Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 66


__ADS_3

Daren mengeraskan rahangnya di sofa bed kamarnya


"Bajing*n!!!!" umpatnya


Braakkk!!!!!


Daren membuang isi meja kerjanya ke atas lantai


Sam sampai tergidik ngeri melihat tuannya itu murka


"Bawa dia kesini!! sekarang!!!" titahnya dengan mata melotot


"B..bbaik tuan!!" Sam tergagap takut kemudian pergi dari ruang kerja Daren


Daren menghela nafas berat khasnya dan mengacak-acak rambutnya


"Ttttidak! A..aku tidak akan membiarkan Isha ku pergi!! tidak akan!!!" Daren bernafas menggebu-gebu


Tak lama kemudian Sam datang dengan menarik paksa pelayan yang mengajak Alisha berbicara tadi di halaman kastil


Daren menatapnya nyalang dan mencekiknya


"Arrggghhhh sakit tuan!" pelayan paruh baya itu menjerit kesakitan


"Tuan! apa yang anda lakukan?!! jangan membunuhnya!!" seru Sam mencoba melepaskan cengkraman tangan Daren di leher wanita tua itu


"KAU PUNYA MULUT TAPI TIDAK DIJAGA!! AKU AKAN MEMBUNUH MU!!" seru Daren dengan mata nyalang menatap wanita tua itu


"Ma......maafkan saya tuan! saya tidak akan mengulangi nya lagi ukkhhh.... tolong...lepaskan....tuan!" mohon sang pelayan wanita tua itu menghiba


Rasanya ia sudah hampir kehabisan nafas karena dicekik oleh Daren


Daren semakin mengeraskan cengkraman nya di leher wanita itu


"Tuan! saya mohon lepaskan dia! anda bisa membunuhnya!" seru Sam terus mencoba melepaskan cengkraman Daren di leher pelayan itu


Daren semakin menjadi-jadi dengan tindakannya


"Ini tidak bisa dibiarkan, tuan sudah kambuh! aku harus mengatakannya pada nona Alisha sekarang!!" gumam Sam panik


Kemudian ia berlari kencang keluar ruang kerja Daren


"Nona!!" serunya memanggil Alisha sambil terus berlari menuruni tangga


Alisha yang sedang berada di kamarnya ketika mendengar suara panggilan namanya langsung keluar dari kamarnya


"Ada apa Sam?!" tanyanya


Sam yang ngos-ngosan mencari Alisha di dapur langsung menoleh ke belakang


"Itu tuan Daren kembali kambuh nona, dia mencekik salah satu pelayan di sini!" seru Sam dengan nafas menggebu-gebu


"Apa?!!" Alisha sontak terkejut


Ia pun langsung berlari kencang menaiki tangga ke kamar Daren


Alisha langsung terpaku di ambang pintu melihat Daren mencekik leher pelayan paruh baya itu


"Daren! hentikan!!" seru Alisha memakai sarung tangannya


Kemudian ia berlari menghampiri mereka dan melerai Daren


"Daren lepaskan! kau bisa membunuhnya!!" seru Alisha mencoba melepaskan cengkraman tangan Daren di leher pelayan itu


Daren tak mengindahkan ucapan Alisha dan terus saja mencekik leher pelayannya itu


Alisha semakin panik melihat pelayan kastil itu sudah hampir pingsan dibuat Daren


Ia menutup kedua matanya dengan erat dan....

__ADS_1


Pakkk!!!


Alisha langsung memukul keras kedua tangan Daren hingga kedua tangannya terlepas dari leher pelayan itu


Brukk!!!


Seketika pelayan wanita paruh baya itu terduduk lemas di lantai dengan leher yang memerah dengan jejak tangan Daren di lehernya


"Bi, anda tidak apa-apa?!" Alisha panik menghampiri pelayannya itu


"Sssssaya....saya tidak apa-apa nona, sebaiknya saya...saya segera pergi!" sang pelayan kembali bangkit dan berlari keluar kamar Daren


Di saat itu juga Sam datang dengan membawa suntikan penenang


Alisha mengalihkan pandangannya pada Daren


Daren yang sudah tak bisa mengontrol diri mulai merusak dan menghamburkan isi kamarnya


"Tidak! tidak! tidak!! aku tidak akan membiarkan Isha ku pergi!!!" gumamnya keras


"Tidak akan!!!"


Brakk!!


Daren menendang keras lemari pakaiannya hingga terjungkal


Bam!!!!


Ia membanting kasar pintu balkon kamarnya


Prangg!!!!


