di belakangnya


"Hahahaha Daren Daren, kamu kayak anak kecil aja, suka ngambek" Alisha menggeleng melihat tingkah laku Daren


Ia pun ikut masuk ke dalam kastil tepatnya ke dalam dapur


"Sebaiknya aku buatkan dia makan siang dulu" gumamnya hendak memasak


Alisha pun memasak makanan untuk Daren di sana


Tak berapa lama kemudian, ia membawa senampan makanan yang ia buat ke kamar Daren di lantai atas


Toktoktok


"Daren.... buka dong pintunya... nih aku buatin makanan" Alisha berkata lembut sambil terus mengetuk pintu


Ceklek...


"Lambat banget sih! keburu meninggal aku!" tukas Daren di ambang pintu


"Hahaha mana ada orang meninggal cuman gara-gara nggak makan setengah hari" sindir Alisha terkekeh kecil


"Nih, dimakan yah" ujarnya menyodorkan senampan makanan yang ia bawa


"Hmm" Daren mengambilnya dan hendak menutup kembali pintu kamarnya


"Eh tunggu!" Alisha menghalangi pintu kamar Daren tertutup


"Apalagi?!" ketus Daren menyembulkan kepalanya ke sisi pintu sedangkan tubuhnya ia tutupi di belakang pintu


"Hmm... bau apa ini?" ucap Alisha mengendus-endus mencium aroma sesuatu


"Nggak ada apa-apa! hidungmu bermasalah mungkin!" kilah cepat Daren


"Nggak mungkin hidungku bermasalah, orang hidungku baik-baik aja kok" ucap Alisha


"Udah deh pergi sana!" usir Daren


"Kok kamu jadi aneh gini yah? bau apa sih ini? kok kayaknya dari dalam kamar kamu" ucap Alisha penuh selidik


Daren menjadi gelagapan dan hendak menutup pintu lagi


Seketika Alisha mendorong keras pintu itu hingga terbuka lebar


"Isha! apa-apaan sih kamu! main masuk aja!" tukas sebal Daren


Alisha yang melihatnya hanya memakai celana jeans panjang tanpa atasan hingga membuat tubuh bagian atasnya terekspos jelas


"Ma..maafkan aku... ku pikir kau menyembunyikan apa?" ucap Alisha dan hendak pergi

__ADS_1


Namun sudut matanya menangkap sesuatu di atas ranjang Daren


Matanya seketika terbelalak melihat ada sebuah botol minuman di ranjang Daren


Ia mengambil botol itu dan berbalik ke arah Daren


"Apa ini?" seketika wajah Alisha menjadi datar dan dingin memperlihatkan temuannya pada Daren


Daren gelagapan dan hendak merebut botolnya dari tangan Alisha


Prangg!!!


Alisha langsung melempar botol minuman haram itu ke lantai hingga pecah dan berserakan


"Apa ini Daren?!!!" seru Alisha meninggikan suaranya


"Kkkkkenapa kau malah marah? A...aku sudah biasa minum itu kok"


"Apa Sam tidak memberitahu mu kalau aku sudah menyuruhnya melarang mu minum-minuman haram itu?!!" seru Alisha


Daren hanya menggigit bibir bawahnya dan sedikit menunduk


Sebenarnya ia sudah beberapa kali terciduk oleh Sam saat ia hendak meminum minuman haram itu, tetapi Sam selalu melarangnya dengan alasan Alisha yang menyuruhnya untuk mengawasinya minum


Tapi kali ini ia sungguh tak bisa menahan diri lagi untuk meminum minuman keras yang sudah membuatnya kecanduan itu


"Jawab Daren?!! kenapa kau malah diam?!!" seru Alisha dengan sangat marah


"Maaf...." cicit pelan Daren menundukkan kepalanya


"Hhh...." Alisha menghela nafas panjangnya dan memijat pelipisnya


Daren pun langsung memungut baju kaosnya di sisi sofa kemudian memakainya


"Sudah.." jawab pelan Daren


Sungguh Daren merasa mati kutu saat Alisha memarahinya tadi, entah kenapa jiwa psikopat nya hilang begitu saja menghadapi kemarahan Alisha


"Duduk!"


