Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 9


__ADS_3

"Kenapa ada perasaan hangat saat aku mendengarnya membaca buku itu? buku apa yang ia baca?" ujarnya pelan


"Kenapa berhenti?" refleks William bertanya pada Alisha saat ia berhenti mengaji


'Astaga! apa yang aku katakan?' gumam Will tersadar dengan apa yang ia katakan barusan


"Tuan William? anda di sini? apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Alisha sopan dan menghampiri William yang masih berdiri mematung di sana


William terpaku di tempatnya ketika Alisha menghampirinya


Wajahnya yang cantik dengan memakai mukena panjang menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajahnya


"Tuan?"


William tersadar dari lamunannya dan mengalihkan pandangannya dan menetralkan kembali dirinya


'Ada apa denganku? kenapa aku bisa sebodoh ini? memalukan!' gumamnya


Tanpa basa-basi ataupun berbicara William langsung pergi begitu saja


Alisha hanya bisa melongo melihat William yang bersikap seperti itu


'Ada apa dengan tuan William?' gumam heran Alisha




Hari sudah malam Alisha yang sudah menyiapkan makan malam melihat Dave baru saja kembali ke kastil



"Pak Dave, anda sudah kembali?" sapa ramah Alisha namun diabaikan oleh Dave, ia dengan tergesa-gesa pergi ke ruang baca William



'Ada apa dengan pak Dave?' gumam Alisha



Tok..tok..tok



"Masuk" ucap William dari dalam



Dave pun masuk dan membungkuk hormat pada William



"Pak Dave? kenapa kau kembali? apa cucu mu sudah sembuh?" tanya William menyeruput teh hangat



"Belum tuan, saya datang hanya ingin memberikan ini" ucap Dave seraya memberikan amplop surat pada William



William membukanya dan membaca isi surat tersebut



"Pengunduran diri? kenapa bapak mengundurkan diri? apa gaji yang Anda terima kurang cukup? apa saya harus menaikkannya lagi?" tanya William menautkan alis kanannya



"Maaf tuan, ini bukan soal uang, tapi ini soal cucu saya, penyakitnya semakin memburuk dan selalu membuat dia kesulitan, oleh karena itu saya tidak bisa terus meninggalkannya sendirian, makanya saya mengajukan pengunduran diri" jawab Dave



William terdiam sejenak dan menaruh surat yang ia baca tadi ke mejanya



"Pak Dave, anda sudah sangat lama bekerja di sini dan saya juga sudah menganggap anda sebagai keluarga saya" ucap William menyandarkan diri di kursinya



"Kenapa pak Dave tidak membawa cucu anda tinggal di sini? saya tidak keberatan, saya akan membayar semua biaya pengobatannya asal pak Dave tidak mengundurkan diri" ucap William lagi, ia merasa sedikit sedih ditinggal pergi oleh pengurus kastil nya itu


__ADS_1


"Saya juga pernah berpikiran seperti itu tuan, tapi cucu saya tidak ingin merepotkan tuan lagi, anda sudah membiayai sekolah nya, dia tidak akan bisa menerima lagi bantuan anda ini tuan" jawab Dave sedikit membungkukkan badan



Kini pandangan William meneduh dan melemah, ia memutar kursinya ke belakang tepat menghadap kaca jendela transparan yang memperlihatkan gelapnya malam yang di hiasi sinar bulan dan bintang



"Jika pak Dave pergi, siapa yang akan mengurus kastil ini dan juga saya?" tanya pelan William namun masih bisa didengar pria paruh baya itu



Dave menghampiri William yang duduk membelakangi kemudian memegang pundaknya



"Nak Will, bapak sudah tua, tidak selamanya bapak hidup dan menjaga kastil ini juga nak Will" ucap Dave lembut mengelus pundaknya Will



"Nak Will, menikahlah, anda kesepian, kastil ini juga sangat sepi, apa anda tidak ingin memiliki keluarga sendiri dan punya anak?" ucap Dave mencoba membujuk William untuk menikah