Daren menghempaskan semua vas bunga kaca ke lantai


Alisha menutup kedua telinganya ketika Daren mengobrak-abrik isi kamarnya


"Nona! saya akan menyuntikkan obat penenang ini untuk tuan! tolong anda pegang kedua tangannya!" ucap Sam


"Tuan sudah tidak bisa mengendalikan diri nya lagi nona, hanya obat penenang ini jalan satu-satunya" ucap melemah Sam, ia sangat kasihan dengan tuannya itu


Tanpa pikir panjang Alisha langsung menghampiri Daren dan memegang kedua pipinya menggunakan kedua tangannya yang terbungkus sarung tangan


"Daren! tatap mataku!" seru Alisha menengadah ke atas menatap wajah Daren


Daren yang hendak menendang semua yang ada di atas meja riasnya membalas menatapnya


Ia bernafas dengan memburu sambil menunduk melihat wajah Alisha di bawahnya


"Isha...." gumamnya parau menatap wajah Alisha


Brukkk!!!


Tiba-tiba tubuh Daren ambruk ke lantai


Ia langsung memeluk erat perut Alisha hingga membuat Alisha tersentak kaget


"Isha.... jangan pergi... ku mohon!" tiba-tiba mata Daren berkaca-kaca menengadah menatap dalam kedua mata Alisha


Tak bisa berkata apa-apa, Alisha merasa seluruh tubuhnya kaku juga tangannya


Ia seperti membiarkan kedua tangan Daren melingkar erat di gamis bagian pinggangnya


Tess....


Air mata jatuh di kedua ujung mata Daren ketika ia menengadah ke atas


"Kau... tidak akan pergi kan?" ucap Daren menghiba


Alisha tak menjawab perkataan Daren, ia masih terus menatap intens wajah Daren yang tersirat jelas raut wajah kesedihan yang mendalam

__ADS_1


Daren mengeratkan pelukannya dan menempelkan kepalanya di perut Alisha


"Hiks... ku mohon jangan pergi Isha.... jika kau pergi aku tidak akan bisa hidup lagi.... hiks...hiks...."


Daren menangis terisak sambil terus memeluk erat pinggang Alisha dan menempelkan kepalanya


Sam sangat tersentuh melihat adegan di depannya


'Baru kali ini aku melihat tuan Daren menghiba sampa seperti ini' batinnya merasa kasihan


Refleks Alisha menyentuh lembut kepala Daren dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan


"Tidak.... aku tidak akan pergi" ujar Alisha tersenyum lembut


Daren kembali menengadahkan kepalanya menatap wajah Alisha yang tersenyum manis padanya


"Janji?...." Daren mengacungkan jari manisnya pada Alisha


Alisha langsung mengaitkan jari manisnya pada Daren dan mengangguk


"Janji" ucapnya tersenyum tipis


Daren langsung tersenyum bahagia dan kembali memeluk erat pinggang Alisha


"Makasih...." gumamnya pelan didengar oleh Alisha


Alisha merasa sedikit tidak nyaman Daren memeluk pinggang nya dengan erat apalagi kepalanya menyentuh lembut perut rata Alisha yang terhalang oleh gamis panjangnya


Tak ingin mengganggu waktu mereka Sam langsung pergi meninggalkan mereka berdua di kamar Daren yang sudah sangat berantakan itu


Daren terus memeluk erat pinggang Alisha sambil terus tersenyum bahagia


Sedangkan Alisha hanya dapat melihat rambut hitamnya saja dari atas


Setelah agak lama membiarkan Daren memeluknya, Alisha melepas pelan pelukan Daren di pinggangnya


Ia ikut duduk bersimpuh di hadapannya


Daren menatapnya dengan tersenyum tulus


Sungguh, Alisha merasa hatinya begitu tercubit melihat kondisi Daren seperti ini


'Daren..... kapan kau akan sembuh dari depresi mu' batinnya


Alisha menutup erat kedua matanya dan mencoba tersenyum lebar


Ia memegang kedua bahu Daren dan mengajaknya berdiri


"Daren.... istirahat yuk!" ajak Alisha lembut


Seakan terhipnotis dengan perkataan Alisha yang lembut, Daren hanya mengangguk membiarkan dirinya di boyong keluar oleh Alisha dari kamarnya


Mereka menuruni tangga melewati Sam yang tengah berdiri di dekat sofa ruang tamu


Alisha memberi kode padanya untuk nanti saja mereka berbicara


Ia akan mengantar Daren ke kamarnya untuk beristirahat


Ceklek....


Pintu kamar Alisha ia buka selebar mungkin


"Daren istirahat dulu yah di sini, Isha mau beres-beres dulu" ucap Alisha memboyong Daren ke ranjangnya


Daren merebahkan dirinya ke atas ranjang membiarkan Alisha menyelimuti nya


"Selamat tidur Daren" Alisha tersenyum lembut


Kemudian ia kembali menutup pintu dari luar membiarkan Daren sendirian di kamarnya untuk beristirahat

__ADS_1


Sedangkan ia sendiri langsung menghampiri Sam di ruang tamu


__ADS_2