
Sore harinya.....
Alisha yang sedang menyiapkan makan buka puasanya di dapur dibantu oleh beberapa pelayan
"Nona, anda tidak lapar ya berpuasa seharian?" tanya salah seorang pelayan
"Nggak kok Bu, saya sudah terbiasa puasa Sunnah Senin Kamis, apalagi kurang tadi sebulan lagi bulan Ramadhan akan datang" jawab Alisha tersenyum ramah
"Oh begitu, ini nona masak apa untuk buka puasa nona?"
"Makanan seperti biasanya kok Bu, nggak ada perubahan" jawab Alisha
Ting tong......
Suara bel pintu berbunyi tanda ada yang datang
"Siapa ya yang datang sesore ini?" gumam Alisha mencuci tangannya
"Akan saya buka pintunya nona"
"Tidak usah, biar saya saja, mungkin itu Kelvin ataupun Sam"
Alisha langsung menghampiri pintu dan membukanya
Matanya langsung menangkap sosok dua pria tinggi berjas hitam rapi serta beberapa keranjang besar jambu biji di lantai
"Kalian.... bodyguard-nya tuan William bukan?" tebak Alisha
"Benar nona!! kami datang membawakan ini!! tuan William memerintahkan kami untuk membawa semua buah ini ke kastil!!" jawab mereka tegas serempak
Alisha menautkan kedua alisnya dan mengalihkan pandangannya ke arah keranjang besar jambu biji di bawahnya
'Ini banyak sekali' batin Alisha
"Ya sudah terimakasih ya sudah mengantarnya" Alisha tersenyum ramah
"Sama-sama nona!! kami permisi dulu!!" para bodyguard itu pun langsung pergi meninggalkan kastil
Alisha menghela nafasnya dan menggendong semua keranjang besar jambu biji itu
"Bu! tolong bantu saya bawa semua ini!!" seru Alisha sembari terus berjalan ke arah dapur sambil menggendong satu keranjang besar jambu biji
Kemudian beberapa pelayan membantu Alisha menaruh semua keranjang besar jambu biji itu ke dalam dapur
"Banyak sekali buahnya nona" ucap salah seorang pelayan
"Iya, kenapa ya Will membeli buah sebanyak ini" gumam Alisha
Ia pun langsung pergi ke kamarnya William dan mendapatinya tengah membaca buku di dekat balkon kamarnya
"Will, apa aku boleh masuk?" tanya Alisha ketika diambang pintu
William hanya mengangguk sambil meliriknya, kemudian pandangannya beralih lagi ke bukunya
Alisha pun langsung menghampirinya dan berdiri di dekatnya
__ADS_1
"Buah pesanan mu sudah datang, baru saja" ucap Alisha
Refleks William langsung menengadahkan kepalanya menatap wajah Alisha dengan menautkan alis kanannya
"Baru sampai?"
"Ya, baru saja, aku sudah menaruhnya di dapur"
William menghela nafasnya kemudian menaruh bukunya di atas meja dan melepas kacamata bacanya
"Aku sudah suruh Kelvin untuk membawanya pagi ini, kenapa malah sampai sekarang" gumamnya pelan namun di dengar Alisha
"Tidak apa-apa Will, jangan marah, kenapa kau memesan begitu banyak jambu biji?"
"Kau tidak senang aku membelikan mu buah kesukaan mu?" tanya balik William
"Jadi kau membelikannya untukku?"
