
"Semua wanita yang kau cari tidak ada yang aku sukai!!" ketus William
"Tapi bukankah Anda meminta yang cantik, baik, dan punya reputasi bagus di kota ini tuan, mereka semua masuk dalam kriteria yang anda inginkan" ucap Kelvin
"Tapi mereka tidak sama dengan Alisha!! aku mau wanita yang seperti Alisha!!" William mendengus kesal dengan Kelvin
Kelvin mengerutkan keningnya dan menggaruk kepalanya
"Tuan, boleh aku bertanya sesuatu?"
"Hmm" William memutar bola matanya dengan malas
"Jika anda ingin wanita seperti nona Alisha kenapa anda tidak menikahi nona Alisha saja?"
Sontak William membulatkan matanya mendengar ucapan sang sekretaris nya
Braakkk!!!
Ia menepuk keras meja kerjanya
"Ma..maaf tuan, saya hanya ingin bertanya saja, bukankah Anda alergi dengan namanya wanita dan hanya nona Alisha saja yang membuat anda tidak alergi" ucap Kelvin menunduk hormat
William seketika tersadar dan melepas kacamata bacanya
Ia menyandarkan tubuhnya ke belakang kursi rodanya dan tampak berpikir
"Benar juga ya? kenapa aku tidak kepikiran" gumamnya pelan namun bisa didengar oleh Kelvin
"Apa menurutmu Alisha akan menerima ku?" tanya William pada sekretaris nya, Kelvin
"Tuan, anda penguasa Eropa, anda kaya dan tampan, saya yakin nona Alisha akan menerima anda, apalagi menurut saya nona Alisha orang yang baik dan terlihat cocok dengan anda" ucap Kelvin tersenyum tipis
William tersenyum samar mendengar ucapan sekretaris nya itu
"Benarkah begitu?"
"Benar tuan, saya yakin nona Alisha akan langsung menerima tuan" ucap Kelvin merasa yakin
William kembali terdiam sejenak tampak berpikir
"Tuan, apa anda tidak menyukai nona Alisha?" tanya Kelvin
William menggeleng pelan sambil terus berpikir
"Tidak, aku tidak tahu, tapi setiap kali aku bersamanya aku selalu merasa nyaman dan apalagi dia sudah dua kali menyelamatkan hidupku" jawab William melihat ke arah balkon kamarnya
"Mungkin tuan sudah menyukainya sejak dulu tapi tuan tidak menyadarinya" ucap Kelvin menduga
"Benarkah?" William tersenyum tipis menanggapi ucapan sekretaris nya itu
Kelvin menganggukkan kepalanya menjawab ucapan sang atasan
"Tapi... jika dia tidak menerima ku bagaimana?" ujar William terdengar parau
"Tuan, kita tidak tahu hasilnya jika kita tidak mencobanya, saya yakin nona Alisha pasti akan menerima tuan" jawab Kelvin menghibur William
__ADS_1
William kembali terdiam lama sambil terus menatap ke arah balkon kamarnya
"Tinggalkan aku sendiri" ucap datar William
Kelvin mengangguk paham kemudian pergi dari sana
William mendorong kursi rodanya menuju balkon kamarnya dan berdiam lama di sana
Ia menatap pemandangan hutan dari atas namun pikirannya berkelana memikirkan ucapan Kelvin tadi
'Alisha.... ku harap kau tidak menolak ku' batinnya menutup kedua matanya
Sementara itu......
Alisha yang sedang mencuci baju di ruang pencuci pakaian dihampiri William
"Alisha!!"
