
Alisha berdiri tak jauh dari William yang sedang menyantap sarapannya di meja makan
"Besok Daren akan pulang, kau kemasi barang-barangnya di kamarku" ucap William datar
Alisha mengangguk paham kemudian pergi dari sana
"Jangan sekarang, nanti saja jika kau sudah menyelesaikan semua pekerjaan mu" ucap William menoleh ke samping membuat Alisha menghentikan langkahnya
"Baik tuan" Alisha mengangguk paham kemudian berdiri ke tempatnya
William meneguk air minumnya sampai tandas dan mengelap mulutnya dengan tisu
Baru saja ia hendak membalikkan badannya, semua penjaga kastilnya langsung menghampirinya dari luar kastil
"Tuan! ada masalah!" ucap salah satu penjaga
Alisha yang mendengar ucapan para penjaga itu langsung menghampiri mereka
"Ada apa?!" ujar William dengan suara bariton khasnya
"Ddddi luar ada beberapa orang yang sedang mencari anda" ucap mereka dengan gagap
"Siapa mereka?" tanya William mengerutkan keningnya
"Kami tidak tahu pak, tapi mereka memberontak ingin menemui anda! dan juga kami semua dihajar oleh para pengawal mereka karena kami tidak mempersilahkan mereka masuk!!"
William semakin bingung dengan siapa yang ingin menemuinya
"Lalu kenapa kalian semua di sini, apa tidak ada yang menjaga di luar?!" seru William merasa kesal
Sedangkan Alisha hanya menjadi penonton dan pendengar melihat mereka semua
"Kkkkami takut pak, mereka membawa senjata"
Alisha membulatkan matanya sangking terkejutnya
"Ckk.... hadang mereka sampai aku datang ke sana menghampiri mereka, aku akan mengambil senjataku dulu!!" seru William mendorong kursi rodanya menuju kamarnya
Alisha melongo mendengar ucapan William kali ini kemudian tatapannya beralih ke para penjaga yang hendak pergi
"Apa tujuan mereka ingin bertemu tuan William sampai-sampai harus membawa senjata?" tanya Alisha bingung
"Kami tidak tahu pasti nona, mereka semua mendesak kami untuk membuka pagar ingin menemui tuan William"
DORRR....DORRR.....
"Astaghfirullah!!!" Alisha terlonjat kaget mendengar suara tembakan dari luar
Sontak para penjaga itu keluar dari kastil
Sedangkan William yang baru keluar dari kamarnya mendorong kursi rodanya ke luar kastil dengan membawa sebuah senapan di tangannya
"Ttttuan?" ujar Alisha panik menghampiri sang majikan
"Anda jangan keluar tuan, sepertinya mereka berbahaya!" seru Alisha menghadang jalan William
__ADS_1
"Minggir Alisha!" ucap Daren dingin
"Tidak, saya tidak mau, tuan, anda baru saja terapi kemarin tapi hari ini anda..... pokoknya anda tidak boleh keluar!!!" seru Alisha merasa panik dan khawatir
"Jika aku tidak menghadapi mereka maka akan semakin bahaya nantinya!" seru William meninggikan suaranya
"Tapi tuan anda...."
"Minggir kataku!!" seru William mendorong Alisha ke samping sehingga membuatnya jatuh ke lantai
Alisha menengadah menatap William yang pergi ke luar kastil
'Aku tidak bisa membiarkan tuan William dalam keadaan bahaya! mereka semua pasti orang-orang jahat!!!' batinnya dan bangkit berdiri kemudian meraih telepon rumah dan membuka buku telepon
"Ckk... aduh mana sih nomor tuan Kelvin?!!" gumamnya merasa kesal dan panik
Ia terus mencari-cari nomor Kelvin di dalam buku tebal tersebut hingga akhirnya menemukannya
Alisha langsung menekan nomor yang tertera di buku telepon itu dan menelfon Kelvin
Tttuttt....tttuttt.....tttuuutt....