"Tidak! untuk para pelayan!" tukas William mendengus sebal
Alisha menghela nafasnya kemudian memakai sarung tangannya
Ia duduk bersimpuh di depan William dan memegang kedua tangannya
"Will, kenapa kau malah marah?" ucap Alisha lembut
"Ya jelaslah aku marah! kau bilang kau suka dengan jambu biji, Daren membelikannya langsung kau terima, sedangkan aku? aku memesannya langsung dari kebun buahnya tidak kau terima!" ketus William melepas tangannya dari genggaman tangan Alisha
Alisha menghela nafasnya lagi kemudian memegang kembali tangan William
William mengalihkan pandangannya ke arah lain dan mendengus sebal karenanya
"Will, Daren membelikan ku buah itu sesuai dengan porsi makan ku, tapi kau membelikan ku sebanyak itu, bagaimana aku bisa memakan semuanya" ucap Alisha selembut mungkin, ia tidak ingin William sampai tersinggung dengan ucapannya
"Ya sudah kalau tidak mau! akan ku buang ke sungai!!" William menarik kasar tangannya dan hendak mendorong kursi rodanya
Alisha langsung mencegatnya dengan menahan kursinya berjalan
"Dengar dulu William, kenapa kau selalu saja marah untuk hal-hal sepele!" Alisha duduk lagi di depan William
Kali ini ia memegang erat tangan William dan menatap kedua matanya
William langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain
"Will, aku tidak bermaksud menyinggung mu, aku tahu kau pasti marah jika aku tidak menerima buah pemberian mu, tapi aku sangat sangat tidak suka kau membuang uang untuk hal-hal yang tidak berguna" ucap Alisha tersenyum ramah
Refleks William menunduk melihat Alisha di bawahnya tengah duduk bersimpuh di depannya sambil memegang erat kedua tangannya
"Aku hanya ingin kau senang atas pemberian ku Alisha" ucap William menghela nafasnya
"Iya aku senang kok kau membelikan ku buah kesukaan ku, senang sekali, tapi jangan terlalu banyak juga, itu mubazir" jawab Alisha menerangkan
William menundukkan pandangannya tak tahu harus menjawab apa
"Untuk pemberian mu kali ini aku terima, terimakasih ya William sudah membelikan ku buah kesukaan ku" Alisha tersenyum manis
__ADS_1
William hanya mengangguk pelan menanggapinya
"Ya sudah, aku akan ke dapur menyiapkan makan malam sekalian buka puasa ku, kau mau makan sekarang atau nanti malam saja?" Alisha bangkit berdiri melepas genggaman tangannya dari tangan William
"Aku ingin makan bersama mu" jawab William
Alisha mengangguk paham kemudian mendorong kursi rodanya William keluar kamar ke arah dapur
"Besok jadwal terapi mu Will, yang semangat ya! kata dokter kau merasakan sakit karena terapi itu hal yang wajar" ucap Alisha menyemangati William
William termenung sejenak tersentuh dengan ucapan Alisha di belakangnya mendorong kursi rodanya
Refleks ia memegang tangan Alisha yang terbungkus sarung tangan di handle kursi rodanya
"Terimakasih kau sudah menyemangati ku" lirih pelan William
Alisha tersenyum samar mendengarnya sambil terus mendorong kursi rodanya William ke arah meja makan
"Kau tunggu di sini ya, akan ku panggil Daren" Alisha langsung pergi meninggalkan William sendirian di ruang makan dengan banyaknya makanan tertata rapi di atas meja makan
Alisha menaiki tangga menuju kamarnya Daren dan langsung melihatnya tengah duduk di lantai balkon kamarnya yang terbuka lebar pintunya
"Daren!" panggilnya
Namun Daren tak mendengar panggilannya dan terus saja melamun
Alisha menghela nafasnya kemudian menghampiri Daren di balkon kamarnya
Ia duduk di sebelahnya dan menepuk pundak Daren
"Eh kau?" Daren tersadar dari lamunannya dan melihat Alisha di sampingnya
"Kenapa kau duduk di sini? angin musim dingin bisa bikin kita demam lho" ucap Alisha
"Tidak ada hanya ingin duduk di sini saja, rasanya sangat nyaman duduk di tengah-tengah kesunyian seperti ini, hanya ada semilir angin sore yang menemani" jawab Daren pelan sambil terus melihat hutan di sekeliling kastil
"Ya, memang benar sih kalau duduk menyendiri seperti ini bisa membuat nyaman dan tenang, tapi jangan harus melamun juga, nanti bisa kerasukan lho" goda Alisha tertawa kecil
"Yuk makan!" ajak Alisha
"Sekarang? bukannya nanti malam baru kita bisa makan malam"
"Aku sedang menunggu waktu berbuka puasa, sekalian saja kita makan bersama, William sudah menunggu di ruang makan"
"Oh begitu, ya sudah yuk!" refleks Daren memegang tangan Alisha yang terbungkus sarung tangan kemudian bangkit berdiri
Alisha yang sedikit terkejut Daren memegang tangannya juga ikut berdiri
"Eh maaf! aku tidak sengaja! refleks tadi" ucap Daren tersadar tangannya memegang tangan Alisha
Alisha tersenyum tipis kemudian mengeratkan genggaman tangannya di tangan Daren
"Tidak apa-apa, tanganku juga pakai sarung tangan kan? yuk makan!" Alisha tersenyum manis
Mereka pun keluar kamar dengan bergandengan tangan
__ADS_1
'Alisha, semoga saja kau tidak akan meninggalkan ku jika kau tahu aku ini tidak waras' batin Daren mengharap