Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 4


__ADS_3

Daren menghampiri Alisha yang belum sadar kedatangannya


"Tuan Daren?" ucap Alisha sedikit terkejut melihat kedatangan Daren


"Ada apalagi tuan?" tanyanya dengan nada malas


"Aku minta maaf atas nama Will, dia tidak bermaksud menghina mu" ucap Daren sedikit menunduk melihat Alisha yang lebih pendek darinya


"Sudahlah tidak apa-apa tuan" jawab Alisha pelan


Ia memegang perutnya dan menutup kedua matanya menahan rasa lapar yang sedari tadi siang menyerangnya


"Will ingin minta maaf denganmu, sebaiknya kamu ikut denganku, lagipula juga aku sudah membawakan mu makanan kan, tidak baik jika kau tidak memakannya" ucap Daren merasa tahu apa yang dirasakan Alisha


Alisha terdiam sejenak seperti berpikir


'Tidak ada salahnya juga aku menuruti tuan Daren ah tapi untuk bertemu tuan arogan itu kenapa rasanya sangat malah ya? ya sudahlah mending turuti kasihan juga tuan Daren sudah membelikan ku makanan, sayang juga kalau tidak dimakan' gumamnya dalam hati


"Baiklah tuan" ucapnya


Daren tersenyum tipis dan mengajak Alisha kembali masuk ke ruang pasien Will


Will yang sedang berdiri di dekat jendela sambil menelpon seseorang hanya melirik kedatangan Daren dan juga Alisha


"Kau mau kemana Will? aku kan sudah bilang padamu minimal 3 hari baru kau bisa keluar dari rumah sakit ini, luka di kepala mu masih belum sepenuhnya pulih" ujar Daren ketika melihat Will sudah memakai setelan jas nya


"Aku bosan disini, kau ajak dia pulang ke kastil, aku akan pulang duluan, setelah sampai di sana, aku akan memberitahukan padanya apa pekerjaannya" jawab Will dingin dan melenggang pergi keluar dari ruangan tersebut tanpa menunggu respon dari Daren ataupun Alisha


"Ck...pria ini, selalu saja!" keluh Daren sedikit kesal kemudian ia melihat ke arah Alisha


"Sebaiknya kau makanlah dahulu nona..."


"Alisha tuan, panggil saya Alisha saja tuan, tidak usah pakai nona, saya bukan nona"

__ADS_1


"Baiklah Alisha, kau makanlah dulu baru kita pergi ke kastilnya Will"


"Tidak usah tuan, saya akan membawa makanannya pulang ke sana, lagipula sepertinya tuan Will tidak suka menunggu" ucap Alisha sedikit tersenyum dan mengambil bungkusan makanannya


"Baiklah, kita pergi sekarang"


"Eumm tuan, tadi tuan mengatakan kastil, kastil yang dimaksud itu...."


"Itu rumahnya Will, seukuran dengan istana, tapi dia jarang pulang ke sana karena banyaknya urusan pekerjaan di dalam dan di luar negeri" jawab Daren sambil terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju basemen rumah sakit


'Berarti tuan Daren dan juga tuan Will itu sangat kaya raya' gumam Alisha dalam hatinya


"Dia itu Presdir dari seluruh perusahaannya" ucap Daren yang menyalakan mesin mobilnya seakan mengerti dengan diamnya Alisha yang ada di sampingnya


"Presdir?"


"Ya, Presdir, Will memiliki banyak perusahaan, perusahaan nya mencakup hampir semua bidang, mulai dari otomotif, elekronik, restoran, dunia hiburan, fashion, dan masih banyak lagi, tak heran dia menjadi orang terkaya di sini, Eropa" ucap Daren panjang lebar


'Tuan Daren dengan tuan Will sangat berbeda, bagaimana bisa mereka berteman? tuan Daren tidak irit dalam berbicara, tapi kenapa tuan Will sangat irit dan juga... arogannya ya ampun' gumam Alisha sedikit menggelengkan kepalanya mengingat wajah tampannya Will yang menurutnya mengesalkan nya


