
Pagi harinya
"Silahkan masuk tuan" Alisha mempersilahkan Kelvin masuk ke dalam kamarnya menemui William
William yang masih tertidur di ranjangnya tak menyadari kedatangan Alisha dan Kelvin
"Kalau begitu saya permisi dulu ya" Alisha pun keluar dari kamarnya membiarkan William dan Kelvin di sana
"Tuan, bangun tuan" Kelvin menggoyangkan sedikit bahu William
William perlahan membuka matanya dan bangun
"Tuan, hari sudah pagi, anda mau saya bantu mandi atau mandi sendiri?" ucap Kelvin memberi pilihan
"Bantu aku ke kamarku, aku akan mandi di sana" ucap William
Kemudian Kelvin membantu William duduk di kursi rodanya dan mendorongnya keluar kamar Alisha
Alisha yang sedang memasak di dapur melihat mereka melewati ruang makan
Ia memilih untuk tidak menghampiri mereka karena ia sudah tahu tuannya itu akan ke kamarnya yang ada di lantai atas
Alisha juga sudah menyiapkan air hangat untuknya mandi sebelum ia menyiapkan sarapan
Sementara William yang tengah duduk di dalam bathtub berisi air hangat menyandarkan kepalanya
"Keramasi rambut ku!" William menutup matanya merasakan kehangatan air menjalar ke seluruh tubuhnya
Kelvin pun mengeramasi rambut William dengan pijatan lembut agar tuannya itu lebih merasa rileks
Setelah beberapa menit menyelesaikan ritual mandinya William keluar kamar mandi dengan memakai handuk kimono nya
Ia dibantu Kelvin untuk memilihkannya baju serta memakaikannya
"Pindahkan semua barang-barang di kamarku ke kamar Daren, aku akan tidur di kamarnya di lantai bawah!" titah William sembari mengancing bajunya dan keluar kamar menuju ruang bacanya
"Baik tuan" tanpa bertanya apapun Kelvin langsung meraih ponselnya dan menelfon seseorang
Sementara Alisha yang sudah menyiapkan sarapan ia segera pergi ke lantai atas membawakan William sarapan
"Tuan ada di ruang baca nona" ujar Kelvin ketika melihat Alisha masuk ke kamarnya William
"Oh baiklah" Alisha tersenyum tipis kemudian pergi ke ruang baca William yang berada tak jauh dari kamarnya William
Toktoktok...
"Masuk!"
Alisha memutar handle pintu dan perlahan masuk ke dalamnya
"Selamat pagi tuan, saya membawakan anda sarapan" Alisha menaruh senampan makanan ke atas meja kerja William
"Hmm" William yang sedang fokus di depan laptopnya tidak melihat apa yang dimasak Alisha untuknya
"Selamat bekerja tuan, saya permisi dulu" Alisha membungkuk hormat dan pergi keluar
__ADS_1
Alisha yang tengah merapikan meja makan melihat ada beberapa orang pria masuk ke dalam kastil tanpa permisi atau mengucapkan salam
"Tunggu!" Alisha menghampiri mereka
"Maaf kalian siapa ya?" Alisha memperhatikan mereka yang berpakaian serba hitam dan kacamata hitam
"Nona, mereka adalah bodyguard-nya tuan William!" ucap Kelvin menuruni tangga
"Oh bodyguard-nya tuan William" gumam pelan Alisha
"Mari!" Kelvin kembali menaiki tangga yang diikuti oleh beberapa bodyguard itu
Alisha hanya mengerutkan keningnya melihat para bodyguard majikannya itu melewati dirinya
Tiba-tiba matanya menangkap semua sosok pria tadi menuruni tangga dengan membawa begitu banyak barang
"Ini.... barang-barang tuan William kenapa dibawa?" tanya Alisha menyadari barang-barang siapa yang dibawa para bodyguard itu
"Nona, tuan William akan tidur di kamar tuan Daren mulai hari ini" ucap Kelvin
"Oh pantas jika tuan William ingin pindah ke lantai bawah, pasti akan sangat merepotkan bagi tuan jika harus naik-turun tangga setiap harinya" ujar Alisha mengangguk pelan
