Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 43


__ADS_3

Daren beberapa kali membolak-balik halaman file yang ia baca dengan gusar


"Ada apa tuan? sepertinya anda ada masalah" ucap Sam yang merasa heran sejak tadi melihat tuannya itu sudah seperti cacing kepanasan di ruang kerjanya


"Tidak ada! aku malas melihat semua ini! kau kerjakan semua ini sampai aku kembali!" ucap Daren bangkit berdiri memakai jas nya yang tergantung di belakang kursinya


"Anda mau kemana tuan?" tanya Sam


Daren menatap tajam ke arah Sam ketika mendengar ucapannya


"Apa aku harus menjawab pertanyaan mu?" tanyanya balik


Sam hanya bisa menundukkan kepalanya merasa takut jika bos nya sudah berbicara seperti itu


Daren langsung mengambil kunci mobilnya di meja kemudian melenggang pergi keluar ruangan


'Tumben sekali tuan bolos bekerja, biasanya dia yang selalu semangat empat lima kalau soal bekerja, malam ini dia juga akan pulang ke New York' batin Sam


Daren yang kini tengah berada di jalan bersama dengan mobil yang dikendarainya terus melihat ke kanan-kiri sis jalan


"Alisha suka apa ya?" gumamnya


"Tidak mungkin aku pulang tidak membawakan apa-apa" ucapnya pula


"Tapi apa yang harus ku belikan untuknya, masa baju lagi" ucapnya berpikir


"Apa perhiasan? wanita kan suka perhiasan?" gumamnya pula


"Ah jangan-jangan! dia kan tertutup, kenapa harus memakai perhiasan" Daren menggelengkan kepalanya dengan ucapannya sendiri


"Terus apa yang harus ku belikan untuknya?" ucapnya pula


Daren menghentikan laju mobilnya dan mengacak-acak rambutnya karena bingung dan frustasi


"Eh? toko itu!" Daren menatap sebuah toko di sebrang jalan


Ia tampak berpikir dan melepas seat belt nya kemudian keluar dari mobilnya


Daren menyebrangi jalan dan langsung masuk ke toko yang ia lihat dari


Penglihatannya menyapu ke seluruh sudut toko kecil itu


"Anda butuh sesuatu tuan?" sontak Daren terkejut mendengar suara dari belakangnya


Ia pun langsung berbalik dan mendapati seorang pria tua dengan janggut putih serta peci putih nya


"Hmm.... apa saja yang kau jual?" tanya balik Daren


"Seperti yang anda lihat tuan, saya menjual berbagai aksesoris aksesoris muslim"


Daren manggut-manggut kemudian berjalan menyusuri lemari kaca yang memperlihatkan berbagai jenis aksesoris itu


"Apa kau tahu apa yang disukai wanita dalam agama kalian?" tanya Daren melirik sang penjual di sampingnya


Tampak si penjual mengerutkan keningnya mendengar perkataan Daren


"Ckk" ia sadar dengan pertanyaan bodohnya


Daren pun kembali melihat-lihat koleksi aksesoris tersebut


Hingga pandangannya terhenti ketika melihat sesuatu yang menggantung di dinding, menarik perhatiannya


"Apa itu?" tanya Daren yang terus melihat benda yang telah menarik perhatiannya


Sang penjual mengikuti arah tatapannya hingga ia melihat Daren melihat lukisan Kaligrafi berbentuk bunga


"Kaligrafi tuan" jawabnya


Daren langsung melihat sang penjual dan mengambil dompetnya


"Aku mau itu! berapa harganya?"


"Maaf tuan, itu tidak dijual" ucap sang penjual


Daren langsung naik pitam mendengar ucapan sang penjual itu


"Jika tidak dijual kenapa kau memajangnya!!" seru Daren kesal


"Itu milik saya pribadi tuan" jawab pelan sang penjual paruh baya itu


"Huhhh!!" Daren menghela nafasnya dengan kasar kemudian hendak pergi


"Tapi jika anda mau anda bisa mengambil nya tuan"

__ADS_1


Sontak Daren langsung berbalik ke sang penjual mendengar ucapannya


"Benarkah?!"


