Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 58


__ADS_3

Malam harinya......


Malam ini hujan turun deras kembali mengguyur seluruh permukaan New York membuat hawa malam menjadi lebih dingin dari sebelumnya


Alisha yang sedang membaca buku di dekat perapian di ruang tamu tak menyadari Daren mendekati nya


"Alisha"


Refleks Alisha menengadah menatap ke atas melihat Daren


"Eh Daren" Alisha bangkit berdiri


"Udara sedang sangat-sangat dingin, sebaiknya kau masuk kembali ke kamar" ucapnya lagi


Daren menggeleng dan duduk di lantai beralaskan karpet tempat Alisha duduk tadi


"Aku bosan di kamar terus, aku mau menemani mu saja" jawabnya pelan


Alisha pun kembali duduk di tempatnya semula di hadapan Daren


"Aku lagi baca buku di ruang baca William, sangat bagus ceritanya jadi aku meminjamnya tadi" ucap Alisha tersenyum manis memperlihatkan cover novel yang ia baca


Daren hanya manggut-manggut saja dan menopang dagunya memperhatikan mimik wajah Alisha yang sibuk membaca buku nya


"Kau kenapa melihat ku terus? baru sadar ya kalau aku ini cantik" Alisha tersenyum miring menyadari kalau sedari tadi Daren memperhatikannya


Refleks Daren mengangguk pelan


"Ya, kau cantik, sangat cantik, aku sudah menyadarinya sejak aku kecil" jawabnya tanpa sadar


"Maksudnya?" Alisha menautkan alis kanannya


"Ah tidak! aku tadi salah bicara, maaf" Daren menggeleng menyadari ucapannya tadi


Alisha tertawa kecil dan melanjutkan kembali membacanya


"Kau tidak masuk kamar ya?" ucap Daren pelan


"Tidak, kamarku sangat dingin kalau malam dan sangat panas jika siang hari, makanya aku jarang di sana" jawab Alisha tersenyum tipis


"Jika kau mau aku bisa meminta pelayan memindahkan kamar untukmu ke ruang lain yang ada AC nya" ucap Daren memberi usul


"Itu tidak perlu Daren, aku sudah nyaman kok tinggal di kamarku yang sekarang" jawab Alisha dengan matanya yang fokus membaca


Mereka pun saling mendiamkan menikmati udara malam yang sangat dingin serta suara hujan dan petir di luar sana yang bersahutan


Jeddduaaarrrr!!!!!!


Tiba-tiba terdengar petir menyambar dari luar kastil


Daren dan Alisha sontak terkejut mendengar suara petir di luar yang sangat keras itu


"Sepertinya cuaca makin memburuk, Daren kau masih belum sehat, sebaiknya ke kamar saja" usul Alisha menutup bukunya

__ADS_1


Daren menggeleng pelan menatap wajah Alisha dengan sendu


"Alisha, apa aku boleh tanya sesuatu?" tanyanya sendu


Merasa Daren sedang dalam suasana hati yang kurang baik, Alisha langsung memakai sarung tangannya


"Ada apa hmm?" tanyanya lembut


"Bisakah aku memegang tangan mu?" pinta Daren dengan suara serak


Alisha tersenyum tipis dan memegang kedua tangan Daren dengan erat


"Tangan mu dingin ya? kenapa tidak pakai sarung tangan?" ucap Alisha dapat merasakan betapa dinginnya tangan Daren dari balik sarung tangannya


"Tapi sekarang tidak lagi, tanganku sudah hangat saat kau memegangnya"


Alisha tersenyum tipis dan mengangguk pelan


'Apa orang depresi sering mengalami perubahan mood? baru tadi siang dia terlihat senang dan ceria, tapi kenapa sekarang seperti ini?' batin Alisha sedih


"Alisha, boleh tidak aku memanggilmu.... Isha?"


