Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 12


__ADS_3

Bukk.... bukk.... bukk...


Bunyi bantal serta barang-barang Alisha di lempar Daren ke sembarang arah demi mencari liontin nya


Ia sangat yakin bahwa Alisha lah yang telah mengambilnya


Alisha pun hanya diam tak bergeming di dekat Daren yang terus mengobrak-abrik isi kamarnya


Setelah agak lama mencari barang yang ia cari namun tak juga ditemukan, Daren menyerah dan menyeka keringatnya akibat panasnya kamar Alisha tersebut


"Pasti telah kau jual?! benarkan?! ayo ngaku?!!" seru Daren menghardik Alisha


Alisha hanya diam dan menatapnya datar kemudian menghela nafasnya


"Tuan, mungkin anda lupa terakhir kali menaruhnya di mana" ucap Alisha tenang dan datar


Daren menautkan alis kanannya mendengar ucapan Alisha yang terdengar tenang bukan suara yang ketakutan ataupun gugup


"Cari liontin ku sampai ketemu!! jika sampai malam ini tak juga ketemu jangan harap besok kau bisa melihat matahari lagi!!" ucap Daren menunjuk wajah Alisha dengan sorot mata tajam di balik kacamatanya itu


Ia melenggang pergi keluar dari kamarnya Alisha


Alisha hanya diam dan melihat kepergiannya Daren dengan tatapan kasihan


"Sekarang aku benar-benar yakin, pasti liontin itu bukan liontin sembarang, bahkan tuan Daren sampai marah besar hanya karena liontin itu, aku harus mencarinya sampai dapat!!" ucap Alisha kemudian merapikan kembali kamarnya yang berantakan akibat ulah Daren


Setelah meluapkan kekesalan serta emosinya pada Alisha, Daren langsung mengambil tas kerjanya dan langsung berangkat bekerja


William yang kebetulan hendak menemuinya memanggil nya namun tak disahuti olehnya


"Ada apa dengannya?" gumam William heran, ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya di ruang bacanya


Memang, akhir-akhir ini William lebih banyak menghabiskan waktunya di kastil daripada di kantor


Ia hanya akan pergi ke kantor jika ada hal yang mendadak atau sangat penting


Setelah Alisha merapikan kamarnya ia langsung mencari liontin milik Daren ke seluruh kastil


Mulai dari seluruh ruangan hingga dapur serta halaman kastil dan juga kebun tak luput dari pencariannya namun hasilnya tetap nihil, tak ditemukan


William yang melihat Alisha tengah mencari-cari sesuatu bersikap acuh dan pergi keluar


Sudah beberapa jam Alisha mencari liontin itu namun masih tidak ia temukan, bahkan punggungnya terasa sakit akibat sering membungkuk melihat bawah meja ataupun kursi


Ia pun berinisiatif bertanya kepada para penjaga kastil


"Pak, apa anda melihat sebuah liontin?" tanya Alisha pada salah satu penjaga kastil


"Tidak nona, memangnya liontin nya seperti apa?"


"Saya kurang tahu pak bentuknya seperti apa, itu milik tuan Daren, saya disuruh mencarinya sampai dapat"


"Oh kalau begitu biar kami semua bantu nona!" tawar salah seorang mereka


"Ah tidak usah, kalian lanjutkan saja bekerja" tolak Alisha lembut seraya menggelengkan kepalanya


Kemudian ia pun pergi meninggalkan para penjaga yang saling pandang


"Apa kau tahu bentuk liontin nya tuan Daren?" tanya salah seorang mereka


"Tidak, kau?"


"Kau?"


"Tidak juga"


"Aku juga tidak tahu bentuknya seperti apa, aku takut tuan Daren akan marah besar pada nona Alisha jika ia tidak menemukannya"


"Semoga saja nona bisa menemukannya"

__ADS_1




Toktoktok....