"Benar nyonya, saya permisi dulu" Kelvin pun melewati Alisha yang diikuti oleh para bodyguard
Alisha pun kembali melanjutkan pekerjaannya di dapur
__ADS_1
Seorang pria tinggi dan tegap tengah melukis di balkon apartemennya dengan sangat teliti
Tangannya sangat lihai membentuk dan melukis seorang gadis berhijab di kanvas nya
"Tuan" Sam menghampiri tuannya itu, Daren
Daren menghentikan tangannya dan menoleh ke samping
"Indah, sangat indah lukisannya" puji Sam ketika melihat lukisan Daren
Daren tersenyum miring dan menambahkan polesan warna di lukisannya agar tampak lebih hidup
"Bagaimana? apa masalahnya sudah selesai?" Daren bertanya pada Sam namun pandangannya tetap fokus ke lukisannya
"Sedikit lagi tuan, para pengkhianat itu sangat pintar sampai dapat menghilangkan barang bukti dengan sangat menyeluruh hingga membuat kita sedikit kesulitan menangkap mereka" jawab Sam membaca tablet nya
Kini lukisan itu telah Daren selesaikan dengan sempurna, sangat sempurna, seakan seorang gadis berhijab tengah berada di dalam kanvas itu sangking hidupnya lukisan tersebut
"Di dunia ini tak ada yang lebih pintar dan cerdik dibandingkan Daren Liew" Daren menaruh kuasnya di atas meja dan mengambil lukisannya
Ia tersenyum lebar memandang lukisannya itu
"Malam ini bawa seluruh orang-orang manajemen keuangan ke markas! aku sendiri yang akan turun tangan nantinya!" Daren menggantung lukisan itu di dinding persis menghadap ranjang
"Tapi tuan, bukankah masalah ini tidak ada hubungannya dengan pihak manajemen keuangan?" tanya Sam
Daren tersenyum miring mendengar perkataan sang sekretarisnya itu, kemudian ia duduk di sofa bed nya dan menyilang kedua tangannya tepat di belakang kepalanya sebagai bantalnya
"Kau masih terlalu polos Sam, kau tahu para pengkhianat itu berani memakai uang perusahaan sebanyak lebih dari $399,000,000 untuk melancarkan aksi mereka"
Sontak Sam membulatkan matanya mendengar perkataan Daren, ia pun langsung mengecek laporan keuangan bulan ini di tabletnya
"Anda benar tuan, astaga, mereka sudah seperti merampok dana perusahaan, maafkan saya tuan karena tidak menyadari kesalahan sebesar ini" Sam menundukkan kepalanya
"Kali ini kau kubiarkan Sam, tapi jika terulang lagi ku pastikan kau akan jadi yang selanjutnya makanan santapan harimau ku" Daren menyeringai lebar memperlihatkan semua giginya yang tersusun rapi
Sam hanya bisa mengangguk pelan dan bergidik ngeri menanggapi perkataan Daren yang terdengar mengancamnya
Kali ini ia diampuni oleh bosnya yang psikopat itu, tapi jika ia tak hati-hati lagi dalam bekerja entah apa yang akan terjadi padanya hanya Daren yang tahu
Daren kembali melihat lukisannya yang tergantung di dinding dengan senyuman mengambang
"Alisha, setelah semua di sini ku selesaikan kan ku nikahi kau, kita akan bersama selamanya" gumamnya
"Tuan, boleh saya tanya sesuatu?"
"Hmm" Daren masih terus menatap lukisannya itu
"Anda sepertinya sangat mencintai gadis yang anda lukis tadi" ucap Sam
"Ya, dialah alasan ku bisa membuatku sukses sampai saat ini, dia juga yang membuat hari-hari ku disini menjadi kurang betah sehingga membuatku selalu ingin kembali ke New York" Daren tertawa kecil mengingat masa-masanya bersama Alisha sebelumnya
"Apakan dia tahu kalau tuan menyukainya?"
Perlahan senyuman dan tawa di bibir Daren hilang dan kembali memasang wajah datar
__ADS_1