Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 27


__ADS_3

"Tidak usah Daren kau pulang dalam keadaan baik-baik saja sudah membuatku senang kok" jawab Alisha terkekeh kecil


Daren kembali terdiam dalam waktu yang agak lama mendengar jawaban Alisha


"Halo Daren, kau masih di sana kan?" tanya Alisha memastikan lagi


"Eh iya iya.... maaf Alisha nanti aku hubungi lagi"


Tuttt tutttt tutt


Alisha mengerutkan keningnya dan melihat ke arah telepon yang ada di genggamannya


"Ada apa dengan Daren?" gumamnya merasa aneh karena Daren tiba-tiba memutuskan panggilan telfonnya




Pagi harinya



Toktoktok



William yang masih tertidur pulas di atas ranjangnya tak mengindahkan panggilan di luar kamarnya



Sedangkan Alisha yang tengah di luar kamar William hendak membuat air hangat untuknya mandi sedikit bingung



"Pintunya tidak dikunci" gumamnya ketika handle pintu terbuka



"Sebaiknya aku langsung ke kamar mandinya saja" gumamnya kemudian masuk mengendap-endap



Alisha dapat melihat bagaimana William tidur di atas ranjangnya dengan begitu pulas



Ia pun berjalan pelan masuk ke dalam kamar mandi agar dirinya tidak ketahuan oleh yang punya kamar



Setelah memanaskan air di bathtub, Alisha kembali keluar dan langsung keluar dari kamarnya William tanpa membangunkannya terlebih dahulu



Sedangkan William yang sudah terbangun saat Alisha berada di kamar mandinya bangkit dan bersandar di sisi ranjangnya



"Huftt! kenapa tidak membangunkan ku?" gumamnya sedikit kesal



Kemudian ia meraih ponselnya dan menelfon Kelvin



Sedangkan Alisha ia sengaja bangun subuh untuk membuatkan William air hangat untuknya mandi di kamarnya



'Kalau di pikir-pikir aku seperti tidak sopan masuk ke kamar majikan, ya tapi mau bagaimana lagi, hanya aku pengurus kastil ini dan juga tuan William, apalagi dokter berpesan padaku untuk membuatkannya air hangat untuk mandi' gumam Alisha serba salah



Ia kembali melanjutkan memasak sarapan untuk William di dapur



Saat memasak, Alisha mendengar suara deruman mobil di depan halaman kastil yang terdengar sampai di dapur



"Mungkin tuan Kelvin yang datang" gumamnya tanpa menoleh ataupun menghampiri ke ruang tamu



Setelah membuat sarapan pagi untuk William di atas meja makan, Alisha langsung pergi ke kebun bunga mawar dan menyiramnya



Itu sudah menjadi rutinitas sehari-hari nya untuk merawat bunga mawar biru kesayangannya William



Setelah menyiram kebun bunga, Alisha berpindah mengerjakan memotong rumput dan merapikan pohon-pohon bonsai di halaman kastil



"Aku sudah tidak punya muka lagi untuk bertemu tuan William semenjak kejadian tadi malam, jika dia memanggil ku bagaimana ini?" gumamnya bingung



"Sepertinya tuan Kelvin sudah pergi" gumamnya ketika melihat mobilnya Kelvin keluar area kastil



Ting Ting Ting......

__ADS_1


Suara lonceng berbunyi tanda William memanggilnya



"Aduh, ckk.... tuan William memanggil lagi" ucapnya sendiri menaruh gunting tanaman dan segera berlari masuk ke dalam kasti



"Astaghfirullah!"



"Tuan, bagaimana anda bisa di sini?" tanya Alisha



William hanya diam melihat Alisha yang menatapnya dengan terkejut



Ia pun mendorong kursi rodanya ke hadapan Alisha



"Aku bosan berada di atas terus, Kelvin ku suruh membantu ku turun ke sini" jawab William terkesan dingin



"Oh begitu, tapi apa yang akan anda lakukan di sini? ruang tamu? bukankah semua pekerjaan anda ada di ruang baca, ruang atas" ucap Alisha sedikit bingung



"Hari ini aku tidak ingin bekerja, bisakah kau temani aku jalan pagi?"



