
"Kenapa kau bertanya seperti itu...." William melepas tangannya dari tangan Daren dengan gelagapan ia menatap ke depan
Daren dapat melihat dengan jelas bagaimana gugupnya William saat itu
"Ada yang ingin aku katakan padamu William" ucap Daren kembali datar
"Thanks" Alisha tersenyum lebar mengambil bungkusan makanan yang diberikan penjual jajanan Banana Chocolate Cake khas New York itu
Ia tersenyum lebar sambil menenteng bungkusan jajanannya dan berjalan menghampiri William dan Daren yang tak jauh dari tepi jalan tempat 'Moko Banana Chocolate Cake
Saat Alisha menghampiri mereka wajah mereka berdua menjadi datar dan dingin
'Kenapa lagi sih mereka?' batin Alisha
"Nih aku beliin Banana Chocolate Cake!" Alisha duduk di tempatnya semula dan membuka bungkusannya
Daren menoleh padanya dan menghentikan tangannya membuka kotak makanan itu
"Isha.... kita jalan-jalan sebentar yuk?" pinta Daren dengan suara parau
Alisha melongo mendengar ucapannya itu
'Dia ini kenapa lagi sih? tadi ceria sekarang begini lagi' batin Alisha merasa heran
Pandangannya beralih melihat wajah William yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan
"Terus William bagaimana? tidak mungkin kita tinggal" ucap Alisha
"Hanya sebentar saja, ayolah, ku mohon" Daren memelas memegang pergelangan tangan Alisha
Alisha menghela nafasnya dan berdiri
"Ya udah yuk, Will kami tinggal sebentar dulu yah" ucap Alisha
Tanpa aba-aba lagi Daren langsung menarik tangan Alisha menjauh dari William
"Ya....." lirih pelan William menatap sendu melihat kepergian mereka
Ia menghela nafas beratnya dan menunduk menatap kaki kirinya yang lumpuh
"Seandainya saja..... jika Alisha bukan orang yang dicintai Daren aku akan berjuang untuk mendapatkan cintanya" gumamnya menangkup wajahnya
Flashback on
"Ada yang ingin aku katakan padamu William" ucap Daren kembali datar
William mengerutkan keningnya "Apa?"
"Aku pernah menceritakan tentang masa kecil ku padamu dan sahabat masa kecilku yang akan ku nikahi jika aku sudah menemukannya, kau masih ingat bukan?"
William terdiam sejenak berpikir "Ya, aku mengingatnya"
"Baguslah kalau kau masih mengingatnya, sekarang aku sudah menemukannya dan kau juga mengenal baik orangnya"
"Benarkah? siapa dia?"
"Alisha" gamblang Daren langsung menjawab William
Seketika dada William bergemuruh mendengarnya
Suara nafasnya juga terdengar memburu seakan ia hampir kehilangan oksigen
__ADS_1
"Be...benarkah?" William mencoba untuk tegar mendengar ucapan Daren
"Sekarang kau sudah tahu siapa dia bagiku Will, ku harap kau tidak menaruh perasaan apapun padanya selain pertemanan" ucap datar Daren menatap lurus ke depan
Dada William merasa sesak mendengar ucapan Daren yang terdengar peringatan keras padanya
Ia pun juga menatap lurus ke depan sembari memegang dadanya
'Kenapa dada ku terasa sesak? untuk pertamakali nya Daren merasakan jatuh cinta, dan itupun dengan sahabat masa kecilnya, Alisha, tapi kenapa harus dia?' batinnya
Flashback off
"Sudah, di sini saja kita bicara, jangan terlalu jauh" ucap Alisha duduk di kursi taman tepat di bawah pohon besar
Daren ikut duduk tetapi di depannya menengadah menatapnya
"Eh... kenapa duduk di rumput, duduk saja di sebelahku" ucap Alisha merasa tak enak
Daren menggeleng pelan sambil terus menatap wajah Alisha dengan duduk berjongkok menekuk sebelah lututnya
"Ada apa hmm... kenapa diam?" Alisha menopang dagunya menatap wajah Daren
Deg deg deg
'Bagaimana caraku mengatakannya?' batin Daren dengan berdebar-debar
"Aku....aku mau bilang...."
"Bilang apa hmm?"
