
"Tidak usah Daren kau pulang dalam keadaan baik-baik saja sudah membuatku senang kok" jawab Alisha terkekeh kecil
Daren kembali terdiam dalam waktu yang agak lama mendengar jawaban Alisha
"Halo Daren, kau masih di sana kan?" tanya Alisha memastikan lagi
"Eh iya iya.... maaf Alisha nanti aku hubungi lagi"
Tuttt tutttt tutt
Alisha mengerutkan keningnya dan melihat ke arah telepon yang ada di genggamannya
"Ada apa dengan Daren?" gumamnya merasa aneh karena Daren tiba-tiba memutuskan panggilan telfonnya
Pagi harinya
Toktoktok
William yang masih tertidur pulas di atas ranjangnya tak mengindahkan panggilan di luar kamarnya
Sedangkan Alisha yang tengah di luar kamar William hendak membuat air hangat untuknya mandi sedikit bingung
"Pintunya tidak dikunci" gumamnya ketika handle pintu terbuka
"Sebaiknya aku langsung ke kamar mandinya saja" gumamnya kemudian masuk mengendap-endap
Alisha dapat melihat bagaimana William tidur di atas ranjangnya dengan begitu pulas
Ia pun berjalan pelan masuk ke dalam kamar mandi agar dirinya tidak ketahuan oleh yang punya kamar
Setelah memanaskan air di bathtub, Alisha kembali keluar dan langsung keluar dari kamarnya William tanpa membangunkannya terlebih dahulu
Sedangkan William yang sudah terbangun saat Alisha berada di kamar mandinya bangkit dan bersandar di sisi ranjangnya
"Huftt! kenapa tidak membangunkan ku?" gumamnya sedikit kesal
Kemudian ia meraih ponselnya dan menelfon Kelvin
Sedangkan Alisha ia sengaja bangun subuh untuk membuatkan William air hangat untuknya mandi di kamarnya
'Kalau di pikir-pikir aku seperti tidak sopan masuk ke kamar majikan, ya tapi mau bagaimana lagi, hanya aku pengurus kastil ini dan juga tuan William, apalagi dokter berpesan padaku untuk membuatkannya air hangat untuk mandi' gumam Alisha serba salah
Ia kembali melanjutkan memasak sarapan untuk William di dapur
Saat memasak, Alisha mendengar suara deruman mobil di depan halaman kastil yang terdengar sampai di dapur
"Mungkin tuan Kelvin yang datang" gumamnya tanpa menoleh ataupun menghampiri ke ruang tamu
Setelah membuat sarapan pagi untuk William di atas meja makan, Alisha langsung pergi ke kebun bunga mawar dan menyiramnya
Itu sudah menjadi rutinitas sehari-hari nya untuk merawat bunga mawar biru kesayangannya William
Setelah menyiram kebun bunga, Alisha berpindah mengerjakan memotong rumput dan merapikan pohon-pohon bonsai di halaman kastil
"Aku sudah tidak punya muka lagi untuk bertemu tuan William semenjak kejadian tadi malam, jika dia memanggil ku bagaimana ini?" gumamnya bingung
"Sepertinya tuan Kelvin sudah pergi" gumamnya ketika melihat mobilnya Kelvin keluar area kastil
Ting Ting Ting......
__ADS_1
Suara lonceng berbunyi tanda William memanggilnya
"Aduh, ckk.... tuan William memanggil lagi" ucapnya sendiri menaruh gunting tanaman dan segera berlari masuk ke dalam kasti
"Astaghfirullah!"
"Tuan, bagaimana anda bisa di sini?" tanya Alisha
William hanya diam melihat Alisha yang menatapnya dengan terkejut
Ia pun mendorong kursi rodanya ke hadapan Alisha
"Aku bosan berada di atas terus, Kelvin ku suruh membantu ku turun ke sini" jawab William terkesan dingin
"Oh begitu, tapi apa yang akan anda lakukan di sini? ruang tamu? bukankah semua pekerjaan anda ada di ruang baca, ruang atas" ucap Alisha sedikit bingung
"Hari ini aku tidak ingin bekerja, bisakah kau temani aku jalan pagi?"