William hanya diam menanggapi perkataan Dave



"Nak Will, bapak tahu trauma kamu saat masih kecil ditambah lagi dengan mantan kekasih anda mengkhianati anda, tapi anda harus ingat hidup itu terus berjalan, anda tidak mungkin selalu sendiri seperti ini" ucap Dave kemudian



"Tapi..... siapa yang mau dengan saya? saya ini monster, hanya tahu membunuh dan gila kerja, saya bahkan tidak punya hati saat membunuh orang" lirih William pelan



"Nak Will, anda masih punya hati, anda berhak membunuh mereka karena mereka telah berbuat jahat pada anda" jawab Dave menggenggam tangan William



"Anda bukan monster tuan, mungkin bagi orang luar anda seorang monster, tapi bagi saya, cucu saya, dan tuan Daren, anda sangat baik, anda membiayai sekolah cucu saya sampai ia tamat, jadi tolong jangan katakan anda itu monster, itu tidak benar" ucap Dave lembut




"Nak, menikahlah dan miliki anak agar hidup anda tidak kesepian, bapak mohon" ucap Dave memeluk William



Dave sudah menganggap William anaknya sendiri jadi ia tahu persis apa yang William alami dan rasakan apalagi dialah yang sering menjadi tempat curhat oleh William



William terdiam agak lama mendengar perkataan Dave



"Akan saya pikirkan, bapak kapan akan pergi?" tanya William



"Malam ini juga tuan" jawab pelan Dave sukses membuat William menjadi sedih



"Kalau begitu terimalah ini pak Dave" ucap William mengambil selembar cek kosong dengan tanda tangannya kepada Dave



"Maaf tuan saya tidak....."



"Saya mohon tolong terima pak sebagai hadiah perpisahan kita" ujar William memotong perkataan Dave



Dave pun dengan terpaksa menerima cek itu



Setelah berpamitan dengan William, Dave pun keluar dari ruang baca hendak membereskan barang-barangnya

__ADS_1



Setelah membereskan barang-barangnya yang akan ia bawa, Dave pergi menghampiri Alisha di dapur



"Nona Alisha" panggil Dave



Alisha yang tengah membuat teh menoleh ke arah suara itu



"Eh pak Dave, anda di sini? apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya sopan Alisha



Dave tersenyum tulus dan menggeleng



"Saya akan pergi nona" ujarnya tersenyum hangat



"Pergi kemana pak?" tanya Alisha



"Pergi keluar kota, saya sudah mengundurkan diri" jawab Dave yang membuat Alisha terkejut



"Kenapa bapak mengundurkan diri?"



"Ada suatu masalah yang sangat rumit sampai saya tidak bisa meninggalkannya, oleh karena itu saya mengundurkan diri" ucap Dave



"Oo begitu, terus bagaimana dengan saya pak?"



Dave tersenyum dan memberikan serangkai besar kunci pada Alisha



"Kini tanggung jawab mengurus kastil ini berada di tangan mu nona" ucap Dave



"A...apa?"



"Ya nona, anda yang akan melanjutkan mengurusi kastil ini serta tuan William juga"



"Tapi.... apa saya sanggup mengurus kastil ini pak?" ucap Alisha tak percaya diri



"Nak Alisha, bapak percaya sama kamu, kamu orang baik dan dapat dipercaya, jadi bapak yakin kamu pasti bisa mengurus kastil ini"



"Bapak juga minta maaf jika sikap bapak terkesan kaku pada anda" ucap Dave lembut



"Iya pak, saya paham kok" jawab Alisha tersenyum tipis



"Tuan William dan tuan Daren itu sebenarnya orang yang baik kok nona Alisha, hanya saja sesuatu hal terjadi di masa lalu hingga membuat mereka bersikap dingin seperti itu" ucap Dave seakan tahu apa isi hatinya Alisha



"Saya harap anda bisa memaklumi sikap mereka" ucapnya lagi

__ADS_1


__ADS_2