
Siang harinya......
"Alisha!" panggil Daren sembari menuruni tangga dengan memakai setelan jas nya nampak seperti hendak ingin bekerja
Alisha yang sudah selesai mengerjakan shalat zhuhur langsung menghampiri Daren di ruang tamu
"Ya Daren?" ucapnya ketika menghampiri Daren
Daren sedikit terpaku melihat penampilan Alisha yang masih memakai mukena
"Oh ini, aku baru selesai shalat, maaf jika kurang sopan" ucap Alisha paham mengapa Daren menatapnya
"Tidak apa-apa, aku paham kok, oh ya aku akan pergi keluar kota sekarang" ujar Daren tersenyum menampilkan lesung pipinya
"Benarkah? secepat ini?"
"Ya, aku akan pergi sekarang, William menyuruhku untuk segera menghandle semua pekerjaannya, oleh karena itu aku akan pergi hari ini juga"
"Baiklah kalau begitu, mau aku siapkan makan siang terlebih dahulu untuk kau bawa pergi?" tawar Alisha
"Tidak usah, aku sedang terburu-buru, aku titip William ya, aku harap kau akan bersabar menghadapi sikapnya"
Alisha tersenyum tipis dan mengangguk pelan menanggapi perkataan Daren
Setelah berpamitan dengan Alisha, Daren pun pergi meninggalkan kastil tersebut
Alisha pun hanya melambaikan tangan ketika mobil Daren sudah mulai menjauh dari area kastil
"Sekarang hanya aku harapan Daren untuk mengurus kebutuhan tuan William, tapi apa yang harus ku lakukan?" gumamnya bingung
"Tidak mungkin aku menyentuh nya" ucapnya pula
Setelah melepas mukena yang masih ia pakai di kamarnya, Alisha pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk William
Setelah menyiapkan makanan di atas nampan, ia menaiki tangga menuju kamarnya William
Namun Alisha tidak langsung masuk ke kamarnya William itu, ia terpaku di ambang pintu ketika melihat kamarnya William sangat berantakan dan makanan yang tadi pagi ia bawa berhamburan di lantai dengan pecahan kaca dan gelas di lantai
'Kamar tuan William sangat berantakan terlihat seperti kapal pecah' gumam Alisha
Pandangannya beralih melihat sosok yang duduk di kursi roda membelakanginya menghadap balkon kamar
Alisha menghela nafasnya dan menaruh makanan yang ia bawa di atas meja tanpa bersuara
Ia pun memunguti pecahan piring dan gelas kaca itu di lantai dengan sangat hati-hati
Merasa ada bunyi di belakangnya, William pun mencoba mengalihkan kursi rodanya ke belakang
"Kau?!! apa yang kau lakukan di sini?!!!" hardik William dengan mata membulat ketika melihat Alisha berjongkok memunguti pecahan piring dan gelas
__ADS_1
Alisha tak menggubris perkataan tuannya itu dan terus memungut pecahan tersebut
Setelah semua pecahan itu ia pungut dengan tangannya, Alisha bangkit berdiri menghadap William yang menatapnya nyalang
"Tuan, tidak baik membuang-buang makanan, masih banyak orang di luaran sana yang belum makan" tegur Alisha dengan sangat lembut
"TIDAK USAH MENCERAMAHI KU!! KELUAR SEKARANG!!" teriak William geram melihat Alisha di dalam kamarnya
Alisha menghela nafasnya dan meneduhkan pandangannya ke arah William
Kemudian ia pergi dari kamar William meninggalkan makanan yang ia bawa tadi di atas meja
"Huhhh!! dasar!!" geram William kembali menghadap ke arah balkon dan kembali merenung
'Cih!! sempurna sekali penderitaan ku, sudahlah hidup sebatang kara, dianggap monster di mata dunia, dan sekarang harus cacat, ku rasa di masa mendatang akan ada lagi kejutan dari takdir untukku' gumam William mencemooh takdirnya sendiri
Tak berapa lama kemudian, Alisha kembali datang dengan membawa sapu dan sekop ke kamar William
William yang mencoba membalikkan kursi rodanya lagi terkejut melihat Alisha datang lagi ke kamarnya
"Kenapa kau datang lagi?!!" seru William kesal dengan kedatangan Alisha
Namun Alisha sama sekali tidak menggubris perkataan William dan membersihkan lantai kamar William yang kotor akibat ulahnya sendiri melempar makanan
William memutar bola matanya dengan malas ketika melihat Alisha tak menghiraukan perkataannya dan membersihkan lantai kamarnya
