
Daren mengeraskan rahangnya di sofa bed kamarnya
"Bajing*n!!!!" umpatnya
Braakkk!!!!!
Daren membuang isi meja kerjanya ke atas lantai
Sam sampai tergidik ngeri melihat tuannya itu murka
"Bawa dia kesini!! sekarang!!!" titahnya dengan mata melotot
"B..bbaik tuan!!" Sam tergagap takut kemudian pergi dari ruang kerja Daren
Daren menghela nafas berat khasnya dan mengacak-acak rambutnya
"Ttttidak! A..aku tidak akan membiarkan Isha ku pergi!! tidak akan!!!" Daren bernafas menggebu-gebu
Tak lama kemudian Sam datang dengan menarik paksa pelayan yang mengajak Alisha berbicara tadi di halaman kastil
Daren menatapnya nyalang dan mencekiknya
"Arrggghhhh sakit tuan!" pelayan paruh baya itu menjerit kesakitan
"Tuan! apa yang anda lakukan?!! jangan membunuhnya!!" seru Sam mencoba melepaskan cengkraman tangan Daren di leher wanita tua itu
"KAU PUNYA MULUT TAPI TIDAK DIJAGA!! AKU AKAN MEMBUNUH MU!!" seru Daren dengan mata nyalang menatap wanita tua itu
"Ma......maafkan saya tuan! saya tidak akan mengulangi nya lagi ukkhhh.... tolong...lepaskan....tuan!" mohon sang pelayan wanita tua itu menghiba
Rasanya ia sudah hampir kehabisan nafas karena dicekik oleh Daren
Daren semakin mengeraskan cengkraman nya di leher wanita itu
"Tuan! saya mohon lepaskan dia! anda bisa membunuhnya!" seru Sam terus mencoba melepaskan cengkraman Daren di leher pelayan itu
Daren semakin menjadi-jadi dengan tindakannya
"Ini tidak bisa dibiarkan, tuan sudah kambuh! aku harus mengatakannya pada nona Alisha sekarang!!" gumam Sam panik
Kemudian ia berlari kencang keluar ruang kerja Daren
"Nona!!" serunya memanggil Alisha sambil terus berlari menuruni tangga
Alisha yang sedang berada di kamarnya ketika mendengar suara panggilan namanya langsung keluar dari kamarnya
"Ada apa Sam?!" tanyanya
Sam yang ngos-ngosan mencari Alisha di dapur langsung menoleh ke belakang
"Itu tuan Daren kembali kambuh nona, dia mencekik salah satu pelayan di sini!" seru Sam dengan nafas menggebu-gebu
"Apa?!!" Alisha sontak terkejut
Ia pun langsung berlari kencang menaiki tangga ke kamar Daren
Alisha langsung terpaku di ambang pintu melihat Daren mencekik leher pelayan paruh baya itu
"Daren! hentikan!!" seru Alisha memakai sarung tangannya
Kemudian ia berlari menghampiri mereka dan melerai Daren
"Daren lepaskan! kau bisa membunuhnya!!" seru Alisha mencoba melepaskan cengkraman tangan Daren di leher pelayan itu
Daren tak mengindahkan ucapan Alisha dan terus saja mencekik leher pelayannya itu
Alisha semakin panik melihat pelayan kastil itu sudah hampir pingsan dibuat Daren
Ia menutup kedua matanya dengan erat dan....
__ADS_1
Pakkk!!!
Alisha langsung memukul keras kedua tangan Daren hingga kedua tangannya terlepas dari leher pelayan itu
Brukk!!!
Seketika pelayan wanita paruh baya itu terduduk lemas di lantai dengan leher yang memerah dengan jejak tangan Daren di lehernya
"Bi, anda tidak apa-apa?!" Alisha panik menghampiri pelayannya itu
"Sssssaya....saya tidak apa-apa nona, sebaiknya saya...saya segera pergi!" sang pelayan kembali bangkit dan berlari keluar kamar Daren
Di saat itu juga Sam datang dengan membawa suntikan penenang
Alisha mengalihkan pandangannya pada Daren
Daren yang sudah tak bisa mengontrol diri mulai merusak dan menghamburkan isi kamarnya
"Tidak! tidak! tidak!! aku tidak akan membiarkan Isha ku pergi!!!" gumamnya keras
"Tidak akan!!!"
Brakk!!
Daren menendang keras lemari pakaiannya hingga terjungkal
Bam!!!!
Ia membanting kasar pintu balkon kamarnya
Prangg!!!!
