Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 20


__ADS_3

Siang harinya......


"Alisha!" panggil Daren sembari menuruni tangga dengan memakai setelan jas nya nampak seperti hendak ingin bekerja


Alisha yang sudah selesai mengerjakan shalat zhuhur langsung menghampiri Daren di ruang tamu


"Ya Daren?" ucapnya ketika menghampiri Daren


Daren sedikit terpaku melihat penampilan Alisha yang masih memakai mukena


"Oh ini, aku baru selesai shalat, maaf jika kurang sopan" ucap Alisha paham mengapa Daren menatapnya


"Tidak apa-apa, aku paham kok, oh ya aku akan pergi keluar kota sekarang" ujar Daren tersenyum menampilkan lesung pipinya


"Benarkah? secepat ini?"


"Ya, aku akan pergi sekarang, William menyuruhku untuk segera menghandle semua pekerjaannya, oleh karena itu aku akan pergi hari ini juga"


"Baiklah kalau begitu, mau aku siapkan makan siang terlebih dahulu untuk kau bawa pergi?" tawar Alisha


"Tidak usah, aku sedang terburu-buru, aku titip William ya, aku harap kau akan bersabar menghadapi sikapnya"


Alisha tersenyum tipis dan mengangguk pelan menanggapi perkataan Daren


Setelah berpamitan dengan Alisha, Daren pun pergi meninggalkan kastil tersebut


Alisha pun hanya melambaikan tangan ketika mobil Daren sudah mulai menjauh dari area kastil


"Sekarang hanya aku harapan Daren untuk mengurus kebutuhan tuan William, tapi apa yang harus ku lakukan?" gumamnya bingung


"Tidak mungkin aku menyentuh nya" ucapnya pula


Setelah melepas mukena yang masih ia pakai di kamarnya, Alisha pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk William


Setelah menyiapkan makanan di atas nampan, ia menaiki tangga menuju kamarnya William


Namun Alisha tidak langsung masuk ke kamarnya William itu, ia terpaku di ambang pintu ketika melihat kamarnya William sangat berantakan dan makanan yang tadi pagi ia bawa berhamburan di lantai dengan pecahan kaca dan gelas di lantai


'Kamar tuan William sangat berantakan terlihat seperti kapal pecah' gumam Alisha


Pandangannya beralih melihat sosok yang duduk di kursi roda membelakanginya menghadap balkon kamar


Alisha menghela nafasnya dan menaruh makanan yang ia bawa di atas meja tanpa bersuara


Ia pun memunguti pecahan piring dan gelas kaca itu di lantai dengan sangat hati-hati


Merasa ada bunyi di belakangnya, William pun mencoba mengalihkan kursi rodanya ke belakang


"Kau?!! apa yang kau lakukan di sini?!!!" hardik William dengan mata membulat ketika melihat Alisha berjongkok memunguti pecahan piring dan gelas

__ADS_1


Alisha tak menggubris perkataan tuannya itu dan terus memungut pecahan tersebut


Setelah semua pecahan itu ia pungut dengan tangannya, Alisha bangkit berdiri menghadap William yang menatapnya nyalang


"Tuan, tidak baik membuang-buang makanan, masih banyak orang di luaran sana yang belum makan" tegur Alisha dengan sangat lembut


"TIDAK USAH MENCERAMAHI KU!! KELUAR SEKARANG!!" teriak William geram melihat Alisha di dalam kamarnya


Alisha menghela nafasnya dan meneduhkan pandangannya ke arah William


Kemudian ia pergi dari kamar William meninggalkan makanan yang ia bawa tadi di atas meja


"Huhhh!! dasar!!" geram William kembali menghadap ke arah balkon dan kembali merenung


'Cih!! sempurna sekali penderitaan ku, sudahlah hidup sebatang kara, dianggap monster di mata dunia, dan sekarang harus cacat, ku rasa di masa mendatang akan ada lagi kejutan dari takdir untukku' gumam William mencemooh takdirnya sendiri


Tak berapa lama kemudian, Alisha kembali datang dengan membawa sapu dan sekop ke kamar William


William yang mencoba membalikkan kursi rodanya lagi terkejut melihat Alisha datang lagi ke kamarnya


"Kenapa kau datang lagi?!!" seru William kesal dengan kedatangan Alisha


Namun Alisha sama sekali tidak menggubris perkataan William dan membersihkan lantai kamar William yang kotor akibat ulahnya sendiri melempar makanan


