Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 61


__ADS_3

Alisha langsung tercekat melihat banyaknya anak-anak kecil yang bermain di dalam play zone itu


"Daren, ini tempat main untuk anak-anak kecil bukan orang dewasa seperti kita, ayo kita pergi dari sini" bisik Alisha menarik pergelangan tangan Daren keluar dari play zone itu


"Tidak apa-apa Isha, ada permainan yang cocok untuk kita yuk!!" Daren malah menarik tangan Alisha pergi menyusuri play zone itu


Alisha hanya bisa menghela nafasnya dan melihat kanan-kiri nya dipenuhi anak-anak yang bermain


Hingga mereka berhenti di depan sebuah pintu time zone


"Lah? tadi play zone kok sekarang time zone sih?" tanya Alisha heran


"Play zone itu untuk anak-anak, kalau untuk kita ini Isha, time zone, yuk masuk!" Daren kembali menarik tangan Isha masuk ke dalam sana


"Selamat datang tuan muda Daren!!" para pelayan dan manager langsung datang menyambut mereka


Alisha tersenyum ramah menanggapi mereka sedangkan Daren tak menghiraukan ucapan mereka dan terus menarik tangan Alisha ke salah satu permainan, Street Basketball


"Nih, kita main ini!"


Alisha mengerutkan keningnya melihat Daren mengambil bola basket dan memasukkannya ke dalam keranjang basket


"Yeay!! aku menang Isha, lihat tuh dapet point!" Daren tersenyum bahagia menunjuk point yang ia dapatkan


Alisha sampai tertegun melihatnya kembali ceria


'Hanya karena bermain seperti ini dia sudah sangat ceria, moodnya bisa berubah kapan saja, aku tidak boleh mengacaukan mood nya' batin Alisha


Alisha tersenyum lebar dan mengacak rambut Daren dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan


"Hahaha, Daren ku memang yang terbaik! mainlah sepuas mu! aku akan ikut bermain juga!" Alisha tersenyum manis


Deg....


Tiba-tiba ada kehangatan yang menjalar di hati Daren mendengar ucapan tulus Alisha


Ia mengangguk dan tersenyum lebar


Mereka pun bermain ria mulai dari Street Basketball, Monster Drop Extreme, Boneka Capitan, Game Arcade Safari Ranger, Packman Swirl, dan masih banyak lagi




William jenuh berada di kamarnya, ia melirik jam sudah pukul 11.20



"Kenapa mereka belum kembali? sudah sejak tadi pagi mereka pergi, kemana mereka?" gumamnya



Dengan bersusah payah William memindahkan tubuhnya ke atas kursi rodanya



Setelah terapi selesai Kelvin langsung pamit kembali ke kantor atas izin dari William sendiri



Ia mendorong kursi rodanya ke ruang tamu, namun nihil tak ada seorang pun yang lewat di sana, bahkan para pelayan pun tak menunjukkan batang hidung mereka di sana



William menghela nafasnya dan berdiam diri di tempatnya menghadap pintu masuk kastil yang terbuka lebar



Ia dapat melihat betapa luasnya halaman luar kastilnya dari dalam kastil



'Mereka sebenarnya kemana ya?' batinnya



Entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak memikirkan hal ini



'Apa...terjadi sesuatu?' batinnya menduga



"Sebaiknya aku telfon Daren" William meraih ponselnya dari saku bajunya dan mencari no. Daren



Setelah ia dapati no. Daren, William langsung menelfon nya



Tuttt tutttt tutt....


Tanda panggilan terhubung tetapi belum diangkat oleh Daren



"*Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi*"



"Ckk!" William melempar ponselnya ke atas sofa mendengar suara operator seluler yang bersuara



Ia pun hendak kembali ke kamarnya dengan mendorong kursi rodanya



Tiba-tiba terdengar suara deruman mobil yang baru datang


__ADS_1


William yang mendengar suara itu langsung mendorong kursi rodanya ke halaman kastilnya



Alisha dan Daren tampak keluar dari mobil Daren dengan membawa banyak belanjaan di tangan Daren



"Kalian dari mana saja?" suara bariton khasnya mengejutkan Alisha dan juga Daren



"Eh kau? kami baru dari Mall milikmu dan juga Daren, aku belanja di sana sekalian menemani Daren bermain" jawab Alisha



"Bermain?" tanya William



"Ya, kami bermain di time zone" jawab Daren menyambung



William menautkan alis kanannya ke atas melihat Alisha mengeluarkan beberapa boneka dari dalam mobil



"Kalian membeli itu juga?" tanya William melihat apa yang di pegang Alisha



"Oh ini, bukan, ini hasil Capitan Daren tadi di Boneka Capitan, dia selalu menang, sedangkan aku kalah terus" jawab Alisha tertawa kecil



