
"Bisakah kau membantuku minum? rasanya semua badan ku remuk akibat fisioterapi tadi" lirih William menyandarkan kepalanya di sisi ranjangnya
Alisha menatapnya lekat dan menaruh makanannya di atas meja
Kemudian ia duduk di depan William dan memasang sarung tangannya
'Ya Allah, maafkan hamba Mu ini jika berbuat khilaf, hamba hanya ingin menolong majikan hamba' gumamnya
Alisha memegang bahu sebelah William dan meminumkan William air di tangan kanannya
William langsung meneguk air itu sampai tandas
"Terimakasih" ucap William pelan
"Sama-sama tuan, anda mau makan atau istirahat saja?" tanya Alisha masih dalam posisi duduk di sisi ranjangnya William
"Aku mau makan tapi aku....."
Alisha mengambil makanan di atas meja dan menyodorkan sesuap pada William
William melihat sodoran nasi di sendok di depan wajahnya dan menatap wajah Alisha
"Wajar tuan merasakan sakit saat fisioterapi kata dokter, oleh karena itu saya akan menyuapi tuan makan" ucap lembut Alisha
Tanpa bicara lagi William membuka mulutnya dan menerima suapan pertama dari Alisha
"Makan yang banyak ya tuan, biar cepat sembuh" ucap Alisha tersenyum manis
William hanya diam menanggapi perkataan Alisha sambil terus mengunyah makanan di mulutnya
Suapan demi suapan sudah Alisha berikan pada William hingga makanan di piringnya sudah habis tak tersisa
"Alhamdulillah, akhirnya habis juga" ucap Alisha menaruh kembali piringnya ke meja
"Tuan, anda sebaiknya istirahat sekarang, saya akan keluar" ujar Alisha seraya berdiri
William mengangguk samar dan membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya
"Selamat tidur siang tuan" ucap Alisha sambil menyelimuti tubuh William sebatas pinggang
"Hmm"
Alisha pun keluar dari kamarnya William dengan membawa piring dan gelas kotornya William
Malam harinya
Alisha yang sudah selesai mengerjakan shalat isya nya langsung menghampiri William di kamarnya
"Sepertinya tuan masih tidur" gumamnya pelan di ambang pintu
Dapat ia lihat dengan jelas William tertidur pulas di atas ranjangnya sejak tadi siang
"Sebaiknya aku siapkan air hangat untuknya mandi" gumamnya pula dan berjalan ke arah kamar mandi
Sementara William yang sadar dengan kedatangan Alisha tadi terukir senyuman tipis di bibirnya
Ia pun meraih ponselnya di atas meja dan menelfon
"Datang sekarang!" ucap datar William dan langsung menutup panggilan telfonnya
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian Alisha keluar dari kamar mandi dan langsung melihat kalau William tengah duduk bersandar di sisi ranjangnya
"Eh tuan William sudah bangun?" ucap Alisha menghampiri William
William tak menanggapi perkataan Alisha
"Saya sudah menyiapkan air hangat di bathtub untuk tuan mandi" ucap Alisha lagi
"Hmm, pergilah" ucap datar William
Alisha menunduk hormat kemudian keluar kamar William
Saat ia menuruni tangga, Alisha melihat kedatangan Kelvin
"Tuan Kelvin, tuan William ada di kamarnya, saya sudah menyiapkan air hangat untuknya di kamar mandi" ucap Alisha
"Baik nona, saya permisi dulu ke atas" jawab Kelvin
Kemudian ia menaiki tangga menuju kamarnya William
Toktoktok
"Masuk!" ucap William ketika mendengar suara ketukan di luar pintu kamarnya
Kelvin pun masuk ke dalam kamarnya William setelah dipersilahkan masuk oleh yang punya kamar
"Bantu aku ke kamar mandi" ucap datar William
Tanpa menjawab sang atasan, Kelvin membantu William untuk duduk di kursi rodanya dan mendorongnya ke kamar mandi dan membantu William membuka bajunya
"Bantu aku ke bathtub" ucap William saat Kelvin yang hendak menyalakan shower air
"Kau pergilah, besok pagi-pagi kau datang lagi ke sini" ucap William menyandarkan tubuhnya ke sisi bathtub
"Baik tuan, saya undur diri dulu" jawab Kelvin menunduk hormat kemudian keluar kamar mandi