"Keluar!!" seru William melihat Alisha sudah selesai merapikan kasurnya
Alisha masih tak menggubris perkataan William dan mengambil makanan yang ia taruh tadi di atas meja dan menghampiri William yang masih di tempatnya
Kemudian ia memindahkan meja ke hadapan William
"Makanlah tuan, anda belum makan" ucap Alisha ramah dan tersenyum tipis sembari menaruh makanan di atas meja di hadapan William
William terdiam sejenak memandang makanan di hadapannya kemudian pandangannya beralih ke Alisha yang berdiri tepat di hadapannya dengan meja di tengah mereka
"Kenapa kau keras kepala sekali? aku kan sudah bilang keluar dari kamar ku!" ujar William meninggikan suaranya
Alisha tersenyum dan duduk di lantai
"Saya baru akan pergi jika tuan sudah makan" ucap Alisha sangat lembut
"Tuan sejak tadi pagi belum makan, memangnya tuan tidak lapar, hmm?" ucap Alisha lagi
William dapat melihat betapa tulusnya Alisha berbicara padanya, apalagi suaranya yang begitu indah masuk ke telinganya
Tanpa bicara lagi William meraih piring berisi makanan itu dan langsung melahapnya
Jujur William merasa sangat lapar sejak tadi pagi, namun frustasi dengan kondisinya saat ini membuatnya mengabaikan perutnya yang minta diisi
__ADS_1
Alisha pun tersenyum tipis dan menopang dagunya di sisi meja dan menatap wajah William yang tengah fokus memakan makanannya
William yang ditatap seperti itu oleh Alisha menjadi sedikit gugup
"Nyaman sekali kau duduk di lantai?! ambil kursi itu dan duduk lah!" ketus William menyembunyikan rasa gugupnya
Bukannya tersinggung dengan sikap kasar William, Alisha malah tersenyum dan mengambil kursi di pojok ruangan dan menaruhnya tepat di hadapan meja di depan William kemudian duduk di sana
"Terimakasih tuan William sudah peduli dengan saya" ucap Alisha tersenyum lebar
William mengalihkan pandangannya dan mempercepat makannya, tak bisa dipungkiri bahwa masakan Alisha memang sangat lezat
Makanan rumahan memang beda dengan makanan restoran yang biasa ia makan, pikirnya
Setelah menyelesaikan makannya, William meneguk air minum sampai tandas
"Sekarang pergilah dan panggilkan Kelvin kesini!!" ketus William
Alisha mengangguk paham kemudian mengambil nampan berisi piring kotor dan gelas bekas William tadi keluar kamar
Alisha yang hendak pergi ke dapur melihat pria asing tadi pagi di halaman kastil sedang menelepon seseorang
Ia pun menghampirinya
"Tuan Kelvin ya?" tebak Alisha yang membuat pria asing itu berbalik ke arahnya
Kemudian ia menutup panggilan telfonnya dan mengangguk
"Tuan di panggil tuan William ke kamarnya" ujar Alisha dan diangguki oleh Kelvin
Kelvin pun langsung masuk kembali ke dalam kastil tepatnya ke ruang atas menuju kamarnya William
Sedangkan Alisha memilih ke dapur untuk mencuci piring dan gelas kotor bekas William tadi
Toktoktok....
Tak ada jawaban atau sahutan dari William yang berada di dalam kamarnya walaupun ia mendengar suara ketukan pintu itu rasanya sangat malas sekali untuk membuka mulutnya
Kelvin pun membuka pintu dengan perlahan tiba-tiba matanya menangkap seisi kamar yang sudan bersih kembali tak seperti tadi pagi yang berantakan seperti kapal pecah
Kemudian ia menghampiri William yang duduk di kursi roda membelakanginya
"Tuan memanggil saya?"
"Mulai hari ini aku akan bekerja di sini, Daren sudah ku perintahkan untuk menghandle perusahaan ku di New Zealand, jadi bawa seluruh berkas-berkas penting di kantor ku ke sini!" perintah William membalikkan kursi rodanya berjalan ke arah kamar mandi
"Anda ingin mandi tuan? mau saya bantu?" tawar Kelvin
"Tidak usah!! kau jalankan saja perintah ku tadi, sebelum aku selesai mandi, harus sudah ada semua berkas di ruang baca ku!" jawab William menoleh ke samping dan masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya
__ADS_1