
"Hahaha Daren makannya pelan-pelan" Alisha tertawa kecil melihat Daren makan dengan sangat cepat bakso udang nya
Daren hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Alisha dan terus melanjutkan makannya
"Anak babi seperti dia memang seperti itu cara makannya Alisha, jadi kau jangan heran" sambung William tersenyum miring
"Berisik!!" tukas Daren kesal
Alisha hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku mereka berdua yang duduk berhadapan memakan bakso udang mereka masing-masing
'Seperti anjing dan kucing, selalu saja bertengkar' batinnya
Alisha mengambil air minumnya dan meneguknya habis
"Alisha, nanti malam ada kolega ku akan datang ke sini, tolong kau bersihkan salah satu ruangan kosong yang luas untuk dijadikan tempat meeting kami nantinya" ucap William disela-sela makannya
"Oh baik" Alisha langsung mengangguk paham kemudian pergi ke dapur membawa piring kotornya
Daren menaruh garpu dan sendok nya ke mangkuk dan menatap wajah William dengan serius
"Apa mereka dari LA?" ucapnya datar
"Hmm, mereka ingin aku dan kau menandatangani surat perpanjangan kontrak menjadi 5 tahun lagi untuk pendistribusian senjata kita ke daerah sana" jawab William fokus ke makanannya
Daren mengangguk pelan kemudian mengelap mulutnya
"Aku akan memperketat penjagaan di kastil selama meeting berlangsung" ucapnya kemudian pergi begitu saja meninggalkan sisa bakso udang di mangkuknya
William meliriknya sekilas kemudian mengambil mangkuk Daren dan memakan bakso udang nya juga
'Harus ku akui masakan Alisha memang sangat lezat, bahkan aku sangat menyukai bakso udang nya' batinnya tersenyum samar
Sebenarnya William sangat tidak menyukai yang namanya udang, bukan maksudnya dia alergi hanya tidak suka saja memakannya
Tetapi saat Alisha memasak makanan ini rasanya sangat ia sukai
Malam harinya.....
Daren melanjutkan pekerjaannya di laptopnya di ruang tamu
Sesekali ia melirik ke lorong kastil tempat Alisha masuk ke salah satu ruangan
Sedari tadi Alisha dan para pelayan tengah membersihkan ruangan tersebut untuk digunakan meeting nantinya
Karena merasa haus, Daren berniat memanggil Alisha untuk membuatkannya jus jeruk dingin
'Sebaiknya aku buat sendiri saja, dia sedang sibuk saat ini' batinnya kemudian pergi ke dapur
Setelah membuat jus jeruk dingin untuknya, Daren kembali ke sofa ruang tamu untuk melanjutkan pekerjaannya lagi
Namun karena kesalahan tangannya tak sengaja menyenggol gelas jeruk tersebut hingga tumpah ke keyboard laptop
"Oh \*\*\*\*!!!" umpatnya langsung mengambil laptopnya yang ketumpahan jus nya
"Ckk... bagaimana ini? laporannya belum ku save lagi, mana harus dipresentasikan malam ini juga lagi! si\*l!!" gerutunya kesal sambil mencoba menyalakan lagi laptopnya
Setelah beberapa kali mencoba menyalakan laptopnya namun tak juga menyala laptopnya
William yang baru saja keluar dari kamarnya kemudian menghampirinya
__ADS_1
"Tumben kau bekerja di sini? itu kenapa laptop mu?" ucap William ketika melihat Daren mengutak-atik laptopnya dengan raut wajah kesal
"Laptop ku mati kena tumpahan jus ku!" ucap Daren kesal sambil terus mencoba menyalakan laptopnya
"Kau sudah save belum laporannya di Google Drive? kalau sudah kau bisa pakai laptop ku" ucap William
"Masalahnya belum Will, tadi aku masih mengerjakannya tapi tak sengaja tanganku menyenggol gelas makanya ketumpahan jus ku" jawab kesal Daren
William menghela nafasnya dan geleng-geleng kepala