William memutar bola matanya dengan malas ketika melihat Alisha tak menghiraukan perkataannya dan membersihkan lantai kamarnya


"Keluar!!" seru William melihat Alisha sudah selesai merapikan kasurnya


Alisha masih tak menggubris perkataan William dan mengambil makanan yang ia taruh tadi di atas meja dan menghampiri William yang masih di tempatnya


Kemudian ia memindahkan meja ke hadapan William


"Makanlah tuan, anda belum makan" ucap Alisha ramah dan tersenyum tipis sembari menaruh makanan di atas meja di hadapan William


William terdiam sejenak memandang makanan di hadapannya kemudian pandangannya beralih ke Alisha yang berdiri tepat di hadapannya dengan meja di tengah mereka


"Kenapa kau keras kepala sekali? aku kan sudah bilang keluar dari kamar ku!" ujar William meninggikan suaranya


Alisha tersenyum dan duduk di lantai


"Saya baru akan pergi jika tuan sudah makan" ucap Alisha sangat lembut


"Tuan sejak tadi pagi belum makan, memangnya tuan tidak lapar, hmm?" ucap Alisha lagi


William dapat melihat betapa tulusnya Alisha berbicara padanya, apalagi suaranya yang begitu indah masuk ke telinganya


Tanpa bicara lagi William meraih piring berisi makanan itu dan langsung melahapnya


Jujur William merasa sangat lapar sejak tadi pagi, namun frustasi dengan kondisinya saat ini membuatnya mengabaikan perutnya yang minta diisi

__ADS_1


Alisha pun tersenyum tipis dan menopang dagunya di sisi meja dan menatap wajah William yang tengah fokus memakan makanannya


William yang ditatap seperti itu oleh Alisha menjadi sedikit gugup


"Nyaman sekali kau duduk di lantai?! ambil kursi itu dan duduk lah!" ketus William menyembunyikan rasa gugupnya


Bukannya tersinggung dengan sikap kasar William, Alisha malah tersenyum dan mengambil kursi di pojok ruangan dan menaruhnya tepat di hadapan meja di depan William kemudian duduk di sana


"Terimakasih tuan William sudah peduli dengan saya" ucap Alisha tersenyum lebar


William mengalihkan pandangannya dan mempercepat makannya, tak bisa dipungkiri bahwa masakan Alisha memang sangat lezat


Makanan rumahan memang beda dengan makanan restoran yang biasa ia makan, pikirnya


Setelah menyelesaikan makannya, William meneguk air minum sampai tandas


"Sekarang pergilah dan panggilkan Kelvin kesini!!" ketus William


Alisha mengangguk paham kemudian mengambil nampan berisi piring kotor dan gelas bekas William tadi keluar kamar


Alisha yang hendak pergi ke dapur melihat pria asing tadi pagi di halaman kastil sedang menelepon seseorang


Ia pun menghampirinya


"Tuan Kelvin ya?" tebak Alisha yang membuat pria asing itu berbalik ke arahnya


Kemudian ia menutup panggilan telfonnya dan mengangguk


"Tuan di panggil tuan William ke kamarnya" ujar Alisha dan diangguki oleh Kelvin


Kelvin pun langsung masuk kembali ke dalam kastil tepatnya ke ruang atas menuju kamarnya William


Sedangkan Alisha memilih ke dapur untuk mencuci piring dan gelas kotor bekas William tadi


Toktoktok....


Tak ada jawaban atau sahutan dari William yang berada di dalam kamarnya walaupun ia mendengar suara ketukan pintu itu rasanya sangat malas sekali untuk membuka mulutnya


Kelvin pun membuka pintu dengan perlahan tiba-tiba matanya menangkap seisi kamar yang sudan bersih kembali tak seperti tadi pagi yang berantakan seperti kapal pecah


Kemudian ia menghampiri William yang duduk di kursi roda membelakanginya


"Tuan memanggil saya?"


"Mulai hari ini aku akan bekerja di sini, Daren sudah ku perintahkan untuk menghandle perusahaan ku di New Zealand, jadi bawa seluruh berkas-berkas penting di kantor ku ke sini!" perintah William membalikkan kursi rodanya berjalan ke arah kamar mandi


"Anda ingin mandi tuan? mau saya bantu?" tawar Kelvin


"Tidak usah!! kau jalankan saja perintah ku tadi, sebelum aku selesai mandi, harus sudah ada semua berkas di ruang baca ku!" jawab William menoleh ke samping dan masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya

__ADS_1


__ADS_2