
"K..kenapa kau malah menangis? apa kau tidak suka? jika tidak suka akan ku ambil kembali!!" Daren terkejut melihat mata Alisha berkaca-kaca
Ia pun hendak mengambil kembali kaligrafi nya di ranjang Alisha
"Jangan!" lirih Alisha pelan memegang pergelangan tangan Daren yang terbalut jas hitamnya
Daren menatapnya dan menghadapkan dirinya dengan Alisha
"Aku minta maaf jika kau tidak menyukai apa yang ku berikan, tapi jangan menangis" ucap Daren, ia merasa tak sanggup melihat air mata yang hendak keluar dari mata Alisha
Alisha tersenyum lebar dan menghapus air matanya
"Bodoh!! siapa yang tidak suka!" tukas Alisha tersenyum manis
Ia mengambil kaligrafi di atas ranjangnya kemudian berjalan menghampiri Daren
"Lalu kenapa kau menangis?"
"Karena aku terharu kau membawakan oleh-oleh seindah ini" ucap Alisha tersenyum tulus
"Apa...kau menyukainya?"
"Ya, suka, sangat suka!!" Alisha mengangguk
Daren tersenyum bahagia mendengar ucapan Alisha
'Dia tidak senang jika aku membelikannya barang mewah, tapi dia senang hanya karena aku membelikannya lukisan kaligrafi gratis ini, gadis ku memang unik' batin Daren merasa tersentuh
"Apa kau tahu tulisan apa di kaligrafi ini?" Alisha menyentuh kaca kaligrafi itu dengan jemarinya
"Tidak, apa tulisannya?" Daren menggeleng pelan
"Tuhan semesta Alam, Allah SWT"
Daren tercekat mendengar ucapan Alisha dan merasakan hatinya berdebar-debar
'Kenapa hatiku terasa bergetar hebat?' batinnya memegang dada
"Ooh" lirih pelan Daren
"Sekali lagi terimakasih ya sudah membelikan ku oleh-oleh!" Alisha tersenyum lebar
Daren mengangguk pelan dan pandangannya menyapu ke seluruh isi ruangan
Sedangkan Alisha menggantung lukisan kaligrafinya di dinding
"Apa kau betah tidur di kamar sekecil ini?" tanya Daren duduk di kursi pojok
"Bukan kecil Daren, tapi minimalis, aku menyukainya" jawab Alisha membenarkan gorden jendelanya
"Ya, aura kamar mu juga nyaman dan sejuk" tambah Daren
Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu di meja kecil di samping lemari baju Alisha
Sontak ia mengambil barang itu
"Alisha!!"
"Hmm?" Alisha berbalik dan melihat Daren berdiri tepat di belakangnya
Daren hanya diam dan menatap wajah Alisha dengan intens
"Ada apa?" tanya Alisha
Daren masih tak bergeming
"Hey! jangan melamun!" Alisha melambaikan tangannya tepat di wajah Daren
Daren tersadar dari tatapan dalamnya pada Alisha
Ia mengangkat tangannya memegang milik Alisha tepat di depan wajahnya
__ADS_1
"Eh? ketapel ku? kenapa kau...."
"Boleh aku meminjamnya?" lirih pelan Daren menunduk melihat Alisha yang sedikit pendek darinya
"Kenapa kau ingin meminjamnya? ketapel ku itu barang tua, sudah lama sekali sejak aku masih kecil" Alisha terkekeh kecil dengan permintaan Daren
Tess....
Daren menitikkan air matanya jatuh ke pipinya
"Daren? kenapa kau menangis?" ucap Alisha sedikit terkejut melihat sikap Daren
"Aku mohon Alisha, pinjamkan aku sebentar saja aku janji akan mengembalikannya nanti padamu" lirih Daren dengan mengiba
"Ya..iya deh, jangan menangis Daren, aku tidak tega melihatnya" ucap Alisha merasa tak tega
"Terimakasih, kau sudah menjaga ketapel ini sampai saat ini"
Alisha mengerutkan keningnya mendengar ucapan Daren
"Maksudnya?"
Daren menghapus air matanya dan menggeleng pelan
"Jangan dipikirkan, aku pinjam dulu ya, nanti aku kembalikan, sampai jumpa!!" Daren langsung berlari keluar kamar Alisha
Alisha semakin tidak mengerti dengan sikap Daren padanya
'Daren sebenarnya kenapa sih? aneh' batinnya
Sedangkan Daren yang berada di kamarnya terkejut melihat William tengah duduk bersandar di ranjangnya
"Kau lupa ya kita tukaran kamar" ucap datar William
Tanpa berbicara Daren langsung menutup kembali kamar William dan menaiki tangga menuju kamarnya
Brakk!!