Alisha yang sedang menggosok baju menoleh ke belakang
"Eh kau?" ia bangkit berdiri dan menghadap William
"Ya ada apa?" Alisha menyeka keringatnya dengan tangannya yang masih bersabun
"Kenapa kau yang mencuci baju, biar para pelayan saja, aku kan menggaji mereka untuk bekerja, bukan malah santai-santai! kemana mereka?! akan ku pecat mereka!" ucap William melihat ember berisi pakaian di lantai
"Aku mencuci pakaian ku sendiri Will, jangan marah pada mereka" ujar Alisha kembali mencuci pakaiannya
William menghela nafasnya dan mengepal tangannya
"Katakanlah apa yang ingin kau bicarakan" ucap Alisha fokus ke cuciannya
"Cuci nya nanti saja, ayo ikut aku!!" William mengambil lengan baju Alisha dan menariknya
"Eh eh eh! kita mau kemana?" tanya Alisha, lengannya masih terus pegang William
"Dorong aku ke kebun bunga, aku akan mengatakannya di sana" ucap William
Alisha mengangguk paham kemudian mencuci tangannya yang bersabun kemudian mendorong kursi rodanya William ke kebun bunga mawar biru kesayangannya
"Duduk" ucap William
Alisha pun duduk di bangku taman berhadapan dengan William
"Apa yang ingin kau bicarakan? sepertinya serius sekali" Alisha menautkan alis kanannya melihat raut wajah William yang serius
William mengepal tangannya dan menghela nafasnya
"Aku ingin menagih janjimu tentang satu permintaan ku!"
"Oh itu, katakanlah apa mau mu" ucap Alisha manggut-manggut mengerti
"Tapi sebelumnya aku ingin bertanya padamu, apa kau sanggup memenuhi permintaan ku?" tanya William memastikan
Alisha mengerutkan keningnya mendengar ucapan William
__ADS_1
"Insyaallah, jika aku bisa memenuhinya maka aku akan melakukannya" jawab Alisha tersenyum ramah
"Tapi jika tidak?" tanya William menatap kedua bola mata Alisha
Alisha tampak berpikir
"Alisha, kau sudah janji padaku kan, ku harap kau mau menuruti satu permintaan ku ini" William berkata dengan suara serak dan parau
Alisha semakin tak mengerti dengan sikap William kali ini, suaranya bahkan terdengar putus asa
"Katakan, apa mau mu?" tanyanya singkat
William menghirup nafasku dalam-dalam dan merogoh sakunya mengambil sesuatu
Ia pun membukakan kotak cincin itu di hadapan Alisha
Alisha membulatkan matanya melihat William menyodorkannya cincin berlian itu
"A...apa ini?" Alisha sedikit membuka mulutnya sangking terkejut
"Menikahlah denganku Alisha" William menundukkan kepalanya tak berani melihat wajah Alisha
Alisha bangkit berdiri sangking terkejutnya dengan apa yang dikatakan oleh William tadi
Refleks William menengadah ke atas melihat wajah Alisha yang terkejut
Alisha menatapnya dengan tatapan terkejut dengan tangan yang bergetar
"A...apa kau serius?" tanya Alisha tak percaya dengan apa yang dikatakan William tadi
"Memangnya aku terlihat seperti bercanda?" tanya balik William masih terus mendongak menatap Alisha di atasnya
Alisha menjadi gelagapan dan mengalihkan pandangannya ke arah lain
"Sepertinya kau sedang mabuk Will, aku akan mengantar mu ke kamar" Alisha hendak mendorong kursi rodanya William
"Alisha!!! aku tidak bercanda!! aku serius!!" seru William menarik lengan baju Alisha kembali duduk di hadapannya
Pandangan mereka bertemu untuk sekian detiknya
"Menikahlah denganku" kali ini William berkata dengan sangat pelan hingga terdengar berbisik
Alisha sampai tergidik ngeri mendengarnya kemudian ia menggelengkan kepalanya menetralisir detak jantungnya akibat ucapan William tadi
Alisha menghela nafasnya dan menatap wajah William
"Will, sebelumnya aku kan sudah mengatakan padamu, pernikahan itu hal yang sakral, kau tidak bisa langsung memutuskannya begitu saja, bukankah tadi tuan Kelvin datang membawakan mu beberapa calon mu?" ucap Alisha mencoba untuk tetap tenang walaupun detak jantungnya masih berdetak kencang akibat ucapan William
"Aku tidak menyukai mereka, mereka tidak ada yang sama seperti dengan mu" jawab William menggeleng pelan
"Maksudnya?" tanya Alisha mengerutkan keningnya
"Aku hanya mau dirimu Alisha, ku mohon terimalah aku" pinta William dengan nada memelas
Alisha menatapnya dengan aneh dan menggigit bibir bawahnya berpikir jawaban apa yang akan ia katakan pada William
__ADS_1