"Masuk!" ucap Daren dingin tanpa mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang diketuk dari luar itu, pandangannya terus fokus ke laptopnya



Mood nya masih sangat buruk karena hilangnya liontin kesayangannya itu



"Maaf tuan Daren mengganggu, tuan William memanggil anda" ujar sang sekretaris



Daren memutar bola matanya dengan malas dan beranjak dari kursinya dan keluar tanpa meninggalkan sepatah katapun pada sang sekretaris



Sekretaris nya pun sudah sangat terbiasa dengan tingkah bos nya itu walau terkadang ia masih makan hati akibat sikap bos nya, Daren



Daren langsung masuk ke ruang kerja William dan duduk di depannya yang tengah berkutat di depan laptopnya



"Ada apa?" tanya Daren




"Baiklah, aku akan menyuruh sekretaris ku menyiapkan dua tiket pesawat untuk kita sekarang juga" jawab Daren dan hendak bangkit



"Satu tiket saja untukku, aku akan pergi dengan sekretaris ku, kau urus kantor ini selama aku pergi" ucap William



"Tumben kau tidak menyuruh ku ikut? biasanya kan kita selalu pergi berdua" ucap Daren menautkan alisnya



"Aku tidak mau digosipkan orang yang tidak-tidak, kita seringkali pergi berdua kemanapun, mulai sekarang aku akan pergi bersama sekretaris ku, kau akan ku angkat sebagai COO ku (Chief Operating Officer)" jawab William



"Oh" Daren pun hendak pergi



"Tunggu, ini ku kembalikan" ucap William mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya dan menaruhnya di atas meja



Daren sontak terkejut dengan apa yang ada di atas meja itu dan ia langsung mengambilnya



"Kenapa bisa ada padamu?!!" seru Daren terkejut nampak dari sorot matanya


__ADS_1


William menatapnya dan mengerutkan keningnya



"Kau lupa yah kemarin malam kan kau meminjamkannya padaku saat aku mabuk, kau menceritakan kisah mu dan teman masa kecil mu itu padaku, kata mu dia memberikan mu liontin itu, tadi pagi saat aku hendak mengembalikannya pada mu kau tidak menggubris panggilan ku" jawab William panjang lebar



Daren langsung teringat tentang kejadian kemarin malam yang mana setelah ia memapah William ke kamarnya, ia mengajak William bercerita tentang teman masa kecilnya serta menunjukkan liontin kesayangannya pada William



'Kenapa aku bisa jadi pelupa begini? ini tidak seperti biasanya' gumamnya merasa heran



"Kau kenapa?" tanya William yang heran dengan diamnya Daren setelah jawabannya panjang lebar tadi



Alih-alih menjawab Daren malah langsung keluar dari ruang kerja William dengan langkah panjang



"Dia seperti terburu-buru? ada apa dengannya?" tanyanya pada dirinya sendiri



William pun melanjutkan kembali pekerjaannya



Sedangkan Daren yang tergesa-gesa masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya langsung dengan kecepatan sedang



"Aku telah menuduh Alisha yang tidak-tidak, apa yang harus aku lakukan sekarang? aku sudah tidak punya muka lagi jika bertemu dengannya lagi" ucapnya memegang sudut keningnya



Tiba-tiba matanya tertuju dengan toko bunga di sebrang jalan



Sontak ia menghentikan mobilnya yang membuat pengendara lain yang berada di belakang mobilnya ikut mengerem mendadak



"Dasar orang kaya!! kamu pikir jalan ini punya bapak mu!!" hardik salah seorang mereka dan berlalu begitu saja



Namun Daren tak menggubrisnya dan menurunkan kaca jendela mobilnya melihat toko bunga itu



"Apa aku belikan saja dia bunga sebagai tanda maaf dari ku? biasanya kan kalau wanita dikasih bunga akan senang" gumamnya menatap toko bunga itu



Ia pun memutuskan untuk turun dari mobilnya dan membeli bunga mawar dengan beraneka ragam warna dalam satu buket



"Pantas saja tadi dia tetap tenang walaupun sudah aku marahi habis-habisan, ternyata memang bukan dia pelakunya" gumamnya pelan melihat sebuket mawar beragam warna di tangannya



Ia pun pulang dengan suasana hati tak tentu

__ADS_1


__ADS_2