Seketika tubuhnya ambruk ke lantai menempel pintu kamarnya
Tiba-tiba tangisnya pecah dan ia mendekap erat kedua lututnya
"Hiks...hiks...Alisha, kau rupanya masih menyimpan barang kenangan kita, aku sangat senang" gumamnya terisak sambil melihat ketapel di genggaman tangannya
Flashback on 22 tahun yang lalu...
Daren kecil dan Alisha kecil tengah bermain di taman
Kala itu Daren masih berusia 5 tahun sedangkan Alisha berusia 3 tahun
"Kak Daren, kakak buat apa sih? kok serius banget?" ucap Alisha kecil duduk di samping Daren
Daren meliriknya dengan tersenyum manis
"Buat ketapel untuk Isha kecilku" jawab Daren
"Isha udah besar! jangan bilang Isha kecil!" tukas Alisha cemberut
"Hahaha, iya iya, Isha nya kak Daren sudah besar" Daren tertawa kecil dan mengelus kepala Alisha yang terbungkus jilbab
"Kak Daren kenapa buat ketapel untuk Isha? kan Isha nggak butuh ketapel" ucap Alisha
"Kak Daren buat ketapel untuk Isha buat jaga-jaga kalau ada apa-apa dengan Isha" ucap Daren sembari mengikat karet di ketapel nya
"Lho? kenapa? dimana ada Isha kak Daren pasti ada yang selalu jaga Isha"
Daren terhenti mengerjakan ketapel nya mendengar ucapan Isha kecilnya
"Ada yang mau kak Daren bilang sama kamu Isha" ucap pelan Daren
Alisha kecil mengerutkan keningnya dan duduk lebih dekat dengan Daren
__ADS_1
"Apa kak?"
"Kak Daren..... akan diadopsi orang"
Alisha membulatkan matanya sangking terkejutnya ia
"Lho? kapan kak?"
"Besok"
Alisha bangkit berdiri mendengar ucapan Daren
"Kok kak Daren baru bilang sekarang?! kakak nggak anggap aku adik ya?!" seru Alisha dengan mata yang berkaca-kaca
Daren menggeleng cepat dan ikut berdiri
"Bukan begitu maksud kak Daren, kakak cuman...."
"Kakak nggak pernah anggap aku adik! aku benci!"
Alisha yang hendak pergi tangannya langsung ditangkap Daren
Daren langsung mendekapnya dengan erat
"Jangan pergi kak" lirih Isha kecil memeluk erat pinggang Daren
Daren menutup kedua matanya dengan erat dan mempererat dekapannya
"Kak Daren juga nggak pengen pergi, tapi kalau kakak nggak pergi masa depan kakak nggak akan cerah" ucap Daren dengan mata berkaca-kaca
"Tapi, nanti Isha nggak punya temen lagi dong kak, semua anak panti nggak suka temenan sama Isha" Isha menengadah menatap wajah Daren di atasnya
Daren tersenyum tipis dan mencium kepala Alisha kecil yang terbungkus jilbab
"Isha baik-baik di sini, kak Daren janji akan selalu jenguk Isha di sini" bisik Daren
"Tapi Isha nggak rela kalo kak Daren pergi, nanti anak-anak panti bisa jahatin Isha"
"Makanya sebelum kak Daren pergi kak Daren buatin Isha ketapel" ucap Daren lembut
"Ya udah deh, Isha ngijinin kak Daren pergi, tapi janji ya harus jenguk Isha tiap hari" Alisha melepas pelukannya dan mengacungkan jari manisnya pada Daren
Daren tersenyum tipis kemudian mengaitkan jari manisnya pada Alisha
"Janji" ucapnya dengan tersenyum manis pada Alisha
"Ya udah deh, Isha terima ketapel nya" Alisha tersenyum lebar memperlihatkan kedua pipi chubby nya
Mereka pun kembali mengerjakan ketapel untuk Alisha nantinya
"Nih udah jadi" Daren memberikan ketapel nya pada Alisha
Alisha menerimanya dan mengambil pisau
"A & D!" Alisha tersenyum lebar
Ia mengukir inisial namanya dan Daren di gagang ketapel itu
Daren tersenyum senang dan kembali mendekap erat Alisha
"Isha, besar nanti kita nikah yuk" lirih Daren
Alisha menengadah menatap wajah Daren yang tulus padanya
Ia mengangguk pelan dan tersenyum
"Isha mau kalau kak Daren yang nikah sama Isha, Isha nggak akan mau nerima orang lain, kak Daren pasti jagain Isha selamanya!" ucapnya dengan senang
Daren tersenyum bahagia dan kembali mendekap gadis kecilnya itu
Flashback off
__ADS_1