William yang masih berada di kamar mandinya merasakan semua tubuhnya menjadi rileks dengan berendam air hangat
Ia pun memejamkan matanya merasakan kehangatan air menggenangi seluruh tubuhnya
Tak berapa lama kemudian William yang telah menyelesaikan ritual mandinya hendak bangkit dari bathtub
"Oh ****! bagaimana aku bisa lupa kalau aku lumpuh? Kelvin sudah ku suruh pulang, mana ponsel ku di kamar lagi, terpaksa aku harus bangkir sendiri" gumamnya menggerutu
Dengan bersusah payah William berdiri mengambil kimono handuknya dan segera memakainya
Ia pun menjatuhkan badannya ke kursi rodanya saat kaki kanannya tak mampu lagi menopang tubuhnya
"Bikin repot saja!" kesal William memukul kaki kirinya yang mati rasa akibat lumpuh
Kemudian ia mendorong kursi rodanya keluar kamar mandi
"Dimana bajuku?" gumamnya ketika tidak melihat baju di atas ranjangnya
"Mungkin dia lupa menyiapkannya" gumamnya pula
Ia yang hendak mendorong kursi rodanya ke arah lemarinya tiba-tiba sudut matanya menangkap sosok Alisha
"Tuan!!" ucap Alisha terkejut dan membalikkan badannya
__ADS_1
William pun refleks membalikkan badannya juga yang hanya memakai handuk kimono
"Ma...maaf tuan!" ucap Alisha
"Siapkan pakaianku!" ujar William dingin dan datar
Tanpa bicara lagi Alisha pun langsung menyiapkan pakaiannya William di lemari dan menaruhnya di atas ranjang
"Sudah tuan, saya permisi dulu!" ucap Alisha tanpa menoleh sedikitpun ke arah William yang membelakanginya juga
Kemudian ia pun langsung keluar dari kamar William dengan setengah berlari
Setelah dirasa William Alisha telah pergi, ia membalikkan badannya kembali ke arah ranjangnya
Kemudian ia mendorong kursi rodanya ke arah sana
'Dia sudah seperti istriku saja kalau menyiapkan pakaian ku setiap hari' gumamnya dalam hati
Sementara Alisha yang merutuki kebodohannya tadi langsung pergi ke kamarnya
"Aduh ceroboh sekali kau Alisha! kenapa kau tadi langsung masuk ke kamar tuan William? seharusnya tadi kau mengetuk pintu dulu, bikin malu!" gumam Alisha merutuki kebodohannya dan memukul kepalanya sendiri
"Sekarang aku sudah tidak punya muka lagi, bagaimana aku harus menghadapi tuan William nantinya?"
"Maafkan hamba Mu ya Allah, hamba tadi tidak sengaja melihat itu semua, sungguh, hamba mengaku khilaf, hamba minta maaf" gumamnya memanjatkan doa dan menengadah ke atas
"Semoga Engkau mengampuni kecerobohan hamba tadi ya Allah, Aamiin" ucapnya
Kring kring kring......
Alisha langsung berjalan setengah berlari ke arah ruang tamu saat ia mendengar suara telepon rumah berbunyi
"Halo, Assalamualaikum, disini kediaman Killstove, ada apa?" tanya Alisha dengan ramah
"Halo Alisha" sapa seorang pria dari seberang sana
"Eh tuan Daren?" tanya Alisha sontak terkaget mendengar suara Daren yang menelepon
"Ya ini aku, bagaimana kabar mu dan juga William?"
"Alhamdulillah aku dan tuan William baik-baik saja kok Daren, kau tidak perlu khawatir" jawab Alisha ramah
"Baguslah kalau begitu, apa William merepotkan mu?"
"Ah sama sekali tidak, justru aku senang mengurusnya" jawab Alisha
Kini tak ada suara lagi di telepon itu
"Halo, Daren apa kau masih di sana?" tanya Alisha memastikan
"Ah ya, aku masih di sini, ku pikir kau merindukan ku tapi sepertinya tidak" ucap Daren sembari tertawa kecil
"Hahaha kau ini, tentu saja aku merindukan mu, hanya saja aku tadi lupa menanyakan kabar mu, bagaimana kabar mu di sana?" tanya Alisha juga tertawa kecil
"Aku juga baik kok Alisha di sini, sepertinya aku akan kembali akhir bulan ini"
"Benarkah, rupanya masih lama lagi" ucap Alisha
"Ya, tapi aku usahakan menyelesaikan semua urusan ku di sini dan kembali ke kastil, kau mau ku bawakan apa?"
__ADS_1