"Oh tuan ingin jalan pagi, ok mari saya antar" jawab Alisha tersenyum tipis dan mendorong kursi rodanya William keluar kastil
Saat hendak melewati halaman kastilnya William melihat begitu rapi nya pohon-pohon bonsainya
"Kau begitu rajin ya" puji William namun dengan datar
"Makasih tuan" jawab Alisha masih terus mendorong kursi rodanya William keluar area kastil
Saat hendak melewati pintu gerbang kastil yang dijaga oleh beberapa orang penjaga, aura dingin semakin terpancar dari William
'Kenapa aku jadi gugup begini?' gumam Alisha
"Tidak usah meminta izin mereka, bukan mereka yang punya kastil ini, ayo!" jawab William dingin memasang wajah datar menatap para penjaganya
"Bbbbenar nona" jawab salah seorang penjaga dengan gugupnya sangking takutnya mereka menghadapi tuannya itu
Alisha tersenyum kikuk dan mendorong kursi rodanya William lagi keluar area kastil
Alisha masih terus mendorong kursi rodanya William menyusuri jalan khusus menuju kastilnya yang terletak di tengah hutan
"Tuan sangat kaya ya rupanya sampai-sampai punya jalan pribadi yang mengarah ke arah kastil" puji Alisha memecah keheningan di antara mereka yang sedari tadi terjaga
"Hmm"
"Punya kastil di tengah hutan begini pasti membuat tuan merasa damai dengan suasana nya yang jauh dari kata berisik daripada tinggal di tengah kota" ucap Alisha lagi
"Hmm"
'Tuan, jangan bilang hmm hmm saja, aku jadi semakin gugup pada anda jadinya' gumam Alisha bingung
"Tuan, kita sudah berjalan cukup jauh, bisakah kita balik pulang ke kastil?" pinta Alisha menyeka keringatnya sangking beratnya mendorong kursi rodanya William yang berat
"Kau saja yang berjalan, aku kan tidak" jawab William dengan nada meremehkan
Alisha yang berada di belakangnya mencibir pelan pada sang majikan
__ADS_1
"Ckk tuan ini" gumamnya pelan
"Kau bilang apa?" tanya William menolehkan wajahnya ke samping
"Ah tidak tuan, saya cuman bilang kalau suasana pagi ini begitu asri dan sejuk" ucap Alisha tersenyum manis
"Pagi ini kau melupakan sesuatu" ucap William datar
"Melupakan apa tuan? saya sudah menyiapkan anda sarapan dan juga air hangat untuk anda mandi" ucap Alisha mengerutkan keningnya
William kembali menolehkan wajahnya ke samping
"Kenapa selesai aku mandi tidak ada baju di atas ranjang ku?"
Alisha tercekat dengan pertanyaan William tadi
"Hmmm.... saya lupa tuan" jawab Alisha pelan
"Benarkah? ku pikir kau ingin menjauhi ku"
"Bbbukan begitu maksud saya tuan"
"Kenapa tadi pagi setelah menyiapkan ku air hangat kau tidak membangunkan ku?" tanya William menghentikan kursi rodanya yang terus di dorong Alisha
Alisha semakin bingung dan gugup dengan kondisi dan situasinya saat ini
"Berdiri di depanku!" titah William yang langsung dituruti Alisha
Kini Alisha yang berdiri di depan William semakin gugup melihat wajahnya yang datar seperti patung
Ia hanya bisa menundukkan kepalanya ke bawah
"Angkat kepala mu, tidak sopan berbicara dengan majikan seperti itu"
Refleks Alisha mengangkat wajahnya menatap wajah William
"Kenapa kau menghindari ku?" tanya William
Alisha melihat ke arah lain sambil meremas gamis di tangannya
"Aku tidak suka mengulang kembali pertanyaan ku" ucap William melihat betapa gugupnya Alisha
"Saya... saya hanya merasa kalau untuk memilihkan tuan baju itu bukan urusan saya, saya hanya seorang pengurus" jawab Alisha mencoba menetralisir detak jantungnya
"Dave juga sebelumnya pengurus ku tapi dia juga memilihkan ku baju" ucap William
"Itu berbeda tuan, pak Dave adalah seorang pria sedangkan saya seorang wanita, apalagi setelah kejadian tadi malam membuat saya tidak berani lagi membuka lemari pakaian anda" jawab Alisha melemah
Kini William yang terdiam sambil terus menatap intens wajah Alisha
Dapat ia lihat kalau Alisha tidak berbohong dengannya
"Terus kalau bukan kau siapa?" tanya William
__ADS_1
"Tentu saja tuan Kelvin tuan, atau mungkin anda sebaiknya menikah saja agar mempunyai istri yang bisa mengurus anda nantinya" ujar Alisha