"Tidak ada" ucap Alisha


Daren tersenyum tipis dan kembali melihat lurus ke depan


Tak berapa lama kemudian, sampailah mereka di kawasan kastil nya Will


Alisha membuka jendela mobil dan dapat melihat betapa besarnya kastil nya Will


Besar dan sangat klasik bentuk bangunannya, tampak seperti istana raja-raja zaman kuno


Namun yang membedakannya kastil Will dicat gelap berwarna hitam serta ada sebuah air mancur di tepat ditengah halaman kastil yang luas tersebut, dengan patung seorang wanita tepat ditengah air mancur itu serta lampu lampu taman menerangi halaman yang luas membuatnya semakin mewah dan menawan menurut Alisha, ia sama sekali belum pernah melihat rumah sebesar ini, bukan rumah tapi kastil


'Ini seperti istana saja, sudah ada tamannya pula' gumamnya ketika melihat betapa luasnya halaman kastil nya Will serta beberapa kursi taman

__ADS_1


Tampak beberapa orang berjas hitam rapi berdiri rapi di samping kiri dan kanan jalan masuknya kastil nya Will seperti penjaga atau security tapi kenapa harus sangat formal seperti itu pakaiannya, pikir Alisha


Dan setelah pintu gerbang yang menjulang tinggi terbuka, mobil Daren memutari air mancur yang berada di tengah ke depan pintu masuk kastil nya Will


Seorang pria paruh baya berpakaian sangat formal dengan memakai kacamata bulat menghampiri mobil Daren dan membukakan pintu mobil di samping Alisha


Alisha pun langsung keluar dengan membawa tasnya serta diikuti Daren yang keluar dari pintu satunya dengan memasang kembali kancing jasnya yang terlepas


"Selamat malam menjelang pagi tuan Daren, tuan Will sudah menunggu kalian di ruang bacanya" ujar pria patuh baya tersebut dengan membungkuk hormat pada Daren


"Alisha, ikut aku" ucap Daren dan langsung melenggang masuk meninggalkan Alisha yang terpaku diam


"Nona, biar saya yang membawa tasnya" ucap pria paruh baya itu


"Tidak usah pak, saya bisa sendiri, saya permisi dulu, assalamualaikum" tolak lembut Alisha dan langsung mengikuti Daren yang sudah hampir menjauh sangking luasnya ruang tamu tersebut


'Ada apa dengan pria ini, baru saja beberapa saat yang lalu ia ramah tapi kenapa sekarang terkesan dingin?' gumam Alisha dalam hatinya mengingat Daren meninggalkannya tadi


Setelah menaiki tangga yang menjulang ke atas, mereka pun sampai di salah satu ruangan dan Daren langsung memasukinya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu


Ini pasti ruang bacanya tuan Will, pikir Alisha


Dan benar saja, baru saja ia masuk, Alisha langsung terperangah melihat semua dinding ruangan itu dipenuhi dengan rak-rak buku yang menjulang tinggi serta diisi dengan banyak buku, entah buku apa saja itu hanya Will yang tahu


Kembali Alisha memfokuskan kedua matanya menatap Will yang tengah sedang membaca bukunya di kursi kerjanya


"Duduklah" ucap Will tanpa menoleh sedikitpun ke arah Daren ataupun Alisha yang sudah ada di hadapannya, pandangannya terus saja menatap isi buku di hadapannya


'Sikapnya benar benar tidak sopan' gumam Alisha tidak menyukai cara Will padanya dan Daren


Daren pun langsung duduk di sofa serta diikuti oleh Alisha yang duduk di depannya


Will menaruh bukunya di atas meja kerjanya dan melepas kacamata bacanya

__ADS_1


Tak lama kemudian, pria paruh baya itu juga ikut masuk dan membungkuk hormat pada Will namun ia tidak dipersilahkan duduk oleh Will


"Kau akan bekerja sebagai wakil asisten Dave!" ucap Will menatap dingin ke arah Alisha


__ADS_2