"Ckk.... kenapa tidak diangkat?!!" gumamnya kesal dan terus mencoba menelfon Kelvin
Sedangkan William kini tengah berdiri di hadapan para musuhnya itu
Jackson, musuh bebuyutan dalam bisnis gelapnya tengah duduk santai di kap mobil sport mewah nya
"Ternyata kau Jackson" ucapnya dengan nada meremehkan melihat musuh bisnisnya
Jack tertawa kecil melihat kondisi William yang terduduk di kursi roda
Para bodyguard-nya dan asistennya tertawa lepas mendengar hinaan yang keluar dari mulut bos mereka yang terlontar untuk William
William hanya diam menanggapi perkataan musuhnya itu
Kemudian pandangannya menatap ke semua para penjaganya telah dibuat babak belur oleh para bodyguard Jackson
Ia mengisyaratkan mereka untuk segera pergi dari sana
Tanpa bicara para penjaga itu langsung pergi meninggalkan area halaman kastil William
"Hmmm.... 1 lawan 20 orang mana yang akan menang menurutmu Roy?" ujar Jackson berpikir
"Pasti kita yang akan menang tuan" jawab Roy, asistennya dengan tersenyum licik
Jackson tersenyum smirk dan menyandarkan kepalanya di kaca depan mobilnya
"Apa yang kau inginkan?" tanya William dengan datar dan dingin
"Nyawamu, nyawamu yang ku inginkan" jawab santai Jackson
William terkekeh kecil dan menggeleng pelan
"Hhhh, mimpi!"
__ADS_1
Sontak raut wajah Jackson menjadi kesal dan ia bangkit berdiri
"Bunuh dia!!" titahnya kepada semua bodyguard-nya
Para bodyguard-nya yang berbadan besar itu langsung menghampiri William di hadapan mereka yang agak jauh tersebut
William tersenyum miring dan menembakkan senapan nya ke arah jalan semen di depan mereka
DDUARRRRR!!!!!
Seketika para bodyguard itu terpental ke belakang ketika jalan yang akan mereka tapaki meledak akibat tembakan William
Ia tersenyum tipis dan menaruh kaki kanannya tepat di atas kaki kirinya yang lumpuh
"Bagaimana? apa masih belum ingin pergi?" tanya William dengan nada meremehkan
"Kalian semua! Hajar dia sampai mati!!!!" seru Jackson berdecih geram melihat santainya William menghadapi mereka
Para bodyguard-nya kembali bangkit berdiri dan bersiap untuk menghajar William
Ctakkk.....ctakkkk....ctakkk.....
Tiba-tiba para bodyguard Jackson jatuh bertumbangan dengan dahi berdarah
"A...apa ini?!!!" seru Jackson geram melihat para bodyguard-nya berdarah di bagian kening mereka
Bahkan William sendiri terkejut dengan kejadian itu, ini bukan dari rencananya
"Rupanya kau sudah tahu jika kami datang Will sampai-sampai kau menyiapkan sniper ghost untuk melindungi mu yang kini tak berguna!" hardik Jackson menghina William
William yang kehilangan kesabarannya hendak menembakkan kembali senapannya
Ctakkk.....ctakkkk..... ctakkkk
Ia kembali terkejut ketika semua bodyguard Jackson kini berjatuhan akibat tembakan sniper ghost itu
'Siapa yang menembak mereka?' gumamnya heran
Kemudian matanya langsung menangkap batu-batu kecil yang berdarah di sekitaran para bodyguard itu
'Batu?' gumamnya heran
"Sial!!" Jackson merebut senjata api di saku baju Roy dan menodongkannya kepada William pada jarak jauh
Roy yang penakut itu langsung masuk ke dalam mobil Jackson dengan ketakutan, ia pikir kubu bosnya yang akan memang, tapi semua di luar dugaannya
Justru kubunya yang kalah, bahkan para bodyguard bos nya yang gagah perkasa itu bertumbangan akibat tembakan sniper ghost William
"Aku akan membunuhmu hari ini!!" serunya menatap nyalang ke arah William
"Aaghhh!!!"
Tiba-tiba tangannya terkena lemparan batu tajam yang sangat cepat hingga membuatnya melepas senjatanya
Ia terkapar di tanah sambil memegang tangannya yang mengeluarkan darah
__ADS_1
"Hey bajing*n keluar kau!!!" seru Jackson pada sniper ghost William yang tak kunjung menunjukkan dirinya
"Pengecut kau jika tidak menghadapi ku!!" hardiknya lagi seraya bangkit berdiri