
Daren menempelkan benda pipih hitam itu ke telinga kanannya sembari berjalan ke arah balkon kamarnya
"Tugas yang aku berikan sudah kau kerjakan dengan sempurna?" tanya Daren
Sedetik kemudian senyum licik terukir di bibirnya lalu memutuskan panggilan tersebut
"Ternyata dia orangnya" gumamnya menopang dagunya dengan sudut ponselnya
"Kau sudah membangunkan singa yang tidur sekarang kau terima akibatnya karena telah bermain-main dengan ku dan William" ucap Daren dan duduk bersandar di sofa bed nya
Pagi harinya
Setelah mengerjakan shalat subuh, Isha langsung mengerjakan tugas-tugasnya di hari kedua bekerja
Mulai dari membuat sarapan, menyiapkan air panas untuk Will mandi, menyiram mawar biru kesayangannya William, membangunkan William di kamarnya, membersihkan kamarnya, membersihkan seluruh ruangan, serta memotong rumput di halaman kastil yang luas tersebut
'Semangat Alisha!! kau akan terbiasa dengan seiring waktu berjalan!' gumam Alisha menyeka keringatnya dan melihat matahari sudah meninggi
Ia tak menyadari bahwa para penjaga melihatnya dengan tatapan aneh
"Hey kau lihat wanita itu, dia begitu pekerja keras, setelah pak Dave mengundurkan diri, dialah yang mengurus kastil sebesar ini sendirian" ucap salah seorang mereka
"Benarkan? sanggup sekali wanita ini bekerja sebanyak itu" respon salah seorang mereka
"Kenapa ya tuan William dan tuan Daren ingin wanita itu mengurus kastil ini? biasanya tuan William tidak suka dengan wanita" ujar mereka berbisik
"Entahlah, kita semua tidak ada yang tahu, tapi kalau aku lihat, wanita itu sepertinya sangat baik, dia mengerjakan semua pekerjaannya dengan sangat baik"
"Iya kau benar, zaman sekarang mana ada wanita yang mau membersihkan rumah apalagi kastil sebesar ini juga memotong rumput yang harusnya pekerjaan para pria" ucap salah seorang mereka
Begitulah mereka berbisik-bisik membicarakan Alisha
Namun Alisha yang tak menyadari dirinya menjadi bahan gosipan para penjaga kastil itu terus memotong rumput serta merapikan tanaman hias bonsai besar koleksi milik William
Ia pun tidak menyadari jika tuan keduanya tengah memperhatikannya dari balkon kamarnya sambil menyeruput teh hangat buatan Alisha di ruang makan
'Rajin sekali dia, padahal kan memotong rumput bukan tugasnya' gumamnya lalu menaruh teh nya di atas meja dan keluar kamarnya
"Apa yang kau lakukan?" tanya Daren sontak membuat Alisha terkejut
Ia pun menoleh ke arah suara yang berada di belakangnya
Seketika ia membalikkan badannya kembali ketika melihat Daren hanya memakai handuk kimono dengan rambut yang masih basah menandakan ia baru selesai mandi
"Maaf tuan atas ketidaksopanan saya!!" seru Alisha gugup
Ia tak berani berhadapan dengan Daren yang hanya memakai handuk kimono itu
Daren pun memahami sikapnya Alisha
"Apa yang kau lakukan?" tanya Daren mengulangi perkataannya lagi padahal ia sama sekali tidak suka mengulangi pertanyaan yang sama
__ADS_1
"Memotong rumput tuan" ujar Alisha membelakangi Daren
"Iya aku tahu kau memotong rumput, tapi kenapa kau kerjakan, ada para penjaga yang bisa mengerjakannya!" ketus Daren
Sedikit terkejut dengan ketusnya Daren dan membuat Alisha sedikit menoleh padanya
"Maaf tuan, pak Dave telah berpesan pada saya agar mengurus kastil ini dengan baik tuan, yang artinya segala hal baik di luar maupun di dalam kastil ini, saya yang mengerjakan, jadi untuk memotong rumput bukanlah hal yang sulit untuk saya" jawab Alisha sopan
Daren hanya menghembuskan nafasnya dan pergi begitu saja
"Tuan?...."