"Ya, gratis tuan, anda ingin memberikannya pada wanita amda bukan?" tebak sang penjual itu


"Ya, dia tidak suka aku membelikannya barang-barang mewah makanya aku bingung harus membelikannya apa, saat aku melihat kaligrafi mu itu aku pikir dia akan menyukainya"


Sang penjual tersenyum tipis kemudian mengambil lukisan kaligrafi nya di dinding


"Ambillah tuan, semoga wanita yang anda berikan menyukainya"


Daren menerimanya dengan tersenyum, baru saja tadi dia bersikap kurang ajar dengan sang penjual tapi setelah mendengar tawarannya membuatnya sangat baik


"Terimakasih, berapa harganya?" ucap Daren membuka isi dompetnya


"Tidak usah tuan, saya ikhlas memberikannya" ujar sang penjual


"Oh baiklah, terimakasih!!" Daren pun langsung pergi tanpa mengucapkan salam ataupun permisi


Sang penjual itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Daren yang tak sopan padanya


Sedangkan Daren berlari dengan kaki panjangnya menenteng lukisan besar di tangannya menuju mobil sport nya di sebrang jalan


"Semoga kau menyukainya Alisha" gumamnya tersenyum manis


Daren pun menyalakan mesin mobilnya dan melajukan nya membelah jalan raya tersebut


Tangannya meraih saku bajunya mengambil ponselnya dan menelfon Sam


"Kau urus semua yang ada di kantor, setelah itu susul aku di New York, aku akan pulang sekarang!"


Daren langsung menutup panggilan telfonnya setelah ia berbicara tanpa membiarkan kesempatan Sam untuk berbicara




Sore harinya.....



Alisha sedari tadi terus menguap di kamarnya




"Sudah sore, apa yang harus ku lakukan? jenuh sekali" gumamnya melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 16.50



"Duduk di taman saja kali yah"



Alisha bangkit dari ranjangnya kemudian pergi ke kebun bunga mawar kastil itu



Ia menghela nafasnya menghirup udara segar di kastil itu



"Udaranya sangat sejuk" ucapnya pelan sembari menyandarkan kepalanya ke belakang bangku taman



"Alisha...."



Alisha sedikit terkejut dengan suara dari belakangnya



Refleks ia menoleh ke belakangnya



"Eh? kau sudah pulang?" Alisha berdiri dan menghampiri Daren


__ADS_1


Daren tersenyum dan mengangguk pelan



"Duduklah" ucap Alisha



Daren pun duduk di samping Alisha di bangku taman itu



Alisha melihat ke arah depan sedangkan Daren terus saja melihat wajahnya



Mereka saling mendiamkan menikmati udara sejuk dan kesunyian sesaat itu



"Kenapa kau diam? apa kau tidak senang aku datang" ucap Daren terdengar lirih



Alisha sontak langsung melihatnya dan tersenyum tipis



"Bukan begitu, aku hanya sedang bosan saja tadi, aku ke sini untuk melihat bunga-bunga saja, dan kedatangan mu sungguh membuatku terkejut hingga membuatku tak tahu harus berbuat apa" ucap Alisha lembut



Daren hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Alisha menyandarkan punggungnya ke bangku taman



"Aku senang kau sudah datang"



Daren langsung kembali menoleh padanya dengan tatapan senang



"Benarkah? aku membawakan mu oleh-oleh dari New Zealand!" ucap antusias Daren



"Daren, kenapa kau suka sekali merepotkan dirimu untukku" ucap Alisha menghela nafasnya



"Aku sungguh tidak merepotkan diriku Alisha, aku tidak membelikan mu barang mahal, kau tidak menyukainya bukan?"



"Terus apa yang kau belikan untukku?"



"Lihat saja di kamar mu"



Alisha mengangguk paham kemudian bangkit berdiri dan pergi ke kamarnya



Daren tersenyum miring kemudian mengikuti Alisha dari belakang



Alisha membuka pintu kamarnya dan pandangannya langsung tertuju ke atas ranjangnya



Ia terpaku di ambang pintu sangking terkejutnya melihat oleh-oleh dari Daren untuknya



"Bagaimana, apa kau suka?" ucap Daren dari belakangnya


__ADS_1


Alisha menoleh padanya dengan mata berkaca-kaca


__ADS_2