"Aku....aku...."
"Monica....?" gumamnya tak sadar
Daren bangkit berdiri diikuti oleh Alisha
"Monica?" gumam Alisha
Tiba-tiba tatapan mata Daren berubah menjadi nyalang dan menghampiri William di tempat mereka semula
"Eh... Daren!" Alisha langsung menghampiri Daren yang berjalan super cepat itu
"Hey kau!!!" seru Daren menghardik wanita itu
Semua orang yang lewat langsung melihat Daren berteriak seperti itu
Alisha juga tak kalah terkejutnya ketika ia melihat seorang wanita seksi berdiri di dekat William
'Siapa dia?' batin Alisha
Matanya kemudian berpindah ke wajah William yang datar
"Kenapa kau ada di sini hah?!!" seru Daren tepat di depan wanita itu
Dengan manjanya, Monica duduk di pangkuan William dan melingkarkan tangannya di leher William
William sama sekali diam mendapatkan perlakuan dari Monica tersebut
"Sayang.... lihat psikopat ini membentak ku" ucap Monica dengan manjanya
__ADS_1
'Astaghfirullah..... urat malunya sudah putus apa? duduk di sembarang tempat' gumam Alisha tak percaya dengan apa yang ia lihat
Pandangannya beralih ke sekitaran mereka yang dipenuhi orang-orang banyak yang melihat mereka
"Kalian semua pergilah!! ini urusan kami!!" seru Alisha angkat bicara
Orang-orang tersebut pun kembali berlalu-lalang melewati mereka berempat
"Dasar jal\*ng tak tahu malu!!" hardik Daren hendak menampar Monica
Seepp...
"Jangan! tidak baik memukul wanita Daren!" ucap Alisha menahan tangan Daren
Daren menoleh ke arah Alisha yang menggeleng padanya
Daren menetralkan emosi dan dirinya agar dapat mengontrol emosi dan dirinya
Alisha pun menghampiri Monica dan menatapnya dingin
"Nona.... tuan William bukan kursi yang bisa anda duduki, mohon untuk berdiri" ucap Alisha sopan namun datar
"Cih... siapa kau berani-beraninya memintaku berdiri? dia ini kekasihku, wajar jika aku duduk di sini?"
"Dasar tidak tahu malu!!" hardik Daren kembali emosi
"Daren! tahan emosi mu!" ucap Alisha mengingatkan
Daren menghela nafasnya dan diam di tempatnya, sungguh sangat memuakkan melihat wanita ular di depannya itu
Pandangan Alisha kembali melihat wajah datar William yang menatap dirinya juga
"Tuan, apa benar dia adalah kekasih anda?" tanya formal Alisha pada William
Namun William bungkam dan terus membiarkan Monica duduk bergelayut manja di pangkuannya
Seakan mengerti dengan kebungkaman William, Alisha menghela nafasnya dan....
"Arrggghhhh!!" Monica langsung berdiri meringis kesakitan
"Sial\*n!! lepaskan tanganku bod\*h!!!" hardik Monica tak kala Alisha dengan datarnya memelintir tangan Monica
"Saya sudah mengatakan dengan sopan untuk berdiri tetapi anda malah ingin saya berbuat kasar jadi jangan salahkan saya" gamblang Alisha tanpa rasa bersalah
"Lepaskan tanganku!!!" Monica menarik kasar tangannya yang sengaja Alisha longgarkan cengkraman nya
"Dasar wanita aneh!!! kau tunggu saja pembalasan ku!!!" seru Monica meringis kesakitan memegang pergelangan tangannya yang memerah akibat Alisha
Kemudian ia pun pergi begitu saja
"William?! kau tidak apa-apa?!" ucap Daren terdengar panik
"Aku mau pulang" jawab datar William
Daren dan Alisha saling pandang, seakan mengerti dengan sikap dan jawaban William mereka memilih untuk diam
Kemudian mereka pun kembali ke kastil
Di perjalanan, pikiran Alisha terus berkelana memikirkan kejadian tadi di alun-alun kota
'Siapa dia? apa dia Monica yang dipanggil Daren tadi?' batin Alisha ketika di perjalanan pulang
__ADS_1
Sepanjang perjalanan tak ada percakapan di antara mereka