Tak ada sahutan dari Daren
Alisha pun membalikkan badannya dan tak melihat lagi tuan keduanya itu di sana
"Ckk.... tuan Daren ini, selalu saja, aku belum selesai bicara sudah ditinggal, seperti hantu saja, datang tak diundang jemput tak diantar" gumam pelan Alisha
Sementara itu
William menyandarkan dirinya di sisi ranjangnya, ia sama sekali tidak menggubris ketukan pintu tadi pagi yang membuatnya terbangun
Ia sudah tahu siapa yang mengetuk pintu pagi-pagi buta seperti itu siapa lagi kalau bukan Alisha yang digelari nya wanita karung
William melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 11.34
Setelah agak lama berendam di bathtub, William menyelesaikan ritual mandinya
Ia mengambil pakaian formalnya namun tidak ada niatan untuk bekerja hari itu juga
William menuruni tangga menuju ruang makan, Alisha yang sedang makan di dapur melihatnya
Ia pun segera bangkit berdiri dan mencuci tangannya hendak melayani sang tuan rumah
Tanpa basa-basi William langsung duduk di kursinya dan mengambil makanannya
Ia tak menggubris Alisha yang berdiri tak jauh darinya dan menyantap makanannya
Di sela-sela makannya, William melihat sepiring nasi di atas lantai dapur nya
Ia mengerutkan keningnya dan melirik Alisha di sampingnya
'Dia makan di dapur?' gumamnya
Setelah beberapa saat kemudian, ia menyelesaikan makannya diakhiri dengan meneguk habis air putih di gelasnya
William melirik sekilas wajah Alisha yang tersenyum ramah padanya kemudian melenggang keluar dari ruang makan tersebut
__ADS_1
Dua bulan kemudian.......
Alisha sudah terbiasa dengan pekerjaannya mengurus kastil sebesar ini
Ia sudah jarang mengeluh atas sikap dingin kedua tuannya itu, apalagi mereka sudah jarang pulang ke kastil
'Tal terasa sudah dua bulan lebih aku bekerja di sini, ternyata tentram bekerja di sini, walaupun kastil ini terlihat tua dan kuno serta berada di tengah hutan' gumamnya tersenyum sambil menyiram kebun mawar biru kesayangannya William
"Nona!! nona Alisha!!" seru penjaga berlari ke arahnya dengan terburu-buru
Alisha mengerutkan keningnya dan menaruh ember nya
"Ada apa pak?" tanya Alisha
"Tuan Daren mencari anda di ruang tamu?! dia terlihat sangat marah" ucap sang penjaga
Alisha mengangguk kemudian pergi ke ruang tamu dengan perasaan gelisah di hatinya
'Ada apa dengan tuan Daren? kenapa dia mencari ku? apa aku melakukan sesuatu yang salah?' gumamnya
Dan benar saja, ketika Alisha sampai di ruang tamu ia langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang tua keduanya itu
"Apa kau yang membersihkan kamar ku?!" ucap Daren terdengar tegas namun dingin
Alisha mencoba menetralisir detak jantungnya agar tidak berdetak kencang dan mengangguk pelan
"Berarti kau yang telah mencuri liontin ku!!" seru Daren dengan suara menggema
Alisha mengerutkan keningnya dan menggeleng
"Tidak tuan, saya tidak mengambil liontin tuan, saya tidak melihatnya saat membersihkan kamar tuan" ucap Alisha menatap wajah Daren yang merah padam
Daren menutup kedua matanya serta mengusap kasar wajahnya
"Kalau bukan kau siapa lagi yang mengambilnya? apa hantu?! hari ini hanya kau yang masuk ke kamar ku membersihkan kamar ku!" seru Daren menunjuk wajah Alisha
Baru kali ini Alisha melihat Daren marah besar hanya karena liontin yang Alisha sendiri pun tidak tahu bentuknya seperti apa
"Saya benar-benar tidak tahu tuan, jika tuan tidak percaya dengan saya, anda bisa mengecek kamar saya" ujar Alisha seketika membuat Daren terdiam sejenak
"Ok! aku akan memeriksa kamar mu! jika ternyata liontin itu ada di kamar mu, aku pastikan kepala mu akan ku gantung di menara atas!!" seru Daren menunjuk ke atas dan segera pergi ke kamar Alisha yang berada di belakang kastil
Alisha diam menanggapi perkataan Daren yang membuatnya sakit hati atas tuduhannya
Namun ia tidak marah ataupun jengkel dengan sikap Daren padanya tadi
'Pasti liontin tuan Daren itu sangat berharga sampai-sampai membuatnya sangat marah seperti itu, tapi kenapa liontin itu bisa hilang? aku saja tidak tahu bentuknya seperti apa' gumamnya
__ADS_1