Sontak Alisha terkejut mendengar permintaan Daren


'K...kenapa aku pernah merasa mendengar panggilan itu?' batinnya heran


"Boleh tidak?" tanya Daren lagi


Alisha menatap raut wajah sendu Daren yang menatapnya


"Panggil lah aku dengan nama yang kau mau Daren jika itu membuat mu bahagia" jawab tulus Alisha


Daren sangat tersentuh mendengarnya, ia mengangguk dan tersenyum tipis


"Isha, apa kau sungguh-sungguh tidak mengingat masa lalu mu?" tanya Daren penuh harap


Jujur Alisha dibuat heran dengan pertanyaan Daren kali ini, namun ia lebih memilih diam


"Tidak, aku sama sekali tidak ingat" jawab Alisha pelan


Daren terdiam sejenak dan menundukkan pandangannya menatap tangan Alisha yang tersarung memegang kedua tangannya


"Daren, sepertinya kau ada masalah, katakan masalahmu pada ku, siapa tahu aku bisa bantu, aku kan sahabat mu" ucap Alisha memegang pundak kiri Daren


Daren kembali menatapnya dengan sangat dalam


'Lidah ku benar-benar terasa sangat kelu Isha untuk mengatakan semuanya!!!' batin Daren tersiksa dalam hatinya


"Kenapa kau diam hmm? katakan"


"Aku...."


'Aku tidak bisa memberitahukan nya sekarang!! aku masih belum sembuh! jika aku mengatakan padanya dia akan langsung lari!' batinnya lagi

__ADS_1


Daren menggeleng kuat mengumpulkan semua kesadarannya


Ia kembali menatap wajah Alisha


"Isha, apa kau pernah jatuh cinta?"


Alisha membulatkan matanya sangking terkejutnya, namun ia bersikap biasa-biasa saja


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanyanya lembut, ia tidak ingin menyakiti perasaan Daren jika harus berkata kasar


"Tolong jawab saja"


Alisha menghela nafasnya dan terdiam sejenak berpikir


"Tidak, aku tidak pernah jatuh cinta, aku mati rasa" jawab Alisha serius namun bernada pelan


"A....apa?" seketika tubuh Daren terasa lemas mendengarnya


"Ya, aku mati rasa Daren, bahkan aku sendiri pun tak percaya dengan apa yang ku katakan sekarang, tapi itu benar kenyataannya adalah aku mati rasa"


"Mungkin kau belum menemukan pria yang tepat untukmu" ucap Daren menduga


"Awalnya aku juga berpikir seperti itu, bahkan ibu panti pernah memberi usul padaku untuk menemui psikiater, dan memang aku mati rasa" jawab Alisha jujur


Daren kembali terdiam tak tahu harus mengatakan apa


"Jika nanti ada yang melamar mu atau mengutarakan isi hatinya pada mu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Daren berhati-hati dalam ucapannya


"Aku akan menolaknya dengan baik-baik agar dia tidak tersinggung atau tersakiti hatinya akibat aku tolak" jawab Alisha seadanya


"Oo begitu" lirih pelan Daren


"Kenapa kau bertanya seperti itu? apa ada hubungannya dengan orang yang kau cintai?" tebak Alisha


"Ya, dia juga mati rasa, makanya aku takut mengutarakan isi hati ku pada nya" jawab pelan Daren menatap sendu wajah Alisha


"Astaghfirullah, benarkah?" Alisha menutup mulutnya yang terbuka sangking terkejutnya ia


"Apa kau punya usul untuk masalah ku kali ini?" tanya Daren penuh harap


Alisha menggigit bibir bawahnya memikirkan jawaban apa yang harus ia katakan pada Daren


"Untuk solusi masalah ini aku hanya bisa bilang jangan pernah menyerah Daren, perjuangkan cinta mu, ini masalah hati, jangan kau anggap main-main, apalagi kau sudah menyimpannya sejak kau kecil" ujar Alisha memberi usul


"Apa.... dia akan menerima ku?" tanya Daren


"Insyaallah, jika dia tidak menerima mu maka berlapang dada lah untuk menerima patah hati, patah hati itu lebih baik daripada harus makan hati" ucap Alisha


Deg...


Jantung Daren berdetak kencang mendengar ucapan lembut Alisha, ia sangat tersentuh dengan ucapan Alisha


Ia mengeratkan genggaman tangannya di tangan Alisha

__ADS_1


"Terimakasih Alisha, setidaknya sekarang beban di hatiku berkurang dan aku lebih merasa nyaman dan tenang jadinya" ucap Daren tersenyum lebar


"Sama-sama, jika kau butuh bantuan sahabat mu ini maka aku akan selalu siap Daren" Alisha mengangguk sembari tersenyum manis


__ADS_2