Daren mendudukkan pantatnya ke sofa dan terus menunduk


Alisha ikut duduk di depannya


"Kenapa kau masih minum-minum Daren? kan aku sudah melarang mu?" ucap Alisha dengan nada lembut menatap pucuk kepala Daren yang menunduk


"Maaf... tapi aku tidak bisa tahan kalau tidak minum itu jika sehari saja" jawab Daren pelan sambil terus menunduk


Alisha tak langsung menjawab dan menopang kepalanya


"Angkat kepala mu!" ucap Alisha


Daren mengangkat kepalanya dan menatap kedua mata Alisha yang datar menatapnya


"Maaf ya..." lirih Daren memelas, sungguh ia tak suka ditatap seperti itu oleh Alisha


"Daren.... jangan pernah meminta maaf jika kau masih melakukannya, itu tidak akan berguna"

__ADS_1


"Terus aku harus apa agar kau mau memaafkan ku?"


"Jangan minum lagi, minuman keras itu haram hukumnya" ucap Alisha


"Tapi kalau aku tidak minum aku bisa....."


"Aku akan membantumu sembuh dari kecanduan minuman haram itu" sela Alisha langsung


Daren mengangguk pelan dan menatap makanan di depannya


"Sudah berapa teguk kau minum tadi?" tanya Alisha


Refleks Daren langsung menatapnya dan menggeleng cepat


"Tidak aku belum minum sama sekali kok! sungguh! tutupnya saja masih bersegel!" ucap Daren


Alisha dapat melihat jelas kedua sorot mata Daren tidak berbohong padanya


"Ya sudah tidak apa-apa, kau makanlah dulu, aku akan mengemasi pecahan botolnya" ucap Alisha bangkit berdiri


Daren menganggu pelan dan mengambil piringnya kemudian menyantap makanannya


Sedangkan Alisha memungut pecahan botol minuman haram itu serta membersihkan lantai yang basah


"Maaf ya jika merepotkan mu" ucap Daren merasa tak enak hati melihat Alisha membersihkan lantai kamarnya dengan berjongkok


"Tidak apa-apa" Alisha tersenyum tipis sambil terus bekerja


Setelah membersihkan lantai kamarnya, Alisha kembali duduk di sofa depan Daren


"Isha... kenapa kau melarang ku minum-minum?" tanya Daren menatap wajahnya yang datar


"Apa yang kau rasakan setelah minum minuman haram itu?" tanya balik Alisha menatapnya datar


"Hmm... mabuk pasti, dan juga... bikin kesedihan ku menghilang untuk sementara Isha, apalagi rasanya juga sangat enak! jika kau meminumnya pasti kau ketagihan!" ucap Daren antusias


Perlahan senyuman di bibir Daren menghilang melihat ekspresi wajah datar Alisha merespon perkataannya


"Kau bilang apa? enak? rasanya enak? hidungmu tidak mencium ya aromanya saja sudah sangat pekat apalagi meminumnya pasti sangat pahit"


"Ya memang awalnya mungkin pahit Isha tapi lama kelamaan enak kok, bikin ketagihan" Daren terkekeh kecil


"Inilah yang tidak suka Daren, kecanduan, aku sangat tidak menyukai semua hal-hal yang menjadi kecanduan" ucap Alisha datar


"Kau tahu? dalam agama ku Islam, sungguh haram hukumnya meminum minuman haram itu, bisa membuat mabuk, dan mungkin saat kau meminumnya kau merasa terbang ke awan sangking besarnya efek minuman itu, tapi ketahuilah saat kau mabuk itu kau bisa saja melakukan hal-hal yang diluar kesadaran mu Daren, itu sangat tidak disukai oleh Tuhan kami, Allah" terang Alisha


Daren tertegun mendengarnya menjelaskan tentang minuman yang sudah jadi kebiasaan baginya


Dirinya teringat bagaimana brutalnya ia membunuh musuh-musuh nya dalam keadaan mabuk


"Maaf..." lirih Daren menundukkan kepalanya


"Aku janji tidak akan mengulanginya lagi" ucapnya kemudian


Alisha tersenyum tipis dan memakai sarung tangannya


Kemudian ia berpindah duduk di samping Daren

__ADS_1


"Jangan sedih... aku tahu kok pengganti minuman haram yang cocok untukmu jika sudah kecanduan!" Alisha tersenyum manis sambil mengacak-acak rambut Daren


Daren refleks menoleh padanya dengan tatapan berbinar-binar


__ADS_2