Daren menghempaskan semua vas bunga kaca ke lantai
Alisha menutup kedua telinganya ketika Daren mengobrak-abrik isi kamarnya
"Nona! saya akan menyuntikkan obat penenang ini untuk tuan! tolong anda pegang kedua tangannya!" ucap Sam
"Tuan sudah tidak bisa mengendalikan diri nya lagi nona, hanya obat penenang ini jalan satu-satunya" ucap melemah Sam, ia sangat kasihan dengan tuannya itu
Tanpa pikir panjang Alisha langsung menghampiri Daren dan memegang kedua pipinya menggunakan kedua tangannya yang terbungkus sarung tangan
"Daren! tatap mataku!" seru Alisha menengadah ke atas menatap wajah Daren
Daren yang hendak menendang semua yang ada di atas meja riasnya membalas menatapnya
Ia bernafas dengan memburu sambil menunduk melihat wajah Alisha di bawahnya
"Isha...." gumamnya parau menatap wajah Alisha
Brukkk!!!
Tiba-tiba tubuh Daren ambruk ke lantai
Ia langsung memeluk erat perut Alisha hingga membuat Alisha tersentak kaget
"Isha.... jangan pergi... ku mohon!" tiba-tiba mata Daren berkaca-kaca menengadah menatap dalam kedua mata Alisha
Tak bisa berkata apa-apa, Alisha merasa seluruh tubuhnya kaku juga tangannya
Ia seperti membiarkan kedua tangan Daren melingkar erat di gamis bagian pinggangnya
Tess....
Air mata jatuh di kedua ujung mata Daren ketika ia menengadah ke atas
"Kau... tidak akan pergi kan?" ucap Daren menghiba
Alisha tak menjawab perkataan Daren, ia masih terus menatap intens wajah Daren yang tersirat jelas raut wajah kesedihan yang mendalam
__ADS_1
Daren mengeratkan pelukannya dan menempelkan kepalanya di perut Alisha
"Hiks... ku mohon jangan pergi Isha.... jika kau pergi aku tidak akan bisa hidup lagi.... hiks...hiks...."
Daren menangis terisak sambil terus memeluk erat pinggang Alisha dan menempelkan kepalanya
Sam sangat tersentuh melihat adegan di depannya
'Baru kali ini aku melihat tuan Daren menghiba sampa seperti ini' batinnya merasa kasihan
Refleks Alisha menyentuh lembut kepala Daren dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan
"Tidak.... aku tidak akan pergi" ujar Alisha tersenyum lembut
Daren kembali menengadahkan kepalanya menatap wajah Alisha yang tersenyum manis padanya
"Janji?...." Daren mengacungkan jari manisnya pada Alisha
Alisha langsung mengaitkan jari manisnya pada Daren dan mengangguk
"Janji" ucapnya tersenyum tipis
Daren langsung tersenyum bahagia dan kembali memeluk erat pinggang Alisha
"Makasih...." gumamnya pelan didengar oleh Alisha
Alisha merasa sedikit tidak nyaman Daren memeluk pinggang nya dengan erat apalagi kepalanya menyentuh lembut perut rata Alisha yang terhalang oleh gamis panjangnya
Tak ingin mengganggu waktu mereka Sam langsung pergi meninggalkan mereka berdua di kamar Daren yang sudah sangat berantakan itu
Daren terus memeluk erat pinggang Alisha sambil terus tersenyum bahagia
Sedangkan Alisha hanya dapat melihat rambut hitamnya saja dari atas
Setelah agak lama membiarkan Daren memeluknya, Alisha melepas pelan pelukan Daren di pinggangnya
Ia ikut duduk bersimpuh di hadapannya
Daren menatapnya dengan tersenyum tulus
Sungguh, Alisha merasa hatinya begitu tercubit melihat kondisi Daren seperti ini
'Daren..... kapan kau akan sembuh dari depresi mu' batinnya
Alisha menutup erat kedua matanya dan mencoba tersenyum lebar
Ia memegang kedua bahu Daren dan mengajaknya berdiri
"Daren.... istirahat yuk!" ajak Alisha lembut
Seakan terhipnotis dengan perkataan Alisha yang lembut, Daren hanya mengangguk membiarkan dirinya di boyong keluar oleh Alisha dari kamarnya
Mereka menuruni tangga melewati Sam yang tengah berdiri di dekat sofa ruang tamu
Alisha memberi kode padanya untuk nanti saja mereka berbicara
Ia akan mengantar Daren ke kamarnya untuk beristirahat
Ceklek....
Pintu kamar Alisha ia buka selebar mungkin
"Daren istirahat dulu yah di sini, Isha mau beres-beres dulu" ucap Alisha memboyong Daren ke ranjangnya
Daren merebahkan dirinya ke atas ranjang membiarkan Alisha menyelimuti nya
"Selamat tidur Daren" Alisha tersenyum lembut
Kemudian ia kembali menutup pintu dari luar membiarkan Daren sendirian di kamarnya untuk beristirahat
__ADS_1
Sedangkan ia sendiri langsung menghampiri Sam di ruang tamu