"Oh tuan ingin jalan pagi, ok mari saya antar" jawab Alisha tersenyum tipis dan mendorong kursi rodanya William keluar kastil



Saat hendak melewati halaman kastilnya William melihat begitu rapi nya pohon-pohon bonsainya



"Kau begitu rajin ya" puji William namun dengan datar



"Makasih tuan" jawab Alisha masih terus mendorong kursi rodanya William keluar area kastil



Saat hendak melewati pintu gerbang kastil yang dijaga oleh beberapa orang penjaga, aura dingin semakin terpancar dari William



'Kenapa aku jadi gugup begini?' gumam Alisha




"Tidak usah meminta izin mereka, bukan mereka yang punya kastil ini, ayo!" jawab William dingin memasang wajah datar menatap para penjaganya



"Bbbbenar nona" jawab salah seorang penjaga dengan gugupnya sangking takutnya mereka menghadapi tuannya itu



Alisha tersenyum kikuk dan mendorong kursi rodanya William lagi keluar area kastil



Alisha masih terus mendorong kursi rodanya William menyusuri jalan khusus menuju kastilnya yang terletak di tengah hutan



"Tuan sangat kaya ya rupanya sampai-sampai punya jalan pribadi yang mengarah ke arah kastil" puji Alisha memecah keheningan di antara mereka yang sedari tadi terjaga



"Hmm"



"Punya kastil di tengah hutan begini pasti membuat tuan merasa damai dengan suasana nya yang jauh dari kata berisik daripada tinggal di tengah kota" ucap Alisha lagi



"Hmm"



'Tuan, jangan bilang hmm hmm saja, aku jadi semakin gugup pada anda jadinya' gumam Alisha bingung



"Tuan, kita sudah berjalan cukup jauh, bisakah kita balik pulang ke kastil?" pinta Alisha menyeka keringatnya sangking beratnya mendorong kursi rodanya William yang berat



"Kau saja yang berjalan, aku kan tidak" jawab William dengan nada meremehkan



Alisha yang berada di belakangnya mencibir pelan pada sang majikan

__ADS_1



"Ckk tuan ini" gumamnya pelan



"Kau bilang apa?" tanya William menolehkan wajahnya ke samping



"Ah tidak tuan, saya cuman bilang kalau suasana pagi ini begitu asri dan sejuk" ucap Alisha tersenyum manis



"Pagi ini kau melupakan sesuatu" ucap William datar



"Melupakan apa tuan? saya sudah menyiapkan anda sarapan dan juga air hangat untuk anda mandi" ucap Alisha mengerutkan keningnya



William kembali menolehkan wajahnya ke samping



"Kenapa selesai aku mandi tidak ada baju di atas ranjang ku?"



Alisha tercekat dengan pertanyaan William tadi



"Hmmm.... saya lupa tuan" jawab Alisha pelan



"Benarkah? ku pikir kau ingin menjauhi ku"



"Bbbukan begitu maksud saya tuan"



"Kenapa tadi pagi setelah menyiapkan ku air hangat kau tidak membangunkan ku?" tanya William menghentikan kursi rodanya yang terus di dorong Alisha



Alisha semakin bingung dan gugup dengan kondisi dan situasinya saat ini



"Berdiri di depanku!" titah William yang langsung dituruti Alisha



Kini Alisha yang berdiri di depan William semakin gugup melihat wajahnya yang datar seperti patung



Ia hanya bisa menundukkan kepalanya ke bawah



"Angkat kepala mu, tidak sopan berbicara dengan majikan seperti itu"



Refleks Alisha mengangkat wajahnya menatap wajah William



"Kenapa kau menghindari ku?" tanya William



Alisha melihat ke arah lain sambil meremas gamis di tangannya



"Aku tidak suka mengulang kembali pertanyaan ku" ucap William melihat betapa gugupnya Alisha



"Saya... saya hanya merasa kalau untuk memilihkan tuan baju itu bukan urusan saya, saya hanya seorang pengurus" jawab Alisha mencoba menetralisir detak jantungnya



"Dave juga sebelumnya pengurus ku tapi dia juga memilihkan ku baju" ucap William



"Itu berbeda tuan, pak Dave adalah seorang pria sedangkan saya seorang wanita, apalagi setelah kejadian tadi malam membuat saya tidak berani lagi membuka lemari pakaian anda" jawab Alisha melemah



Kini William yang terdiam sambil terus menatap intens wajah Alisha



Dapat ia lihat kalau Alisha tidak berbohong dengannya



"Terus kalau bukan kau siapa?" tanya William

__ADS_1



"Tentu saja tuan Kelvin tuan, atau mungkin anda sebaiknya menikah saja agar mempunyai istri yang bisa mengurus anda nantinya" ujar Alisha


__ADS_2