"Kau ini! selalu saja ceroboh! sebaiknya kau minta Sam bawa itu ke konter, perbaiki di sana, masih ada waktu 30 menit sebelum semua kolega datang" ujar William ikutan kesal
Daren mendengus sebal kemudian pergi ke kamarnya hendak bersiap-siap
Tak lama kemudian ia kembali turun dengan pakaian kasual nya
"Daren! kau mau kemana?!" seru Alisha menghampiri mereka
William dan Daren langsung menoleh ke sumber suara tersebut
Daren mengambil laptopnya di atas meja
"Ini Isha laptop ku rusak, mana laporan sama dokumen penting untuk meeting malam ini belum siap lagi, aku mau perbaiki ini di konter" jawab Daren
"Kenapa bisa rusak?" tanyanya sambil duduk di sofa dan membuka laptop itu di meja
"Tadi aku tak sengaja menyenggol gelas jus ku, ketumpahan kena keyboardnya" jawab Daren seadanya
Alisha manggut-manggut tetapi pandangannya fokus ke laptop Daren
Ia mulai mengutak-atik laptop itu mulai dari mencabut kabel laptop, melepas baterai, keyboard, dan semua hardware yang bisa dibuka kemudian laptopnya ia buka selebar mungkin dan diletakkan dengan posisi menghadap ke bawah
William dan Daren sampai tertegun melihat apa yang dilakukan Alisha
Alisha mengambil selembar tisu di atas meja telfon rumah dan menyeka bersih semua cairan di perangkat laptop itu
Beberapa menit kemudian setelah Alisha memasang kembali semua hardware laptop itu ia mencoba menyalakannya
"Tuh udah bisa" ucapnya menghela nafasnya
William dan juga Daren ikut menghela nafas lega melihat laptop Daren kembali menyala
Mereka berdua benar-benar tidak menyangka Alisha bisa memperbaiki laptop Daren
__ADS_1
"Kau belajar dari mana soal beginian Isha?" tanya William menautkan alis kanannya ke atas
Alisha tersenyum miring dan mengelap sisa tumpahan jus jeruk Daren di atas meja menggunakan tisu
"Dulu aku pernah bekerja di konter, makanya aku tahu beginian" jawabnya
William hanya manggut-manggut mengerti saja sembari memperhatikan Alisha membersihkan tumpahan jus Daren di meja
"Kau ini paket komplit yah Isha, selain cantik sama bisa masak rupanya kau bisa juga beginian" gombal Daren tersenyum mengambang
Alisha terkekeh kecil mendengarnya sedangkan William memasang muka datar
Daren kembali duduk di sofa menghadapkan laptopnya ke arahnya
Namun keningnya mengkerut melihat isi laptopnya
"Sepertinya aku harus membuat ulang" gumamnya kesal menghela nafasnya
Alisha mengerutkan keningnya dan mengambil kembali laptop Daren
"Masa sih? tadi udah di save belum ke Google Drive?" tanyanya fokus ke laptop
"Belum, aku tadi masih mengerjakan" jawab Daren menggeleng pelan
Alisha tak menjawab perkataan Daren, jarinya yang putih dan ramping terlihat lihai menekan tombol-tombol keyboard laptop Daren
"Ini kah?" tebak Alisha memperlihatkan laptop itu pada Daren
Daren melihatnya dan tersenyum lebar
"Benar Isha, wah kau benar-benar hebat!!!" ucapnya tersenyum bahagia
"Hh!! sama-sama, lain kali kalau mau minuman panggil saja aku" jawab Alisha terkekeh kecil
"Aku hanya tidak ingin menganggu pekerjaan mu tadi" jawab Daren fokus ke laptopnya
"Ya sudah, oh ya ruangannya sudah aku bersihkan, bisa langsung dipakai" ucap Alisha bangkit berdiri memegang gelas jus Daren
"Baiklah, terimakasih, sebentar lagi mereka mungkin datang" ujar William
"Mau aku buatkan apa untuk kalian semua nantinya?" tanya Alisha
"Buatkan saja cemilan dan teh hangat" jawab William mendorong kursi rodanya kembali ke kamar
__ADS_1
Alisha kembali ke dapur sedangkan Daren masih terus setia di depan laptopnya di sofa ruang tamu melanjutkan pekerjaannya yang tertunda