Daren yang mendengar ucapannya pun ikut tertawa



Wajah William menjadi datar melihat keakraban Daren dan juga Alisha



Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu di pergelangan tangan mereka masing-masing



"Tunggu! itu di tangan kalian apa?!" seru William



"Ya gelang lah masa borgol" ucap Daren



"Iya aku tahu itu gelang tapi kenapa harus couple-an sama Alisha!!" tukas William mendengus sebal




"Alisha?! kau tidak menganggap ku teman mu?!" seru William bertanya pada Alisha



"Bukan begitu Will, kami tadi..." ucap Alisha namun dipotong William



"Sudahlah!!" William langsung mendorong kursi rodanya masuk kembali ke dalam kastil tepatnya ke dalam kamarnya



"Ckk kau ini, kenapa membuat marah" ujar Alisha



"Aku hanya bercanda padanya, dianya saja yang mudah marah" Daren menggendikkan kedua bahunya ke atas



Alisha menggelengkan kepalanya melihat ekspresi wajah Daren tak menunjukkan rasa bersalah sama sekali



"Ya sudah, kau tunggu di dapur, aku akan segera ke sana nantinya" Alisha langsung masuk ke dalam kastil dengan membawa banyak boneka di tangannya



Sedangkan Daren memutar bola matanya dengan jengah di halaman kastil sambil terus menenteng belanjaan Alisha



"Kau mudah sekali marah Will, susah sekali mengajakmu bercanda" gumamnya masuk ke dalam kastil tepatnya ke dalam dapur



Sedangkan Alisha langsung menyusul William di kamarnya



Ia dapat melihat dari ambang pintu William tengah duduk menghadap balkon kamarnya membelakanginya



Alisha menghela nafasnya dan langsung masuk ke dalam kamar William tanpa mengeluarkan bunyi



Ia menghampiri nya dan duduk bersimpuh di depan William dan menaruh semua bonekanya di lantai


__ADS_1


"Pergi sana!" ketus William mengalihkan pandangannya ke arah lain



"Will, kenapa kau cepat sekali marah hmm?" Alisha tersenyum lembut padanya



William tak menghiraukan ucapan Alisha dan terus saja membuang muka



"Will, kau marah kami tidak mengajakmu pergi ya?" tebak Alisha



Refleks William langsung menoleh padanya dengan raut wajah kesal



"Ya iyalah aku marah, setengah hari ini aku sendirian di kastil sebesar ini, sedangkan kau dan si kutu busuk itu jalan-jalan di luar sana, apalagi kalian memakai gelang couple-an lagi!" ketus William dengan nada khasnya



Alisha tertawa kecil mendengar ucapan William



"Kenapa kau malah tertawa?! sudah pergi sana!"



Alisha membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu



"Lihat!" ucapnya memperlihatkan gelang yang sama dengan miliknya dan juga Daren



William sedikit tertegun melihat apa yang diperlihatkan Alisha padanya



"Kami membelinya bukan untuk berdua Will, tapi bertiga, aku, kau, dan juga Daren, sebagai tanda pertemanan kita" Alisha tersenyum lembut membuat William menatapnya tanpa berkata apapun



Alisha mengambil tangan kanan Daren dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan



Kemudian ia memakaikan gelang itu ke tangannya



"Daren itu dia mudah sekali berubah mood nya, tadi dia sedang dalam mood yang baik makanya dia bercanda padamu, jangan dimasukkan dalam hati" ujarnya mengencangkan gelang tali itu



"Nih dah selesai!" Alisha tersenyum lebar padanya



William mendekatkan tangan kanannya ke wajahnya melihat gelang tali sederhana itu



Berwarna hitam dan ada 3 bintang kecil bergelantung di sisi gelangnya



'Sederhana' satu kata yang menggambarkan gelang itu



"Makasih!" ucap William terdengar ketus



"Sepertinya kau masih marah, mau tidak boneka ini?" Alisha memberikan salah satu bonekanya pada William



"Tidak! aku tidak mau! kau pikir aku apa dikasih boneka segala?!" ketus William



Alisha tertawa kecil mendengar ucapan William itu



"Hahaha, iya juga yah, kenapa aku malah memberimu mainan anak-anak ini, ya sudahlah, yuk ikut kami ke dapur!" Alisha bangkit berdiri memungut semua bonekanya



"Dapur? untuk apa kesana? aku tidak mau!" tukas William



"Kami mau masak bakso udang, Daren ingin makan itu, kalau kau tidak mau nanti jatah makan mu dimakan Daren lho" goda Alisha tersenyum miring



"Tidak akan ku biarkan si kutu busuk itu mengambil jatahku!" William langsung mendorong kursi rodanya keluar kamarnya



Alisha sampai menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku William



"Will Will, kau ini" gumamnya mengikuti William dari belakang

__ADS_1


__ADS_2